Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Toponimi Kampung Muril: Serasa Berputar karena Gempa Sesar Lembang

T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan Minggu 25 Jan 2026, 16:13 WIB
Sangat mungkin toponim Muril karena pernah terjadi gempabumi yang menyebabkan serasa berputar-putar. (Sumber: T. Bachtiar)

Sangat mungkin toponim Muril karena pernah terjadi gempabumi yang menyebabkan serasa berputar-putar. (Sumber: T. Bachtiar)

Pada tahun 2011 yang lalu, Lebaran Idulfitri tidak bersamaan harinya. Pemerintah melalui Kementerian Agama mengumumkan hari raya idul fitri pada tanggal 4 November. Namun, ada yang melaksanakan lebaran satu hari lebih awal. Pada tanggal 3 November itulah, ketika penduduk di Kampung Muril, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, sedang sibuk mempersiapkan lebaran yang akan dirayakan esok harinya, gempabumi terjadi dengan kekuatan 3,3.

Di antara lantunan pujian keagungan, goyangan gempa bumi terjadi. Rumah-rumah yang umumnya dibangun dengan bata yang dibuat dari teras, ignimbrit dari letusan Gunung Sunda, menyebabkan adanya bagian dinding rumah yang rontok. Kerusakan rumah-rumah itu umumnya terjadi karena: pertama, sudut-sudut rumah dibangun tanpa memakai kolom beton rangka besi. Sehingga ketika ada gerakan mendorong, sudut-sudut rumah itulah yang menderita kerusakan paling parah. Atap rumah menjadi tidak ada kekuatan yang menyangga, sehingga atap rumah menjadi miring. Pemilik rumah menopang atap dengan batang-batang bambu agar tidak roboh. Kedua, rumah-rumah itu berada di sekitar garis sesar, dan ketiga di lereng atau gawir sesar.

Gempabumi yang menggetarkan permukaan bumi itu terjadi karena adanya pelepasan energi hingga terjadi pergeseran di bidang patahan/sesar antara yang satu dengan yang lainnya secara tiba-tiba. Namun, sesungguhnya gempabumi itu diawali dengan gempa pendahulu, yang goyangannya lebih kecil, kemudian disusul dengan gempabumi utama yang lebih besar, dan diikuti gempa bumi susulan, gempa bumi yang kekuatannya lebih kecil dari gempa bumi utama. 

Lokasi gempa buminya di Kampung Muril. Toponimi ini, menurut Ilham Nurwansah (komunikasi pribadi melalui wa tanggal 23 Januari 2026), kata muril, bila mengacu pada kaidah morfologi kata, berasal dari kata puril. Kata ini terdapat dalam kamus karya S Coolsma (1884), Soendaneesch-Hollandsch woordenboek dan kamus karya Hardjadibrata (2003), Sundanese-English Dictionary. Ilham menuturkan, kata muril itu berupa kata kerja, yang menurut dua kamus itu bermakna melalukan memutar atau memutarkan. Misalnya memutarkan tali, kain, tambang, sekrup atau mur, dll. 

Demikian juga dalam kamus karya Jonathan Rigg. (1862), A Dictionary of the Sunda Language of Java, kata purilkeun, bermakna memilin atau memutar, seperti tali atau benang, dan berputar-putar.

Bila makna kata memutar atau berputar-putar dikaitkan dengan toponimi Kampung Muril, sangat mungkin, penduduk di sana pada masa lalu pernah merasakan seperti berputar-putar, pusing dan mual yang berulang setiap sekian tahun sekali, sehingga hal itu menjadi alasan untuk menamai kampungnya Muril. 

Semula, tidak ada yang mengetahui dengan pasti asal-usul penamaan kampung itu. Namun, sangat mungkin, toponim itu diberikan pada kampungnya karena mereka yang pernah tinggal di sana pada masa lalu pernah merasakan goyangan gempabumi yang menyebabkan serasa berputar-putar hingga terasa pusing dan mual. 

Bila tafsir toponim itu dikaitkan dengan hasil penelitian Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bahwa gempabumi yang terjadi di Sesar Lembang, kebanyakan berpusat di Sesar Lembang segmen barat. Kekuatan gempa buminya antara M 1,5 sampai dengan M 3,3.  

Baca Juga: Keadaan Lingkungan Bandung Utara dalam Toponimi

Semakin nyata, bahwa toponim dapat menjadi gerbang untuk meneliti keadaan bumi, keadaan hayati, dan keadaan budaya di suatu kawasan. Namun, seringkali jawaban pasti baru diketahui setelah peristiwa alam terjadi. Hal ini karena asal-usul nama tempat tidak dicatat dalam dokumen kampung atau dokumen desa. 

Sebagai contoh, toponim Desa Cieundeur di Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, diketahui asal-usul nama geografisnya setelah gempa bumi besar terjadi pada November 2022. Di Cieundeur terjadi gempa besar dengan kerusakan yang parah. Eundeur dalam Bahasa Sunda bermakna bergetar, dan yang menjadi sebabnya adalah gempabumi. 

Demikian juga dengan toponim Muril. Sangat mungkin, di Kawasan ini sering terjadi gempabumi yang berulang sekian tahun sekali, yang menyebabkan penduduknya yang merasa seperti memutar atau berputar-putar, yang menyebabkan merasa mual dan pusing. (*)

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 17:21

Menata Arah Pendidikan Tinggi Keagamaan di Era Serba Cepat

Pepen Supendi, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)