Gali Potensi, Raih Prestasi

9 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Sejumlah siswa SD Cirendeu saat bermain permainan tradisional. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejumlah siswa SD Cirendeu saat bermain permainan tradisional. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Selama dua hari satu malam, Jumat–Sabtu (23–24 Januari 2026), anak kedua, Aa Akil, bersama kurang lebih 50 siswa kelas 4, 5, dan 6 yang didampingi 13 guru, mengikuti LDKB (Latihan Dasar Kepemimpinan BEST). Kegiatan ini berlangsung di Family Camp Kiara Payung, Jatinangor, Sumedang, dengan suasana alam yang sangat mendukung proses pembelajaran, kebersamaan, dan refleksi diri.

LDKB bertajuk “To Be The Best Leader” ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidang kepemimpinan dan pendidikan, yaitu Dr. Nunung Kurniasih, M.Pd, Kepala Sekolah; Adzkia Putrika Sari Supriadi, Presiden BEST periode 2017/2018, Ketua Umum OSHK (Organisasi Santri Husnul Khotimah) MTs periode 2020/2021, MA periode 2023/2024, Bendahara Umum Forum OSIS Kuningan (2024/2025), dan Protokoler Muda mahasiswa Universitas Padjadjaran (2025-sekarang)

Lapang panca waluya dengan view gunung manglayang dan gunung geulis foto (Sumber: Instagram @buper_kiarapayung | Foto: Istimewa)
Lapang panca waluya dengan view gunung manglayang dan gunung geulis foto (Sumber: Instagram @buper_kiarapayung | Foto: Istimewa)

Memupuk Jiwa Kepemimpinan Ala BEST

Tahun sebelumnya, LDKB dilaksanakan pada 17-18 Januari 2025 menampilkan Rameyza Athira Syafiqa, Putri Pendidikan Indonesia; Fajri Fathurrahman Herdes, Motivator Cilik sebagai pembicara.

LDKB merupakan salah satu program unggulan SD Islam Al Amanah Bandung. Ini menjadi tahapan awal pembinaan kepemimpinan siswa, semacam proses pengkaderan sebelum menjadi pengurus organisasi siswa.

Badan Eksekutif Siswa Teladan (BEST) merupakan penyelenggara program keorganisasian formal dan terstruktur sebagai sarana pengembangan pola pikir dan perilaku anak. Program ini dilaksanakan oleh SD Islam Al Amanah yang beralamat di Jl. Raya Cinunuk No. 186, Cileunyi, Bandung.

BEST berdiri pada bulan Agustus 2009. Gagasan awal pembentukan BEST dicetuskan oleh Bapak Ijang Yusuf Ismail, S.Ag (alm.), yang menjabat sebagai Kepala Sekolah SD Islam Al Amanah pada periode 2008–2011, dengan pengarahan dari seorang psikolog. (Kesekretariatan BEST SDI Al Amanah dan Jurnal Manajemen Komunikasi, Volume 1, No. 2, April 2017: 220)

BEST semacam orang kesiswaan seperti OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) kalau di tingkat SMP, SMA. Peserta yang mengikuti LDKB telah melalui serangkaian seleksi, aturan, dan ketentuan yang berlaku. Tujuan utamanya membekali peserta didik dengan pengetahuan, pengalaman dasar kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Program LDKB ini dirancang untuk membentuk karakter siswa yang bertanggung jawab, percaya diri, disiplin, dan diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Sopir angkot trayek Cicaheum-Ciroyom saat menunggu kedatangan penumpang. (Sumber: AyoBandung | Foto: Kavin Faza)
Sopir angkot trayek Cicaheum-Ciroyom saat menunggu kedatangan penumpang. (Sumber: AyoBandung | Foto: Kavin Faza)

Rombongan berangkat pada hari Jumat pukul 13.00 WIB menggunakan tujuh angkot. Sepanjang perjalanan, suasana terasa seru: anak-anak mengobrol, tertawa, dan menikmati pemandangan.

Setibanya di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB, mereka berteduh di Aula, menyimpan tas di tenda (setiap tenda diisi delapan orang), menikmati camilan, lalu mengikuti berbagai permainan kelompok yang melatih kerja sama dan ketangkasan.

Setelah berganti pakaian dan melaksanakan salat Ashar, kegiatan dilanjutkan dengan camilan sore, jajan ringan, yel-yel dan tepuk khas SDI Al Amanah yang dipandu Pak Dadan. Aa satu tenda dengan Fatir, Arfa, Assaidi, Ken Bima, Attalah, Mikala, dan Kaizen. Sambil menunggu waktu Magrib, mereka murojaah bersama, lalu melaksanakan salat berjamaah.

Usai salat, guru membagi peran kepengurusan dengan sistem kementerian. Aa Akil terpilih menjadi anggota Menteri Olahraga dan Kesenian (Orkes). Meski sempat berharap menjadi Menteri Keagamaan agar sekolah semakin damai dan terlindung dari bullying, bocah kelas lima ini tetap menjalani peran yang diamanahkan dengan penuh tanggung jawab.

Malam hari diisi dengan pemaparan dari para narasumber. Nunung Kurniasih memberikan motivasi dan wawasan tentang kepemimpinan berkarakter, percaya diri, termasuk pentingnya peran generasi muda (Islam) dalam dunia pendidikan. Pesannya buat anak-anak BEST harus taat kepada Allah, patuh pada aturan, memiliki mental dan fisik yang kuat, serta mampu memberi manfaat bagi sesama baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Adzkia Putrika Sari membagikan kisah dan perjalanan inspiratifnya sebagai anak BEST, hingga menjadi bagian dari protokoler Universitas Padjadjaran, dengan memotivasi para peserta untuk terus berproses, menggali potensi diri, mengasih wawasan, kemampuan, aktif berorganisasi dan berani bermimpi untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Nunung Kurniasih, Kepala Sekolah dan Adzkia Putrika Sari Supriadi, Presiden BEST periode 2017/2018 tengah menyampaikan materi LDKB (Latihan Dasar Kepemimpinan BEST)  di Family Camp Kiara Payung, Jatinangor, Sumedang, Jumat (23/1/2026). (Sumber: Dokumentasi Sekolah)
Nunung Kurniasih, Kepala Sekolah dan Adzkia Putrika Sari Supriadi, Presiden BEST periode 2017/2018 tengah menyampaikan materi LDKB (Latihan Dasar Kepemimpinan BEST) di Family Camp Kiara Payung, Jatinangor, Sumedang, Jumat (23/1/2026). (Sumber: Dokumentasi Sekolah)

Anak-anak beristirahat pukul 22.00 WIB. Pada pukul 03.00 dini hari, mereka bangun untuk salat tahajud berjamaah. Aa sudah terbangun sejak pukul 02.00. Setelah salat Subuh, kegiatan dilanjutkan dengan memasak nasi liwet bersama. Mulai dari mencuci beras, hingga menyiapkan hidangan, semua dilakukan secara gotong royong.

Aa bertugas membagikan makanan, memastikan setiap orang mendapatkan satu porsi nasi liwet lengkap dengan tahu dan tempe.

Sebelum kepulangan, dilaksanakan upacara penutupan pada Sabtu (24/1/2026) yang ditandai dengan serah terima jabatan Presiden dan Wakil Presiden BEST dari kepengurusan lama, Aidan dan Azalea, kepada kepengurusan baru, Kai dan Ghiea. Prosesi ini dilakukan dengan pemakaian rompi BEST dan simbolisasi kebersamaan melalui pelukan antara Presiden dengan Presiden dan Wakil dengan Wakil.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, rombongan kembali ke sekolah sekitar pukul 08.00 WIB dengan hati yang penuh cerita, pengalaman, dan pembelajaran berharga mengenai kepemimpinan, kebersamaan, serta tanggung jawab.

Keikutsertaan Aa Akil dalam Latihan Dasar Kepemimpinan BEST (LDKB) di alam terbuka. Ternyata bukan hanya menyuguhkan keindahan alam, justru menghadirkan ruang belajar yang kaya makna tentang kehidupan, kebersamaan, dan kepemimpinan.

Sejumlah siswa SD Cirendeu saat bermain permainan tradisional, seperti egrang, bakiak batok, bedil jepret dan perepet jengkol, dalam rangkaian acara Festival Cirendeu 2024 di halaman sekolah SD Cirendeu, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Sabtu 7 Desember 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejumlah siswa SD Cirendeu saat bermain permainan tradisional, seperti egrang, bakiak batok, bedil jepret dan perepet jengkol, dalam rangkaian acara Festival Cirendeu 2024 di halaman sekolah SD Cirendeu, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Sabtu 7 Desember 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Sebagai orang tua, terutama seorang istri melepas anak mengikuti kegiatan di luar sekolah selalu menghadirkan perasaan yang campur aduk. Ada khawatir, harap, dan doa yang tak henti dipanjatkan. Namun di balik semua itu, tumbuh satu keyakinan tentang proses bertumbuh tidak selalu terjadi di ruang kelas. Melainkan hadir di alam terbuka, di antara tawa teman-teman, tantangan, rintangan, termasuk pengalaman yang perlahan membentuk karakter dan kepribadian.

Suasana malam itu terasa lebih dingin dari biasanya. Rintik hujan yang turun sejak sore menambah kegelisahan di hati. Muncul berbagai pertanyaan: apakah Aa bisa mengikuti kegiatan LDKB dengan baik? Bagaimana tidur dan makan? Maklum, ini adalah kali pertama dilepas mengikuti pelatihan dan berkemah tanpa orang tua. Belajar mandiri dan membangun kebersamaan bersama teman-temannya di alam bebas.

Dengan harapan setelah mendapatkan materi dari para narasumber, anak-anak belajar ihwal kepemimpinan bukan tentang jabatan, melainkan tentang nilai, keteladanan, dan kebermanfaatan.

LDKB menjadi ikhtiar sekolah dalam menanamkan benih kepemimpinan sejak dini. Program ini merupakan tahap awal pembinaan karakter, tempat anak-anak belajar disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian, berlandaskan nilai-nilai keislaman yang kokoh.

Hujan deras tak menyulutkan semangat Aa Akil bersama teman-temannya asyik mengikuti lomba with game dari pos 3 ke terakhir, Jumat (23/1/2026). (Sumber: Dokumentasi Sekolah)
Hujan deras tak menyulutkan semangat Aa Akil bersama teman-temannya asyik mengikuti lomba with game dari pos 3 ke terakhir, Jumat (23/1/2026). (Sumber: Dokumentasi Sekolah)

Mendengar cerita perjalanan yang berangkat dengan angkot, saling bercanda, menikmati pemandangan, lalu beradaptasi dengan suasana tenda dan kegiatan kelompok. Suasana hati terasa hangat. Aktivitas sederhana seperti menyimpan tas sendiri, mengikuti permainan tim, berganti pakaian, hingga shalat berjamaah. Semuanya adalah latihan kecil menuju kemandirian yang lebih besar.

Malam hari menjadi salah satu momen paling bermakna. Setelah Magrib, anak-anak diberi amanah peran dalam struktur kementerian. Aa Akil mendapat tugas sebagai anggota Menteri Olahraga dan Kesenian. Sempat berharap berada di bidang keagamaan, dengan niat agar sekolah menjadi lebih damai dan terhindar dari perundungan. Mendengar alasan itu, hati ini bergetar. Di usia yang masih sangat belia, ternyata telah menunjukkan kepekaan sosial dan kepedulian terhadap lingkungannya.

Bagiku niat baik seorang anak jauh lebih penting daripada posisi apa pun yang diperoleh dan ditempatkan.

Pesan para narasumber menjadi penguat. Anak-anak BEST diajak untuk taat kepada Allah, patuh pada aturan, kuat secara mental dan fisik, hadir sebagai pribadi yang membawa manfaat bagi banyak orang. Nilai-nilai ini akan tumbuh seiring waktu, dan menjadi bekal hidup yang tak ternilai.

Family Camp di Kiarapayung Green Prak. Yuk wargi Bandung, wargi Sumedang nyobain sensasi ngecamp bareng keluarga di sini cocok banget buat acara keluarga😊 (Sumber: Instagram @kiarapayung_green_prak | Foto: Istimewa)
Family Camp di Kiarapayung Green Prak. Yuk wargi Bandung, wargi Sumedang nyobain sensasi ngecamp bareng keluarga di sini cocok banget buat acara keluarga😊 (Sumber: Instagram @kiarapayung_green_prak | Foto: Istimewa)

Camping Sekolah, Pengalaman Seru dan Edukatif bagi Siswa

Camping sekolah merupakan aktivitas edukatif yang sangat dinantikan oleh para siswa. Pasalnya, kegiatan ini bukan sekadar rekreasi, tetapi menjadi sarana pembelajaran di luar kelas yang menyenangkan. Melalui camping sekolah, siswa belajar kebersamaan, kemandirian, dan tanggung jawab dalam suasana alam terbuka.

Dengan mengikuti camping sekolah dapat memberikan banyak manfaat positif bagi perkembangan siswa, di antaranya:

1. Mengembangkan Keterampilan Sosial

Siswa belajar berinteraksi, bekerja sama, dan berkomunikasi dengan teman-teman dalam berbagai aktivitas kelompok. Situasi ini membantu menumbuhkan rasa kebersamaan, kepemimpinan, dan kerja tim.

2. Menumbuhkan Kemandirian dan Tanggung Jawab

Selama camping, siswa dilatih untuk mengurus kebutuhan pribadi dan menjalankan tugas yang diberikan, seperti mendirikan tenda, menjaga kebersihan, dan menyiapkan perlengkapan. Ini membentuk sikap mandiri dan bertanggung jawab.

3. Mempererat Persahabatan

Aktivitas yang dilakukan bersama, seperti permainan kelompok dan kegiatan malam hari, menciptakan ikatan emosional yang kuat antar siswa sehingga hubungan pertemanan menjadi lebih erat.

4. Meningkatkan Kepedulian terhadap Lingkungan

Kegiatan di alam terbuka mengajarkan siswa untuk mengenal, menghargai, dan menjaga lingkungan sekitar. Pengalaman langsung ini menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian alam.

5. Melatih Keterampilan Bertahan Hidup

Siswa diperkenalkan dengan keterampilan dasar seperti mendirikan tenda, membuat api unggun, dan menghadapi tantangan alam. Keterampilan ini melatih ketangguhan dan keberanian dalam menghadapi masalah.

Aa Akil sedang menyampaikan program, rancangan lomba dan yel-yel dari Menteri Olahraga dan Kesenian (Orkes) saat
mengikuti LDKB (Latihan Dasar Kepemimpinan BEST)  di Family Camp Kiara Payung, Jatinangor, Sumedang, Jumat (23/1/2026). (Sumber: Dokumentasi Sekolah)
Aa Akil sedang menyampaikan program, rancangan lomba dan yel-yel dari Menteri Olahraga dan Kesenian (Orkes) saat mengikuti LDKB (Latihan Dasar Kepemimpinan BEST) di Family Camp Kiara Payung, Jatinangor, Sumedang, Jumat (23/1/2026). (Sumber: Dokumentasi Sekolah)

Berbagai aktivitas menarik menjadi bagian dari camping sekolah, antara lain:

1. Trekking dan Orientasi Medan

Siswa diajak menjelajahi alam sambil belajar membaca peta dan menggunakan kompas.

2. Games Kelompok

Permainan yang dirancang untuk melatih kerja sama, kepemimpinan, dan kemampuan memecahkan masalah.

3. Api Unggun dan Cerita Malam

Kegiatan kebersamaan yang diisi dengan bernyanyi, berbagi cerita, dan refleksi bersama.

4. Workshop dan Pelatihan

Pelatihan singkat seperti keterampilan bertahan hidup, pengenalan tanaman, dan tali-temali yang menambah wawasan siswa.

Camping sekolah menjadi pengalaman berharga yang memberikan dampak positif jangka panjang. Tentunya dengan menambah pengetahuan, keterampilan, dan menciptakan kenangan indah yang tak terlupakan bagi siswa. (www.citraalam.id)

Siswa mengikuti kegiatan permainan tradisional di SDN 164 Karangpawulang, Jalan Karawitan, Kota Bandung, Kamis 5 Desember 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Siswa mengikuti kegiatan permainan tradisional di SDN 164 Karangpawulang, Jalan Karawitan, Kota Bandung, Kamis 5 Desember 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Saat Aa bersama teman-temannya kembali ke sekolah dengan selamat, yang pulang bukan sekadar fisik anak-anak yang lelah, melainkan jiwa dan semangat yang membawa segudang cerita, keberanian, dan pelajaran hidup. Sebagai orang tua, kita diingatkan soal tugas bukan membesarkan anak yang selalu berada dalam kenyamanan, agar anak yang siap belajar, bertumbuh, dan memimpin yang dimulai dari dirinya sendiri, kelas, sekolah.

Selama mengikuti rangkaian kegiatan, kita dituntut untuk mempelajari pentingnya kerja sama, komunikasi yang baik, sikap saling menghargai antar sesama peserta. Kebersamaan yang terjalin selama acara berlangsung di Kiara Payung menumbuhkan rasa ukhuwah Islamiyah, melatih untuk bersikap sabar, rendah hati, dan siap melayani orang lain. Dengan memahami semua ini ihwal kepemimpinan sejati bukanlah tentang kekuasaan, melainkan tentang memberi teladan dan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Baca Juga: Interior Bus Listrik Metro sebagai Pengalaman Ruang Bergerak di Kota Bandung

Dengan adanya LDKB ini, kita berharap nilai-nilai kepemimpinan Islami yang telah diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Mudah-mudahan pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi kita untuk terus menggali potensi diri, memperbaiki diri, meraih prestasi dengan berusaha menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, berakhlakul karimah, dan senantiasa diridhai oleh Allah SWT. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Sep 2026, 20:26

Warisan Gunung Sunda Purba, dari Purwakarta, Subang, sampai Bandung Barat

Menjelajah warisan Gunung Sunda Purba melalui kemegahan Gunung Burangrang. Sisi Utara membentang di Purwakarta dan Subang, sementara sisi Selatan megah berdiri di Bandung Barat.

Keadaan ronabumi seperti inilah yang dilihat oleh masyarakat, bukan Gunung Sunda yang menjulang  tinggi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 18:26

Transformasi Perpustakaan Meningkatkan Kunjungan Masyarakat

Setiap perpustakaan memang mengidentifikasi problematika yang sama, salah satunya berkaitan dengan kunjungan masyarakat yang minim.

Ilustrasi perpustakaan. (Sumber: Pexels | Foto: Tima Miroshnichenko)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 18:00

ASN Gen Z dan Tantangan Mengubah Kepastian Menjadi Kinerja

Artikel ini mengkaji persepsi ASN Gen Z terhadap kecocokan karier, kompetensi, dan kebutuhan pengembangan dalam birokrasi.

Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 17:01

Polemik Desil dalam Indikator Kesejahteraan Ekonomi

Apakah desil bisa dijadikan indikator dalam menentukan strata kesejahteraan masyarakat kini? Desil hanya sebuah istilah dalam algoritma statistik. Jangan memaksa manusia menjadi angka dalam database.

Bantuan pangan cadangan beras pemerintah alokasi Juni dan Juli wilayah Kota Bandung di Kantor Kelurahan Cihapit, Jalan Sabang, Kota Bandung, Jumat 18 Juli 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 16:37

Remy Sylado: Jejak Sang Maestro di Bandung

Jejak Remy Sylado di Bandung kembali ditelusuri melalui buku, arsip, dan kesaksian orang-orang terdekat yang menghidupkan kembali sosok maestro multidisipliner tersebut.

Silaturahmi menyambut terbitnya buku Remy Sylado dan Dua Brouwer yang dihadiri budayawan, pegiat seni, serta sahabat dekat Remy Sylado, di Perpustakaan Ajip Rosidi, Jalan Garut No. 2, Kota Bandung. (Sumber: Agus Wahyudi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 15:11

KDM, Jawa Barat, dan Temtasi 2029

KDM membutuhkan policy dashboard, bukan sekadar social-media dashboard.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sebuah acara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 10 Sep 2026, 10:57

Kampung Sate, Ketika Bambu Bisa Diubah Menjadi Rupiah Oleh Warga Satu Kampung

Kampung Randukurung Kutawaringin dikenal sebagai sentra tusuk sate. Warga mengolah bambu secara tradisional menjadi sumber penghasilan.

Di Kampung Randukurung, bambu gombong diolah menjadi ribuan tusuk sate dengan tangan dan peralatan tradisional. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 10:44

Stok Masker mulai Langka dan Harganya Melambung Kembali

Permintaan pasar yang tinggi seringkali membuat harga pun ikut naik begitu juga dengan kondisi yang terjadi pada masker.

Maskter kesehatan. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 08:58

Strategi Kuliah Luar Negeri Tembus Ivy League dan Program Pre-College

Sejak didirikan pada tahun 2003, Euro Management Indonesia mengembangkan pola pendampingan studi ke luar negeri secara terpadu dan terintegrasi.

Suasana belajar di Euro Management Indonesia, Menteng Jakarta. (Foto: Humas Euro MI)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 21:13

Rekam Jejak Euro Management Indonesia Siapkan SDM Indonesia Go Global

Program Academic Writing diarahkan untuk memperkuat kemampuan pegawai dalam menyusun tulisan akademik secara sistematis dan sesuai dengan standar internasional.

Keberangkatan siswa Euro Management Indonesia kuliah di  Jerman (Foto: Humas Euro Manajemen Indonesia)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 19:25

Art Zine SMPN 1 Kasokandel

Setiap karya harus diapresiasi karena kita percaya bahwa setiap anak memiliki kodratnya yang unik

 (Foto: Penulis)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 13:27

Sekolah, Gerbang Perlindungan Anak di Ruang Digital

Perlindungan anak di ruang digital tidak cukup berhenti pada literasi digital. Sekolah harus memiliki kapasitas dan mekanisme nyata untuk mendeteksi, merespons, dan merujuk.

Ancaman terhadap anak di ruang digital terus berkembang. Karena itu, sekolah harus memiliki sistem untuk mendeteksi, merespons, dan menangani risiko keamanan digital. (Sumber: unsplash.com | Foto: Javas rabni)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 11:00

Siapa yang ‘Membunuh’ Radio Bandung?

Angkasa Bandung makin tiiseun. Perlahan, satu demi satu, stasiun radio mulai pamit dari udara Bandung.

Taman Radio mengukuhkan Bandung sebagai Kota Radio. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rahmat Herman Simabur)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 08:22

Belajar dari Viralitas Produk: Memotret Pentingnya Pelayanan bagi Konsumen

Terdapat beberapa peristiwa yang mengusik perhatian masyarakat, viralnya antara konsumen dan produk tertentu, maraknya kejadian viral ini mesti jadi perhatian bersama.

Pedagang melayani pembeli yang mencari buku pelajaran di Pasar Buku Palasari, Jalan Palasari, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 20:59

Eksplorasi Bandrek: Simbol Kehangatan dan Diplomasi Rempah Tatar Sunda

Dalam khazanah kuliner Nusantara, bandrek bukan sekadar minuman penghangat raga, melainkan manifestasi filosofis dari nilai kanyaah.

Bandrek, minuman penghangat tubuh khas Tatar Sunda yang cocok diseruput di tengah sejuknya dataran tinggi Priangan. (Sumber: IG: daoendjati.smg)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 17:52

Hari Aksara Internasional dan Darurat Membaca Indonesia

Hari Aksara Internasional seyogianya bukan hanya sekadar slogan tentang huruf tapi juga manusia.

Ilustrasi huruf. (Sumber: Pexels/Brett Jordan)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 13:11

Jangan Bangun Teras Cihampelas untuk Instagram

Yang perlu dibangun pemerintah di Cihampelas bukan latar belakang foto, melainkan alasan-alasan bagi orang-orang untuk datang, tinggal, dan kembali.

Teras Cihampelas (Sumber: ayobandung.com | Foto: Dok. Pemkot Bandung via ayobandung.com)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 11:25

Abu Vulkanik, Polusi Udara dan Potensi Bandung sebagai Produsen Full Face Respirator

Perlu mitigasi agar tidak terjebak dalam situasi buruk terkait kesehatan mata dan organ

Ilustrasi APD antidebu sekaligus masker dalam satu kesatuan sistem yang disebut Full Face Respirator. (Sumber: dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 10:55

Abu Vulkanik, Masker, dan MBG

Bila masker mengajarkan kewaspadaan. Sekolah belajar arti pentingnya adaptasi. MBG menegaskan pemenuhan gizi anak harus tetap berjalan dan abu vulkanik mengingatkan kita segala kebijakan yang baik

Sejumlah siswa mengenakan masker saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 132 Cihaurgeulis, Jalan Surapati, Kota Bandung, Senin 7 September 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 18:21

Markas Divisi Siliwangi di Purwakarta

Menelusuri jejak perjuangan militer di Purwakarta melalui sejarah Markas Divisi Siliwangi. Temukan kisah heroik, arsitektur bersejarah, dan peran pentingnya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Komandan Divisi Siliwangi Abdul Haris Nasution dalam parade TNI di Purwakarta, 17 Januari 1947. (Sumber: Perpustakaan Nasional)