Meneruskan perjalanan atau menunda, ini pilihan bagi masyarakat yang terlanjur kehilangan harta dan waktu bersamaan. Masyarakat kota Bandung resah dan kebingungan atas peristiwa yang terjadi di beberapa lokasi.
Tanpa harus menyebut nama jalannya. Hal paling krusial adalah kebijakan tidak menunggu sampai terjadi korban. Lebih utama adalah kebijakan yang diambil wajib konsisten, tidak sekadar marak dulu, dibuat dadakan.
Aksi begal yang berulang mesti diwaspadai sebab kekerasan begal bukan kejadian yang biasa. Akar masalah yang diungkap berkaitan dengan ekonomi. Pengangguran yang tinggi. Ekonomi dianggap sebagai salah satu pilihan dan penyebabnya. 99.000 lebih masyarakat kota Bandung masih menganggur. Data tersebut bukan hal sepele.
Frustasi karena harus memenuhi kebutuhan perut atau justru tidak ada cara lain. Ketertarikan membegal mungkin bukan karena ekonomi semata melainkan kebiasaan, yang membuat buruk citra kota Bandung sebab tidak ada rasa aman sama sekali.
Bandung Poek
Penerangan jalan umum mesti diselesaikan. Pemerintah bukan hanya mengakui jalan gelapnya, tapi aksi yang dibutuhkan. Jangan lupa untuk menyelesaikan tugasnya di kota Bandung.
Membiarkan Bandung poek sama artinya melegalkan aksi begal. Kriminalitas yang terlalu sering seolah menandai pernyataan pemerintah itu sendiri.
Di jalan yang gelap memang tidak menutup kemungkinan begal beraksi. Sudah jalan gelap, nyamannya dimana. Kota Bandung harus terang. Pemerintah kenapa tidak segera menjawab pertanyaan masyarakat atas masalah begal dengan langsung menerangi jalan.
Akankah ini terus berlanjut sampai suatu hari begal tak mungkin bisa dilawan? Kenapa jalannya tidak terang? Kenapa pemerintah tidak cepat mengambil langkah segera?
Kapan Bandung bisa terang dan jalannya bukan jadi alasan ada begal sebagai aktivitas sehari-hari?
Pertimbangkan masyarakat yang memiliki kapasitas untuk bekerja dan menjadi tulang punggung keluarga. Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat. Tidak perlu lagi narasi yang menyudutkan masyarakat.
Justru jalan yang gelap menimbulkan keresahan sementara masyarakat tidak memiliki alternatif lain. Masyarakat tidak bisa membuat kebijakan selain pemerintah yang berwenang. Pertanyaan sederhana, kapan PJU terang?
Panen Hujatan Atau Tindakan
Masyarakat kota Bandung sudah habis sabarnya. Jalan gelap bukan diseriusi, maka pemerintah panen hujatan, tanpa tindakan sama dengan pembiaran.
Menindak tegas begal bukan sekadar menjadi program tapi melanjutkan keluhan masyarakat yang diprioritaskan. Kesiapan infrastruktur jalan terang mesti dianggap sebagai salah satu kebutuhan yang diprogramkan dengan cara cepat dan sigap, digarisbawahi bahwa masyarakat perlu dijaga agar kota Bandung tidak distigmakan sebagai simbol kegelapan.
Media sosial sebagai platform digital yang mampu memberi penilaian sudah lebih kuat memberi dampak signifikan terhadap kinerja pemerintah. Di dalam kasus begal dan kriminal sangat penting untuk diperhatikan oleh pemerintah. Jika pemerintah ingin diberikan penilaian dengan kinerjanya.
Dari awal begal muncul, tetap saja masyarakat menilai karena jalannya tidak terang dan tidak tegasnya pemerintah. Di beberapa akun media sosial, masyarakat sudah habis sabarnya sebab pemerintah tidak menerima usulan atau saran dari masyarakatnya.

Sinergi dan Kolaborasi
Membentuk sinergi dan kolaborasi adalah kebijakan yang terbaik untuk saat ini, selain menambah anggaran untuk penerangan jalan.
Pemerintah Kota Bandung sebagai pengambil kebijakan yang wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat sehari-hari. Bersinergi lintas dinas di wilayah akan memberikan manfaat bagi masyarakat juga kolaborasi dengan mengupayakan agar terhubung dengan tujuan untuk meningkatkan kewaspadaan serta meminimalisir terjadinya begal.
Meski begitu upaya ini bersifat biasa, jika pemerintah lupa untuk menyelesaikan tugasnya dengan menerangi jalan yang dianggap rawan dan kejadian berulang.
Kegagalan pemerintah Kota Bandung jika tidak sanggup melakukan dengan baik untuk jalan-jalan yang sudah terlanjur gelap.
Sinergi dan kolaborasi antar dinas layak dipertimbangkan untuk mendapatkan apresiasi masyarakat secara cepat, kolaborasi dengan masyarakat pun dapat dimaknai bahwa kota Bandung adalah milik bersama.
Tujuan sinergi dan kolaborasi adalah menerapkan prinsip kebersamaan menjadi lebih baik dan memberikan dukungan sepenuhnya kepada pemerintah dan masyarakat. Jadi tidak ada yang santai menanggapi perilaku begal. Jangan sampai terlambat penanganannya menambah korban.
Pendidikan
Sepakat. Pendidikan adalah modal utama membangun masyarakat beradab dan bermoral. Klimaksnya, pengangguran tidak terjadi jika pendidikan dimiliki. Dari pendidikan tercipta keterampilan. Dari keterampilan tertentu mengindikasikan peluang. Dari peluang akan menemukan titik terang pekerjaan.
Pemerintah bukan hanya mengakui bahwa jalan gelap masih menjadi faktor utama tindakan kriminal. Tapi posisi pemerintah juga perlu menyiapkan peluang masyarakat untuk memiliki kemampuan untuk menunjukkan bahwa keterampilan yang diperlukan untuk dunia kerja semakin dibutuhkan.
Pendidikan tidak bisa dilepaskan dari kepentingan pribadi bagi masyarakat. Penyerapan tenaga kerja yang tinggi dimulai dari pendidikan. Keterampilan masyarakat untuk perusahaan ini akan senantiasa mengedepankan peluang. Semakin masyarakat berdaya maka masyarakat tidak memiliki alternatif berbuat kriminal.

Mengabaikan pendidikan sama saja dengan menggunakan pikiran dengan mendahulukan untuk mengambil jalan pintas.
Meski pada prinsipnya, pendidikan tidak sekadar merubah tampilan masyarakat tapi mengubah pola pikir masyarakat juga. Pemerintah seharusnya tidak menampik, anggaran untuk penerangan jalan umum yang didapat digunakan semestinya. Juga bisa menjadikan kebijakan dan anggaran untuk memberikan layanan keterampilan yang bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat.
Cara ampuhnya, pemerintah melalui dinas terkait menelusuri sampai ke akar-akarnya, siapakah yang belum bekerja? Alhasil, masyarakat akan merasa diberikan kesempatan untuk memilih jalannya. (*)