Tren Rambut Lady Diana

4 menit baca
bram herdiana
Ditulis oleh bram herdiana diterbitkan
Lady Diana. (Sumber: Flickr | Foto: Joe Haupt)
Lady Diana. (Sumber: Flickr | Foto: Joe Haupt)

Pada dekade tahun 1980-an, Kota Bandung mengalami geliat gaya hidup yang begitu dinamis. Selain dikenal sebagai Kota mode, Bandung juga menjadi pusat tren kecantikan, terutama dalam hal penataan rambut. Salah satu fenomena yang paling mencolok saat itu adalah menjamurnya gaya rambut ala Lady Diana yang begitu digandrungi oleh para wanita, mulai dari remaja hingga ibu rumah tangga.

Gaya rambut Lady Diana dikenal dengan potongan pendek berlapis atau layered, berponi ke samping kanan dan terlihat anggun, simpel meski sederhana. Model ini memberikan kesan elegan sekaligus modern, sangat cocok dengan semangat perempuan urban pada masa itu. Tidak heran jika foto-foto Lady Diana sering dijadikan referensi utama di salon-salon kecantikan di Bandung.

Fenomena ini tidak bisa dilepaskan dari sosok Lady Diana atau Lady Di sendiri. Diana Frances Spencer, yang kemudian dikenal sebagai Princess of Wales, setelah menikah dengan Pangeran Charles dari kerajaan Inggris adalah ikon global yang tidak hanya terkenal sebagai bangsawan, tetapi juga karena kepribadiannya yang hangat dan gaya busana yang memikat. Ia sering tampil dengan gaya yang relatable, tidak terlalu kaku seperti citra kerajaan pada umumnya. Hal ini membuat banyak wanita di seluruh dunia, termasuk Indonesia, merasa terhubung dengannya.

Termasuk juga di Bandung, tren rambut ala Lady Diana menjadi simbol modernitas. Salon-salon kecantikan yang sedang tumbuh pesat di berbagai sudut kota, seperti terlihat di kawasan Gatsu, Kiaracondong, Cicadas, Ciateul, Burangrang dan Riau banyak menerima gawean. Para pemilik salon berlomba-lomba menawarkan layanan potong rambut 'Diana style' dengan harga yang bervariasi, tergantung fasilitas dan reputasi salon tersebut.

Para wanita Kota Bandung pada masa itupun sangat antusias mengikuti tren ini. Bagi mereka, memiliki gaya rambut seperti Lady Diana bukan sekadar mengikuti mode, tetapi juga bentuk ekspresi diri. Rambut pendek yang sebelumnya dianggap kurang feminin, justru menjadi simbol kepercayaan diri dan kemandirian perempuan kota. Ini juga sejalan dengan meningkatnya partisipasi perempuan dalam dunia kerja dan pendidikan di era tersebut.

Putri Diana. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: John MacIntyre)
Putri Diana. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: John MacIntyre)

Selain itu, perkembangan media massa juga turut mempercepat penyebaran tren ini. baik koran-koran atau majalah-majalah wanita seperti Femina dan Kartini sering menampilkan gaya rambut dan busana Lady Diana. Siaran televisi yang mulai berkembang juga menayangkan liputan tentang keluarga kerajaan Inggris, sehingga masyarakat Indonesia semakin mengenal sosoknya.

Puncak euforia terhadap Lady Diana di Indonesia terjadi ketika ia melakukan kunjungan resmi pada November tahun 1989. Dalam kunjungan tersebut, Lady Diana bersama Pangeran Charles disambut hangat oleh masyarakat Indonesia. Mereka mengunjungi beberapa tempat penting, termasuk Jakarta dan Yogyakarta. Kunjungan ini menjadi peristiwa besar yang diliput luas oleh media nasional dan internasional.

Bagi masyarakat Bandung, meskipun tidak secara langsung dikunjungi, kehadiran Lady Diana di Indonesia tetap memberikan dampak besar. Banyak wanita yang semakin terinspirasi untuk meniru gaya rambutnya. Salon-salon bahkan mengalami lonjakan pelanggan setelah kunjungan tersebut, karena permintaan terhadap potongan Diana meningkat drastis.

Menariknya, tren ini juga melahirkan kreativitas lokal. Para penata rambut di Bandung tidak hanya meniru, tetapi juga memodifikasi gaya Lady Diana agar sesuai dengan bentuk wajah dan karakter rambut wanita Indonesia. Hasilnya adalah variasi gaya yang tetap memiliki ciri khas Lady Di, namun lebih adaptif terhadap kebutuhan lokal.

Di sisi lain, fenomena ini juga menunjukkan bagaimana getaran globalisasi budaya terasa waktu tahun 1980-an. Tanpa adanya media sosial seperti sekarang, tren dari luar negeri tetap bisa masuk dan mempengaruhi gaya hidup masyarakat lokal.

Lady Diana yang meninggal dunia pada 31 Agustus 1997 di usia 36 tahun akibat kecelakaan mobil tragis di terowongan Pont de l'Alma, Paris, Prancis, dapat dijadikan salah satu contoh nyata bagaimana seorang publik figur dapat membentuk selera estetika di berbagai belahan dunia.

Namun, tren ini berubah saat memasuki tahun 1990-an, gaya rambut mulai berubah mengikuti perkembangan zaman berikutnya. Rambut panjang lurus dan gaya layering yang berbeda mulai menggantikan dominasi potongan ala Lady Diana. Meski demikian, jejak tren rambut Lay Di tetap membekas dalam sejarah fashion dan kecantikan di Bandung.

Secara keseluruhan, tren rambut ala Lady Diana di Bandung pada tahun 1980-an bukan hanya soal gaya, tetapi juga cerminan perubahan sosial dan budaya. Dari menjamurnya salon hingga meningkatnya kesadaran akan penampilan, semua itu menjadi bagian dari perjalanan masyarakat kota dalam menyambut modernitas. Lady Diana, dengan pesonanya yang khas, telah menjadi bagian dari cerita tersebut sebuah ikon yang tidak hanya hidup dalam sejarah dunia, tetapi juga dalam kenangan banyak wanita Indonesia. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

bram herdiana
Tentang bram herdiana
GURU SMK PARIWISATA TELKOM BANDUNG

Berita Terkait

News Update

Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 18:08

Menerapkan Pompa Submersible Tenaga Surya untuk Atasi Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) di berbagai wilayah dihadang masalah klasik yakni titik api jauh dari sumber air dan listrik.

Ilustrasi penggunaan sistem pompa untuk atasi karhutla (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 17:38

Alibasah Sentot Abdullah Mustafa Prawirodirdjo Menumpas Kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832

Kisah heroik Alibasah Sentot Prawirodirdjo saat memimpin pasukan menumpas kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832. Analisis sejarah mendalam tentang strategi dan dampaknya bagi kolonial.

Alibasah Sentot Prawirodirdjo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: G.L. Kepper: Wapenfeiten van het Nederlandsch-Indisch leger)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 16:29

Romantisme Membaca Majalah Mangle Edisi Agustus 1962: Jejak Mojang Bandung Doeloe dan Kiwari

Ada romantisme tersendiri ketika membuka kembali sebuah majalah tua yang telah berusia puluhan tahun.

Majalah Mangle edisi Agustus 1962, menampilkan mojang Bandung, Tatty Kartika, sebagai wajah sampul. (Sumber: Dokumentasi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 15:52

Riwayat Cikao dan Cikaobandung Sejak Dahulu Hingga Sekarang

Riwayat Cikaobandung dari masa lalu hingga masa kini. Menelusuri jejak perkembangan wilayah, peran strategis, transformasi sosial dan budaya yang kaya nilai historis dalam narasi yang mendalam.

Tjikao Koffiepakhuis – Gudang Kopi Cikao, 1880. (Sumber: Koleksi Leiden University Libraries)
Linimasa 28 Agu 2026, 15:09

Riwayat Hitam Kebakaran Hutan di Kalimantan, 4 Dekade Kabut di Lahan Gambut

Kebakaran hutan berulang di Kalimantan sejak 1982. Ketahui riwayat karhutla besar, El Niño, lahan gambut, hingga peristiwa 2026.

Ilustrasi kebakaran hutan.
Sejarah 28 Agu 2026, 14:30

Sejarah Gempa NTT, Tercatat Sejak 1898

Sejarah gempa besar NTT berlangsung lebih dari satu abad, dengan sejumlah peristiwa disertai tsunami dan korban jiwa besar.

Dampak tsunami Lunyuk 1977. (Sumber: Pulau Sumba News)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 14:01

Peran Unpad Membantu Gen Z Raih LoA Universitas Top Dunia

Saat ini adalah momentum untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) agar setara dengan negara maju.

Ilustrasi peran Unpad membantu siswa memperoleh LoA dari universitas top dunia (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 12:42

Jangan Menjadikan ‘Pitbull’ sebagai Tersangka Tunggal

Dalam kasus pitbull di Arjasari, Anjing itu memang yang menyerang anak. Itu terlihat jelas dalam rekaman video yang sempat viral di media sosial. 

Ilustrasi anjing sebagai hewan peliharaan. (Sumber: Magnific)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 10:25

Motivasi dan Peluang Mahasiswa Wirausaha

Sebab di era digital dan era yang penuh ketidakpastian ini, mahasiswa sangat ditekankan untuk mengelola setiap keputusannya.

Ilustrasi mahasiswa (Sumber: Pexels | Foto: hartono subagio)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 20:20

Ayyuhal Walad: Kumpulan Nasihat Imam Al-Ghazali untuk Orang yang Sedang Mencari

Ayyuhal Walad merupakan kumpulan nasihat yang ditulis ketika Al-Ghazali mendapatkan surat dari salah satu murid kinasihnya.

Buku "Ayyuhal Walad". (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 18:34

Sudahkah Hukum Berpihak pada Korban Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur?

Mengangkat isu mengenai kekerasan seksual pada anak sebagai persoalan yang sensitif dan penting, memaparkan berbagai kekerasan seksual, dan membahas mengenai sulitnya bagi korban untuk bersuara.

Ilustrasi anak yang mengalami trauma kekerasan. (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 17:25

Istilah Sunda untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Masyarakat Sunda memiliki lima istilah untuk menggambarkan tingkat guncangan gempabumi, dari riyeg hingga pralaya, yang berkaitan dengan skala MMI dan dampak kerusakannya.

Gambar tafsir baru mitologi gempabumi. Bola bumi berada di ujung tanduk sapi yang berdiri di atas paus. Bila paus dan sapi bergerak, terjadilah gempabumi. (Sumber: Dok. T Bachtiar)
Beranda 27 Agu 2026, 16:55

Kemenkes Temukan Jutaan Kasus PTM lewat Cek Kesehatan Gratis, Prioritaskan Tata Laksana demi Indonesia Emas 2045

Skrining Cek Kesehatan Gratis terhadap 73,8 juta peserta hingga Juli 2026 mengungkap jutaan kasus penyakit tidak menular yang selama ini tidak terdeteksi.

Pelaksanaan program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 27 Agu 2026, 16:20

73,8 Juta Peserta Jangkau Cek Kesehatan Gratis, Kemenkes Ubah Paradigma Menuju Indonesia Emas 2045

Generasi yang sakit akan sulit menjadi generasi unggul, sementara generasi yang sehat menjadi modal utama menuju Indonesia Emas 2045.

Program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 15:17

Selawatan, Muludan, dan Perdamaian 

Dari buku yang semula hanya tergeletak di rak sederhana tiba-tiba menjadi pintu masuk untuk membicarakan Islam tidak hanya mengajarkan bagaimana mencintai Nabi, tetapi harus menjadi landasan bersama

Anak-anak tengah asyik diskusi sebelum belajar ngaji bersama. (Sumber: instagram @jaro_numoto)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 13:53

Nasib CFD Bandung yang Terjerat Audit Rp2,7 Miliar

BPK menemukan penggunaan anggaran sekitar Rp 2,7 miliar terkait CFD untuk membayar personel non-ASN tanpa dasar hukum yang memadai.

CFD di kawasan Dago. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ikon 27 Agu 2026, 13:40

Gedung Sate Cikajang Garut, Bangunan Unik di Tengah Perkebunan Teh

Di pelosok Cikajang, Garut, berdiri Gedung Sate Cikajang yang dibuat mirip ikon Jawa Barat dan digunakan untuk kegiatan warga.

Bangunan miniatur Gedung Sate di Cikajang, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)