Mengayuh dengan Cemas di Kota yang Mengaku Ramah Pesepeda

5 menit baca
Gilang Fathu Romadhan
Ditulis oleh Gilang Fathu Romadhan diterbitkan
Komunitas sepeda dan pejalan kaki memasang memorial Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta sebagai simbol duka atas tewasnya seorang remaja saat bersepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Komunitas sepeda dan pejalan kaki memasang memorial Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta sebagai simbol duka atas tewasnya seorang remaja saat bersepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)

AYOBANDUNG.ID - Rasa khawatir akan keselamatan terus menghantui pesepeda di Kota Bandung, terutama saat melintasi ruas-ruas jalan berisiko tinggi seperti Jalan Soekarno-Hatta. Meski sepeda semakin populer sebagai sarana transportasi dan gaya hidup sehat, rasa aman di jalan raya masih menjadi kemewahan yang belum sepenuhnya dirasakan para penggunanya.

Perasaan tersebut lahir bukan tanpa alasan. Tersimpan catatan panjang tentang minimnya infrastruktur yang selama ini dinanti para pengguna sepeda di Kota Bandung. Mereka khawatir kurangnya infrastruktur yang aman bagi pesepeda akan menimbulkan korban jiwa.

Namun mimpi buruk tersebut menjadi kenyataan. Pada Selasa, 16 Juni 2026, seorang remaja berinisial DP tewas saat bersepeda di Jalan Soekarno-Hatta. Insiden tersebut menjadi alarm bagi pemerintah untuk mewujudkan infrastruktur yang aman bagi pesepeda.

Sebagai bentuk penghormatan dan simbol duka, komunitas sepeda dan pejalan kaki di Kota Bandung memasang memorial Ghost Bike di dekat lokasi kejadian. Aksi ini juga menjadi pengingat kepada pemerintah agar segera menjamin keamanan bagi warga yang bersepeda dan berjalan kaki.

Sepeda berkelir putih diletakkan di sebuah pohon yang tak jauh dari lokasi DP kehilangan nyawa. Di sekitarnya terdapat taburan bunga dan poster berisi kritik terhadap pemerintah.

Ketua Bike to Work (B2W) Bandung, Mochamad Andi Nurfauzi, mengatakan pemasangan Ghost Bike bukan sekadar simbol duka atas meninggalnya DP, melainkan juga peringatan bahwa Jalan Soekarno-Hatta telah lama menjadi koridor berisiko bagi pesepeda.

"Ini menjadi pengingat untuk warga, untuk semuanya, untuk berbagai pihak bahwa di jalan ini sudah pernah terjadi kecelakaan yang mengorbankan pesepeda. Jangan sampai ada lagi kondisi-kondisi seperti ini," ujarnya di lokasi, Sabtu, 20 Juni 2026.

Pagi itu, para pesepeda berkumpul dalam kegiatan Ride in Peace. Mereka mengayuh sepeda bersama, berdoa untuk korban, sekaligus menyuarakan keresahan yang selama ini terus berulang. Kematian DP menjadi gambaran bahwa keselamatan pesepeda masih belum menjadi perhatian utama dalam perencanaan transportasi perkotaan.

"Ini kita bareng-bareng dan ini menjadi sebuah gerakan yang menurut saya bisa memunculkan sense of urgency bahwa di Jalan Soekarno-Hatta ini ternyata dari tahun ke tahun kondisinya tidak berubah dan selalu memakan korban," katanya.

Keresahan itu semakin terasa ketika berbicara soal infrastruktur. Secara regulasi, Kota Bandung sebenarnya telah memiliki aturan mengenai lajur sepeda melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) Bandung Nomor 47 Tahun 2022 dan juga tertuang dalam Permenhub Nomor 59 Tahun 2020. Namun, menurut komunitas pesepeda, keberadaan aturan tersebut belum sepenuhnya menjawab kebutuhan keselamatan di lapangan.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar fasilitas yang tersedia saat ini masih berupa lajur sepeda yang ditandai marka di badan jalan. Pesepeda tetap harus berbagi ruang dengan kendaraan bermotor yang melaju dengan kecepatan tinggi.

"Kenapa di Bandung masih belum aman untuk menggunakan sepeda? Karena kami belum mendapatkan jalur yang terproteksi, jadi masih berupa lajur gitu," ujarnya.

Masalahnya tidak berhenti di situ. Sejumlah lajur sepeda yang telah tersedia juga menghadapi berbagai persoalan, mulai dari marka yang memudar akibat pengaspalan ulang, digunakan sebagai area parkir liar, minim penerangan pada malam hari, hingga kondisi jalan yang berlubang.

Kajian yang dilakukan B2W Bandung bersama sejumlah komunitas melalui program "Pesepeda Udunan Gagasan" bahkan menempatkan Jalan Soekarno-Hatta sebagai koridor dengan tingkat risiko tertinggi bagi pesepeda. Selain itu, Jalan Aceh dan Jalan Wastukancana juga masuk dalam daftar ruas jalan yang dianggap berbahaya karena keberadaan parkir liar dan arus lalu lintas yang padat.

Sepeda berkelir putih dan taburan bunga di Jalan Soekarno-Hatta menjadi penanda duka sekaligus seruan agar keselamatan pesepeda mendapat perhatian lebih serius di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Sepeda berkelir putih dan taburan bunga di Jalan Soekarno-Hatta menjadi penanda duka sekaligus seruan agar keselamatan pesepeda mendapat perhatian lebih serius di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)

Bagi para pesepeda, keselamatan di jalan raya bukan hanya persoalan marka atau jalur khusus. Ada kebutuhan yang lebih besar, yakni koordinasi lintas pemerintah untuk memastikan setiap pengguna jalan dapat bergerak dengan aman.

Karena itu, B2W Bandung mendesak pemerintah pusat, provinsi, dan daerah untuk duduk bersama melakukan audit keselamatan di Jalan Soekarno-Hatta. Menurut mereka, status jalan nasional tidak boleh menjadi alasan lambannya penanganan.

"Apakah JPO, apakah jembatan penyeberangan sepeda, apakah Pelican Crossing atau rambu-rambu yang perlu diadakan, perlu dilengkapi sepanjang ruas Jalan Soekarno-Hatta. Ya itu harus dibahas berdasarkan audit keselamatan yang mereka lakukan juga," katanya.

Ia menyayangkan belum terlihat adanya koordinasi yang nyata antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dalam merespons tragedi yang terjadi di koridor tersebut.

Di tingkat kota, komunitas pesepeda juga berharap adanya penegakan aturan yang lebih konsisten terhadap pelanggaran di lajur sepeda. Kendaraan yang parkir sembarangan maupun pengendara yang memasuki lajur sepeda dinilai masih menjadi pemandangan sehari-hari.

"Kami nggak menuntut apa pun, kami menuntut ya sudah, apa yang ada dalam Perwali lengkapi saja," ujarnya.

"Entah itu kendaraan bermotor yang parkir sembarangan, kemudian juga kawan-kawan kendaraan bermotor yang membahayakan. Kami ingin ada penegakan ke arah sana gitu," tambahnya.

Meski kerap menjadikan Belanda sebagai referensi kota ramah sepeda, ia menilai Bandung membutuhkan pendekatan yang berbeda. Karakter wilayah metropolitan Bandung Raya tidak bisa disamakan dengan kota-kota di Eropa yang memiliki pola mobilitas, pendapatan daerah, dan tata ruang yang berbeda.

Menurutnya, tantangan utama Bandung terletak pada tingginya mobilitas warga dari daerah penyangga seperti Soreang, Jatinangor, hingga Rancaekek yang setiap hari bekerja di pusat kota.

Karena itu, masa depan transportasi ramah pesepeda di Bandung tidak cukup hanya dengan membangun jalur sepeda. Yang lebih penting adalah menciptakan integrasi antara transportasi publik, pesepeda, dan pejalan kaki.

"Yang dibutuhkan ini sebetulnya integrasi transportasi publik dengan pesepeda dan pejalan kaki. Sebetulnya itu yang kami temukan, itu khasnya," kata Andi.

Sementara itu, Naufal dari Transport for Bandung mengkritisi ruas Jalan Soekarno-Hatta yang telah memakan banyak korban. Hal ini, menurutnya, tidak terlepas dari tata kelola transportasi Bandung yang lebih banyak melayani kendaraan pribadi.

Ia menyebut Jalan Soekarno-Hatta awalnya berfungsi untuk mengalihkan jalan nasional yang melintasi pusat kota, yakni koridor Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Asia Afrika. Oleh sebab itu, jalan tersebut dibangun dengan lebar yang memadai untuk mengakomodasi arus angkutan logistik dan barang.

"Masalahnya kemudian, Bandung secara tata ruang kota tidak dikelola secara serius," sebutnya dalam keterangan pers.

Hal tersebut kemudian memicu tumbuhnya permukiman baru serta pusat aktivitas di kawasan Bandung Timur yang menjadikan Jalan Soekarno-Hatta sebagai jalur utama mobilitas.

"Alhasil, Soetta yang awalnya hendak dijadikan jalan lingkar, sekarang sudah bercampur dengan lalu lintas perkotaan. Bila ingin diubah menjadi 'street' juga sulit karena bukan peruntukannya," katanya.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

News Update

Beranda 20 Jun 2026, 13:46

Mengayuh dengan Cemas di Kota yang Mengaku Ramah Pesepeda

Komunitas pesepeda Bandung memasang Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta usai tewasnya seorang remaja pesepeda, sekaligus mendesak pemerintah memperbaiki keselamatan infrastruktur jalan.

Komunitas sepeda dan pejalan kaki memasang memorial Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta sebagai simbol duka atas tewasnya seorang remaja saat bersepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Beranda 20 Jun 2026, 05:35

Membongkar Operasi Informasi yang Tak Kasat Mata di Ruang Digital

Jurnalis diajak mengenali operasi manipulasi informasi di ruang digital, mulai dari disinformasi, narasi terkoordinasi, hingga rekayasa tren di media sosial.

Ika Ningtyas, Koordinator Cek Fakta Tempo, memaparkan cara mengenali operasi manipulasi informasi yang bekerja secara terorganisasi di ruang digital kepada para jurnalis di Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 19 Jun 2026, 20:59

Dobrak Batas Sinema Remaja, Film ‘Dan Bandung’ Garapan Rudi Soedjarwo Angkat Isu Strict Parents

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung.

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 20:00

Ciparay: Lumbung Padi Jawa Barat dari Dulu sampai Kini

Kecamatan Ciparay merupakan sentra produksi beras terbesar di wilayah Jawa Barat.

 (Sumber: KITLV, Diakses tangal 3 Juni 2026)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 18:45

Memahami Cara Ngiklan Game Digital, Bagaimana Valorant Memperkenalkan Skin Senjata agar Tak Biasa

Valorant resmi merilis skin terbarunya yang berjudul “Kuronami 2.0”, sebuah koleksi skin premium yang hadir untuk senjata Phantom, Operator, Guardian, Ghost, dan Melee.

Gambar Skin Senjata Kuronami 2.0
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:43

Naik Kereta Sambil Ketemu Karakter Favorit? Ternyata Ada Strategi Besar di Baliknya

Bagaimana sebuah kolaborasi karakter animasi lokal berhasil membuat audiens connect di berbagai platform dengan pendekatan yang disesuaikan, tanpa kehilangan benang merahnya.

Transportasi publik yang digunakan masyarakat Indonesia setiap harinya. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 17:09

Hutan Pinus Rahong Pangalengan, Destinasi Sejuk dengan Sungai dan Camping Ground

Hutan Pinus Rahong menawarkan suasana teduh, camping, rafting, hingga glamping. Kenali 6 klaster wisata dan daya tarik alamnya sebelum berkunjung.

Hutan Pinus Rahong, Pangalengan.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:00

Toponimi Lembang (bagian 3 – Habis)

Di Lembang terdapat sebuah bukit yang berada di selatan observatorium Bosscha, yang dahulunya hanya merupakan bukit biasa yang ditumbuhi ilalang.

Kampung Lapang, Cikole, Lembang, pada saat pendudukan Jepang. Dapat terlihat Gunung Putri di belakang sebagai latar. (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 16:18

Jari, Kata, dan Hati

Sentuhan jari di atas gawai, dapat mengirim kabar baik, berbagi ilmu, menguatkan persaudaraan, sebaliknya bisa menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah.

Saatnya menulis di Ayo Bandung (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:46

Wewenang Kekuasaan Adityawarman di Kerajaan Malayu

Membahas mengenai peran Raja Adityawarman selama memimpin Kerajaaan Malayu.

Candi Muaro Jambi (Sumber: Pemerintah Provinsi Jambi (jambiprov.go.id))
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:09

Mengapa SNI Gempa Masih Jadi Formalitas di Indonesia

Esai ini membahas lemahnya penerapan SNI 1726:2019 sebagai standar ketahanan gempa pada bangunan rumah tinggal di Indonesia, yang saya telaah dari sudut pandang keilmuan teknik sipil.

Ilustrasi kerusakan akibat gempa.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 13:39

Strategi Penyampaian Pesan dalam Publikasi Film melalui Website dan Media Sosial

Website resmi menyajikan informasi yang lebih lengkap mengenai film, pemeran, dan jadwal penayangannya.

Ilustrasi menonton film. (Sumber: Pexels | Foto: Pavel Danilyuk)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 11:44

Menelusuri Jejak dan Pola Aktivitas Manusia Masa Lampau di Situs Gua Batu

Daerah Pegunungan Meratus adalah surga bagi kehidupan ribuan tahun silam.

Kondisi Gua Batu dari Luar (Sumber: Geopark Meratus)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 11:06

Wisata Kawasan Tunjungan Surabaya: Sejarah, Kuliner, dan Walking Tour Heritage

Jelajahi Kawasan Tunjungan Surabaya yang memadukan sejarah perjuangan, bangunan kolonial, wisata kuliner, hingga walking tour heritage yang sedang populer.

Kawasan Tunjungan Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 10:47

Siapa yang Menceritakan Indonesia? Perpektif dalam 'Semua untuk Hindia' dan 'Indonesia Calling'

Mengupas dilema orang Eropa hingga solidaritas buruh internasional demi melihat kemerdekaan dari sisi kemanusiaan.

Cover buku Kumpulan Carpen Semua Untuk Hindia dan Tangkapan Layar Pribadi Film Indonesia Calling (Sumber: Indonesiana.id dan channel youtube @pcasmilus)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 10:22

Jejak Galian Tambang yang Menggerus Alam dan Mengoyak Sejarah Sungai Cisadane

Rumpin menyimpan sejarah panjang perubahan, dari perkebunan kolonial hingga tambang galian C yang menggerus Sungai Cisadane dan membelah masyarakatnya.

Sungai Cisadane Dahulu. (Sumber: COLLECTIE TROPENMUSEUM  | Foto: G.F.J. (Georg Friedrich Johannes) Bley)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 10:04

Jalan Berlubang, Nyawa Melayang: Pelajaran dari Tragedi di Pasteur

Tragedi di Jalan Pasteur menjadi pengingat bahwa jalan berlubang dapat memicu kecelakaan fatal dan menegaskan pentingnya prinsip jalan berkeselamatan.

Seorang pengemudi ojek online tewas usai terjatuh karena lubang di Jalan Dr. Djunjunan Kota Bandung, Rabu (17/6/2026). (Sumber: Dok. Unit Gakkum Polrestabes Bandung)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 09:28

Endorse Jutaan, Hasil Recehan

Memilih influencer sebagai strategi marketing perusahaan produk fashion tidak lagi menjadi daya tarik yang kuat bagi konsumen Gen Z karena Gen Z lebih peduli terhadap produk murah dan diskon.

Sejumlah pengunjung memilih pakaian di Pasar Baru Trade Center, Kota Bandung, Jumat 13 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 09:09

Mengapa Internet Tidak Gratis Bagi Pendidikan?

Kebutuhan internet gratis sangat tepat untuk menjadikan sekolah berselancar dengan internet sehingga wawasan pendidikan makin terbuka.

ilustrasi berselancar di internet. (Sumber: Pexels/Towfiqu barbhuiya)
Ayo Netizen 18 Jun 2026, 20:17

Dari Tanam Paksa ke Investasi Modern: Mengkritisi Pola Investasi Masa Kolonial untuk Masa Kini

Investasi Indonesia berubah dari eksploitatif di era kolonial menjadi lebih inklusif di era modern, dengan realisasi Rp1.418 triliun dan 1,8 juta lapangan kerja pada 2023.

Tembakau kering di Jawa Timur sebelum tahun 1939. (Sumber: Wereldmuseum Amsterdam)