Dari Sampah Menjadi Penjernih Sungai

3 menit baca
Callista Eliana
Ditulis oleh Callista Eliana diterbitkan
Ilustrasi banjir yang menggenang Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ilustrasi banjir yang menggenang Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Kawasan di sekitar Telkom University kerap kali dihadapkan pada masalah tahunan yang belum sepenuhnya terselesaikan: banjir dan penurunan kualitas ekosistem sungai. Menyadari bahwa salah satu akar permasalahannya adalah tumpukan sampah rumah tangga yang menyumbat aliran air dan mencemari sungai,

sekelompok mahasiswa S1 Sistem Informasi Telkom University (Kelompok D) meluncurkan solusi inovatif berbasis teknologi dan lingkungan. Melalui proyek bertajuk "IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN WEBSITE EDUKASI INOVASI ECOENZYME UNTUK MENINGKATKATKAN KESADARAN PENGELOLAAN SAMPAH DI GANG DESA", para mahasiswa ini mengajak warga di kawasan Gang Desa, RT.03, Desa Lengkong, Kecamatan Bojongsoang untuk turun tangan langsung memulihkan ekosistem sungai. Inisiatif ini merupakan wujud nyata penerapan kolaborasi Mata Kuliah Bahasa Indonesia, Kewarganegaraan, dan Pancasila.

Aksi Ganda: Kurangi Sampah Organik, Jernihkan Sungai Proyek ini tidak hanya berfokus pada pengurangan volume sampah sisa makanan (food waste) yang kerap berakhir di tempat pembuangan akhir atau membusuk di saluran air.

Lebih dari itu, cairan ecoenzyme hasil fermentasi sampah organik tersebut memiliki agen bio-katalis yang terbukti ampuh memecah polutan, mengurangi bau tidak sedap, dan memulihkan ekosistem air sungai.

"Krisis ekosistem sungai dan banjir di sekitar kampus kita tidak bisa hanya mengandalkan pengerukan fisik. Kita butuh solusi yang menyasar akar masalah di rumah tangga," tegas Viyendra, Ketua Tim Kelompok D. "Website Edukasi Ecoenzyme ini kami rancang sebagai senjata digital warga. Dengan mengubah sisa dapur menjadi ecoenzyme, warga tidak hanya mengurangi tumpukan sampah yang menyumbat air, tetapi juga memproduksi cairan penjernih alami yang nantinya bisa kita tuangkan bersama-sama untuk memulihkan sungai di Bojongsoang."Menjembatani Semangat Warga dengan Teknologi

Menyadari pentingnya aksesibilitas informasi, Kelompok D membangun platform website edukasi yang dirancang sangat user-friendly untuk mengatasi kesenjangan literasi digital.

"Kami ingin mengubah stigma bahwa aksi menjaga lingkungan itu sulit," ujar Langgeng Yongi Surya, perwakilan Kelompok D. "Melalui website ini, warga Desa Lengkong memiliki panduan digital di genggaman mereka untuk menyulap kulit buah menjadi pahlawan lingkungan."

Ilustrasi banjir yang menggenang Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ilustrasi banjir yang menggenang Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Website edukasi ini memuat fitur-fitur taktis yang mendukung gerakan pemulihan sungai:

● Video Tutorial Interaktif: Panduan visual langkah demi langkah pembuatan ecoenzyme dengan rumus standar 1:3:10 (gula, sisa organik, air), dari proses awal hingga panen.

● Modul Ekosistem Air: Edukasi khusus mengenai cara kerja ecoenzyme dalam menjernihkan air, mengurai lumpur sungai, dan mengembalikan habitat mikroorganisme baik di perairan.

● Galeri Aksi Warga: Ruang pamer digital untuk mendokumentasikan hasil panen ecoenzyme warga dan momen penuangan cairan tersebut ke aliran sungai sekitar.

Sinergi Menuju Pemukiman Tangguh Bencana Sebagai agen perubahan yang terjun ke akar rumput, implementasi digital ini diperkuat dengan pendampingan langsung. Mahasiswa mentransfer pengetahuan kepada kader lingkungan, ibu-ibu PKK, dan Karang Taruna agar mereka dapat memandu warga lainnya. Gerakan ini semakin komprehensif berkat kolaborasi erat dengan Kelompok C, yang fokus mengunci sampah anorganik (plastik) penyebab tersumbatnya drainase melalui inovasi Ecobrick. Sinergi ini menghadirkan solusi dari hulu ke hilir: sampah plastik dicegah masuk ke sungai dengan Ecobrick, sementara sampah organik diubah menjadi penjernih sungai melalui Ecoenzyme.

Langkah strategis yang mengintegrasikan teknologi informasi dan pelestarian lingkungan ini mendapat dukungan penuh dari Dosen Pembimbing Lapangan, Indra Nugrahayu Taufik dan Dr. Runik Machfiroh, S.Pd., M.Pd.

"Sebagai mahasiswa Sistem Informasi, kami sadar bahwa teknologi terbaik adalah teknologi yang dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat," tutup Viyendra. "Proyek ini bukan sekadar pemenuhan tugas kuliah, melainkan wujud pengabdian kami. Kami berharap warga Desa Lengkong tidak hanya menjadi penonton, tapi menjadi aktor utama yang berdaya dalam memutus mata rantai masalah sampah dan menyelamatkan ekosistem sungai di sekitar lingkungan kampus kita."

Inisiatif mahasiswa Telkom University ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi digital di tingkat desa dapat berkontribusi langsung pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Khususnya pada poin 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim). (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Okt 2026, 14:39

Darurat Kesehatan Mental dan Ruang Komunikasi Terapeutik Melalui Radio

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. Ini membuktikan pemulihan jiwa butuh empati nyata, bukan sekadar engagement digital.

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. (Sumber: Pexels | Foto: Vie Studio)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 13:19

Jangan Menghukum Saritem karena Reputasinya

Saat nama Saritem disebut, publik tidak hanya membayangkan lokasi geografis di Kota Bandung. Ada citra sosial yang ikut menyeruak, yang terbentuk dari sejarah, pemberitaan, dan percakapan warga. 

Polisi melakukan razia narkoba di Saritem. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 12:23

Gastro-Histori Roti Bagelen: Akulturasi Tiga Budaya dan Jejak Perintis Khoe Pek Goan di Garut Sejak 1885

Dalam khazanah gastro-historis Indonesia, Roti Bagelen menduduki posisi istimewa sebagai penganan legendaris yang melintasi zaman.

Roti Bagelen pertama kali terekam dalam sejarah lahir dan berkembang di Kabupaten Garut sebagai titik awal keberadaannya di Indonesia. (Sumber: Akun Shopee Bagelen Garut)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)