Walau Lebih Mahal, Ada Alasan Gen-Z Lebih Suka Bus AKAP Fasilitas Lengkap

3 menit baca
Dean 'Izzan Rahmani
Ditulis oleh Dean 'Izzan Rahmani diterbitkan
Interior dari Cititrans Super Executive Busline 28S (CTB-102) saat malam hari pada 30 Oktober 2025. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Dean 'Izzan Rahmani)
Interior dari Cititrans Super Executive Busline 28S (CTB-102) saat malam hari pada 30 Oktober 2025. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Dean 'Izzan Rahmani)

Kemunculan bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) di pertengahan tahun 2022, menjadi hal yang sangat menarik perhatian masyarakat Indonesia saat itu. Dengan harga yang setara kereta api kelas eksekutif. Mulai dari elf, medium bus, hingga big bus. Bahkan ada PO Bus di Indonesia yang memiliki puluhan sasis bus tronton yang dijadikan sebagai bus double-decker.

Salah satu PO Bus yang jarang terdengar namun langsung menawarkan standar baru bus AKAP di Indonesia (khususnya di Pulau Jawa) adalah PO Cititrans (anak perusahaan dari BlueBird Group). Cititrans hadir sebagai pilihan bus AKAP ternyaman, teraman, dan kekinian yang disukai oleh Mahasiswa. Pool Cititrans SuciBusline, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Kamis 31/10/2025.

PO Bus Cititrans Busline Menargetkan kalangan menengah ke atas. Meski begitu, fasilitas yang ditawarkan tentu terasa mewah jika dibandingkan dengan PO Bus luxury lainnya di trayek Malang ke Bandung (pulang pergi). Karena di Cititrans Busline, terdapat dua (2) kelas yang memanjakan para penumpangnya agar tetap nyaman selama perjalanan. Yaitu Suites Busline (yang biasanya hanya ada 4 seats saja dalam 1 bus), Super Executive Busline, dan yang terbaru ada Super Executive Busline 28S. Dengan harga yang lebih murah daripada kereta api kelas eksekutif, justru fasilitas yang ditawarkan lebih baik di Cititrans.

Adapun PO Cititrans Busline ini sangat cepat menarik perhatian di teman-teman saya. “Saya sebenarnya sudah sering menggunakan transportasi bus AKAP saat perjalanan ke Bandung untuk kuliah ataupun pulang ke Surabaya Mas.

Namun pada saat itu, bus AKAP belum semewah sekarang. Sejak Cititrans membuka trayek dari Bandung ke Malang (PP), saya mencoba pakai jasa transportasi Cititrans ini. Dan memang memuaskan, khususnya dari segi waktu. Cititrans ini selalu sampai di tempat tujuan dari estimasi waktu tiba.” ujar Mahendra sebagai salah satu penumpang Cititrans Busline.

Armada Cititrans Busline dengan Kode Bodi CTB-102 Terparkir di pool Cititrans SuciBusline, Bandung pada 30 Oktober 2025. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dean 'Izzan Rahmani)
Armada Cititrans Busline dengan Kode Bodi CTB-102 Terparkir di pool Cititrans SuciBusline, Bandung pada 30 Oktober 2025. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dean 'Izzan Rahmani)

Cititrans sendiri sudah lama berkecimpung di dunia bus AKAP. Namun saat itu, armadanya belum semewah dan sebanyak sekarang. Sejak adanya Jetbus 5 series milik karosesri Adi Putro Malang, barulah Cititrans memesan banyak sekali unit baru untuk peremajaan armada.

Tidak nanggung-nanggung, Cititrans memborong sebanyak 12 unit pada kloter pertama Jetbus 5. Seluruh tipe armada pemesanan pada kloter pertama juga memiliki spesifikasi yang sama. Mulai dari chassis Hino RM 280 ABS Euro 4 dengan dipasang bodi Jetbus 5 SHD Single Glass.

Setelah banyaknya masukan dan kritik dari para penumpang yang rata-rata adalah Gen-Z, akhirnya di kloter kedua dalam pemesanan armada baru. Pihak Cititrans mengubah sedikit secara struktur. Yaitu dibagian pintu tengah, yang pada kloter kedua sedikit lebih mundur. Hal tersebut sangat berguna dalam kenyamanan penumpang. Dan benar saja, pada kloter kedua yang memborong puluhan unit. Dapat respon yang positif dari penumpang-penumpang yang menaiki armada rilisan kloter kedua.

Baca Juga: Edukasi tentang Etika Komunikasi Digital dan Cyberbullying

Cititrans terus masih belum puas dalam menyambut calon penumpangnya, yang pada akhirnya menambahkan armada dengan konfigurasi khusus yaitu Super Executive Busline 28S di awal tahun 2025. Dengan begitu, Cititrans lebih bisa menjangkau seluruh kalangan calon penumpangnya. Tidak harus terpengaruhi mahal karena keterbatasan armada.

“Kalau menurut saya ya Mas, lebih enak yang armada rilisan kedua ini. Secara perubahan memang sepele kan yaitu pintu tengah dimundurkan sedikit. Namun, saya yang sering naik di kelas Suites Busline merasakan yang sangat berbeda. Jauh lebih nyaman karena, jarak antar leg rest dengan partisi pemisah dengan supir jadi lebih jauh.” ujar Mahendra.

Pada akhirnya, ada hal yang didapatkan penumpang dari Cititrans itu sendiri saat menggunakan jasa transportasinya. Yaitu kenyamanan dalam segi ketepatan waktu yang selalu tidak pernah terlambat ke tujuan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dean 'Izzan Rahmani
Mahasiswa S1 Digital Public Relations Telkom University Angkatan 2024. Seorang mahasiswa yang suka mencoba bus-bus AKAP Premium (Cititrans, Juragan-99, & Gunung Harta Transport Solutions)

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)