Walau Lebih Mahal, Ada Alasan Gen-Z Lebih Suka Bus AKAP Fasilitas Lengkap

Dean 'Izzan Rahmani
Ditulis oleh Dean 'Izzan Rahmani diterbitkan Senin 19 Jan 2026, 18:26 WIB
Interior dari Cititrans Super Executive Busline 28S (CTB-102) saat malam hari pada 30 Oktober 2025. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Dean 'Izzan Rahmani)

Interior dari Cititrans Super Executive Busline 28S (CTB-102) saat malam hari pada 30 Oktober 2025. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Dean 'Izzan Rahmani)

Kemunculan bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) di pertengahan tahun 2022, menjadi hal yang sangat menarik perhatian masyarakat Indonesia saat itu. Dengan harga yang setara kereta api kelas eksekutif. Mulai dari elf, medium bus, hingga big bus. Bahkan ada PO Bus di Indonesia yang memiliki puluhan sasis bus tronton yang dijadikan sebagai bus double-decker.

Salah satu PO Bus yang jarang terdengar namun langsung menawarkan standar baru bus AKAP di Indonesia (khususnya di Pulau Jawa) adalah PO Cititrans (anak perusahaan dari BlueBird Group). Cititrans hadir sebagai pilihan bus AKAP ternyaman, teraman, dan kekinian yang disukai oleh Mahasiswa. Pool Cititrans SuciBusline, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Kamis 31/10/2025.

PO Bus Cititrans Busline Menargetkan kalangan menengah ke atas. Meski begitu, fasilitas yang ditawarkan tentu terasa mewah jika dibandingkan dengan PO Bus luxury lainnya di trayek Malang ke Bandung (pulang pergi). Karena di Cititrans Busline, terdapat dua (2) kelas yang memanjakan para penumpangnya agar tetap nyaman selama perjalanan. Yaitu Suites Busline (yang biasanya hanya ada 4 seats saja dalam 1 bus), Super Executive Busline, dan yang terbaru ada Super Executive Busline 28S. Dengan harga yang lebih murah daripada kereta api kelas eksekutif, justru fasilitas yang ditawarkan lebih baik di Cititrans.

Adapun PO Cititrans Busline ini sangat cepat menarik perhatian di teman-teman saya. “Saya sebenarnya sudah sering menggunakan transportasi bus AKAP saat perjalanan ke Bandung untuk kuliah ataupun pulang ke Surabaya Mas.

Namun pada saat itu, bus AKAP belum semewah sekarang. Sejak Cititrans membuka trayek dari Bandung ke Malang (PP), saya mencoba pakai jasa transportasi Cititrans ini. Dan memang memuaskan, khususnya dari segi waktu. Cititrans ini selalu sampai di tempat tujuan dari estimasi waktu tiba.” ujar Mahendra sebagai salah satu penumpang Cititrans Busline.

Armada Cititrans Busline dengan Kode Bodi CTB-102 Terparkir di pool Cititrans SuciBusline, Bandung pada 30 Oktober 2025. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dean 'Izzan Rahmani)
Armada Cititrans Busline dengan Kode Bodi CTB-102 Terparkir di pool Cititrans SuciBusline, Bandung pada 30 Oktober 2025. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dean 'Izzan Rahmani)

Cititrans sendiri sudah lama berkecimpung di dunia bus AKAP. Namun saat itu, armadanya belum semewah dan sebanyak sekarang. Sejak adanya Jetbus 5 series milik karosesri Adi Putro Malang, barulah Cititrans memesan banyak sekali unit baru untuk peremajaan armada.

Tidak nanggung-nanggung, Cititrans memborong sebanyak 12 unit pada kloter pertama Jetbus 5. Seluruh tipe armada pemesanan pada kloter pertama juga memiliki spesifikasi yang sama. Mulai dari chassis Hino RM 280 ABS Euro 4 dengan dipasang bodi Jetbus 5 SHD Single Glass.

Setelah banyaknya masukan dan kritik dari para penumpang yang rata-rata adalah Gen-Z, akhirnya di kloter kedua dalam pemesanan armada baru. Pihak Cititrans mengubah sedikit secara struktur. Yaitu dibagian pintu tengah, yang pada kloter kedua sedikit lebih mundur. Hal tersebut sangat berguna dalam kenyamanan penumpang. Dan benar saja, pada kloter kedua yang memborong puluhan unit. Dapat respon yang positif dari penumpang-penumpang yang menaiki armada rilisan kloter kedua.

Baca Juga: Edukasi tentang Etika Komunikasi Digital dan Cyberbullying

Cititrans terus masih belum puas dalam menyambut calon penumpangnya, yang pada akhirnya menambahkan armada dengan konfigurasi khusus yaitu Super Executive Busline 28S di awal tahun 2025. Dengan begitu, Cititrans lebih bisa menjangkau seluruh kalangan calon penumpangnya. Tidak harus terpengaruhi mahal karena keterbatasan armada.

“Kalau menurut saya ya Mas, lebih enak yang armada rilisan kedua ini. Secara perubahan memang sepele kan yaitu pintu tengah dimundurkan sedikit. Namun, saya yang sering naik di kelas Suites Busline merasakan yang sangat berbeda. Jauh lebih nyaman karena, jarak antar leg rest dengan partisi pemisah dengan supir jadi lebih jauh.” ujar Mahendra.

Pada akhirnya, ada hal yang didapatkan penumpang dari Cititrans itu sendiri saat menggunakan jasa transportasinya. Yaitu kenyamanan dalam segi ketepatan waktu yang selalu tidak pernah terlambat ke tujuan. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dean 'Izzan Rahmani
Mahasiswa S1 Digital Public Relations Telkom University Angkatan 2024. Seorang mahasiswa yang suka mencoba bus-bus AKAP Premium (Cititrans, Juragan-99, & Gunung Harta Transport Solutions)

Berita Terkait

News Update

Beranda 04 Feb 2026, 11:56 WIB

Ironi Co-firing Biomassa PLTU di Jawa Barat, Klaim Transisi Energi dan Dampaknya bagi Warga

Skema yang diklaim lebih ramah lingkungan ini dinilai belum sepenuhnya menjawab persoalan mendasar, terutama dampak lingkungan dan kesehatan warga yang hidup berdampingan dengan PLTU.
Ilustrasi PLTU. (Sumber: Bruno Miguel / Unsplash)
Beranda 04 Feb 2026, 09:42 WIB

Jika Kebun Binatang Bandung Hilang, Apa yang Tersisa dari Kota Ini?

Tempat ini merupakan rangkaian panjang sejarah dan ungkapan cinta warga kota yang telah terbangun sejak satu abad lalu.
Pegunjung memanfaatkan Kawasan Kebun Binatang Bandung yang rindang dan sejuk untuk berkumpul dan makan bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 09:39 WIB

Aan Merdeka Permana Penulis Spesialis Tema Padjadjaran

Yayasan Kebudayaan Rancagé menetapkan sastrawan Sunda senior Aan Merdeka Permana sebagai peraih Hadiah Jasa 2026.
Buku-buku karya Aan Merdeka Permana. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 08:04 WIB

Ngabuburit dari Masa ke Masa

Ngabuburit di kota Bandung mengalami pergeseran nilai dan aktifitas serta cara melakukannya.
Masjid Al-Jabar di Kota Bandung. (Sumber: Pexels/Andry Sasongko)
Bandung 03 Feb 2026, 21:16 WIB

Misi Kemanusiaan dan Esensi CSR Berkelanjutan dalam Memulihkan Luka Bencana Cisarua

CSR berkelanjutan bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang hadir dan tetap ada hingga masyarakat benar-benar mampu berdiri kembali di atas kaki sendiri.
Dalam skenario bencana sebesar Cisarua, kecepatan respons adalah kunci utama untuk menyelamatkan nyawa dan harapan. (Sumber: SANY Indonesia)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 19:40 WIB

Kisah Sentra Karangan Bunga Pasirluyu Bandung, Panen Rezeki saat Rajab dan Syaban

Jalan Pasirluyu Selatan Bandung berubah menjadi sentra karangan bunga. Bulan Rajab dan Syaban membawa lonjakan pesanan papan ucapan pernikahan dan hajatan.
Salah satu deretan toko bunga di Pasirluyu, Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 03 Feb 2026, 19:00 WIB

Info Ciumbuleuit, Homeless Media yang Hidup dari Kepercayaan Warga Sekitar

“Kalau sampai ada yang keberatan atau komplain, jujur saja bingung mau berlindung ke siapa. Kita kan nggak punya lembaga atau badan hukum,” tuturnya.
Pemilik dan pengelola akun Info Ciumbuleuit, Dio Rama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 18:19 WIB

UU ITE dan Ancaman Kebebasan Ekspresi: Menggugat Pelanggaran Asas Lex Certa

Menganalisis pelanggaran asas lex certa dalam UU ITE yang memicu chilling effect dan mengancam kebebasan berekspresi serta kualitas demokrasi di Indonesia.
Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 17:02 WIB

Lakon Kelaparan dan Kemiskinan Melalui Puasa Ramadan

Puasa itu mengajarkan menahan diri, zakat menyempurnakannya. Ia menumbuhkan kesadaran sosial dan kebahagiaan bagi sesama.
Ilustrasi puasa Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Abdullah Arif)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 16:33 WIB

Sejarah Pasteur Bandung, Jejak Peradaban Ilmu Pengetahuan di Kota Kembang

Kawasan Pasteur Bandung tumbuh dari pusat riset vaksin kolonial menjadi simpul penting ilmu kesehatan nasional yang jejaknya masih bertahan hingga kini.
Suasana di Jalan Pasteur, Kota Bandung. Salah satu titik lalu lintas yang selalu padat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 16:31 WIB

Hikayat Indische Partij, Partai Politik Pertama yang Lahir dari Bandung

Didirikan di Bandung pada 1912, Indische Partij menjadi organisasi politik pertama yang secara terbuka menuntut kemerdekaan penuh dari kekuasaan kolonial Belanda.
Logo Indische Partij.
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 15:13 WIB

Di Tengah Tekanan Zaman, Seni Menjadi Cara Bertahan

Di tengah kecemasan, kisah “Nihilist Penguin” bertemu tekanan hidup kota. Dari luka personal lahir Florist Project dan lagu “Cemas”, seni yang tak menggurui, tapi menemani manusia belajar bertahan.
Belajar dan menanamkan cinta pada anak-anak (Sumber: Arsip Penulis, Ekspedisi Nusantara Jaya 2016)
Bandung 03 Feb 2026, 12:52 WIB

Berlari Menjemput Cahaya Pendidikan: Jejak Kebaikan di Balik DH Run 2026

Di balik kemeriahan medali dan garis finis, DH Run 2026 membawa misi sosial yang menyentuh akar kehidupan.
Konferensi pers DH Run 2026 yang membawa misi sosial untuk menyentuh akar kehidupan. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 12:43 WIB

Raih Hadiah Jasa Rancage, Aan M.P. Sebut KDM Tidak Senang Bantu Sastrawan Miskin

Aan Merdeka Permana, lahir di Bandung, 16 Novémber 1950 dipandang panitia pantas menerima Hadiah Jasa.
Aan Merdeka Permana, lahir di Bandung, 16 Novémber 1950 dipandang panitia pantas menerima Hadiah Jasa. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 11:11 WIB

Tema Ayo Netizen Februari 2026: Bandung Raya dan Bulan Puasa

Tema ini menjadi ajakan terbuka bagi para penulis Ayo Netizen untuk mengirim tulisan terbaik.
Ayo Netizen Ayobandung.id mengangkat tema "Bandung Raya dan Bulan Puasa: Tradisi, Ekonomi, dan Realita Saat Ini" untuk edisi Februari 2026. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan AI ChatGPT)
Bandung 03 Feb 2026, 10:58 WIB

Dari Kaki Lima ke Ruko Lantai Tiga: Strategi Awug Cibeunying Bertahan di Tengah Zaman

Rizky turut serta menjaga kualitas dan kuantitas awug supaya tetap terjaga meski pasang-surut perubahan zaman telah dihadapi bersama keluarga besarnya selama membangun bisnis ini.
Kios Awug Cibeunying. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 09:36 WIB

Kian Banyak Tertemper Kereta Api, Perlintasan Sebidang Titik Paling Mematikan

Setelah perlintasan sebidang dibangun jalan layang atau terowongan, ternyata kebijakan daerah sangat lemah.
Perlintasan sebidang di Cimindi yang sangat rawan. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Bandung 03 Feb 2026, 09:19 WIB

Digitalisasi Jejak Karbon: Menakar Teknologi Berkelanjutan dalam Layanan Pelanggan Singapore Airlines

Penumpang dan pelanggan kargo SIA dapat menghitung dan mengimbangi emisi karbon penerbangan mereka, baik sebelum maupun setelah terbang.
Maskapai Singapore Airlines. (Sumber: Singapore Air)
Beranda 03 Feb 2026, 07:12 WIB

Di Antapani, Komunitas Temu Tumbuh Menjadi Tempat Pulang bagi Percakapan yang Jujur

Nilai-nilai dalam kacamata tuntutan masyarakat inilah yang kemudian memantik kecenderungan rasa cemas manusia di masa kini.
Komunitas Temu Tumbuh membuka ruang diskusi yang aman dan nyaman untuk saling berbagi dan bertumbuh. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 02 Feb 2026, 19:47 WIB

Susah Payah Menjaga Tertib Bahasa Dicengkram Mesin Algoritma

Standar Bahasa Indonesia perlahan tidak lagi dibentuk oleh komunitas diskusi, melainkan oleh mesin berbasis data global.
Ilustrasi bahasa mesin yang menentukan algoritma. (Sumber: Sketsa oleh ChatGPT)