Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Interior Bus Metro Jabar Trans sebagai Pengalaman Ruang Bergerak di Kota Bandung

Nefi Salsabila Hadi
Ditulis oleh Nefi Salsabila Hadi diterbitkan Minggu 25 Jan 2026, 11:05 WIB
Bus listrik metro. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Bus listrik metro. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Pada 27 April 2025 lalu, penulis mengamati sekaligus mengalami secara langsung menaiki Bus Metro Jabar Trans rute Dago-Leuwipanjang. Pengamatan ini dilakukan dari dalam bus, pada saat kondisi operasional harian dengan penumpang yang beragam, sehingga memungkinkan pengamatan dalam konteks desain interior bus tidak hanya secara visual, tetapi juga melalui pengalaman tubuh; duduk, berdiri, berpindah, serta merespons dinamika kendaraan saat berjalan.

Transportasi publik dalam konteks ini, dipahami sebagai ruang interior bergerak yang dialami secara nyata oleh pengguna/penumpang. Karena itu, desain interior bus tidak dapat dilepaskan dari aspek-aspek seperti; ergonomi, psikologi ruang, keselamatan pengguna, dll.

Gambar sebelah kiri: akses/pintu masuk-di depan. Gambar sebelah kanan: akses/pintu keluar-di belakang (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Gambar sebelah kiri: akses/pintu masuk-di depan. Gambar sebelah kanan: akses/pintu keluar-di belakang (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Dari pengalaman menaiki bus tersebut, layout atau tata letak interior terasa cukup efisien. Penempatan kursi di sisi kiri dan kanan dengan lorong tengah yang cukup lapang memudahkan sirkulasi penumpang, terutama saat bus berhenti dan terjadi pergantian penumpang. Efisiensi sirkulasi ini semakin diperkuat oleh pemisahan fungsi pintu. Pintu depan difungsikan sebagai akses masuk dan melakukan pembayaran, sementara pintu belakang difungsikan sebagai akses keluar. Skema ini terbukti efektif dalam mencegah penumpukan dan kemacetan di satu titik ketika terdapat pengunjung yang naik dan turun secara bersamaan. Sehingga alur pergerakan penumpang menjadi lebih terarah, minim konflik arah, dan lebih aman.

 (Sumber: Dokumentasi Penulis)
(Sumber: Dokumentasi Penulis)

Kursi bus yang digunakan pada Bus Metro Jabar Trans ini memiliki kontur sederhana dengan material sintetis yang terasa cukup nyaman saat diduduki selama perjalanan. Material ini juga mencerminkan pertimbangan higienitas dan kemudahan perawatan jangka panjang, hal ini merupakan faktor penting dalam fasilitas publik.

Keberadaan seatbelt atau sabuk pengaman pada kursi penumpang menjadi elemen yang menarik. Meskipun tidak selalu digunakan oleh penumpang, tapi keberadaannnya menunjukkan kesadaran desain terhadap keselamatan penumpang, terutama pada kondisi pengereman mendadak. Dalam aspek desain kendaraan umum/publik, fitur keselamatan pasif seperti ini masih jarang ditemui pada sebagian bus kota dan patut diapresiasi sebagai langkah yang preventif.

Ketika hari mulai gelap lampu LED dinyalakan (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ketika hari mulai gelap lampu LED dinyalakan (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Pencahayaan alami dan buatan di dalam bus cukup terang dan merata. Ketika hari masih terang, pencahayaan alami jelas berasal dari jendela yang ada di sekeliling bus. Kemudian pencahayaan buatan di sini menggunakan lampu LED linear di sepanjang plafon. Secara visual, pencahayaan buatan ini menghadirkan kesan modern dan bersih. Namun yang lebih penting, pencahayaan buatan tersebut berkontribusi pada rasa aman penumpang terutama ketika hari mulai gelap. Dalam konteks ini, desain pencahayaan Bus Metro Jabar Trans tidak hanya berfungsi estetis, tetapi juga sebagai elemen pendukung keamanan non-fisik.

Jarak Dekat (zoom in) (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Jarak Dekat (zoom in) (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Kemudian, penulis mengamati bahwa handle grip atau alat pegangan tangan yang menggantung ternyata dilengkapi penyangga/perekat pada rel/besinya, sehingga posisinya relatif stabil dan tidak mudah bergeser akibat guncangan. Selain itu, penggunaan warna kuning yang kontras juga memudahkan pegangan dikenali secara visual oleh pengguna. Detail kecil ini sangat penting khususnya dalam kondisi bus yang penuh, kestabilan pegangan saat berdiri berpengaruh langsung terhadap keseimbangan tubuh dan risiko jatuh.

Terkait penghawaan, Bus Metro Jabar Trans menggunakan sistem penghawaan mekanis terintegrasi yang ditempatkan pada bagian plafon. Pola ventilasi ini membuat aliran udara menyebar secara merata, sehingga kenyamanan termal tetap terjaga tanpa menimbulkan rasa pengap, bahkan saat keadaan bus cukup padat.

Berdasarkan pengalaman serta pengamatan langsung menaiki Bus Metro Jabar Trans rute Dago-Leuwipanjang pada 27 April 2025, dapat disimpulkan bahwa desain interior bus ini telah dirancang dengan pendekatan yang cukup matang, serta berhasil menggabungkan; efisiensi ruang, kenyamanan, keselamatan, dan estetika modern. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nefi Salsabila Hadi
Design - Human - Reflection - Nature

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 17:21

Menata Arah Pendidikan Tinggi Keagamaan di Era Serba Cepat

Pepen Supendi, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)