Mengenang Acara Radio Favorit GANESHA IWAN FALS (GIF)

5 menit baca
Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan
Sosok musisi legendaris Iwan Fals menghiasi berbagai halaman depan tabloid dan majalah musik populer sepanjang era 1990-an. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Sosok musisi legendaris Iwan Fals menghiasi berbagai halaman depan tabloid dan majalah musik populer sepanjang era 1990-an. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)

Nama Iwan Fals merupakan salah satu ikon terbesar dalam sejarah musik Indonesia. Lahir di Jakarta pada 3 September 1961 dengan nama Virgiawan Listanto, ia dikenal sebagai penyanyi, pencipta lagu, sekaligus penyair yang menghadirkan kritik sosial, potret kehidupan rakyat kecil, kisah cinta, hingga refleksi kemanusiaan melalui karya-karyanya. Dengan lirik yang jujur dan sederhana, Iwan Fals mampu menjangkau berbagai generasi dan membangun komunitas penggemar yang begitu kuat di seluruh Indonesia.

Pada era 1980-an hingga 1990-an, ketika internet dan media sosial belum dikenal, lagu-lagu Iwan Fals menyebar dari kaset, panggung konser, hingga gelombang radio. Salah satu media yang menjadi ruang pertemuan para penggemarnya di Bandung adalah Radio Ganesha melalui program legendaris Ganesha Iwan Fals (GIF).

Membuka kembali lembar demi lembar buku harian yang Kin Sanubary tulis pada awal dekade 1990-an, seolah membawa kembali ke sebuah masa ketika malam terasa lebih panjang dan radio menjadi sahabat paling setia.

Saat itu, belum ada media sosial, YouTube, atau layanan musik digital. Untuk mengetahui kabar terbaru tentang Bang Iwan, para penggemar rela menunggu berjam-jam di depan radio. Setiap informasi yang disampaikan penyiar menjadi sesuatu yang berharga dan langsung dicatat di buku harian.

Di Bandung, salah satu program yang paling dinantikan adalah Ganesha Iwan Fals (GIF) di Radio Ganesha AM 1170 kHz, Jalan Siliwangi No. 41. Dipandu oleh Denny GIF, acara ini mengudara setiap Rabu pukul 21.25 hingga tengah malam. Esok malamnya, Kamis, hadir Peta Perjalanan Iwan Fals pukul 21.25–22.00 WIB yang kemudian dilanjutkan Lagu Kenangan Iwan Fals hingga pukul 24.00 WIB.

Semua itu masih tersimpan rapi dalam buku harian yang Kin Sanubary tulis lebih dari tiga puluh tahun silam.

Salah satu catatan bertanggal Kamis, 9 Juli 1992 merekam siaran Peta Perjalanan Iwan Fals. Malam itu mengalun lagu-lagu Oemar Bakrie, Damai Kami Sepanjang Hari, Balada Pengangguran, Sebelum Kau Bosan, Gali Gongli (live), Kereta Tiba Pukul Berapa (live), hingga Buku Ini Aku Pinjam.

Di sela-sela lagu, Denny GIF mengenang penampilan Iwan Fals di Lapangan ITB pada 3 Agustus 1991. Dalam konser tersebut, Bang Iwan mengucapkan kalimat yang langsung Kin tulis di buku harian:

"Musik saya berasal dari jalanan."

Masih pada catatan yang sama, muncul nama Dede Haris yang dalam siaran 1 Juli 1992 diperkenalkan sebagai "Teman, Kakak, Suhu sekaligus Musuh." Beberapa hari kemudian, Pikiran Rakyat edisi Minggu, 5 Juli 1992 memuat foto Iwan Fals tampil rapi dan klimis saat menghadiri pernikahan Dede Haris, penampilan yang cukup berbeda dari sosok sederhananya yang selama ini dikenal masyarakat.

Lembar berikutnya bertanggal Rabu, 15 Juli 1992. Denny GIF bahkan sempat menyebut bahwa Kin Sanubary telah mengoleksi kliping Iwan Fals sejak tahun 1979. Sebuah kebanggaan kecil yang masih Kin ingat hingga hari ini.

Malam itu pendengar juga memperoleh informasi mengenai album Akhir Seorang Badut karya Sawung Jabo. Lagu-lagu yang diputar antara lain Di Mata Air Tak Ada Air Mata, Tinche Sukarti Binti Machmud, Willy, Berikan Pijar Matahari, Bencana Alam, Ibu, Esek-Esek Udug-Udug, Puing, Entah, dan Berapa.

Pada segmen Peta Perjalanan Iwan Fals, kembali diperdengarkan Berkacalah Jakarta, Pulang Kerja, Cikal, serta Semoga Kau Tak Tuli Tuhan. Pendengar juga dikenalkan kepada Grup KSR yang membawakan lagu-lagu Iwan Fals, diselingi 14484 dan Bernardetta karya Sawung Jabo bersama Sirkus Barock.

Momen kopi darat (kopdar) sesama pendengar Ganesha Iwan Fals (GIF) mempertemukan Kin Sanubary dan Kemal Ferdiansyah dalam semangat persaudaraan. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Momen kopi darat (kopdar) sesama pendengar Ganesha Iwan Fals (GIF) mempertemukan Kin Sanubary dan Kemal Ferdiansyah dalam semangat persaudaraan. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)

Catatan berikutnya berasal dari 23 Juli 1992. Saat itu GIF menghadirkan rubrik "Anda Bicara" yang membahas berbagai topik ringan, termasuk kelompok pengiring seperti Kembang Sepatu dan Amboeradoel. Lagu-lagu dari album Perjalanan seperti Perjalanan, Pemborong Jalan, Bencana Alam, Nak, dan Imitasi ikut mengalun menemani suasana malam di kota Bandung.

Acara tersebut juga memperkenalkan album pertama LHI (Lembaga Humor Indonesia) berjudul Opini, yang menjadikan lagu Perjalanan sebagai salah satu materi pembahasannya.

Yang menarik, Radio ITB 8EH saat itu juga disebut turut memutar album-album Iwan Fals yang beredar terbatas. Informasi mengenai alamat surat Bang Iwan di Jalan H. Ali, Condet, Jakarta Timur, hingga tanggal lahirnya menjadi catatan penting bagi para penggemar. Banyak di antara mereka yang menulis surat langsung ke Condet sebagai bentuk apresiasi dan dukungan.

Malam nostalgia semakin lengkap ketika mengudara lagu-lagu Ibu, Kembang Pete, dan Antara Aku, Kau dan Bekas Pacarku.

Seminggu kemudian, pada 22 Juli 1992, buku harian kembali mencatat lagu-lagu Siang Seberang Istana, Sore Tugu Pancoran, 140484, Senandung Istri Bromocorah, Nak, Siang Pelataran SD Sebuah Kampung,  Gali Gongli, dan Ibu.

Sementara itu, catatan 30 Juli 1992 dipenuhi karya-karya yang kini telah menjadi lagu klasik Iwan Fals, seperti Engkau Tetap Sahabatku, Berkacalah Jakarta, Pulang Kerja, Libur Kecil Kaum Kusam, Azan Subuh Masih di Telinga, Asmara Tak Secengeng yang Aku Kira, hingga Cikal.

Ada pula pembahasan menarik mengenai lagu Pesawat Tempurku, termasuk berbagai versi plesetan lirik yang beredar di kalangan penggemar. Fenomena tersebut memperlihatkan betapa kreatifnya komunitas OI dalam menghidupkan karya-karya Bang Iwan.

Acara Ganesha Iwan Fals juga menyuguhkan beragam informasi unik, mulai dari ulang tahun komunitas GIF, kabar konser Kantata Takwa, alamat Bang Iwan di Jalan H. Ali No. 59 Condet, hingga sosok Kang Eken yang dikenal sebagai asisten Iwan Fals.

Tak ketinggalan berbagai cerita yang beredar di kalangan penggemar, mulai dari kabar Bang Iwan akan pindah ke Cirebon, informasi mengenai kuliahnya di IISIP atau Sekolah Tinggi Publisistik (STP) hingga kisah bahwa sang ibu memanggilnya dengan nama kecil Tanto dan pada awalnya kurang setuju ketika putranya memilih jalan hidup sebagai musisi.

Kini, lebih dari tiga dekade telah berlalu.

Radio Ganesha mungkin telah tiada dan tak mengudara lagi, tetapi keberadaannya menjadi bagian dari sejarah penyiaran Kota Bandung. Namun, bagi kami yang pernah setia memutar kenop radio ke frekuensi AM 1170 setiap Rabu dan Kamis malam, Ganesha Iwan Fals (GIF) adalah sesuatu yang jauh lebih berharga daripada sekadar program musik.

Ia adalah ruang perjumpaan para penggemar. Tempat bertukar kabar, berbagi cerita, mengenal lebih dekat sosok Iwan Fals, sekaligus menjalin persaudaraan melalui lagu-lagu yang sarat makna.

Setiap kali membuka kembali buku harian itu, saya seperti kembali duduk di depan radio pada tahun 1992. Menunggu sapaan khas Denny GIF, mendengarkan suara gitar Bang Iwan mengalun dari balik speaker radio, lalu menuliskan setiap lagu, setiap cerita, dan setiap informasi ke dalam buku harian.

Hari ini, buku harian itu bukan lagi sekadar kumpulan catatan pribadi. Ia telah berubah menjadi sepotong dokumentasi kecil tentang bagaimana radio pernah menjadi pusat informasi, bagaimana persahabatan tumbuh lewat gelombang udara, dan bagaimana karya-karya Iwan Fals menyatukan ribuan pendengarnya dalam satu frekuensi, satu rasa, dan satu kenangan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Kin Sanubary
Tentang Kin Sanubary
Kolektor media cetak lawas. Peraih Anugerah PWI Jawa Barat 2023 Kategori Pangajen Rumawat Kalawarta

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 12 Agu 2026, 11:24

Defisit Rp300 Miliar, Siapa yang Gagal Mengelola Bandung?

Defisit Rp300 miliar itu tentu saja merupakan cerita yang jauh lebih kompleks dari sekadar kekurangan duit kas.

Balai Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Humas Setda Kota Bandung  via ayobandung.com)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 08:18

Merdeka dalam Berpikir, Merdeka dalam Bertindak

Makna kemerdekaan di era digital tercermin dari kemampuan masyarakat dalam berpikir kritis, menyaring informasi, dan bertindak secara bertanggung jawab.

Ilustrasi orang Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Heru Dharma)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 20:01

Membaca Gaya Komunikasi di Balik Publikasi Koleksi Jam Tangan Edisi Khusus

Analisis ini berfokus pada cara perusahaan menyampaikan produknya kepada publik, bukan membahas spesifikasi produk secara rinci.

Ilustrasi iklan.
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 18:10

Menulis sebagai Cara Membangun Pengetahuan

Sebuah refleksi tentang menulis yang tidak berhenti pada keterampilan menyusun kata dan kalimat, tetapi melihat menulis sebagai bagian dari proses membangun pengetahuan dan membentuk cara berpikir.

Ilustrasi mengetik artikel dengan laptop. (Sumber: Unsplash | Foto: Sergey Zolkin)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 17:02

Indonesia Raya Tercipta di Bandung

Gagasan menciptakan lagu kebangsaan muncul setelah W.R. Soepratman membaca tantangan di majalah Timboel pada 1924.

Ilustrasi Wage Rudolf Soepratman. (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 11 Agu 2026, 16:53

Bandung Makin Panas di Siang dan Makin Dingin di Malam, Ada Apa dengan Suhu Kota?

Suhu Kota Bandung menunjukkan perubahan menarik. Siang makin panas dan malam tetap dingin. Pohon serta ruang hijau punya peran pent

Kota Bandung tampak seperti cekungan dengan dominasi kawasan pemukiman serta industri. Sementara bagian hijau sudah sangat kurang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 16:08

Penyiaran Proklamasi Kemerdekaan di Bandung

Berita mengenai proklamasi kemerdekaan dengan cepat menyebar dan meluas dalam masyarakat Kota Bandung.

Jawa hokokai pada 1944. (Sumber: Polri.go.id)
Wisata & Kuliner 11 Agu 2026, 15:39

Panduan Wisata Telaga Biru Cicerem, Danau Jernih di Kaki Gunung Ciremai

Jelajahi Telaga Biru Cicerem, telaga alami dengan air biru kehijauan yang jernih, ikan warna-warni, dan panorama kaki Gunung Ciremai.

Telaga Biru Cicerem. (Sumber: Instagram @telagabiruciceremofficial)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 15:17

Dilema PKL: Tertib atau Mati Pelan-pelan

Data menunjukkan bahwa sektor informal, seperti PKL, masih menjadi tulang punggung tenaga kerja di Indonesia.

Petugas Satpol PP Kota Bandung menggunakan alat berat merobohkan bangunan liar dan lapak PKL di Jalan Ibrahim Adjie, Kiaracondong, Kota Bandung, Senin 10 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 13:48

Berjumpa dengan Bari Lukman, Pengibar Merah Putih Pertama di Bandung

Yang menarik, perjumpaan dengan Bari Lukman tidak diawali oleh pencarian seorang tokoh sejarah.

Bari Lukman (memegang bolpoin) bersama rekan-rekan wartawan di Bandung. (Sumber: Dokumentasi  Kin Sanubary)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 12:27

Jejak Memori Rijsttafel: Simfoni Akulturasi dan Potret Budaya Kolonial di Nusantara

Sebagai warisan budaya, Rijsttafel mengajak kita untuk melakukan penelusuran terhadap sebuah tradisi adiboga yang tumbuh di tengah ketegangan kolonialisme.

Momen rijsttafel pada tahun 1880-an. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Jhr. Josias Cornelis Rappard)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 08:58

Membangkitkan Kembali Pesawat Kebanggaan Indonesia 

Membangkitkan kembali pesawat asli Indonesia sebenarnya perwujudan yang logis bagi Indonesia, pemerintahan saat ini pun perlu mendanainya dengan sungguh-sungguh.

Kondisi Bandara Husein Sastranegara sebelum penerbangan dipindahkan. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 18:19

Resensi Novel 'Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname': Kisah Jungkir Balik Sebuah Keluarga Jawa

Novel ini menceritakan tentang sebuah keluarga Jawa yang mencoba untuk mengadu nasib ke Suriname.

Buku "Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname". (Sumber: Ayobandung.id)
Bandung 10 Agu 2026, 17:54

Inovasi Kudapan Nostalgia, Cara Kuliner Lokal Bandung Bikin Biskuit Gabin Naik Kelas

Dinamika jajanan di Kota Bandung rasanya tidak pernah kehabisan akal untuk memanjakan lidah para pencintanya, tak terkecuali untuk inovasi biskuit gabin.

Biskuit gabin, kudapan sederhana yang akrab dengan memori masa kecil yang dapat panggung untuk tampil lebih modern dan kekinian. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 17:47

Berburu Buku Tahun 1980-an

Kilasan informasi masa tahun 1980-an tentang literasi yang dominasi membaca buku, koran, majalah, novel dan komik

Ilustrasi toko buku di Pasar Palasari. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 10 Agu 2026, 17:47

Warung Perkedel Ibu Kokom, Hidden Gem Kuliner Bandung di Cimenyan

Warung Ibu Kokom menjadi destinasi kuliner favorit di Cimenyan berkat perkedel renyah, sambal terasi, dan terutama pemandanagan serta suasana alam yang sejuk.

Perkedel di Warung Ibu Kokom Cimenyan. (Sumber: Instagram @warung_ibukokom)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 16:24

Shrinkflation Tanda Inflasi Tersembunyi pada Suatu Negara

Shrinkflation adalah fenomena ekonomi ketika perusahaan mengurangi kuantitas atau ukuran suatu produk tanpa menaikkan harga jual secara langsung. Fenomena ini umumnya jarang diketahui oleh konsumen.

Ilustrasi shrinkflation dengan kemasan produk yang makin kecil akibat inflasi. (Sumber: Flickr | Foto: Brett Jordan)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 15:52

Makna Kemerdekaan untuk Kembalikan Esensi Pajak Penerangan Jalan di Bandung

Sangat ironis jika bulan kemerdekaan diwarnai dengan ruas jalan dan ruang publik yang gelap gulita.

Ilustrasi makna hari kemerdekaan untuk mengatasi kegelapan di ruas jalan dan ruang publik. (Sumber: Hasil kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 12:51

Ketika Tuntutan Produktivitas dalam Hustle Culture Memicu Beban Mental Mahasiswa

Berangkat dari keresahan mahasiswa terhadap tuntutan selalu produktif, yang di mana sering disalahartikan sebagai keharusan selalu terlihat sibuk.

Seorang wanita duduk di atas tempat tidur sambil memegang bantal, dikelilingi kertas dan laptop, menunjukkan ekspresi stress. (Sumber: pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 11:12

Sawah, Kerbau (Baja), dan Kenangan

Munding boleh berganti traktor. Sawah bisa saja berubah wajah menjadi rumah, kos-kosan. Permainan anak-anak boleh berganti zaman. Tapi kenangan tentang kebersamaan semestinya tetap tumbuh

Asyiknya membajak sawah menggunakan kerbau dulu, kini digantikan perannya oleh traktor (Sumber: Instagram @kangnandarvlog)