Putri Noong Tahun 1980-an

4 menit baca
bram herdiana
Ditulis oleh bram herdiana diterbitkan
Putri noong, salah satu kuliner legendaris di Jawa Barat. (Sumber: Youtube | Foto: Dapur Marlia)
Putri noong, salah satu kuliner legendaris di Jawa Barat. (Sumber: Youtube | Foto: Dapur Marlia)

Dasa warsa 1980-an bagi penulis yang masih remaja menjadi masa yang penuh memori sangat mengesankan dan tidak dapat dilupakan. Selain dikenal sebagai era perkembangan televisi, musik, dan berbagai perubahan sosial, dekade ini juga menyimpan kekayaan kuliner tradisional yang masih bertahan hingga sekarang meski tidak seramai dulu karena bahan dasar bisa sama namun kreatifitas dan inovasi membuat makanan menjadi pembeda dengan masa sekarang.

Di Kota Bandung khususnya, masyarakat akrab dengan jajanan aneka kuliner yang sederhana, murah, namun memiliki cita rasa enak dengan menggunakan bahan dasar singkong atau sampeu dalam istilah Sunda. Beberapa di antaranya adalah Putri Noong, Katimus, Urab Sampeu, serta Kicimpring. Nama-nama kuliner tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pengganjal perut, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat. Kehadirannya sering ditemukan di pasar tradisional, warung kecil, ataupun ketika acara hajatan dan perayaan menjadi kudapan penting.

Putri Noong

Putri Noong merupakan salah satu jajanan tradisional khas Sunda yang sangat populer pada tahun 1980-an. Nama "Putri Noong" berasal dari bahasa Sunda yang berarti "putri yang mengintip". Nama tersebut merujuk pada bentuk pisang yang terlihat mengintip dari balutan adonan tepung berwarna hijau.

Makanan ini dibuat dari pisang yang dibungkus adonan parutan singkong dan tepung tapioka yang diberi pewarna alami dari daun suji atau pandan. Setelah dibungkus daun pisang, adonan dikukus hingga matang. Teksturnya lembut dengan perpaduan rasa manis dari pisang dengan aroma harum daun pisang. Masa tahun 1980-an, Putri Noong sering dijual oleh pedagang keliling maupun di pasar tradisional dengan harga yang sangat terjangkau. Hingga kini, jajanan ini masih menjadi favorit masyarakat yang merindukan cita rasa masa lalu.

Katimus

Katimus merupakan makanan tradisional yang terbuat dari singkong parut dan kelapa juga gula merah. Bahan-bahannya sangat sederhana, namun menghasilkan rasa yang lezat. Singkong yang telah diparut dicampur dengan potongan gula merah, kemudian dibungkus daun pisang dan dikukus hingga matang. Tekstur Katimus yang lembut berpadu dengan lelehan gula merah di dalamnya menciptakan rasa manis alami yang disukai berbagai kalangan. Hingga saat ini, Katimus masih sering ditemukan di pasar tradisional sebagai bagian dari warisan kuliner Sunda.

Urab Sampeu

Dibuat dari singkong yang dipotong-potong kecil dikukus sampai empuk, lalu diaduk bersama kelapa parut hangat dan sedikit garam supaya terasa rasa yang pas. Dinikmatinya ketika masih hangat atau masih ngebul dan tercium aroma wangi singkong matang. Urab Sampeu bisa juga menjadi makanan pengganti nasi di kala musim paceklik padi.

Kicimpring

Kicimpring adalah makanan ringan yang terbuat dari singkong yang diolah menjadi kerupuk tipis lalu dikeringkan dan digoreng. Rasanya gurih dengan tekstur renyah yang khas. Dekade 1980-an, Kicimpring menjadi camilan wajib di banyak rumah tangga Jawa Barat. Makanan ini sering disajikan saat berkumpul bersama keluarga atau sebagai teman minum teh di sore hari.

Proses pembuatannya cukup panjang, mulai dari pengolahan singkong, pencetakan, penjemuran hingga penggorengan. Namun hasilnya sangat memuaskan karena menghasilkan camilan yang tahan lama dan memiliki cita rasa khas. Saat ini Kicimpring bahkan telah berkembang dengan berbagai varian rasa seperti pedas, balado, dan keju.

Masuk 5 Besar Nasional Berdasarkan data dari Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN, Provinsi Jawa Barat konsisten bertahan sebagai salah satu dari lima provinsi penghasil singkong terbesar di Indonesia. Posisi utama ini bersanding dengan Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta.

Estimasi Volume Tahunan, secara historis dan proyeksi jangka panjang, volume produksi singkong di Jawa Barat stabil berada di kisaran 1,5 juta hingga 2 juta ton per tahun. Sentra Produksi Utama yaitu Kabupaten Garut, Sukabumi, Tasikmalaya, Cianjur, Bogor, dan Bandung masih menjadi wilayah penyumbang hamparan panen singkong terbesar di Jawa Barat. Hal ini sangat berpotensi bagi Jawa Barat dalam proses membuat berbagai kuliner dengan bahan dasar sampeu atau singkong.

Kuliner tradisional tahun 1980-an seperti Putri Noong, Katimus, Urab Sampeu dan Kicimpring, merupakan bagian dari kekayaan budaya Sunda yang semestinya dilestarikan. Meskipun saat ini masyarakat disuguhi berbagai makanan modern dan cepat saji, berharap keberadaan kuliner tradisional tetap memiliki tempat istimewa di sanubari banyak orang.

Selain menghadirkan cita rasa khas, makanan-makanan tersebut juga menyimpan nilai sejarah, kearifan lokal, dan kenangan kolektif masyarakat. Oleh karena itu, upaya mengenalkan kuliner tradisional kepada generasi muda menjadi sangat penting agar warisan budaya ini tidak hilang ditelan zaman.

Melalui festival kuliner, pendidikan budaya, maupun promosi melalui media digital, kuliner khas era 1980-an dapat terus dikenal dan dinikmati oleh generasi masa kini. Dengan demikian, jejak rasa masa lalu akan tetap hidup dan menjadi bagian dari identitas budaya warga Sunda yang kaya dan beragam. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:10

Bandung Menuju Kota Digital Aman

Kota yang benar-benar cerdas bukan hanya kota yang mampu mengadopsi teknologi terbaru, melainkan yang mampu melindungi warganya.

Ilustrasi layanan digital. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Biz 01 Nov 2026, 15:21

Lahan Sempit di Kota Bandung Disulap Jadi Kebun Produktif, Hasilnya untuk Warga

Sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae.

Pada Jumat, 30 Oktober 2026, sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae Pajajaran Hegar. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 20:39

Stop The Wedding: Tren Perempuan yang Membagikan Cerita Traumatis Pernikahan

Apakah perempuan benar-benar takut menikah karena tidak menemukan urgensinya atau hanya takut karena tren "Stop The Wedding" yang sedang beredar di media sosial

Stop the Wedding sedang menjadi headline di media sosial yang mengangkat pengalaman buruk perempuan dalam pernikahan (Sumber: Ilustrasi Gambar AI)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 19:15

Bandung Akan Terkena Asap Pekat Karhutla

Nafsu-nafsu tidak terkendali untuk menguasai hutan bisa menyebabkan semua wilayah terkena dampak asap pekat kebakaran hutan dan lahan termasuk Kota Bandung

Penanganan karhutla. (Sumber: Kementerian Kehutanan)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 17:11

Merancang Kawasan Hunian untuk Mobilitas Berkelanjutan

Integrasi tata ruang dan transportasi dalam pengembangan kawasan hunian melalui akses berjalan kaki, bersepeda, dan angkutan umum untuk mewujudkan mobilitas yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Halte bus yang berfungsi sebagai tempat pemberhentian angkutan umum di kawasan hunian. (Foto: Angga Marditama Sultan Sufanir)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 16:31

Korupsi di Negeri Bencana

Korupsi di BNPB yang dilakukan oleh oknum, merupakan perbuatan yang biadab.

SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat hancur akibat bencana pergerakan tanah , Senin 4 Maret 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 15:17

Ketika Api Menguji Integritas

Bencana menuntut kita bergerak cepat menyelamatkan kehidupan, tetapi juga menguji integritas dalam menjaga amanah dan menyalurkan bantuan.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Sumber: kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 20:24

Bdg-GoX Dibangun, Kapan Warga Bandung Menikmati Internet Murah?

Akses digital bukan hanya persoalan ketersediaan jaringan, melainkan juga keterjangkauan ekonomi.

Ilustrasi Bandung Kota Digital dengan program  Bdg-Gox (Sumber: Ilustrasi di desain dengan ChatGPT oleh Sri Maryati)