Gali Potensi, Raih Prestasi

Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan Minggu 25 Jan 2026, 13:38 WIB
Sejumlah siswa SD Cirendeu saat bermain permainan tradisional. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Sejumlah siswa SD Cirendeu saat bermain permainan tradisional. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Selama dua hari satu malam, Jumat–Sabtu (23–24 Januari 2026), anak kedua, Aa Akil, bersama kurang lebih 50 siswa kelas 4, 5, dan 6 yang didampingi 13 guru, mengikuti LDKB (Latihan Dasar Kepemimpinan BEST). Kegiatan ini berlangsung di Family Camp Kiara Payung, Jatinangor, Sumedang, dengan suasana alam yang sangat mendukung proses pembelajaran, kebersamaan, dan refleksi diri.

LDKB bertajuk “To Be The Best Leader” ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidang kepemimpinan dan pendidikan, yaitu Dr. Nunung Kurniasih, M.Pd, Kepala Sekolah; Adzkia Putrika Sari Supriadi, Presiden BEST periode 2017/2018, Ketua Umum OSHK (Organisasi Santri Husnul Khotimah) MTs periode 2020/2021, MA periode 2023/2024, Bendahara Umum Forum OSIS Kuningan (2024/2025), dan Protokoler Muda mahasiswa Universitas Padjadjaran (2025-sekarang)

Lapang panca waluya dengan view gunung manglayang dan gunung geulis foto (Sumber: Instagram @buper_kiarapayung | Foto: Istimewa)
Lapang panca waluya dengan view gunung manglayang dan gunung geulis foto (Sumber: Instagram @buper_kiarapayung | Foto: Istimewa)

Memupuk Jiwa Kepemimpinan Ala BEST

Tahun sebelumnya, LDKB dilaksanakan pada 17-18 Januari 2025 menampilkan Rameyza Athira Syafiqa, Putri Pendidikan Indonesia; Fajri Fathurrahman Herdes, Motivator Cilik sebagai pembicara.

LDKB merupakan salah satu program unggulan SD Islam Al Amanah Bandung. Ini menjadi tahapan awal pembinaan kepemimpinan siswa, semacam proses pengkaderan sebelum menjadi pengurus organisasi siswa.

Badan Eksekutif Siswa Teladan (BEST) merupakan penyelenggara program keorganisasian formal dan terstruktur sebagai sarana pengembangan pola pikir dan perilaku anak. Program ini dilaksanakan oleh SD Islam Al Amanah yang beralamat di Jl. Raya Cinunuk No. 186, Cileunyi, Bandung.

BEST berdiri pada bulan Agustus 2009. Gagasan awal pembentukan BEST dicetuskan oleh Bapak Ijang Yusuf Ismail, S.Ag (alm.), yang menjabat sebagai Kepala Sekolah SD Islam Al Amanah pada periode 2008–2011, dengan pengarahan dari seorang psikolog. (Kesekretariatan BEST SDI Al Amanah dan Jurnal Manajemen Komunikasi, Volume 1, No. 2, April 2017: 220)

BEST semacam orang kesiswaan seperti OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) kalau di tingkat SMP, SMA. Peserta yang mengikuti LDKB telah melalui serangkaian seleksi, aturan, dan ketentuan yang berlaku. Tujuan utamanya membekali peserta didik dengan pengetahuan, pengalaman dasar kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Program LDKB ini dirancang untuk membentuk karakter siswa yang bertanggung jawab, percaya diri, disiplin, dan diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Sopir angkot trayek Cicaheum-Ciroyom saat menunggu kedatangan penumpang. (Sumber: AyoBandung | Foto: Kavin Faza)
Sopir angkot trayek Cicaheum-Ciroyom saat menunggu kedatangan penumpang. (Sumber: AyoBandung | Foto: Kavin Faza)

Rombongan berangkat pada hari Jumat pukul 13.00 WIB menggunakan tujuh angkot. Sepanjang perjalanan, suasana terasa seru: anak-anak mengobrol, tertawa, dan menikmati pemandangan.

Setibanya di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB, mereka berteduh di Aula, menyimpan tas di tenda (setiap tenda diisi delapan orang), menikmati camilan, lalu mengikuti berbagai permainan kelompok yang melatih kerja sama dan ketangkasan.

Setelah berganti pakaian dan melaksanakan salat Ashar, kegiatan dilanjutkan dengan camilan sore, jajan ringan, yel-yel dan tepuk khas SDI Al Amanah yang dipandu Pak Dadan. Aa satu tenda dengan Fatir, Arfa, Assaidi, Ken Bima, Attalah, Mikala, dan Kaizen. Sambil menunggu waktu Magrib, mereka murojaah bersama, lalu melaksanakan salat berjamaah.

Usai salat, guru membagi peran kepengurusan dengan sistem kementerian. Aa Akil terpilih menjadi anggota Menteri Olahraga dan Kesenian (Orkes). Meski sempat berharap menjadi Menteri Keagamaan agar sekolah semakin damai dan terlindung dari bullying, bocah kelas lima ini tetap menjalani peran yang diamanahkan dengan penuh tanggung jawab.

Malam hari diisi dengan pemaparan dari para narasumber. Nunung Kurniasih memberikan motivasi dan wawasan tentang kepemimpinan berkarakter, percaya diri, termasuk pentingnya peran generasi muda (Islam) dalam dunia pendidikan. Pesannya buat anak-anak BEST harus taat kepada Allah, patuh pada aturan, memiliki mental dan fisik yang kuat, serta mampu memberi manfaat bagi sesama baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Adzkia Putrika Sari membagikan kisah dan perjalanan inspiratifnya sebagai anak BEST, hingga menjadi bagian dari protokoler Universitas Padjadjaran, dengan memotivasi para peserta untuk terus berproses, menggali potensi diri, mengasih wawasan, kemampuan, aktif berorganisasi dan berani bermimpi untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Nunung Kurniasih, Kepala Sekolah dan Adzkia Putrika Sari Supriadi, Presiden BEST periode 2017/2018 tengah menyampaikan materi LDKB (Latihan Dasar Kepemimpinan BEST)  di Family Camp Kiara Payung, Jatinangor, Sumedang, Jumat (23/1/2026). (Sumber: Dokumentasi Sekolah)
Nunung Kurniasih, Kepala Sekolah dan Adzkia Putrika Sari Supriadi, Presiden BEST periode 2017/2018 tengah menyampaikan materi LDKB (Latihan Dasar Kepemimpinan BEST) di Family Camp Kiara Payung, Jatinangor, Sumedang, Jumat (23/1/2026). (Sumber: Dokumentasi Sekolah)

Anak-anak beristirahat pukul 22.00 WIB. Pada pukul 03.00 dini hari, mereka bangun untuk salat tahajud berjamaah. Aa sudah terbangun sejak pukul 02.00. Setelah salat Subuh, kegiatan dilanjutkan dengan memasak nasi liwet bersama. Mulai dari mencuci beras, hingga menyiapkan hidangan, semua dilakukan secara gotong royong.

Aa bertugas membagikan makanan, memastikan setiap orang mendapatkan satu porsi nasi liwet lengkap dengan tahu dan tempe.

Sebelum kepulangan, dilaksanakan upacara penutupan pada Sabtu (24/1/2026) yang ditandai dengan serah terima jabatan Presiden dan Wakil Presiden BEST dari kepengurusan lama, Aidan dan Azalea, kepada kepengurusan baru, Kai dan Ghiea. Prosesi ini dilakukan dengan pemakaian rompi BEST dan simbolisasi kebersamaan melalui pelukan antara Presiden dengan Presiden dan Wakil dengan Wakil.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, rombongan kembali ke sekolah sekitar pukul 08.00 WIB dengan hati yang penuh cerita, pengalaman, dan pembelajaran berharga mengenai kepemimpinan, kebersamaan, serta tanggung jawab.

Keikutsertaan Aa Akil dalam Latihan Dasar Kepemimpinan BEST (LDKB) di alam terbuka. Ternyata bukan hanya menyuguhkan keindahan alam, justru menghadirkan ruang belajar yang kaya makna tentang kehidupan, kebersamaan, dan kepemimpinan.

Sejumlah siswa SD Cirendeu saat bermain permainan tradisional, seperti egrang, bakiak batok, bedil jepret dan perepet jengkol, dalam rangkaian acara Festival Cirendeu 2024 di halaman sekolah SD Cirendeu, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Sabtu 7 Desember 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejumlah siswa SD Cirendeu saat bermain permainan tradisional, seperti egrang, bakiak batok, bedil jepret dan perepet jengkol, dalam rangkaian acara Festival Cirendeu 2024 di halaman sekolah SD Cirendeu, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Sabtu 7 Desember 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Sebagai orang tua, terutama seorang istri melepas anak mengikuti kegiatan di luar sekolah selalu menghadirkan perasaan yang campur aduk. Ada khawatir, harap, dan doa yang tak henti dipanjatkan. Namun di balik semua itu, tumbuh satu keyakinan tentang proses bertumbuh tidak selalu terjadi di ruang kelas. Melainkan hadir di alam terbuka, di antara tawa teman-teman, tantangan, rintangan, termasuk pengalaman yang perlahan membentuk karakter dan kepribadian.

Suasana malam itu terasa lebih dingin dari biasanya. Rintik hujan yang turun sejak sore menambah kegelisahan di hati. Muncul berbagai pertanyaan: apakah Aa bisa mengikuti kegiatan LDKB dengan baik? Bagaimana tidur dan makan? Maklum, ini adalah kali pertama dilepas mengikuti pelatihan dan berkemah tanpa orang tua. Belajar mandiri dan membangun kebersamaan bersama teman-temannya di alam bebas.

Dengan harapan setelah mendapatkan materi dari para narasumber, anak-anak belajar ihwal kepemimpinan bukan tentang jabatan, melainkan tentang nilai, keteladanan, dan kebermanfaatan.

LDKB menjadi ikhtiar sekolah dalam menanamkan benih kepemimpinan sejak dini. Program ini merupakan tahap awal pembinaan karakter, tempat anak-anak belajar disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian, berlandaskan nilai-nilai keislaman yang kokoh.

Hujan deras tak menyulutkan semangat Aa Akil bersama teman-temannya asyik mengikuti lomba with game dari pos 3 ke terakhir, Jumat (23/1/2026). (Sumber: Dokumentasi Sekolah)
Hujan deras tak menyulutkan semangat Aa Akil bersama teman-temannya asyik mengikuti lomba with game dari pos 3 ke terakhir, Jumat (23/1/2026). (Sumber: Dokumentasi Sekolah)

Mendengar cerita perjalanan yang berangkat dengan angkot, saling bercanda, menikmati pemandangan, lalu beradaptasi dengan suasana tenda dan kegiatan kelompok. Suasana hati terasa hangat. Aktivitas sederhana seperti menyimpan tas sendiri, mengikuti permainan tim, berganti pakaian, hingga shalat berjamaah. Semuanya adalah latihan kecil menuju kemandirian yang lebih besar.

Malam hari menjadi salah satu momen paling bermakna. Setelah Magrib, anak-anak diberi amanah peran dalam struktur kementerian. Aa Akil mendapat tugas sebagai anggota Menteri Olahraga dan Kesenian. Sempat berharap berada di bidang keagamaan, dengan niat agar sekolah menjadi lebih damai dan terhindar dari perundungan. Mendengar alasan itu, hati ini bergetar. Di usia yang masih sangat belia, ternyata telah menunjukkan kepekaan sosial dan kepedulian terhadap lingkungannya.

Bagiku niat baik seorang anak jauh lebih penting daripada posisi apa pun yang diperoleh dan ditempatkan.

Pesan para narasumber menjadi penguat. Anak-anak BEST diajak untuk taat kepada Allah, patuh pada aturan, kuat secara mental dan fisik, hadir sebagai pribadi yang membawa manfaat bagi banyak orang. Nilai-nilai ini akan tumbuh seiring waktu, dan menjadi bekal hidup yang tak ternilai.

Family Camp di Kiarapayung Green Prak. Yuk wargi Bandung, wargi Sumedang nyobain sensasi ngecamp bareng keluarga di sini cocok banget buat acara keluarga😊 (Sumber: Instagram @kiarapayung_green_prak | Foto: Istimewa)
Family Camp di Kiarapayung Green Prak. Yuk wargi Bandung, wargi Sumedang nyobain sensasi ngecamp bareng keluarga di sini cocok banget buat acara keluarga😊 (Sumber: Instagram @kiarapayung_green_prak | Foto: Istimewa)

Camping Sekolah, Pengalaman Seru dan Edukatif bagi Siswa

Camping sekolah merupakan aktivitas edukatif yang sangat dinantikan oleh para siswa. Pasalnya, kegiatan ini bukan sekadar rekreasi, tetapi menjadi sarana pembelajaran di luar kelas yang menyenangkan. Melalui camping sekolah, siswa belajar kebersamaan, kemandirian, dan tanggung jawab dalam suasana alam terbuka.

Dengan mengikuti camping sekolah dapat memberikan banyak manfaat positif bagi perkembangan siswa, di antaranya:

1. Mengembangkan Keterampilan Sosial

Siswa belajar berinteraksi, bekerja sama, dan berkomunikasi dengan teman-teman dalam berbagai aktivitas kelompok. Situasi ini membantu menumbuhkan rasa kebersamaan, kepemimpinan, dan kerja tim.

2. Menumbuhkan Kemandirian dan Tanggung Jawab

Selama camping, siswa dilatih untuk mengurus kebutuhan pribadi dan menjalankan tugas yang diberikan, seperti mendirikan tenda, menjaga kebersihan, dan menyiapkan perlengkapan. Ini membentuk sikap mandiri dan bertanggung jawab.

3. Mempererat Persahabatan

Aktivitas yang dilakukan bersama, seperti permainan kelompok dan kegiatan malam hari, menciptakan ikatan emosional yang kuat antar siswa sehingga hubungan pertemanan menjadi lebih erat.

4. Meningkatkan Kepedulian terhadap Lingkungan

Kegiatan di alam terbuka mengajarkan siswa untuk mengenal, menghargai, dan menjaga lingkungan sekitar. Pengalaman langsung ini menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian alam.

5. Melatih Keterampilan Bertahan Hidup

Siswa diperkenalkan dengan keterampilan dasar seperti mendirikan tenda, membuat api unggun, dan menghadapi tantangan alam. Keterampilan ini melatih ketangguhan dan keberanian dalam menghadapi masalah.

Aa Akil sedang menyampaikan program, rancangan lomba dan yel-yel dari Menteri Olahraga dan Kesenian (Orkes) saat
mengikuti LDKB (Latihan Dasar Kepemimpinan BEST)  di Family Camp Kiara Payung, Jatinangor, Sumedang, Jumat (23/1/2026). (Sumber: Dokumentasi Sekolah)
Aa Akil sedang menyampaikan program, rancangan lomba dan yel-yel dari Menteri Olahraga dan Kesenian (Orkes) saat mengikuti LDKB (Latihan Dasar Kepemimpinan BEST) di Family Camp Kiara Payung, Jatinangor, Sumedang, Jumat (23/1/2026). (Sumber: Dokumentasi Sekolah)

Berbagai aktivitas menarik menjadi bagian dari camping sekolah, antara lain:

1. Trekking dan Orientasi Medan

Siswa diajak menjelajahi alam sambil belajar membaca peta dan menggunakan kompas.

2. Games Kelompok

Permainan yang dirancang untuk melatih kerja sama, kepemimpinan, dan kemampuan memecahkan masalah.

3. Api Unggun dan Cerita Malam

Kegiatan kebersamaan yang diisi dengan bernyanyi, berbagi cerita, dan refleksi bersama.

4. Workshop dan Pelatihan

Pelatihan singkat seperti keterampilan bertahan hidup, pengenalan tanaman, dan tali-temali yang menambah wawasan siswa.

Camping sekolah menjadi pengalaman berharga yang memberikan dampak positif jangka panjang. Tentunya dengan menambah pengetahuan, keterampilan, dan menciptakan kenangan indah yang tak terlupakan bagi siswa. (www.citraalam.id)

Siswa mengikuti kegiatan permainan tradisional di SDN 164 Karangpawulang, Jalan Karawitan, Kota Bandung, Kamis 5 Desember 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Siswa mengikuti kegiatan permainan tradisional di SDN 164 Karangpawulang, Jalan Karawitan, Kota Bandung, Kamis 5 Desember 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Saat Aa bersama teman-temannya kembali ke sekolah dengan selamat, yang pulang bukan sekadar fisik anak-anak yang lelah, melainkan jiwa dan semangat yang membawa segudang cerita, keberanian, dan pelajaran hidup. Sebagai orang tua, kita diingatkan soal tugas bukan membesarkan anak yang selalu berada dalam kenyamanan, agar anak yang siap belajar, bertumbuh, dan memimpin yang dimulai dari dirinya sendiri, kelas, sekolah.

Selama mengikuti rangkaian kegiatan, kita dituntut untuk mempelajari pentingnya kerja sama, komunikasi yang baik, sikap saling menghargai antar sesama peserta. Kebersamaan yang terjalin selama acara berlangsung di Kiara Payung menumbuhkan rasa ukhuwah Islamiyah, melatih untuk bersikap sabar, rendah hati, dan siap melayani orang lain. Dengan memahami semua ini ihwal kepemimpinan sejati bukanlah tentang kekuasaan, melainkan tentang memberi teladan dan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Baca Juga: Interior Bus Listrik Metro sebagai Pengalaman Ruang Bergerak di Kota Bandung

Dengan adanya LDKB ini, kita berharap nilai-nilai kepemimpinan Islami yang telah diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Mudah-mudahan pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi kita untuk terus menggali potensi diri, memperbaiki diri, meraih prestasi dengan berusaha menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, berakhlakul karimah, dan senantiasa diridhai oleh Allah SWT. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Beranda 04 Feb 2026, 11:56 WIB

Ironi Co-firing Biomassa PLTU di Jawa Barat, Klaim Transisi Energi dan Dampaknya bagi Warga

Skema yang diklaim lebih ramah lingkungan ini dinilai belum sepenuhnya menjawab persoalan mendasar, terutama dampak lingkungan dan kesehatan warga yang hidup berdampingan dengan PLTU.
Ilustrasi PLTU. (Sumber: Bruno Miguel / Unsplash)
Beranda 04 Feb 2026, 09:42 WIB

Jika Kebun Binatang Bandung Hilang, Apa yang Tersisa dari Kota Ini?

Tempat ini merupakan rangkaian panjang sejarah dan ungkapan cinta warga kota yang telah terbangun sejak satu abad lalu.
Pegunjung memanfaatkan Kawasan Kebun Binatang Bandung yang rindang dan sejuk untuk berkumpul dan makan bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 09:39 WIB

Aan Merdeka Permana Penulis Spesialis Tema Padjadjaran

Yayasan Kebudayaan Rancagé menetapkan sastrawan Sunda senior Aan Merdeka Permana sebagai peraih Hadiah Jasa 2026.
Buku-buku karya Aan Merdeka Permana. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 08:04 WIB

Ngabuburit dari Masa ke Masa

Ngabuburit di kota Bandung mengalami pergeseran nilai dan aktifitas serta cara melakukannya.
Masjid Al-Jabar di Kota Bandung. (Sumber: Pexels/Andry Sasongko)
Bandung 03 Feb 2026, 21:16 WIB

Misi Kemanusiaan dan Esensi CSR Berkelanjutan dalam Memulihkan Luka Bencana Cisarua

CSR berkelanjutan bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang hadir dan tetap ada hingga masyarakat benar-benar mampu berdiri kembali di atas kaki sendiri.
Dalam skenario bencana sebesar Cisarua, kecepatan respons adalah kunci utama untuk menyelamatkan nyawa dan harapan. (Sumber: SANY Indonesia)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 19:40 WIB

Kisah Sentra Karangan Bunga Pasirluyu Bandung, Panen Rezeki saat Rajab dan Syaban

Jalan Pasirluyu Selatan Bandung berubah menjadi sentra karangan bunga. Bulan Rajab dan Syaban membawa lonjakan pesanan papan ucapan pernikahan dan hajatan.
Salah satu deretan toko bunga di Pasirluyu, Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 03 Feb 2026, 19:00 WIB

Info Ciumbuleuit, Homeless Media yang Hidup dari Kepercayaan Warga Sekitar

“Kalau sampai ada yang keberatan atau komplain, jujur saja bingung mau berlindung ke siapa. Kita kan nggak punya lembaga atau badan hukum,” tuturnya.
Pemilik dan pengelola akun Info Ciumbuleuit, Dio Rama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 18:19 WIB

UU ITE dan Ancaman Kebebasan Ekspresi: Menggugat Pelanggaran Asas Lex Certa

Menganalisis pelanggaran asas lex certa dalam UU ITE yang memicu chilling effect dan mengancam kebebasan berekspresi serta kualitas demokrasi di Indonesia.
Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 17:02 WIB

Lakon Kelaparan dan Kemiskinan Melalui Puasa Ramadan

Puasa itu mengajarkan menahan diri, zakat menyempurnakannya. Ia menumbuhkan kesadaran sosial dan kebahagiaan bagi sesama.
Ilustrasi puasa Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Abdullah Arif)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 16:33 WIB

Sejarah Pasteur Bandung, Jejak Peradaban Ilmu Pengetahuan di Kota Kembang

Kawasan Pasteur Bandung tumbuh dari pusat riset vaksin kolonial menjadi simpul penting ilmu kesehatan nasional yang jejaknya masih bertahan hingga kini.
Suasana di Jalan Pasteur, Kota Bandung. Salah satu titik lalu lintas yang selalu padat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 16:31 WIB

Hikayat Indische Partij, Partai Politik Pertama yang Lahir dari Bandung

Didirikan di Bandung pada 1912, Indische Partij menjadi organisasi politik pertama yang secara terbuka menuntut kemerdekaan penuh dari kekuasaan kolonial Belanda.
Logo Indische Partij.
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 15:13 WIB

Di Tengah Tekanan Zaman, Seni Menjadi Cara Bertahan

Di tengah kecemasan, kisah “Nihilist Penguin” bertemu tekanan hidup kota. Dari luka personal lahir Florist Project dan lagu “Cemas”, seni yang tak menggurui, tapi menemani manusia belajar bertahan.
Belajar dan menanamkan cinta pada anak-anak (Sumber: Arsip Penulis, Ekspedisi Nusantara Jaya 2016)
Bandung 03 Feb 2026, 12:52 WIB

Berlari Menjemput Cahaya Pendidikan: Jejak Kebaikan di Balik DH Run 2026

Di balik kemeriahan medali dan garis finis, DH Run 2026 membawa misi sosial yang menyentuh akar kehidupan.
Konferensi pers DH Run 2026 yang membawa misi sosial untuk menyentuh akar kehidupan. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 12:43 WIB

Raih Hadiah Jasa Rancage, Aan M.P. Sebut KDM Tidak Senang Bantu Sastrawan Miskin

Aan Merdeka Permana, lahir di Bandung, 16 Novémber 1950 dipandang panitia pantas menerima Hadiah Jasa.
Aan Merdeka Permana, lahir di Bandung, 16 Novémber 1950 dipandang panitia pantas menerima Hadiah Jasa. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 11:11 WIB

Tema Ayo Netizen Februari 2026: Bandung Raya dan Bulan Puasa

Tema ini menjadi ajakan terbuka bagi para penulis Ayo Netizen untuk mengirim tulisan terbaik.
Ayo Netizen Ayobandung.id mengangkat tema "Bandung Raya dan Bulan Puasa: Tradisi, Ekonomi, dan Realita Saat Ini" untuk edisi Februari 2026. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan AI ChatGPT)
Bandung 03 Feb 2026, 10:58 WIB

Dari Kaki Lima ke Ruko Lantai Tiga: Strategi Awug Cibeunying Bertahan di Tengah Zaman

Rizky turut serta menjaga kualitas dan kuantitas awug supaya tetap terjaga meski pasang-surut perubahan zaman telah dihadapi bersama keluarga besarnya selama membangun bisnis ini.
Kios Awug Cibeunying. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 09:36 WIB

Kian Banyak Tertemper Kereta Api, Perlintasan Sebidang Titik Paling Mematikan

Setelah perlintasan sebidang dibangun jalan layang atau terowongan, ternyata kebijakan daerah sangat lemah.
Perlintasan sebidang di Cimindi yang sangat rawan. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Bandung 03 Feb 2026, 09:19 WIB

Digitalisasi Jejak Karbon: Menakar Teknologi Berkelanjutan dalam Layanan Pelanggan Singapore Airlines

Penumpang dan pelanggan kargo SIA dapat menghitung dan mengimbangi emisi karbon penerbangan mereka, baik sebelum maupun setelah terbang.
Maskapai Singapore Airlines. (Sumber: Singapore Air)
Beranda 03 Feb 2026, 07:12 WIB

Di Antapani, Komunitas Temu Tumbuh Menjadi Tempat Pulang bagi Percakapan yang Jujur

Nilai-nilai dalam kacamata tuntutan masyarakat inilah yang kemudian memantik kecenderungan rasa cemas manusia di masa kini.
Komunitas Temu Tumbuh membuka ruang diskusi yang aman dan nyaman untuk saling berbagi dan bertumbuh. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 02 Feb 2026, 19:47 WIB

Susah Payah Menjaga Tertib Bahasa Dicengkram Mesin Algoritma

Standar Bahasa Indonesia perlahan tidak lagi dibentuk oleh komunitas diskusi, melainkan oleh mesin berbasis data global.
Ilustrasi bahasa mesin yang menentukan algoritma. (Sumber: Sketsa oleh ChatGPT)