Tombolo Pangandaran Menghubungkan Pulau Pananjung dengan Daratan Utama

4 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Tombolo Pangandaran, menyambung Pulau Pananjung dengan Daratan Utama dengan endapan pasir yang terbentuk secara bertahap. (Sumber: Citra satelit: Google maps)
Tombolo Pangandaran, menyambung Pulau Pananjung dengan Daratan Utama dengan endapan pasir yang terbentuk secara bertahap. (Sumber: Citra satelit: Google maps)

Semula, Pulau Pananjung dengan daratan utama Pangandaran di selatan Jawa Barat itu terpisah. Gelombang dari Samudra Hindia terus berputar melaju ke arah pantai, kemudian memecah di pantai selatan Pulau Pananjung yang tiba-tiba mendangkal. Faktor kedalaman laut (batimetri) menyebabkan arah gelombang menjadi membelok (refraksi) yang sejajar dengan garis pantai, kecepatannya melambat, dan membelok ke arah teluk. Pertama, gelombang yang berbelok ini telah menghancurkan endapan pantai yang rapuh, dan menyisakan batuan yang kuat, membentuk goa-goa pantai, sodong, batubolong, sodongparat, busur alami (arch), batulayar (stacks), dan karangbokor (stumps), yang berjajar sejajar dengan garis pantai.

Kedua, gelombang yang berbelok menyebar, dengan kekuatannya yang melemah di balik pulau kecil itu, telah melepaskan pasir yang diseretnya menjadi endapan di belakang pulau yang menghadap ke daratan utama. Itulah bagian pantai yang paling tenang, bagian sisi yang terlindung.  

Ketiga, pasang surut yang memunculkan dan menenggelamkan endapan itu, telah menyempurnakan pengendapan pasir, yang secara bertahap memperlebar dan memperpanjang garis pantai. Seiring waktu, endapan itu membentuk pematang alami yang menghubungkan pulau kecil dengan daratan utama, yang semakin lama semakin melebar dan menebal. 

Endapan yang membentuk gosong pasir yang menghubungkan pulau kecil dengan daratan utama itulah yang disebut tombolo. Istilah ini diserap dari bahasa Italia tombolo, yang berarti bantal. Endapan pasir yang empuk dan putih, yang mengikatkan pulau kecil dengan daratan utama, terlihat seperti bantal.  

Ada tiga tempat yang sangat baik untuk dijadikan contoh, bagaimana proses pembentukan tombolo. Pertama Pulau Liwungan di Selat Sunda, sebelah tenggara Tanjunglesung. Pulau ini berada di Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Saat ini Pulau Liwungan masih terpisah, tapi endapat pasirnya sudah terus memanjang. Endapan muncul di sisi timur Pulau Liwungan, panjangnya sudah mencapai 177 m. Endapannya bergerak ke arah timur pulau, menuju pantai barat daratan utama Banten. Endapan pasirnya sudah nampak saat pasang surut, sehingga wisatawan dapat berjalan di atasnya. 

Kedua, Ujunggenteng di Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Pada Kaart van de zuidkust van Java (tahun 1700) pulau kecil dengan daratan utama masih terpisahkan oleh laut. Pada peta Carte de l'île de Java (1847) pulau itu sudah tersambung dengan toponim Cap Ancol. Pada Kaart van het Eiland Java (tahun 1855), kemungkinan pembuat peta ini salah menulis toponim, ditulisnya Ujunggending. Sedangkan pada Kaart van Java (tahun 1866) tiponimnya ditulis Ujunggenting. Sekarang, toponimnya Ujunggenteng. Genting atau gentѐng, dalam Bahasa Sunda berarti sempit, sangat sempit, atau nyaris putus. Terlihat sangat sempit, seperti nyaris potong, nyaris putus, padahal dalam ilmu Geografi, itu sedang terus berproses mengendapkan pasir di sisi utara pulau, yang semula terpisah. Lama kelamaan, endapan itu akan semakin melebar. Jadi bukan sebaliknya akan terputus.

Dan ketiga, tombolo di Pangandaran, yang relatif sudah sempurna. Tapi, secara alami masih terus berproses. Endapan pasirnya akan semakin melebar di satu sisi, dan tergerus di sisi yang lain. Tombolo Pangandaran berada di Desa Pangandaran, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Panjang tombolo utara-selatan 2 km, dengan bagian terlebar di utara 2,5 km, dan bagian tersempit di selatan selebar 280 m. Di tengah-tengan tombolo dibangun jalan poros utara – selatan, dan dibangun hotel, penginapan, rumah makan, toko oleh-oleh, dan fasilitas wisata lainnya. 

Penyedotan air tanah yang melebihi kemampuan air untuk meresap di tombolo itu, akan menimbulkan masalah air tawar baku. Dan, bila tidak ada pengaturan yang benar, dengan pengawasan yang ketat, berdisiplin, maka kotoran dari penghuni hotel, penginapan, dan para wisatawan yang berkunjung ke sana, air tanah yang disedot untuk kepentingan tamunya, akan terkena bakteri dari limbah kotoran manusia yang tidak dikelola baik. Apalagi bila keliru dalam bertindak, atau merasa benar dalam bertindak, serasa sedang menyelesaikan masalah, padahal justru akan memperparah masalah ekologis. 

Hal lain yang mendesak untuk dilaksanakan di sana karena mempunyai arti yang sangat penting, yaitu penghijauan. Penghijauan bukan asal menanam pohon, asal menanam jenis pohon karena ikut-ikutan. Menanam jenis pohon itu karena yang lain sudah menanam jenis pohon itu di pantai lain. Menanam pohon itu harus benar-benar diperhitungkan. Menanam pohon di sepanjang sempadan pantai harus ditanami pohon-pohon pantai, seperti katapang, nyamplung, waru, beringin, sukun, dll. Pohon-pohon itu bila ditanam betul, berlapis-lapis, akan berfungsi ganda bagi kenyamanan lingkungan sekaligus kemanusiaan. Pohon itu dapat melunakan panas matahari, menjinakan angin, melembabkan permukaan tanah, meresapkan air hujan, menahan gerusan permukaan tanah oleh limpasan air hujan, dan bila tegakan pohonnya berlapis di sepanjang sempadan pantai, jajaran pohon itu dapat melemahkan tsunami. 

Tombolo itu terbentuk bukan karena sebab tunggal. Prosesnya rumit dan memakan waktu yang panjang. Menjaga tombolo dari kehancuran merupakan tindakan yang bernilai ilmu pengetahuan dan kemanusiaan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Okt 2026, 16:20

Zebra Cross di depan UIN Bandung Kampus 1, Apakah Safe-Crossing?

Kurangnya fasilitas yang memadai dan faktor lainnya, zebra cross di depan UIN Bandung Kampus 1 ternyata tidak termasuk ke dalam kategori safe-crossing.

Pejalan kaki yang menyeberang di zebra cross depan gerbang pintu masuk-keluar UIN Bandung Kampus 1. Difoto pada hari Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 06.26 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Evira Dwi Shakira)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 14:39

Darurat Kesehatan Mental dan Ruang Komunikasi Terapeutik Melalui Radio

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. Ini membuktikan pemulihan jiwa butuh empati nyata, bukan sekadar engagement digital.

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. (Sumber: Pexels | Foto: Vie Studio)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 13:19

Jangan Menghukum Saritem karena Reputasinya

Saat nama Saritem disebut, publik tidak hanya membayangkan lokasi geografis di Kota Bandung. Ada citra sosial yang ikut menyeruak, yang terbentuk dari sejarah, pemberitaan, dan percakapan warga. 

Polisi melakukan razia narkoba di Saritem. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 12:23

Gastro-Histori Roti Bagelen: Akulturasi Tiga Budaya dan Jejak Perintis Khoe Pek Goan di Garut Sejak 1885

Dalam khazanah gastro-historis Indonesia, Roti Bagelen menduduki posisi istimewa sebagai penganan legendaris yang melintasi zaman.

Roti Bagelen pertama kali terekam dalam sejarah lahir dan berkembang di Kabupaten Garut sebagai titik awal keberadaannya di Indonesia. (Sumber: Akun Shopee Bagelen Garut)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)