Toponimi Kampung Muril: Serasa Berputar karena Gempa Sesar Lembang

3 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Sangat mungkin toponim Muril karena pernah terjadi gempabumi yang menyebabkan serasa berputar-putar. (Sumber: T. Bachtiar)
Sangat mungkin toponim Muril karena pernah terjadi gempabumi yang menyebabkan serasa berputar-putar. (Sumber: T. Bachtiar)

Koreksi

Berita ini telah mengalami koreksi pada Rabu 17 Juni 2026, pukul 10.21 WIB. Terdapat kesalahan penulisan tanggal peristiwa terjadinya gempa bumi pada paragraf pertama yang sebelumnya tertulis 3 November 2011, seharusnya tanggal 28 Agustus 2011. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini.

Gempa bumi bermagnitudo 3,3 yang mengguncang Kampung Muril, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada 28 Agustus 2011 atau dua-tiga hari menjelang hari raya Idul Fitri, menjadi salah satu pengingat kuat akan aktivitas Sesar Lembang di bagian barat. Guncangan yang berasal dari kedalaman dangkal itu menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga. Di balik peristiwa tersebut, nama Muril yang telah lama melekat pada kampung ini menyimpan kisah menarik yang diduga berkaitan dengan pengalaman masyarakat masa lalu menghadapi bumi yang kerap berguncang.

Akibat gempa tersebut, rumah-rumah yang umumnya dibangun dengan bata yang dibuat dari teras, ignimbrit dari letusan Gunung Sunda, mengalami kerontokan di sejumlah bagian.

Rumah-rumah yang umumnya dibangun dengan bata yang dibuat dari teras, ignimbrit dari letusan Gunung Sunda, menyebabkan adanya bagian dinding rumah yang rontok. Kerusakan rumah-rumah itu umumnya terjadi karena: pertama, sudut-sudut rumah dibangun tanpa memakai kolom beton rangka besi. Sehingga ketika ada gerakan mendorong, sudut-sudut rumah itulah yang menderita kerusakan paling parah. Atap rumah menjadi tidak ada kekuatan yang menyangga, sehingga atap rumah menjadi miring. Pemilik rumah menopang atap dengan batang-batang bambu agar tidak roboh. Kedua, rumah-rumah itu berada di sekitar garis sesar, dan ketiga di lereng atau gawir sesar.

Gempabumi yang menggetarkan permukaan bumi itu terjadi karena adanya pelepasan energi hingga terjadi pergeseran di bidang patahan/sesar antara yang satu dengan yang lainnya secara tiba-tiba. Namun, sesungguhnya gempabumi itu diawali dengan gempa pendahulu, yang goyangannya lebih kecil, kemudian disusul dengan gempabumi utama yang lebih besar, dan diikuti gempa bumi susulan, gempa bumi yang kekuatannya lebih kecil dari gempa bumi utama. 

Lokasi gempa buminya di Kampung Muril. Toponimi ini, menurut Ilham Nurwansah (komunikasi pribadi melalui wa tanggal 23 Januari 2026), kata muril, bila mengacu pada kaidah morfologi kata, berasal dari kata puril. Kata ini terdapat dalam kamus karya S Coolsma (1884), Soendaneesch-Hollandsch woordenboek dan kamus karya Hardjadibrata (2003), Sundanese-English Dictionary. Ilham menuturkan, kata muril itu berupa kata kerja, yang menurut dua kamus itu bermakna melalukan memutar atau memutarkan. Misalnya memutarkan tali, kain, tambang, sekrup atau mur, dll. 

Demikian juga dalam kamus karya Jonathan Rigg. (1862), A Dictionary of the Sunda Language of Java, kata purilkeun, bermakna memilin atau memutar, seperti tali atau benang, dan berputar-putar.

Bila makna kata memutar atau berputar-putar dikaitkan dengan toponimi Kampung Muril, sangat mungkin, penduduk di sana pada masa lalu pernah merasakan seperti berputar-putar, pusing dan mual yang berulang setiap sekian tahun sekali, sehingga hal itu menjadi alasan untuk menamai kampungnya Muril. 

Semula, tidak ada yang mengetahui dengan pasti asal-usul penamaan kampung itu. Namun, sangat mungkin, toponim itu diberikan pada kampungnya karena mereka yang pernah tinggal di sana pada masa lalu pernah merasakan goyangan gempabumi yang menyebabkan serasa berputar-putar hingga terasa pusing dan mual. 

Bila tafsir toponim itu dikaitkan dengan hasil penelitian Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bahwa gempabumi yang terjadi di Sesar Lembang, kebanyakan berpusat di Sesar Lembang segmen barat. Kekuatan gempa buminya antara M 1,5 sampai dengan M 3,3.  

Baca Juga: Keadaan Lingkungan Bandung Utara dalam Toponimi

Semakin nyata, bahwa toponim dapat menjadi gerbang untuk meneliti keadaan bumi, keadaan hayati, dan keadaan budaya di suatu kawasan. Namun, seringkali jawaban pasti baru diketahui setelah peristiwa alam terjadi. Hal ini karena asal-usul nama tempat tidak dicatat dalam dokumen kampung atau dokumen desa. 

Sebagai contoh, toponim Desa Cieundeur di Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, diketahui asal-usul nama geografisnya setelah gempa bumi besar terjadi pada November 2022. Di Cieundeur terjadi gempa besar dengan kerusakan yang parah. Eundeur dalam Bahasa Sunda bermakna bergetar, dan yang menjadi sebabnya adalah gempabumi. 

Demikian juga dengan toponim Muril. Sangat mungkin, di Kawasan ini sering terjadi gempabumi yang berulang sekian tahun sekali, yang menyebabkan penduduknya yang merasa seperti memutar atau berputar-putar, yang menyebabkan merasa mual dan pusing. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)