Maut Menjemput Putri Diana, Dunia Berduka

6 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan
Berita kepergian Putri Diana menjadi perhatian utama berbagai media cetak di Indonesia, mencerminkan besarnya duka dan perhatian masyarakat terhadap sosok Princess of Wales tersebut. (Sumber: koleksi Kin Sanubary)
Berita kepergian Putri Diana menjadi perhatian utama berbagai media cetak di Indonesia, mencerminkan besarnya duka dan perhatian masyarakat terhadap sosok Princess of Wales tersebut. (Sumber: koleksi Kin Sanubary)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Diana, Putri Wales, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan mobil di Terowongan Pont de l’Alma, Paris- Prancis.

  • Pertunangan mereka pada 1981 mengubah kehidupan Diana dalam sekejap. Gadis muda yang dikenal pemalu itu mendadak menjadi pusat perhatian dunia.

  • Hari ini, 31 Agustus 2026, genap 29 tahun sejak pagi kelabu di Paris itu.

Minggu, 31 Agustus 1997. Ada hari-hari tertentu yang begitu kuat melekat dalam ingatan, seolah waktu tak pernah benar-benar mampu menghapusnya.

Pagi itu, dunia terbangun oleh sebuah kabar dari Paris yang terasa sulit dipercaya yakni Diana, Putri Wales, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan mobil di Terowongan Pont de l’Alma, Paris- Prancis.

Berita duka itu menyebar begitu cepat. Televisi dan radio di berbagai negara segera memberitakannya. Surat kabar bersiap dengan edisi khusus. Di rumah-rumah, orang-orang terpaku di depan layar televisi, mencoba memahami kenyataan bahwa perempuan yang selama bertahun-tahun begitu akrab di mata dunia telah pergi untuk selamanya.

Dari Asia hingga Eropa, dari Afrika hingga Amerika, kesedihan seakan tak mengenal batas negara dan benua. Indonesia pun tak luput dari suasana duka itu.

Nama Diana selama bertahun-tahun hadir di halaman depan surat kabar, majalah, dan layar televisi. Senyumnya begitu dikenal. Gaunnya menjadi pembicaraan. Gaya rambutnya ditiru. Kunjungan-kunjungan kemanusiaannya diberitakan. Bahkan kehidupan pribadinya pun tak pernah luput dari sorotan kamera.

Namun pada hari itu, untuk pertama kalinya, dunia mengenalnya melalui sebuah berita yang paling menyedihkan:

Diana telah meninggal dunia.

Diana Frances Spencer lahir pada 1 Juli 1961 di Park House, Sandringham, Norfolk, Inggris. Ia berasal dari keluarga bangsawan Spencer yang memiliki hubungan dekat dengan keluarga kerajaan Inggris.

Namanya mulai dikenal luas ketika ia menjalin hubungan dengan Charles, Pangeran Wales, putra mahkota Inggris.

Pertunangan mereka pada 1981 mengubah kehidupan Diana dalam sekejap. Gadis muda yang dikenal pemalu itu mendadak menjadi pusat perhatian dunia.

Pada 29 Juli 1981, Diana dan Charles menikah di Katedral St Paul, London.

Pernikahan tersebut menjadi salah satu peristiwa televisi terbesar pada zamannya. Jutaan pasang mata menyaksikan kemegahan upacara itu. Gaun pengantin Diana, kereta kerajaan, kemeriahan pesta, dan sosok pengantin perempuan yang masih sangat muda menjadi gambar yang tersimpan dalam ingatan sebuah generasi.

Sejak saat itu, Diana resmi menjadi Putri Wales.

Dari pernikahan tersebut lahirlah dua putra, William dan Harry.

Namun Diana kemudian menemukan jalannya sendiri. Di tengah protokol kerajaan yang serba resmi, ia tampil dengan cara yang berbeda, lebih hangat, terbuka, dan dekat dengan masyarakat.

Ada sesuatu yang membuat Diana terasa berbeda.

Ia tidak hanya berdiri dari kejauhan ketika bertemu masyarakat. Ia berjabat tangan, memeluk, menyentuh, mendengarkan dan berbicara langsung dengan orang-orang yang ditemuinya.

Sikap sederhana itu membuat jarak antara seorang putri kerajaan dan rakyat terasa lebih dekat.

Diana kemudian dikenal luas karena keterlibatannya dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Ia memberikan perhatian kepada anak-anak, orang lanjut usia, penderita kanker, serta berbagai kelompok masyarakat yang hidup dalam keterbatasan.

Keberaniannya berinteraksi dengan penderita HIV/AIDS juga menjadi salah satu momen penting dalam perjuangannya melawan stigma terhadap penyakit tersebut.

Kin Sanubary bersama koleksi Tabloid Bintang edisi khusus Lady Diana, yang terbit pada September 1997, menjadi salah satu arsip cetak yang merekam suasana pemberitaan seputar wafatnya Putri Diana. (Sumber: Kin Sanubary)
Kin Sanubary bersama koleksi Tabloid Bintang edisi khusus Lady Diana, yang terbit pada September 1997, menjadi salah satu arsip cetak yang merekam suasana pemberitaan seputar wafatnya Putri Diana. (Sumber: Kin Sanubary)

Ia juga dikenal karena keterlibatannya dalam kampanye kemanusiaan mengenai ranjau darat.

Dunia pun melihat sisi lain Diana, ia bukan sekadar perempuan yang mengenakan gaun indah dan hidup di istana, tetapi seorang manusia yang menggunakan popularitasnya untuk menarik perhatian terhadap persoalan kemanusiaan.

Tak mengherankan jika kemudian ia mendapat julukan “People’s Princess” atau Putri Rakyat.

Di saat yang sama, Diana menjadi ikon mode dunia. Busana, gaya rambut, hingga penampilannya menjadi rujukan jutaan orang.

Kamera seolah selalu mencarinya.

Tetapi di balik gemerlap kamera itu, kehidupan Diana tidak selalu bahagia.

Rumah tangga yang retak

Pernikahan Diana dan Charles menghadapi berbagai persoalan. Keretakan rumah tangga mereka akhirnya menjadi konsumsi publik dan pemberitaan media di seluruh dunia.

Pada 1992, keduanya berpisah. Perceraian mereka kemudian resmi pada 1996.

Diana kehilangan gelar Her Royal Highness, tetapi tidak kehilangan tempat di hati masyarakat.

Justru setelah meninggalkan kehidupan kerajaan yang penuh protokol, kegiatan kemanusiaannya semakin mendapat perhatian.

Ia tetap Diana.

Perempuan yang dicintai kamera, tetapi juga semakin dikenal karena kepeduliannya terhadap sesama.

Lalu datanglah malam yang mengubah segalanya.

Pada akhir Agustus 1997, Diana berada di Paris bersama Dodi Al-Fayed, seorang konglomerat keturunan Arab.

Memasuki dini hari 31 Agustus 1997, Mercedes Benz yang membawa mereka meninggalkan kawasan Hotel Ritz Paris. Kendaraan itu kemudian mengalami kecelakaan di Terowongan Pont de l’Alma.

Dodi Al-Fayed dan pengemudi Henri Paul meninggal dunia di tempat.

Diana yang mengalami luka parah segera dilarikan ke Rumah Sakit Pitié-Salpêtrière. Upaya medis dilakukan untuk menyelamatkan hidupnya.

Namun sekitar pukul 04.00 waktu setempat, Diana dinyatakan meninggal dunia.

Dan dunia seolah kehilangan napas sejenak.

Ketika dunia menundukkan kepala

Kabar kematian Diana segera memenuhi siaran televisi dan radio. Program-program dihentikan atau diubah untuk menyampaikan berita duka.

Di berbagai negara, masyarakat berkumpul di depan televisi. Bunga mulai diletakkan di depan kediaman kerajaan. Lilin dinyalakan. Kartu dan pesan belasungkawa berdatangan.

Tabloid dan majalah edisi September 1997 ramai mengangkat berita wafatnya Putri Diana sebagai laporan utama, mengabadikan salah satu peristiwa paling menggemparkan dunia pada akhir abad ke-20. (Sumber: koleksi Kin Sanubary)
Tabloid dan majalah edisi September 1997 ramai mengangkat berita wafatnya Putri Diana sebagai laporan utama, mengabadikan salah satu peristiwa paling menggemparkan dunia pada akhir abad ke-20. (Sumber: koleksi Kin Sanubary)

Di Indonesia, bagi mereka yang tumbuh pada era televisi dan majalah cetak, berita itu terasa begitu dekat.

Nama Diana bukan nama asing.

Ia telah hadir bertahun-tahun melalui sampul majalah, foto-foto surat kabar, berita televisi, dan berbagai kisah tentang keluarga kerajaan Inggris.

Tiba-tiba, sosok yang selama ini kita lihat tersenyum dalam foto-foto itu telah tiada.

Pada 6 September 1997, pemakaman Diana berlangsung di Westminster Abbey.

Jutaan orang di seluruh dunia menyaksikan prosesi tersebut melalui televisi. William dan Harry berjalan di belakang peti jenazah ibu mereka, sebuah pemandangan yang hingga kini menjadi salah satu gambar paling emosional dari tahun 1997.

Elton John menyanyikan “Candle in the Wind” sebagai penghormatan kepada Diana. Lagu itu kemudian menjadi bagian tak terpisahkan dari kenangan dunia terhadap sang putri.

Setelah upacara pemakaman, Diana dimakamkan secara pribadi di Althorp, kediaman keluarga Spencer.

Makamnya berada di sebuah pulau kecil di tengah danau, jauh dari hiruk-pikuk dunia yang sepanjang hidupnya tak pernah benar-benar berhenti membicarakannya.

29 tahun kemudian.

Hari ini, 31 Agustus 2026, genap 29 tahun sejak pagi kelabu di Paris itu.

Waktu ternyata berjalan begitu cepat.

Generasi yang dahulu mengenal Diana melalui televisi, radio, majalah, tabloid dan surat kabar kini telah bertambah usia. Anak-anak yang menyaksikan berita kematiannya bersama orang tua mereka mungkin telah menjadi orang tua pula.

Foto-foto lama mulai menguning. Sampul majalah menjadi koleksi. Rekaman televisi menjadi arsip sejarah.

Namun kenangan tentang Diana tetap hidup.

Bagi sebagian orang, ia adalah seorang putri kerajaan.

Bagi yang lain, ia adalah ikon mode.

Bagi banyak orang, ia adalah “Putri Rakyat”, sosok yang membuat keluarga kerajaan terasa lebih manusiawi.

Diana memperlihatkan bahwa di balik mahkota, gaun indah, istana dan protokol, ada seorang perempuan biasa dengan rasa takut, kesedihan, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama.

Mungkin itulah yang membuat kepergiannya terasa begitu dalam.

Ia pergi terlalu cepat.

Hanya 36 tahun usianya.

Namun 29 tahun setelah kematiannya, senyum Lady Di masih tersimpan dalam ingatan banyak orang.

Waktu boleh berlalu. Generasi boleh berganti. Dunia boleh berubah. Tetapi ada nama-nama yang seakan menolak untuk dilupakan.

Diana adalah salah satunya.

Tiga dekade belum genap, tetapi hampir tiga puluh tahun setelah pagi kelabu itu, dunia masih mengenang perempuan yang pernah menjadi putri, ikon, ibu, dan sahabat bagi begitu banyak orang yang bahkan tak pernah benar-benar mengenalnya.

Selamat jalan, Lady Di. Kenangan tentangmu tetap hidup. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 31 Agu 2026, 17:25

Maut Menjemput Putri Diana, Dunia Berduka

Catatan Nostalgia dan In Memoriam 29 Tahun Kepergian “Lady Di”.

Berita kepergian Putri Diana menjadi perhatian utama berbagai media cetak di Indonesia, mencerminkan besarnya duka dan perhatian masyarakat terhadap sosok Princess of Wales tersebut. (Sumber: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 16:28

Sejarah Nama Bulan (Bagian 2)

Dua belas bulan yang kita kenal hari ini ternyata menyimpan jejak perubahan zaman, kekuasaan, dan cara manusia menata waktu.

Februa atau Lupercalia, suatu festival penyucian di Romawi Kuno. (Sumber: Wikimedia Commons)
Beranda 31 Agu 2026, 16:20

PLN Nusantara Power UP Cirata Overhaul Unit 5 dan 6 Demi Keandalan Pasokan Listrik

PLN Nusantara Power UP Cirata melakukan overhaul Unit 5 dan 6 PLTA Cirata untuk menjaga keandalan pasokan listrik pelanggan.

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat keandalan PLTA Cirata melalui overhaul Unit 5 dan Unit 6 demi pelayanan listrik pelanggan.
Beranda 31 Agu 2026, 16:13

Hari Pelanggan Nasional, PLN NP UP Cirata Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Desa Ciroyom

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Milangkala Desa Ciroyom ke-171 di Hari Pelanggan Nasional.

PLN Nusantara Power UP Cirata berpartisipasi dalam Milangkala Desa Ciroyom ke-171 sebagai wujud sinergi bersama masyarakat dan lingkungan.
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 14:24

Rijsttafel Hidangan Perpaduan Belanda dan Nusantara di Priangan

Nikmati kelezatan Rijsttafel, tradisi kuliner unik era kolonial di Priangan. Perpaduan harmonis antara kemewahan rasa Belanda dan autentisitas rempah Nusantara dalam satu meja

Keluarga C.H. Japing dalam sebuah acara rijsttafel bersama Bibi Jet dan Paman Jan Breeman di Bandung. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Christoffel Hendrik)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 13:01

Medsos, Buku, dan Rindu

Algoritma semakin pandai mengenali, harusnya semakin pandai mengenali diri sendiri. Termasuk waktu berhenti pada satu video, apa dirasakan setelah menontonnya, dan nilai apa yang diambil hikmahnya.

Kaligrafi nama Nabi Muhammad berbentuk hati (Sumber: ayobandung.com)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 11:09

Ketika Rumput Habis, Bagaimana Mitigasi Pakan Ternak?

Berharap agar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) membuat program massal sistem mitigasi bencana untuk hewan ternak maupun hewan liar.

Ilustrasi kondisi ternak rakyat ketika musim kemarau ekstrim. (Sumber: dikreasi denganvGemini | Foto: Totok Siswantara)
Beranda 31 Agu 2026, 10:30

Pernah Jadi Pintu Masuk Ratusan Ribu Wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara Kini Bangkit Lagi

Dulu jadi pintu gerbang ratusan ribu wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara sempat mati suri akibat pandemi dan pencabutan status internasional.

Suasana bandara saat pesawat jet komersial Garuda Indonesia mendarat perdana di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jumat 14 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 09:14

Manajemen Dapur Umum dan Menu Ideal untuk Korban Bencana Alam

Perencanaan dan pemilihan lokasi dapur umum harus bebas dari risiko bencana susulan.

Ilustrasi aktivitas dapur umum untuk korban bencana alam. (Sumber: by AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 08:13

Sisi Lain Sang Jenderal: Menelusuri Makna Filosofis dan Tradisi di Balik Kuliner Favorit Soeharto

Kegemaran kuliner Presiden ke-2 RI, Soeharto, tidak lepas dari perjalanan hidupnya yang berakar di Desa Kemusuk.

Momen Presiden Soeharto dan Ibu Tien memotong tumpeng saat merayakan HUT pernikahan di Jalan Cendana, Jakarta, Juni 1986, disaksikan ibu mertua dan Sumitro Djoyohadkusumo. (Sumber: ANRI, Setneg 634)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 20:52

Ketika Seniman Memilih untuk Tidak Diam, Jangan Biarkan Kezaliman Menjadi Kelaziman

Ketika kezaliman menjadi kelaziman, diam bukan lagi netral. Manifesto Seniman Bandung adalah ajakan untuk bersuara—bukan sekadar nyinyir dari kejauhan.

Aliansi Bandung Ngagoak mengadakan aksi ekspresi seni di Kebun Seni Jalan Tamansari 56 Bandung. (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 18:14

Menciptakan Kembali Televisi Pendidikan

Televisi pendidikan sebagai proyek nasional pun sudah seharusnya menjadi keputusan pemerintah.

Ilustrasi televisi. (Sumber: Pexels | Foto: Nothing Ahead)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 16:45

Cerita Tomakur Milik KWT Desa Nagarawangi Terpilih untuk Pendaftaran Legalitas Merek

Tomakur milik KWT Desa Nagarawangi terpilih mendapat pendampingan pendaftaran merek melalui program KKN UNINUS untuk memperkuat legalitas dan identitas produk UMKM.

Sosialisasi dan Pendampingan Proses Pendaftaran HKI (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 14:11

Kedaulatan di Atas Meja Makan: Diplomasi Kuliner Sukarno pada Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung

Sukarno menegaskan visi bahwa "kemerdekaan dimulai dari lidah"—sebuah manifestasi dari prinsip Berdikari (Berdiri di Atas Kaki Sendiri).

Momen jamuan makan malam resmi pada Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Hotel Savoy Homann, Bandung, pada 19 April 1955. (Sumber foto: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 12:04

Sehat untuk Semua, Warga Desa Nagarawangi Ikuti CKG dan Edukasi Pertolongan Pertama

Warga Nagarawangi mengikuti CKG dan edukasi kesehatan, mulai dari pertolongan pertama dalam situasi darurat hingga kesehatan psikologis anak dan remaja bersama Puskesmas Rancakalong.

Kegiatan Pelaksanaan Program "Sehat  untuk Semua Warga Desa Nagarawangi" (KKN UNINUS Kel.5&6) (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 09:59

Budaya Mengaji di Tengah Kota

Di tengah modernitas dan dinamisnya kehidupan perkotaan. Masih ada ruang di sudut perkotaan untuk mempertemukan anak-anak dengan kehidupan sosial dan agamanya.

Mengaji di kalangan anak-anak menjadi memori yang begitu melekat. Melihat aktivitas tersebut masih berjalan di area perkotaan menjadi fenomena yang menarik untuk dibahas. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 18:08

Menerapkan Pompa Submersible Tenaga Surya untuk Atasi Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) di berbagai wilayah dihadang masalah klasik yakni titik api jauh dari sumber air dan listrik.

Ilustrasi penggunaan sistem pompa untuk atasi karhutla (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)