Official Persib Logo
1933
1933

Dari Sampah Menjadi Penjernih Sungai

Callista Eliana
Ditulis oleh Callista Eliana diterbitkan Kamis 09 Apr 2026, 13:14 WIB
Ilustrasi banjir yang menggenang Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Ilustrasi banjir yang menggenang Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Kawasan di sekitar Telkom University kerap kali dihadapkan pada masalah tahunan yang belum sepenuhnya terselesaikan: banjir dan penurunan kualitas ekosistem sungai. Menyadari bahwa salah satu akar permasalahannya adalah tumpukan sampah rumah tangga yang menyumbat aliran air dan mencemari sungai,

sekelompok mahasiswa S1 Sistem Informasi Telkom University (Kelompok D) meluncurkan solusi inovatif berbasis teknologi dan lingkungan. Melalui proyek bertajuk "IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN WEBSITE EDUKASI INOVASI ECOENZYME UNTUK MENINGKATKATKAN KESADARAN PENGELOLAAN SAMPAH DI GANG DESA", para mahasiswa ini mengajak warga di kawasan Gang Desa, RT.03, Desa Lengkong, Kecamatan Bojongsoang untuk turun tangan langsung memulihkan ekosistem sungai. Inisiatif ini merupakan wujud nyata penerapan kolaborasi Mata Kuliah Bahasa Indonesia, Kewarganegaraan, dan Pancasila.

Aksi Ganda: Kurangi Sampah Organik, Jernihkan Sungai Proyek ini tidak hanya berfokus pada pengurangan volume sampah sisa makanan (food waste) yang kerap berakhir di tempat pembuangan akhir atau membusuk di saluran air.

Lebih dari itu, cairan ecoenzyme hasil fermentasi sampah organik tersebut memiliki agen bio-katalis yang terbukti ampuh memecah polutan, mengurangi bau tidak sedap, dan memulihkan ekosistem air sungai.

"Krisis ekosistem sungai dan banjir di sekitar kampus kita tidak bisa hanya mengandalkan pengerukan fisik. Kita butuh solusi yang menyasar akar masalah di rumah tangga," tegas Viyendra, Ketua Tim Kelompok D. "Website Edukasi Ecoenzyme ini kami rancang sebagai senjata digital warga. Dengan mengubah sisa dapur menjadi ecoenzyme, warga tidak hanya mengurangi tumpukan sampah yang menyumbat air, tetapi juga memproduksi cairan penjernih alami yang nantinya bisa kita tuangkan bersama-sama untuk memulihkan sungai di Bojongsoang."Menjembatani Semangat Warga dengan Teknologi

Menyadari pentingnya aksesibilitas informasi, Kelompok D membangun platform website edukasi yang dirancang sangat user-friendly untuk mengatasi kesenjangan literasi digital.

"Kami ingin mengubah stigma bahwa aksi menjaga lingkungan itu sulit," ujar Langgeng Yongi Surya, perwakilan Kelompok D. "Melalui website ini, warga Desa Lengkong memiliki panduan digital di genggaman mereka untuk menyulap kulit buah menjadi pahlawan lingkungan."

Ilustrasi banjir yang menggenang Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ilustrasi banjir yang menggenang Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Website edukasi ini memuat fitur-fitur taktis yang mendukung gerakan pemulihan sungai:

● Video Tutorial Interaktif: Panduan visual langkah demi langkah pembuatan ecoenzyme dengan rumus standar 1:3:10 (gula, sisa organik, air), dari proses awal hingga panen.

● Modul Ekosistem Air: Edukasi khusus mengenai cara kerja ecoenzyme dalam menjernihkan air, mengurai lumpur sungai, dan mengembalikan habitat mikroorganisme baik di perairan.

● Galeri Aksi Warga: Ruang pamer digital untuk mendokumentasikan hasil panen ecoenzyme warga dan momen penuangan cairan tersebut ke aliran sungai sekitar.

Sinergi Menuju Pemukiman Tangguh Bencana Sebagai agen perubahan yang terjun ke akar rumput, implementasi digital ini diperkuat dengan pendampingan langsung. Mahasiswa mentransfer pengetahuan kepada kader lingkungan, ibu-ibu PKK, dan Karang Taruna agar mereka dapat memandu warga lainnya. Gerakan ini semakin komprehensif berkat kolaborasi erat dengan Kelompok C, yang fokus mengunci sampah anorganik (plastik) penyebab tersumbatnya drainase melalui inovasi Ecobrick. Sinergi ini menghadirkan solusi dari hulu ke hilir: sampah plastik dicegah masuk ke sungai dengan Ecobrick, sementara sampah organik diubah menjadi penjernih sungai melalui Ecoenzyme.

Langkah strategis yang mengintegrasikan teknologi informasi dan pelestarian lingkungan ini mendapat dukungan penuh dari Dosen Pembimbing Lapangan, Indra Nugrahayu Taufik dan Dr. Runik Machfiroh, S.Pd., M.Pd.

"Sebagai mahasiswa Sistem Informasi, kami sadar bahwa teknologi terbaik adalah teknologi yang dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat," tutup Viyendra. "Proyek ini bukan sekadar pemenuhan tugas kuliah, melainkan wujud pengabdian kami. Kami berharap warga Desa Lengkong tidak hanya menjadi penonton, tapi menjadi aktor utama yang berdaya dalam memutus mata rantai masalah sampah dan menyelamatkan ekosistem sungai di sekitar lingkungan kampus kita."

Inisiatif mahasiswa Telkom University ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi digital di tingkat desa dapat berkontribusi langsung pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Khususnya pada poin 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim). (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Callista Eliana
Seorang mahasiswa S1 sistem informasi

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 24 Mei 2026, 20:27

5 Oleh-Oleh Bandung Favorit yang Selalu Ramai Pembeli, Wajib Dibawa Pulang

Wisata ke Bandung belum lengkap tanpa membawa pulang oleh-oleh favorit seperti bolu bakar, abon gulung, dan dessert kekinian.

Bolu Bakar Tunggal, salah satu oleh-oleh legendaris Bandung.
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 18:05

Meminjam Semangat Bobotoh Persib untuk Perubahan Indonesia

Perubahan besar sering kali dimulai dari akumulasi kecil seperti loyalitas, suportivitas, humanitas dan solidaritas dan semua itu bisa kita lihat dari antuasiasme Bobotoh Persib

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 16:03

Muslihat pada Buku ‘Sejarah Hari Jadi Tatar Sunda’

Penting saya melanjutkan tulisan terkait Hari Lahir Tatar Sunda.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan peserta memeriahkan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu 16 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 13:07

Kaum Rebahan Menolak Punah: Kemalasan adalah Sumber Penderitaan Nyata

Menderita karena lelahnya belajar dan berproses itu cuma sementara. ketika kamu menguasai skill baru disitu kebanggaan.

Ilustrasi kaum rebahan. (Sumber: Pexels | Foto: bi8ie)
Mayantara 24 Mei 2026, 10:50

Deepfake, Anonimitas, dan Perubahan Wajah Ruang Publik Digital

Perubahan ini merupakan bagian dari karakter media baru atau new media.

Ilustrasi anonimitas. (Sumber: Pexels | Foto: Anete Lusina)
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 09:41

Encib Bangkit Lagi Tahun 1980-an

Tahun 1986 adalah saat kebangkitan kembali Persib saat tampil sebagai juara Perserikatan tahun 1986'

Bobotoh Persib tahun 1985-an. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Princelg22)
Beranda 23 Mei 2026, 08:49

Persib di Ambang Juara, Pedagang Kecil Otista Bersiap "Lebaran"

Euforia Persib menuju juara membawa berkah bagi pedagang kecil di Otista. Penjual jersey dan bendera ikut panen rezeki dari ramainya warga menyambut pesta juara.

Deretan lapak penjual jersey dan bendera Persib di kawasanTegalega Kota Bandung, Jumat, 22 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 19:17

Senayan Bergema untuk Persib Sejak 1995 dan Kini 2026 

Kemenangan Persib Bandung selangkah lagi menuju juara Liga Super Indonesia 2026 membuat kenangan mendekat.

Sutiono Lamso dan Kekey Zakaria menjadi pahlawan kemenangan Persib pada partai final di Stadion Senayan, Jakarta. (Sumber: Tabloid Tribun Olahraga, 1995 | Foto: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 18:07

Gaya Hidup Demi 'Eksposur': Puncak Komedi Finansial dan Cara Waras biar Gak Tekor

Hemat pangkal kaya itu mutlak, tapi di zaman sekarang, hemat itu butuh mental baja!

Kini, media sosial menjadi panggung global, tempat siapa pun bisa menampilkan diri, membentuk citra, dan menarik perhatian. (Sumber: Pexels/RDNE Stock project)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 17:19

Lebaran Haji Tempo Dulu

Hari Raya Idul Adha pada tempo dulu lebih dikenal dengan nama Lebaran Haji.

Artikel pada salah satu koran yang terbit tahun 1936. (Sumber: Delpher.nl)
Beranda 22 Mei 2026, 15:02

Hutan di Papua Selatan yang Dincar untuk PSN Seluas 3,5 Juta Lapangan Sepakbola Standar FIFA

Film dokumenter Pesta Babi menyoroti 2,5 juta hektare hutan Papua yang masuk proyek pangan dan energi, setara 3,5 juta lapangan bola.

Tayangan di film Pesta Babi. (Sumber: Jubi TV)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 13:08

Urban Legend Rel Kereta Api: Bukan Setannya yang Budeg tapi Manusianya yang Bebal

Kadang manusia lebih setan dari setan itu sendiri. Satu tindakan impulsif atas pilihan pribadi sering kali justru mengkambinghitamkan mahluk di dunia lain.

Kereta Rel Listrik (KRL). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: TyewongX)
Wisata & Kuliner 22 Mei 2026, 11:14

Jelajah Pesona Green Canyon Karawang, Sungai Jernih di Tengah Tebing Lumut Hijau

Green Canyon Karawang menawarkan sungai jernih, tebing lumut hijau, canyoning, dan suasana alam sejuk di kawasan Pangkalan.

Green Canyon Karawang. (Sumber: KCIC)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 09:41

Bandung: Kota Ramah Pejalan Kaki dan Disabilitas yang Masih Sebatas Slogan

Trotoar Bandung masih dipenuhi puing proyek, parkir liar, dan aktivitas lain yang mengurangi hak pejalan kaki serta aksesibilitas penyandang disabilitas.

Kondisi trotoar di Jalan Pungkur, Kota Bandung dipenuhi puing galian proyek utilitas, Kamis (21/5/2026) pagi. (Foto: Arif Budiman)
Komunitas 22 Mei 2026, 08:47

Cara Anti Leumpunk Club Susur Sudut Tersembunyi Kota Bandung Pakai GPS Sungut dan Modal Tawa

Menatap Bandung dari gang sempit bersama Anti Leumpunk Club. Modal tanya warga dan saling ledek, jalan kaki 8 km jadi ruang sehat yang penuh tawa.

Ayu dan Meiyama bersama rekannya di Anti Leumpunk Club di Lapangan Saparua, Kamis 21 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 08:35

Buku, Keluarga, dan Literasi

Buku menjadi jendela dunia yang pertama kali dikenalkan dari rumah, sebelum anak mengenal ruang belajar yang lebih luas, baik di sekolah maupun di tengah masyarakat.

Seseorang sedang asyik membaca (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Beranda 21 Mei 2026, 21:21

Ekosistem Digital Kian Bising, Media Lokal Didorong Kembali ke Publik

Media lokal didorong kembali mengutamakan kepentingan publik di tengah ancaman AI, hilangnya trafik klik, dan maraknya buzzer di ruang digital.

Pembukaan Jateng Media Summit 2026, Kamis (21/5/2026). (Sumber: Suara.com | Foto: Budi Arista Romadhoni)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 20:34

Reformasi Dibungkam, Otoritarianisme Gaya Baru Bangkit Kembali

Pembatalan sepihak kegiatan peringatan 28 Tahun Reformasi di Jakarta bukan lagi sekadar persoalan administrasi hotel.

Peringatan 28 Tahun Reformasi 98 di Jakarta. (Foto: Dokumen pribadi)
Beranda 21 Mei 2026, 19:31

Papua Bukan Tanah Kosong, Tapi Terus Dianggap Tanah Tanpa Suara

Film Pesta Babi memperlihatkan Papua dari sudut yang jarang terlihat: ketakutan, kehilangan tanah, dan pembangunan yang meninggalkan luka.

Hofni Sibetai mahasiswa asal Papua menyampaikan pandangannya seusai nobar Pesta Babi di Pusat Studi Bahasa Jepang Universitas Padjadjaran, Rabu 20 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 19:03

Malam Jum’at Bukan Sekadar Baca Yasin: Menyelami Kedalaman Ritual Spiritual Warga NU

Ritual kebanyakan warga Nu membaca yasin pada malam jumat sudah menjadi sebuat tradisi

Seorang warga Bandung sedang membaca Alquran. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)