Official Persib Logo
1933
1933

Tombolo Pangandaran Menghubungkan Pulau Pananjung dengan Daratan Utama

T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan Rabu 08 Apr 2026, 14:08 WIB
Tombolo Pangandaran, menyambung Pulau Pananjung dengan Daratan Utama dengan endapan pasir yang terbentuk secara bertahap. (Sumber: Citra satelit: Google maps)

Tombolo Pangandaran, menyambung Pulau Pananjung dengan Daratan Utama dengan endapan pasir yang terbentuk secara bertahap. (Sumber: Citra satelit: Google maps)

Semula, Pulau Pananjung dengan daratan utama Pangandaran di selatan Jawa Barat itu terpisah. Gelombang dari Samudra Hindia terus berputar melaju ke arah pantai, kemudian memecah di pantai selatan Pulau Pananjung yang tiba-tiba mendangkal. Faktor kedalaman laut (batimetri) menyebabkan arah gelombang menjadi membelok (refraksi) yang sejajar dengan garis pantai, kecepatannya melambat, dan membelok ke arah teluk. Pertama, gelombang yang berbelok ini telah menghancurkan endapan pantai yang rapuh, dan menyisakan batuan yang kuat, membentuk goa-goa pantai, sodong, batubolong, sodongparat, busur alami (arch), batulayar (stacks), dan karangbokor (stumps), yang berjajar sejajar dengan garis pantai.

Kedua, gelombang yang berbelok menyebar, dengan kekuatannya yang melemah di balik pulau kecil itu, telah melepaskan pasir yang diseretnya menjadi endapan di belakang pulau yang menghadap ke daratan utama. Itulah bagian pantai yang paling tenang, bagian sisi yang terlindung.  

Ketiga, pasang surut yang memunculkan dan menenggelamkan endapan itu, telah menyempurnakan pengendapan pasir, yang secara bertahap memperlebar dan memperpanjang garis pantai. Seiring waktu, endapan itu membentuk pematang alami yang menghubungkan pulau kecil dengan daratan utama, yang semakin lama semakin melebar dan menebal. 

Endapan yang membentuk gosong pasir yang menghubungkan pulau kecil dengan daratan utama itulah yang disebut tombolo. Istilah ini diserap dari bahasa Italia tombolo, yang berarti bantal. Endapan pasir yang empuk dan putih, yang mengikatkan pulau kecil dengan daratan utama, terlihat seperti bantal.  

Ada tiga tempat yang sangat baik untuk dijadikan contoh, bagaimana proses pembentukan tombolo. Pertama Pulau Liwungan di Selat Sunda, sebelah tenggara Tanjunglesung. Pulau ini berada di Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Saat ini Pulau Liwungan masih terpisah, tapi endapat pasirnya sudah terus memanjang. Endapan muncul di sisi timur Pulau Liwungan, panjangnya sudah mencapai 177 m. Endapannya bergerak ke arah timur pulau, menuju pantai barat daratan utama Banten. Endapan pasirnya sudah nampak saat pasang surut, sehingga wisatawan dapat berjalan di atasnya. 

Kedua, Ujunggenteng di Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Pada Kaart van de zuidkust van Java (tahun 1700) pulau kecil dengan daratan utama masih terpisahkan oleh laut. Pada peta Carte de l'île de Java (1847) pulau itu sudah tersambung dengan toponim Cap Ancol. Pada Kaart van het Eiland Java (tahun 1855), kemungkinan pembuat peta ini salah menulis toponim, ditulisnya Ujunggending. Sedangkan pada Kaart van Java (tahun 1866) tiponimnya ditulis Ujunggenting. Sekarang, toponimnya Ujunggenteng. Genting atau gentѐng, dalam Bahasa Sunda berarti sempit, sangat sempit, atau nyaris putus. Terlihat sangat sempit, seperti nyaris potong, nyaris putus, padahal dalam ilmu Geografi, itu sedang terus berproses mengendapkan pasir di sisi utara pulau, yang semula terpisah. Lama kelamaan, endapan itu akan semakin melebar. Jadi bukan sebaliknya akan terputus.

Dan ketiga, tombolo di Pangandaran, yang relatif sudah sempurna. Tapi, secara alami masih terus berproses. Endapan pasirnya akan semakin melebar di satu sisi, dan tergerus di sisi yang lain. Tombolo Pangandaran berada di Desa Pangandaran, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Panjang tombolo utara-selatan 2 km, dengan bagian terlebar di utara 2,5 km, dan bagian tersempit di selatan selebar 280 m. Di tengah-tengan tombolo dibangun jalan poros utara – selatan, dan dibangun hotel, penginapan, rumah makan, toko oleh-oleh, dan fasilitas wisata lainnya. 

Penyedotan air tanah yang melebihi kemampuan air untuk meresap di tombolo itu, akan menimbulkan masalah air tawar baku. Dan, bila tidak ada pengaturan yang benar, dengan pengawasan yang ketat, berdisiplin, maka kotoran dari penghuni hotel, penginapan, dan para wisatawan yang berkunjung ke sana, air tanah yang disedot untuk kepentingan tamunya, akan terkena bakteri dari limbah kotoran manusia yang tidak dikelola baik. Apalagi bila keliru dalam bertindak, atau merasa benar dalam bertindak, serasa sedang menyelesaikan masalah, padahal justru akan memperparah masalah ekologis. 

Hal lain yang mendesak untuk dilaksanakan di sana karena mempunyai arti yang sangat penting, yaitu penghijauan. Penghijauan bukan asal menanam pohon, asal menanam jenis pohon karena ikut-ikutan. Menanam jenis pohon itu karena yang lain sudah menanam jenis pohon itu di pantai lain. Menanam pohon itu harus benar-benar diperhitungkan. Menanam pohon di sepanjang sempadan pantai harus ditanami pohon-pohon pantai, seperti katapang, nyamplung, waru, beringin, sukun, dll. Pohon-pohon itu bila ditanam betul, berlapis-lapis, akan berfungsi ganda bagi kenyamanan lingkungan sekaligus kemanusiaan. Pohon itu dapat melunakan panas matahari, menjinakan angin, melembabkan permukaan tanah, meresapkan air hujan, menahan gerusan permukaan tanah oleh limpasan air hujan, dan bila tegakan pohonnya berlapis di sepanjang sempadan pantai, jajaran pohon itu dapat melemahkan tsunami. 

Tombolo itu terbentuk bukan karena sebab tunggal. Prosesnya rumit dan memakan waktu yang panjang. Menjaga tombolo dari kehancuran merupakan tindakan yang bernilai ilmu pengetahuan dan kemanusiaan. (*)

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 24 Mei 2026, 20:27

5 Oleh-Oleh Bandung Favorit yang Selalu Ramai Pembeli, Wajib Dibawa Pulang

Wisata ke Bandung belum lengkap tanpa membawa pulang oleh-oleh favorit seperti bolu bakar, abon gulung, dan dessert kekinian.

Bolu Bakar Tunggal, salah satu oleh-oleh legendaris Bandung.
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 18:05

Meminjam Semangat Bobotoh Persib untuk Perubahan Indonesia

Perubahan besar sering kali dimulai dari akumulasi kecil seperti loyalitas, suportivitas, humanitas dan solidaritas dan semua itu bisa kita lihat dari antuasiasme Bobotoh Persib

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 16:03

Muslihat pada Buku ‘Sejarah Hari Jadi Tatar Sunda’

Penting saya melanjutkan tulisan terkait Hari Lahir Tatar Sunda.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan peserta memeriahkan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu 16 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 13:07

Kaum Rebahan Menolak Punah: Kemalasan adalah Sumber Penderitaan Nyata

Menderita karena lelahnya belajar dan berproses itu cuma sementara. ketika kamu menguasai skill baru disitu kebanggaan.

Ilustrasi kaum rebahan. (Sumber: Pexels | Foto: bi8ie)
Mayantara 24 Mei 2026, 10:50

Deepfake, Anonimitas, dan Perubahan Wajah Ruang Publik Digital

Perubahan ini merupakan bagian dari karakter media baru atau new media.

Ilustrasi anonimitas. (Sumber: Pexels | Foto: Anete Lusina)
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 09:41

Encib Bangkit Lagi Tahun 1980-an

Tahun 1986 adalah saat kebangkitan kembali Persib saat tampil sebagai juara Perserikatan tahun 1986'

Bobotoh Persib tahun 1985-an. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Princelg22)
Beranda 23 Mei 2026, 08:49

Persib di Ambang Juara, Pedagang Kecil Otista Bersiap "Lebaran"

Euforia Persib menuju juara membawa berkah bagi pedagang kecil di Otista. Penjual jersey dan bendera ikut panen rezeki dari ramainya warga menyambut pesta juara.

Deretan lapak penjual jersey dan bendera Persib di kawasanTegalega Kota Bandung, Jumat, 22 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 19:17

Senayan Bergema untuk Persib Sejak 1995 dan Kini 2026 

Kemenangan Persib Bandung selangkah lagi menuju juara Liga Super Indonesia 2026 membuat kenangan mendekat.

Sutiono Lamso dan Kekey Zakaria menjadi pahlawan kemenangan Persib pada partai final di Stadion Senayan, Jakarta. (Sumber: Tabloid Tribun Olahraga, 1995 | Foto: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 18:07

Gaya Hidup Demi 'Eksposur': Puncak Komedi Finansial dan Cara Waras biar Gak Tekor

Hemat pangkal kaya itu mutlak, tapi di zaman sekarang, hemat itu butuh mental baja!

Kini, media sosial menjadi panggung global, tempat siapa pun bisa menampilkan diri, membentuk citra, dan menarik perhatian. (Sumber: Pexels/RDNE Stock project)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 17:19

Lebaran Haji Tempo Dulu

Hari Raya Idul Adha pada tempo dulu lebih dikenal dengan nama Lebaran Haji.

Artikel pada salah satu koran yang terbit tahun 1936. (Sumber: Delpher.nl)
Beranda 22 Mei 2026, 15:02

Hutan di Papua Selatan yang Dincar untuk PSN Seluas 3,5 Juta Lapangan Sepakbola Standar FIFA

Film dokumenter Pesta Babi menyoroti 2,5 juta hektare hutan Papua yang masuk proyek pangan dan energi, setara 3,5 juta lapangan bola.

Tayangan di film Pesta Babi. (Sumber: Jubi TV)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 13:08

Urban Legend Rel Kereta Api: Bukan Setannya yang Budeg tapi Manusianya yang Bebal

Kadang manusia lebih setan dari setan itu sendiri. Satu tindakan impulsif atas pilihan pribadi sering kali justru mengkambinghitamkan mahluk di dunia lain.

Kereta Rel Listrik (KRL). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: TyewongX)
Wisata & Kuliner 22 Mei 2026, 11:14

Jelajah Pesona Green Canyon Karawang, Sungai Jernih di Tengah Tebing Lumut Hijau

Green Canyon Karawang menawarkan sungai jernih, tebing lumut hijau, canyoning, dan suasana alam sejuk di kawasan Pangkalan.

Green Canyon Karawang. (Sumber: KCIC)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 09:41

Bandung: Kota Ramah Pejalan Kaki dan Disabilitas yang Masih Sebatas Slogan

Trotoar Bandung masih dipenuhi puing proyek, parkir liar, dan aktivitas lain yang mengurangi hak pejalan kaki serta aksesibilitas penyandang disabilitas.

Kondisi trotoar di Jalan Pungkur, Kota Bandung dipenuhi puing galian proyek utilitas, Kamis (21/5/2026) pagi. (Foto: Arif Budiman)
Komunitas 22 Mei 2026, 08:47

Cara Anti Leumpunk Club Susur Sudut Tersembunyi Kota Bandung Pakai GPS Sungut dan Modal Tawa

Menatap Bandung dari gang sempit bersama Anti Leumpunk Club. Modal tanya warga dan saling ledek, jalan kaki 8 km jadi ruang sehat yang penuh tawa.

Ayu dan Meiyama bersama rekannya di Anti Leumpunk Club di Lapangan Saparua, Kamis 21 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 08:35

Buku, Keluarga, dan Literasi

Buku menjadi jendela dunia yang pertama kali dikenalkan dari rumah, sebelum anak mengenal ruang belajar yang lebih luas, baik di sekolah maupun di tengah masyarakat.

Seseorang sedang asyik membaca (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Beranda 21 Mei 2026, 21:21

Ekosistem Digital Kian Bising, Media Lokal Didorong Kembali ke Publik

Media lokal didorong kembali mengutamakan kepentingan publik di tengah ancaman AI, hilangnya trafik klik, dan maraknya buzzer di ruang digital.

Pembukaan Jateng Media Summit 2026, Kamis (21/5/2026). (Sumber: Suara.com | Foto: Budi Arista Romadhoni)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 20:34

Reformasi Dibungkam, Otoritarianisme Gaya Baru Bangkit Kembali

Pembatalan sepihak kegiatan peringatan 28 Tahun Reformasi di Jakarta bukan lagi sekadar persoalan administrasi hotel.

Peringatan 28 Tahun Reformasi 98 di Jakarta. (Foto: Dokumen pribadi)
Beranda 21 Mei 2026, 19:31

Papua Bukan Tanah Kosong, Tapi Terus Dianggap Tanah Tanpa Suara

Film Pesta Babi memperlihatkan Papua dari sudut yang jarang terlihat: ketakutan, kehilangan tanah, dan pembangunan yang meninggalkan luka.

Hofni Sibetai mahasiswa asal Papua menyampaikan pandangannya seusai nobar Pesta Babi di Pusat Studi Bahasa Jepang Universitas Padjadjaran, Rabu 20 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 19:03

Malam Jum’at Bukan Sekadar Baca Yasin: Menyelami Kedalaman Ritual Spiritual Warga NU

Ritual kebanyakan warga Nu membaca yasin pada malam jumat sudah menjadi sebuat tradisi

Seorang warga Bandung sedang membaca Alquran. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)