Tombolo Pangandaran Menghubungkan Pulau Pananjung dengan Daratan Utama

T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan Rabu 08 Apr 2026, 14:08 WIB
Tombolo Pangandaran, menyambung Pulau Pananjung dengan Daratan Utama dengan endapan pasir yang terbentuk secara bertahap. (Sumber: Citra satelit: Google maps)

Tombolo Pangandaran, menyambung Pulau Pananjung dengan Daratan Utama dengan endapan pasir yang terbentuk secara bertahap. (Sumber: Citra satelit: Google maps)

Semula, Pulau Pananjung dengan daratan utama Pangandaran di selatan Jawa Barat itu terpisah. Gelombang dari Samudra Hindia terus berputar melaju ke arah pantai, kemudian memecah di pantai selatan Pulau Pananjung yang tiba-tiba mendangkal. Faktor kedalaman laut (batimetri) menyebabkan arah gelombang menjadi membelok (refraksi) yang sejajar dengan garis pantai, kecepatannya melambat, dan membelok ke arah teluk. Pertama, gelombang yang berbelok ini telah menghancurkan endapan pantai yang rapuh, dan menyisakan batuan yang kuat, membentuk goa-goa pantai, sodong, batubolong, sodongparat, busur alami (arch), batulayar (stacks), dan karangbokor (stumps), yang berjajar sejajar dengan garis pantai.

Kedua, gelombang yang berbelok menyebar, dengan kekuatannya yang melemah di balik pulau kecil itu, telah melepaskan pasir yang diseretnya menjadi endapan di belakang pulau yang menghadap ke daratan utama. Itulah bagian pantai yang paling tenang, bagian sisi yang terlindung.  

Ketiga, pasang surut yang memunculkan dan menenggelamkan endapan itu, telah menyempurnakan pengendapan pasir, yang secara bertahap memperlebar dan memperpanjang garis pantai. Seiring waktu, endapan itu membentuk pematang alami yang menghubungkan pulau kecil dengan daratan utama, yang semakin lama semakin melebar dan menebal. 

Endapan yang membentuk gosong pasir yang menghubungkan pulau kecil dengan daratan utama itulah yang disebut tombolo. Istilah ini diserap dari bahasa Italia tombolo, yang berarti bantal. Endapan pasir yang empuk dan putih, yang mengikatkan pulau kecil dengan daratan utama, terlihat seperti bantal.  

Ada tiga tempat yang sangat baik untuk dijadikan contoh, bagaimana proses pembentukan tombolo. Pertama Pulau Liwungan di Selat Sunda, sebelah tenggara Tanjunglesung. Pulau ini berada di Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Saat ini Pulau Liwungan masih terpisah, tapi endapat pasirnya sudah terus memanjang. Endapan muncul di sisi timur Pulau Liwungan, panjangnya sudah mencapai 177 m. Endapannya bergerak ke arah timur pulau, menuju pantai barat daratan utama Banten. Endapan pasirnya sudah nampak saat pasang surut, sehingga wisatawan dapat berjalan di atasnya. 

Kedua, Ujunggenteng di Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Pada Kaart van de zuidkust van Java (tahun 1700) pulau kecil dengan daratan utama masih terpisahkan oleh laut. Pada peta Carte de l'île de Java (1847) pulau itu sudah tersambung dengan toponim Cap Ancol. Pada Kaart van het Eiland Java (tahun 1855), kemungkinan pembuat peta ini salah menulis toponim, ditulisnya Ujunggending. Sedangkan pada Kaart van Java (tahun 1866) tiponimnya ditulis Ujunggenting. Sekarang, toponimnya Ujunggenteng. Genting atau gentѐng, dalam Bahasa Sunda berarti sempit, sangat sempit, atau nyaris putus. Terlihat sangat sempit, seperti nyaris potong, nyaris putus, padahal dalam ilmu Geografi, itu sedang terus berproses mengendapkan pasir di sisi utara pulau, yang semula terpisah. Lama kelamaan, endapan itu akan semakin melebar. Jadi bukan sebaliknya akan terputus.

Dan ketiga, tombolo di Pangandaran, yang relatif sudah sempurna. Tapi, secara alami masih terus berproses. Endapan pasirnya akan semakin melebar di satu sisi, dan tergerus di sisi yang lain. Tombolo Pangandaran berada di Desa Pangandaran, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Panjang tombolo utara-selatan 2 km, dengan bagian terlebar di utara 2,5 km, dan bagian tersempit di selatan selebar 280 m. Di tengah-tengan tombolo dibangun jalan poros utara – selatan, dan dibangun hotel, penginapan, rumah makan, toko oleh-oleh, dan fasilitas wisata lainnya. 

Penyedotan air tanah yang melebihi kemampuan air untuk meresap di tombolo itu, akan menimbulkan masalah air tawar baku. Dan, bila tidak ada pengaturan yang benar, dengan pengawasan yang ketat, berdisiplin, maka kotoran dari penghuni hotel, penginapan, dan para wisatawan yang berkunjung ke sana, air tanah yang disedot untuk kepentingan tamunya, akan terkena bakteri dari limbah kotoran manusia yang tidak dikelola baik. Apalagi bila keliru dalam bertindak, atau merasa benar dalam bertindak, serasa sedang menyelesaikan masalah, padahal justru akan memperparah masalah ekologis. 

Hal lain yang mendesak untuk dilaksanakan di sana karena mempunyai arti yang sangat penting, yaitu penghijauan. Penghijauan bukan asal menanam pohon, asal menanam jenis pohon karena ikut-ikutan. Menanam jenis pohon itu karena yang lain sudah menanam jenis pohon itu di pantai lain. Menanam pohon itu harus benar-benar diperhitungkan. Menanam pohon di sepanjang sempadan pantai harus ditanami pohon-pohon pantai, seperti katapang, nyamplung, waru, beringin, sukun, dll. Pohon-pohon itu bila ditanam betul, berlapis-lapis, akan berfungsi ganda bagi kenyamanan lingkungan sekaligus kemanusiaan. Pohon itu dapat melunakan panas matahari, menjinakan angin, melembabkan permukaan tanah, meresapkan air hujan, menahan gerusan permukaan tanah oleh limpasan air hujan, dan bila tegakan pohonnya berlapis di sepanjang sempadan pantai, jajaran pohon itu dapat melemahkan tsunami. 

Tombolo itu terbentuk bukan karena sebab tunggal. Prosesnya rumit dan memakan waktu yang panjang. Menjaga tombolo dari kehancuran merupakan tindakan yang bernilai ilmu pengetahuan dan kemanusiaan. (*)

Berita Terkait

News Update

Bandung 08 Apr 2026, 17:15

Menjembatani Celah Kreativitas dan Hukum dalam Ekosistem Ekraf Bandung

Dialog Ekraf Bandung bedah celah hukum dan nilai ekonomi industri kreatif guna ciptakan ekosistem yang lebih kokoh bagi pelaku seni

Dialog Ekraf Bandung bedah celah hukum dan nilai ekonomi industri kreatif guna ciptakan ekosistem yang lebih kokoh bagi pelaku seni (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Beranda 08 Apr 2026, 15:50

Plastik Makin Mahal, Saatnya Warga Bandung 'Putus Hubungan' dengan Kantong Sekali Pakai

Harga plastik di Bandung naik, jadi momentum warga beralih dari kantong sekali pakai untuk mengurangi sampah.

Kenaikan harga plastik di Pasar Kosambi membuat pedagang dan pembeli sama-sama merasakan dampaknya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Beranda 08 Apr 2026, 15:39

Cerita Ricky, Pemain Biola Jalanan yang Kerap Kucing-kucingan dengan Satpol PP

Di tengah kerasnya jalanan Bandung, Ricky Rustandi Pratama memilih bertahan hidup lewat alunan biola di sela-sela ancaman penertiban petugas.

Di tengah lalu lintas Kota Bandung, Ricky menghibur pengendara dengan alunan biola dari hasil belajar otodidak. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 08 Apr 2026, 14:08

Tombolo Pangandaran Menghubungkan Pulau Pananjung dengan Daratan Utama

Tombolo itu terbentuk bukan karena sebab tunggal. Prosesnya rumit dan memakan waktu yang panjang.

Tombolo Pangandaran, menyambung Pulau Pananjung dengan Daratan Utama dengan endapan pasir yang terbentuk secara bertahap. (Sumber: Citra satelit: Google maps)
Wisata & Kuliner 08 Apr 2026, 13:33

Jelajah Situ Cileunca sampai Hilir: dari Wisata, Pembangkit Listrik hingga Kearifan Lokal

Dibangun sejak era kolonial, Situ Cileunca berkembang menjadi sumber listrik, destinasi wisata unggulan, serta ruang aktivitas olahraga air bagi masyarakat Pangalengan.

Situ Cileunca, salah satu objek wisata favorit di Kabupaten Bandung. (Sumber: Wikimedia)
Ikon 08 Apr 2026, 13:19

Hikayat Gunung Kunci, Benteng Kamuflase Belanda di Tengah Kota Sumedang

Di balik hijaunya Gunung Kunci Sumedang, tersimpan sejarah benteng Belanda dan kisah pahit penahanan pejuang.

Tahura Gunung Kunci Sumedang. (Sumber: sumedangkab.go.id)
Ayo Netizen 08 Apr 2026, 11:22

Kaum Urban di Bandung Abad ke-19

Di Bandung pada abad ke-19 pun telah terjadi banyak lonjakan urbanisasi.

Jalan Raya Pos Bandung masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 08 Apr 2026, 08:38

Ruang Terakhir yang Kian Sempit

Lahan pemakaman yang dikelola pemerintah kian terbatas.

Warga berziarah di Tempat Pemakaman Umum Cikutra, Kota Bandung pada Sabtu, 21 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 07 Apr 2026, 20:09

Rapor Hijau Perbankan Jawa Barat di Tengah Tren Pengetatan Sektor Unggulan

Dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, Jawa Barat menunjukkan performa perbankan yang solid, meski dihadapkan tantangan diversifikasi sektor dan manajemen risiko kredit yang makin selektif.

Ilustrasi. Dinamika ekonomi global yang fluktuatif di awal tahun 2026 tidak menyurutkan ketahanan sektor jasa keuangan di Jawa Barat. (Sumber: Pixabay)
Bandung 07 Apr 2026, 19:47

Strategi Market Chicken Steak Bertahan di Tengah Geliat Kuliner Pasar Cihapit

Siapa sangka ada kelezatan steak di sudut pasar tradisional? Simak kisah Sutrisno mengubah peluang jadi keunikan kuliner di Pasar Cihapit yang kini jadi primadona.

Kios Market Chicken Steak milik Sutrisno yang menghadirkan menu Barat di tengah deretan kuliner tradisional Pasar Cihapit, Bandung. Meski berukuran terbatas, kios ini menjadi destinasi baru bagi pemburu kuliner. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Komunitas 07 Apr 2026, 18:44

Ekspresi Tanpa Suara, Komunitas Karya Seni Tuli Bangun Jembatan antara Teman Tuli dan Dengar

Ruang ini menjadi tempat berbagi cerita, belajar, dan mengekspresikan diri tanpa batas, sekaligus mempererat hubungan antara teman tuli dan teman dengar dalam semangat saling memahami.

Suasana hangat pertemuan Karya Seni Tuli dipenuhi interaksi melalui bahasa isyarat, tawa, dan semangat berkarya bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 07 Apr 2026, 16:23

Tumbuh Pesat! Penyaluran Kredit UMKM Jawa Barat Tembus Rp186 Triliun, Kota Bandung Jadi Motor Utama

Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini bukan lagi sekadar jaring pengaman ekonomi, melainkan motor utama pertumbuhan di Jawa Barat.

Ilustrasi. Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini bukan lagi sekadar jaring pengaman ekonomi, melainkan motor utama pertumbuhan di Jawa Barat. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 07 Apr 2026, 15:22

Panduan Wisata Talaga Bodas Garut, Kawah Belerang yang Pernah jadi Primadona Orang Eropa

Talaga Bodas pernah populer sejak abad ke-19 melalui kartu pos kolonial, sebelum kembali bangkit sebagai destinasi wisata alam unggulan di Garut.

Objek Wisata Talaga Bodas, Garut. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 07 Apr 2026, 14:35

Pendidikan Bertumbuh Dimulai dari Guru yang Growth Mindset

Pendidik adalah agen pembelajar sepanjang hidup untuk memberikan stimulus kepada para murid dalam menuntun menumbuhkembangkan potensi secara kodrati.

Ki Hajar Dewantara, tokoh pendidikan Indonesia. (Sumber: Ilustrasi oleh ChatGPT)
Ayo Netizen 07 Apr 2026, 11:04

Kisah Pendatang yang Tak Sengaja Ciptakan ‘Batagor’ Makanan Favorit Kota Bandung

Batagor pertama kali muncul di Bandung pada tahun 1970-an.

Pedagang batagor. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ikon 07 Apr 2026, 10:25

Hikayat Jalan Soekarno Hatta Bandung, Bypass Lurus Panjang Buatan Orde Baru

Dibangun pada 1980-an sebagai jalan elak, Jalan Soekarno Hatta kini berubah menjadi koridor padat yang merekam pertumbuhan Bandung dari pinggiran ke pusat aktivitas.

Suasana Jalan Soekarno Hatta, Bandung. (Foto: Irfan Al Faritsi/Ayomedia)
Ayo Netizen 07 Apr 2026, 08:57

Inilah 5 Hierarki Kebutuhan Mahasiswa dari Garut di UIN Bandung Tahun 2002

Tahun 2002, saya resmi jadi mahasiswa di UIN Bandung. Modalnya? Nekat.

Kampus tempat menimba ilmu keislaman Penulis (Sumber: uinsgd.ac.id)
Ayo Netizen 06 Apr 2026, 18:12

Tantangan Komunikasi Perantau

Pasca mudik Lebaran, kota-kota besar didatangi para perantau baru.

Pemudik di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 06 Apr 2026, 17:02

Menghadapi "Paradoks Rebana", Antara Ambisi Industri dan Realitas Kompetensi Lokal

Kawasan Metropolitan Rebana yang meliputi Cirebon (Kota), Cirebon (Kabupaten), Indramayu, Majalengka, Kuningan hingga Subang kini tengah bersiap menjadi motor penggerak ekonomi masa depan Jawa Barat.

Kawasan Rebana kini telah didukung oleh konektivitas terbaik salah satunya Pelabuhan Patimban untuk ekspor-impor, yang merupakan magnet bagi investor global. (Sumber: portalkemhub.go.id)
Ayo Netizen 06 Apr 2026, 17:02

10 Netizen Terpilih Maret 2026: Akhir Ramadan, Lebaran, dan (Sy)awal Harapan

Tulisan-tulisan terbaik yang masuk ke kanal Ayo Netizen sepanjang Maret 2026.

Umat Islam setelah melaksanakan shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di pelataran Gedung Sate. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)