Gali Potensi, Raih Prestasi

9 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Sejumlah siswa SD Cirendeu saat bermain permainan tradisional. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejumlah siswa SD Cirendeu saat bermain permainan tradisional. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Selama dua hari satu malam, Jumat–Sabtu (23–24 Januari 2026), anak kedua, Aa Akil, bersama kurang lebih 50 siswa kelas 4, 5, dan 6 yang didampingi 13 guru, mengikuti LDKB (Latihan Dasar Kepemimpinan BEST). Kegiatan ini berlangsung di Family Camp Kiara Payung, Jatinangor, Sumedang, dengan suasana alam yang sangat mendukung proses pembelajaran, kebersamaan, dan refleksi diri.

LDKB bertajuk “To Be The Best Leader” ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidang kepemimpinan dan pendidikan, yaitu Dr. Nunung Kurniasih, M.Pd, Kepala Sekolah; Adzkia Putrika Sari Supriadi, Presiden BEST periode 2017/2018, Ketua Umum OSHK (Organisasi Santri Husnul Khotimah) MTs periode 2020/2021, MA periode 2023/2024, Bendahara Umum Forum OSIS Kuningan (2024/2025), dan Protokoler Muda mahasiswa Universitas Padjadjaran (2025-sekarang)

Lapang panca waluya dengan view gunung manglayang dan gunung geulis foto (Sumber: Instagram @buper_kiarapayung | Foto: Istimewa)
Lapang panca waluya dengan view gunung manglayang dan gunung geulis foto (Sumber: Instagram @buper_kiarapayung | Foto: Istimewa)

Memupuk Jiwa Kepemimpinan Ala BEST

Tahun sebelumnya, LDKB dilaksanakan pada 17-18 Januari 2025 menampilkan Rameyza Athira Syafiqa, Putri Pendidikan Indonesia; Fajri Fathurrahman Herdes, Motivator Cilik sebagai pembicara.

LDKB merupakan salah satu program unggulan SD Islam Al Amanah Bandung. Ini menjadi tahapan awal pembinaan kepemimpinan siswa, semacam proses pengkaderan sebelum menjadi pengurus organisasi siswa.

Badan Eksekutif Siswa Teladan (BEST) merupakan penyelenggara program keorganisasian formal dan terstruktur sebagai sarana pengembangan pola pikir dan perilaku anak. Program ini dilaksanakan oleh SD Islam Al Amanah yang beralamat di Jl. Raya Cinunuk No. 186, Cileunyi, Bandung.

BEST berdiri pada bulan Agustus 2009. Gagasan awal pembentukan BEST dicetuskan oleh Bapak Ijang Yusuf Ismail, S.Ag (alm.), yang menjabat sebagai Kepala Sekolah SD Islam Al Amanah pada periode 2008–2011, dengan pengarahan dari seorang psikolog. (Kesekretariatan BEST SDI Al Amanah dan Jurnal Manajemen Komunikasi, Volume 1, No. 2, April 2017: 220)

BEST semacam orang kesiswaan seperti OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) kalau di tingkat SMP, SMA. Peserta yang mengikuti LDKB telah melalui serangkaian seleksi, aturan, dan ketentuan yang berlaku. Tujuan utamanya membekali peserta didik dengan pengetahuan, pengalaman dasar kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Program LDKB ini dirancang untuk membentuk karakter siswa yang bertanggung jawab, percaya diri, disiplin, dan diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Sopir angkot trayek Cicaheum-Ciroyom saat menunggu kedatangan penumpang. (Sumber: AyoBandung | Foto: Kavin Faza)
Sopir angkot trayek Cicaheum-Ciroyom saat menunggu kedatangan penumpang. (Sumber: AyoBandung | Foto: Kavin Faza)

Rombongan berangkat pada hari Jumat pukul 13.00 WIB menggunakan tujuh angkot. Sepanjang perjalanan, suasana terasa seru: anak-anak mengobrol, tertawa, dan menikmati pemandangan.

Setibanya di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB, mereka berteduh di Aula, menyimpan tas di tenda (setiap tenda diisi delapan orang), menikmati camilan, lalu mengikuti berbagai permainan kelompok yang melatih kerja sama dan ketangkasan.

Setelah berganti pakaian dan melaksanakan salat Ashar, kegiatan dilanjutkan dengan camilan sore, jajan ringan, yel-yel dan tepuk khas SDI Al Amanah yang dipandu Pak Dadan. Aa satu tenda dengan Fatir, Arfa, Assaidi, Ken Bima, Attalah, Mikala, dan Kaizen. Sambil menunggu waktu Magrib, mereka murojaah bersama, lalu melaksanakan salat berjamaah.

Usai salat, guru membagi peran kepengurusan dengan sistem kementerian. Aa Akil terpilih menjadi anggota Menteri Olahraga dan Kesenian (Orkes). Meski sempat berharap menjadi Menteri Keagamaan agar sekolah semakin damai dan terlindung dari bullying, bocah kelas lima ini tetap menjalani peran yang diamanahkan dengan penuh tanggung jawab.

Malam hari diisi dengan pemaparan dari para narasumber. Nunung Kurniasih memberikan motivasi dan wawasan tentang kepemimpinan berkarakter, percaya diri, termasuk pentingnya peran generasi muda (Islam) dalam dunia pendidikan. Pesannya buat anak-anak BEST harus taat kepada Allah, patuh pada aturan, memiliki mental dan fisik yang kuat, serta mampu memberi manfaat bagi sesama baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Adzkia Putrika Sari membagikan kisah dan perjalanan inspiratifnya sebagai anak BEST, hingga menjadi bagian dari protokoler Universitas Padjadjaran, dengan memotivasi para peserta untuk terus berproses, menggali potensi diri, mengasih wawasan, kemampuan, aktif berorganisasi dan berani bermimpi untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Nunung Kurniasih, Kepala Sekolah dan Adzkia Putrika Sari Supriadi, Presiden BEST periode 2017/2018 tengah menyampaikan materi LDKB (Latihan Dasar Kepemimpinan BEST)  di Family Camp Kiara Payung, Jatinangor, Sumedang, Jumat (23/1/2026). (Sumber: Dokumentasi Sekolah)
Nunung Kurniasih, Kepala Sekolah dan Adzkia Putrika Sari Supriadi, Presiden BEST periode 2017/2018 tengah menyampaikan materi LDKB (Latihan Dasar Kepemimpinan BEST) di Family Camp Kiara Payung, Jatinangor, Sumedang, Jumat (23/1/2026). (Sumber: Dokumentasi Sekolah)

Anak-anak beristirahat pukul 22.00 WIB. Pada pukul 03.00 dini hari, mereka bangun untuk salat tahajud berjamaah. Aa sudah terbangun sejak pukul 02.00. Setelah salat Subuh, kegiatan dilanjutkan dengan memasak nasi liwet bersama. Mulai dari mencuci beras, hingga menyiapkan hidangan, semua dilakukan secara gotong royong.

Aa bertugas membagikan makanan, memastikan setiap orang mendapatkan satu porsi nasi liwet lengkap dengan tahu dan tempe.

Sebelum kepulangan, dilaksanakan upacara penutupan pada Sabtu (24/1/2026) yang ditandai dengan serah terima jabatan Presiden dan Wakil Presiden BEST dari kepengurusan lama, Aidan dan Azalea, kepada kepengurusan baru, Kai dan Ghiea. Prosesi ini dilakukan dengan pemakaian rompi BEST dan simbolisasi kebersamaan melalui pelukan antara Presiden dengan Presiden dan Wakil dengan Wakil.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, rombongan kembali ke sekolah sekitar pukul 08.00 WIB dengan hati yang penuh cerita, pengalaman, dan pembelajaran berharga mengenai kepemimpinan, kebersamaan, serta tanggung jawab.

Keikutsertaan Aa Akil dalam Latihan Dasar Kepemimpinan BEST (LDKB) di alam terbuka. Ternyata bukan hanya menyuguhkan keindahan alam, justru menghadirkan ruang belajar yang kaya makna tentang kehidupan, kebersamaan, dan kepemimpinan.

Sejumlah siswa SD Cirendeu saat bermain permainan tradisional, seperti egrang, bakiak batok, bedil jepret dan perepet jengkol, dalam rangkaian acara Festival Cirendeu 2024 di halaman sekolah SD Cirendeu, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Sabtu 7 Desember 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejumlah siswa SD Cirendeu saat bermain permainan tradisional, seperti egrang, bakiak batok, bedil jepret dan perepet jengkol, dalam rangkaian acara Festival Cirendeu 2024 di halaman sekolah SD Cirendeu, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Sabtu 7 Desember 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Sebagai orang tua, terutama seorang istri melepas anak mengikuti kegiatan di luar sekolah selalu menghadirkan perasaan yang campur aduk. Ada khawatir, harap, dan doa yang tak henti dipanjatkan. Namun di balik semua itu, tumbuh satu keyakinan tentang proses bertumbuh tidak selalu terjadi di ruang kelas. Melainkan hadir di alam terbuka, di antara tawa teman-teman, tantangan, rintangan, termasuk pengalaman yang perlahan membentuk karakter dan kepribadian.

Suasana malam itu terasa lebih dingin dari biasanya. Rintik hujan yang turun sejak sore menambah kegelisahan di hati. Muncul berbagai pertanyaan: apakah Aa bisa mengikuti kegiatan LDKB dengan baik? Bagaimana tidur dan makan? Maklum, ini adalah kali pertama dilepas mengikuti pelatihan dan berkemah tanpa orang tua. Belajar mandiri dan membangun kebersamaan bersama teman-temannya di alam bebas.

Dengan harapan setelah mendapatkan materi dari para narasumber, anak-anak belajar ihwal kepemimpinan bukan tentang jabatan, melainkan tentang nilai, keteladanan, dan kebermanfaatan.

LDKB menjadi ikhtiar sekolah dalam menanamkan benih kepemimpinan sejak dini. Program ini merupakan tahap awal pembinaan karakter, tempat anak-anak belajar disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian, berlandaskan nilai-nilai keislaman yang kokoh.

Hujan deras tak menyulutkan semangat Aa Akil bersama teman-temannya asyik mengikuti lomba with game dari pos 3 ke terakhir, Jumat (23/1/2026). (Sumber: Dokumentasi Sekolah)
Hujan deras tak menyulutkan semangat Aa Akil bersama teman-temannya asyik mengikuti lomba with game dari pos 3 ke terakhir, Jumat (23/1/2026). (Sumber: Dokumentasi Sekolah)

Mendengar cerita perjalanan yang berangkat dengan angkot, saling bercanda, menikmati pemandangan, lalu beradaptasi dengan suasana tenda dan kegiatan kelompok. Suasana hati terasa hangat. Aktivitas sederhana seperti menyimpan tas sendiri, mengikuti permainan tim, berganti pakaian, hingga shalat berjamaah. Semuanya adalah latihan kecil menuju kemandirian yang lebih besar.

Malam hari menjadi salah satu momen paling bermakna. Setelah Magrib, anak-anak diberi amanah peran dalam struktur kementerian. Aa Akil mendapat tugas sebagai anggota Menteri Olahraga dan Kesenian. Sempat berharap berada di bidang keagamaan, dengan niat agar sekolah menjadi lebih damai dan terhindar dari perundungan. Mendengar alasan itu, hati ini bergetar. Di usia yang masih sangat belia, ternyata telah menunjukkan kepekaan sosial dan kepedulian terhadap lingkungannya.

Bagiku niat baik seorang anak jauh lebih penting daripada posisi apa pun yang diperoleh dan ditempatkan.

Pesan para narasumber menjadi penguat. Anak-anak BEST diajak untuk taat kepada Allah, patuh pada aturan, kuat secara mental dan fisik, hadir sebagai pribadi yang membawa manfaat bagi banyak orang. Nilai-nilai ini akan tumbuh seiring waktu, dan menjadi bekal hidup yang tak ternilai.

Family Camp di Kiarapayung Green Prak. Yuk wargi Bandung, wargi Sumedang nyobain sensasi ngecamp bareng keluarga di sini cocok banget buat acara keluarga😊 (Sumber: Instagram @kiarapayung_green_prak | Foto: Istimewa)
Family Camp di Kiarapayung Green Prak. Yuk wargi Bandung, wargi Sumedang nyobain sensasi ngecamp bareng keluarga di sini cocok banget buat acara keluarga😊 (Sumber: Instagram @kiarapayung_green_prak | Foto: Istimewa)

Camping Sekolah, Pengalaman Seru dan Edukatif bagi Siswa

Camping sekolah merupakan aktivitas edukatif yang sangat dinantikan oleh para siswa. Pasalnya, kegiatan ini bukan sekadar rekreasi, tetapi menjadi sarana pembelajaran di luar kelas yang menyenangkan. Melalui camping sekolah, siswa belajar kebersamaan, kemandirian, dan tanggung jawab dalam suasana alam terbuka.

Dengan mengikuti camping sekolah dapat memberikan banyak manfaat positif bagi perkembangan siswa, di antaranya:

1. Mengembangkan Keterampilan Sosial

Siswa belajar berinteraksi, bekerja sama, dan berkomunikasi dengan teman-teman dalam berbagai aktivitas kelompok. Situasi ini membantu menumbuhkan rasa kebersamaan, kepemimpinan, dan kerja tim.

2. Menumbuhkan Kemandirian dan Tanggung Jawab

Selama camping, siswa dilatih untuk mengurus kebutuhan pribadi dan menjalankan tugas yang diberikan, seperti mendirikan tenda, menjaga kebersihan, dan menyiapkan perlengkapan. Ini membentuk sikap mandiri dan bertanggung jawab.

3. Mempererat Persahabatan

Aktivitas yang dilakukan bersama, seperti permainan kelompok dan kegiatan malam hari, menciptakan ikatan emosional yang kuat antar siswa sehingga hubungan pertemanan menjadi lebih erat.

4. Meningkatkan Kepedulian terhadap Lingkungan

Kegiatan di alam terbuka mengajarkan siswa untuk mengenal, menghargai, dan menjaga lingkungan sekitar. Pengalaman langsung ini menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian alam.

5. Melatih Keterampilan Bertahan Hidup

Siswa diperkenalkan dengan keterampilan dasar seperti mendirikan tenda, membuat api unggun, dan menghadapi tantangan alam. Keterampilan ini melatih ketangguhan dan keberanian dalam menghadapi masalah.

Aa Akil sedang menyampaikan program, rancangan lomba dan yel-yel dari Menteri Olahraga dan Kesenian (Orkes) saat
mengikuti LDKB (Latihan Dasar Kepemimpinan BEST)  di Family Camp Kiara Payung, Jatinangor, Sumedang, Jumat (23/1/2026). (Sumber: Dokumentasi Sekolah)
Aa Akil sedang menyampaikan program, rancangan lomba dan yel-yel dari Menteri Olahraga dan Kesenian (Orkes) saat mengikuti LDKB (Latihan Dasar Kepemimpinan BEST) di Family Camp Kiara Payung, Jatinangor, Sumedang, Jumat (23/1/2026). (Sumber: Dokumentasi Sekolah)

Berbagai aktivitas menarik menjadi bagian dari camping sekolah, antara lain:

1. Trekking dan Orientasi Medan

Siswa diajak menjelajahi alam sambil belajar membaca peta dan menggunakan kompas.

2. Games Kelompok

Permainan yang dirancang untuk melatih kerja sama, kepemimpinan, dan kemampuan memecahkan masalah.

3. Api Unggun dan Cerita Malam

Kegiatan kebersamaan yang diisi dengan bernyanyi, berbagi cerita, dan refleksi bersama.

4. Workshop dan Pelatihan

Pelatihan singkat seperti keterampilan bertahan hidup, pengenalan tanaman, dan tali-temali yang menambah wawasan siswa.

Camping sekolah menjadi pengalaman berharga yang memberikan dampak positif jangka panjang. Tentunya dengan menambah pengetahuan, keterampilan, dan menciptakan kenangan indah yang tak terlupakan bagi siswa. (www.citraalam.id)

Siswa mengikuti kegiatan permainan tradisional di SDN 164 Karangpawulang, Jalan Karawitan, Kota Bandung, Kamis 5 Desember 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Siswa mengikuti kegiatan permainan tradisional di SDN 164 Karangpawulang, Jalan Karawitan, Kota Bandung, Kamis 5 Desember 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Saat Aa bersama teman-temannya kembali ke sekolah dengan selamat, yang pulang bukan sekadar fisik anak-anak yang lelah, melainkan jiwa dan semangat yang membawa segudang cerita, keberanian, dan pelajaran hidup. Sebagai orang tua, kita diingatkan soal tugas bukan membesarkan anak yang selalu berada dalam kenyamanan, agar anak yang siap belajar, bertumbuh, dan memimpin yang dimulai dari dirinya sendiri, kelas, sekolah.

Selama mengikuti rangkaian kegiatan, kita dituntut untuk mempelajari pentingnya kerja sama, komunikasi yang baik, sikap saling menghargai antar sesama peserta. Kebersamaan yang terjalin selama acara berlangsung di Kiara Payung menumbuhkan rasa ukhuwah Islamiyah, melatih untuk bersikap sabar, rendah hati, dan siap melayani orang lain. Dengan memahami semua ini ihwal kepemimpinan sejati bukanlah tentang kekuasaan, melainkan tentang memberi teladan dan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Baca Juga: Interior Bus Listrik Metro sebagai Pengalaman Ruang Bergerak di Kota Bandung

Dengan adanya LDKB ini, kita berharap nilai-nilai kepemimpinan Islami yang telah diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Mudah-mudahan pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi kita untuk terus menggali potensi diri, memperbaiki diri, meraih prestasi dengan berusaha menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, berakhlakul karimah, dan senantiasa diridhai oleh Allah SWT. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)