Dari Ciwidey Menembus India; Menaman dan Menjaga Kualitas Kopi Robusta

3 menit baca
Cantika Putri
Ditulis oleh Cantika Putri diterbitkan
Mang Yaya, petani kopi tangguh dari Desa Lebak Muncang, Ciwidey—penjaga kualitas dan tradisi kopi terbaik yang menembus hingga mancanegara. (Sumber: Cantika Putri S.)
Mang Yaya, petani kopi tangguh dari Desa Lebak Muncang, Ciwidey—penjaga kualitas dan tradisi kopi terbaik yang menembus hingga mancanegara. (Sumber: Cantika Putri S.)

Di sebuah ladang di desa Lebak Muncang Kampung Batu Lulumpang, Ciwidey.  saya bertemu dengan Sriwijaya atau kerap dipanggil “Mang Yaya”, memulai harinya dengan menyingkap embun yang menempel di daun-daun robusta. Di tanah lembab yang dipupuk dari kotoran ayam dan kompos buatan sendiri, ia menyentuh satu persatu ranting robusta seolah menyapa kawan lama.

Sebelum akrab dengan aroma kopi, keseharian Yaya tak pernah jauh dari sayuran, memulai hidup bertani dengan menanam beragam cabai, buncis, kol dan wortel. Namun cuaca yang tidak stabil membuat panen sayuran sering gagal. Saat cuaca buruk hama menyerang tanaman yang lain hingga mengalami kerugian, dan harga pasar yang tidak pasti.

Setelah bertahun-tahun mengalami ketidakpastian, ia mulai mempertanyakan apakah sayuran benar-benar bisa jadi tumpuan jangka panjang.

“Kopi-kan bisa disebut pemain baru lah, panen nya jangka panjang ga kaya sayuran,” ucap Yaya dengan penuh keyakinan melihat adanya peluang dalam bisnisnya.

Harapan baru timbul, ia kembali menengok ke tanaman yang dulu tumbuh liar di sekitar desanya; Kopi Robusta. Awalnya, hanya beberapa pohon yang ia rawat sekadarnya. Namun setelah melihat bahwa robusta tidak perlu perawatan harian, ia mulai menanam lebih banyak.

Meski tanaman kopi membutuhkan waktu dua tahun sebelum panen pertama, bagi Yaya itu bukan suatu masalah. Ia justru merasa lebih tenang, karena kopi lebih tahan perubahan cuaca, tak mudah rusak oleh hujan. Serta tidak memerlukan biaya besar seperti menanam sayuran.

Bahkan ketika harga sayuran bisa berubah dalam semalam, kopi tetap memiliki pasar yang stabil. “Paling cocok di cuaca yang ga panas ga terlalu dingin, makanya tumbuh subur di tanah Ciwidey mah,” jelas Yaya.

Kopi kini menjadi fokus utama, pilihan yang membawanya pada perjalanan baru hingga robustanya diminati pasar luar negeri seperti India.

Baca Juga: Merawat Kampung Toleransi tanpa Basa-basi

Dari Desa, Untuk Dunia

Selama sebelas tahun terakhir, Yaya setia menapaki jalan yang sama setiap pagi, menyusuri ladang, memeriksa tanaman, dan merawat kopi yang kini menjadi bagian dari hidupnya. Apa yang dulu hanya percobaan kecil di sudut kebun, perlahan berubah menjadi perjalanan panjang penuh ketekunan, hingga akhirnya biji kopi dari tangannya mampu menembus pasar luar negeri.

Setiap musim panen tiba, Yaya tak pernah bekerja sendirian. Pembeli dari India datang langsung ke ladangnya untuk meninjau kualitas kopi robusta yang ia rawat sepanjang tahun. Mereka melihat proses pengeringan, memeriksa biji, hingga memastikan aroma dan kepadatan kopi sesuai standar yang mereka inginkan.

“Sekitar sepuluh orang lah ada, setiap musim panen dateng langsung kesini orang-orang India itu,” cerita Yaya. Baginya kehadiran mereka bukan hanya urusan bisnis, tetapi juga bentuk kepercayaan terhadap hasil kerja kerasnya selama bertahun-tahun.

Dalam satu musim terbaiknya, Yaya mampu menjual antara 10 hingga 14 ton kopi robusta dengan harga sekitar Rp15.000 per kilogram. Namun tidak semua musim selalu berpihak kepadanya. Ketika cuaca tak menentu dan bunga kopi banyak yang rontok, ia hanya bisa menghasilkan sekitar 8 ton. Meski begitu, Yaya tetap menjalani pekerjaannya dengan sabar karena baginya, setiap panen adalah rezeki yang harus disyukuri, seberapapun besar atau kecilnya.

Perjalanan Yaya membuktikan bahwa ketekunan mampu membawa kopi desa menembus pasar India. Meski hasil panen naik turun, ia tetap menjaga ladangnya dengan sabar. Dari tanah Ciwidey, Yaya menunjukkan bahwa kerja keras petani bisa mengantarkannya pergi jauh, melalui Kopi yang ia tanam. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Cantika Putri
Tentang Cantika Putri
I am a student of journalism communication science, at UIN Sunan Gunung Djati Bandung, I am a writer and also a journalist.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 07 Agu 2026, 20:15

Narasi Adiboga Sunda dalam Panggung Gastrodiplomasi Handrawina Adiboga Nusantara

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia.

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia. (Sumber: Kementrian Luar Negeri)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 18:24

Wujudkan Tipe Rumah SOHO Idaman Keluarga di Bandung

Rumah tipe SOHO multi fungsi, untuk tempat tinggal keluarga sekaligus tempat usaha.

Ilustrasi tipe rumah SOHO idaman warga Bandung (Sumber: dikreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 16:50

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (Bagian 2)

Warga Bandung bahu-membahu untuk mempersiapkan kemerdekaan, mereka dengan penuh suka cita dan dada yang menggebu-gebu mempersiapkan segalanya dengan seksama dan hati-hati.

Pasukan Pembela Tanah Air (PETA). (Sumber: 360doc)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:52

Nomor Proklamasi: Ketika Majalah Selecta Menyambut Hari Kemerdekaan RI 1969

Di sampul depan Majalah Selecta Nomor 413, terbit 17 Agustus 1969 terpampang sederhana namun penuh makna: "Nomor Proklamasi".

Sampul depan Majalah Selecta Edisi Khusus Proklamasi, terbit 17 Agustus 1969, menampilkan aktris Alice Iskak sebagai model sampul. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:23

Melacak Jejak Gastronomi Jawa dalam Kokki Bitja (1854): Identitas, Karakteristik, dan Kontinuitas

Buku Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854 merupakan salah satu artefak sejarah kuliner tertua dan paling signifikan di Hindia Belanda.

Buku "Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854". (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 07 Agu 2026, 15:20

Jelajah Sungai Cigerendong, Surga Tersembunyi di Dusun Cukanggaleuh Pangandaran

Jelajahi Sungai Cigerendong di Desa Parakanmanggu dengan air jernih berwarna toska, pepohonan rindang, dan suasana yang masih alami.

Sungai Cigerendong Pangandaran. (Sumber: TikTok @cigerendongpangandaran)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 13:53

Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan

Apakah masyarakat kita memang masih menonton film di bioskop dengan cara yang sama seperti sebelumnya?

Ilustrasi Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan. (Sumber: Mochamad Arbani)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 11:58

Cipatat dan Krisis Kesehatan yang Tak Terlihat

Negara wajib memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak dibangun di atas kesehatan dan penderitaan masyarakat. 

Beberapa truk bayawak pengangkut batu kapur terparkir di wilayah Cipatat Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ananda)
Ikon 07 Agu 2026, 11:15

Alun-alun Kota Cimahi, Pusat Pertemuan antara Warga dengan Ojol

Alun-alun Kota Cimahi menjadi pusat aktivitas warga, tempat bersantai, berolahraga, hingga titik berkumpul para driver ojol.

Rindang, strategis, dan nyaman, Alun-alun Kota Cimahi menjadi ruang publik sekaligus titik berkumpul para driver ojol setiap hari. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 08:40

Saat Pohon Tumbang dan Rasa Aman Dipertaruhkan

Bandung sedang menghadapi ujian besar. Ujian yang menuntut respons yang tegas, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) melakukan pemangkasan sejumlah pohon di ruas jalan Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 20:09

Menyambut Hari Kemerdekaan 2026, Deretan Ide Tulisan dari Semangat Kemerdekaan hingga Dinamika Kota Bandung

Tema tulisan tetap tidak dibatasi. Selama relevan dengan isu yang berkembang, setiap penulis bebas menentukan sudut pandang yang ingin diangkat.

Warga Kampung Pengkolan Pasang Bendera Merah Putih Sepanjang 540 Meter pada tahun 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 18:33

Rahasia Komunikasi Digital yang Bikin Sebuah Merek Kecantikan Mudah Diingat

Menganalisis komunikasi iklan melalui website resmi dan media sosial Instagram yang menunjukkan adanya upaya perusahaan dalam membangun komunikasi yang saling terhubung.

Ilustrasi komunikasi digital merek kecantikan.
Wisata & Kuliner 06 Agu 2026, 18:07

Jelajah Gunung Salak Bogor: Pendakian, Kawah Ratu, Harga Tiket, dan Cara Booking Online

Panduan lengkap Gunung Salak mulai jalur pendakian, Kawah Ratu, harga tiket, booking online, hingga cara menuju kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Gunung Salak Bogor. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 16:17

Berita Yudha: Potret Sejarah dari Lembaran Surat Kabar Lawas

Kini, setelah 56 tahun berlalu, Berita Yudha tetap memiliki daya tarik yang kuat sebagai sumber sejarah.

Surat kabar Berita Yudha, salah satu harian berpengaruh pada era Orde Baru yang diterbitkan oleh TNI Angkatan Darat. (Sumber: Koleksi: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 06 Agu 2026, 15:59

Curug Panetean Tasikmalaya, Surga Tersembunyi dengan Leuwi Jernih

Temukan pesona Curug Panetean yang terkenal dengan kolam batu alami, air sejernih kaca, dan pengalaman berendam di tengah alam.

Curug Panetean Tasikmalaya. (Sumber: Instagram @r_dony26)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 15:27

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (bagian 1)

Hal-hal yang jarang diketahui khalayak menjelang proklamasi kemerdekaan pada 1945 di Kota Bandung.

Menjelang masa agresi militer di Bandung 1945- 1946. (Sumber: Album Perjuangan Kemerdekaan 1945-1950)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 14:43

Pabrik Boleh Berpindah, tetapi Kehidupan Buruh Tidak Semudah Itu Dipindahkan

Kala terjadi PHK, opsi untuk beralih profesi tidak selalu terbuka luas. Ini membuat ketergantungan pada industri garmen semakin kuat, sekaligus mempersempit ruang negosiasi buruh.

Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 06 Agu 2026, 11:40

Jelajah Cigondewah, Pusat Perdagangan Kain Kerakyatan di Bandung

Cigondewah menjadi pusat kain di Bandung sejak 1980-an. Ketahui sejarah, daya tarik, dan perkembangan bisnis tekstilnya.

Cigondewah Bandung, pusat belanja kain eceran hingga grosir yang legendaris. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 11:26

Mahalnya Ongkos Kemerdekaan

Negeri kita memiliki sejarah yang wajib diproklamirkan tidak hanya di bulan kemerdekaan. Sejatinya mesti dijaga dan dirawat dengan sangat baik di pikiran bukan sekadar di buku pelajaran.

Beragam bendera merah putih yang dijual para pedagang selama bulan Agustus. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 08:33

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 2): Kesegaran Tradisi dan Kekayaan Cita Rasa

Berikut adalah 5 hidangan berikutnya dari daftar 10 kuliner Jawa Barat terbaik versi Taste Atlas.

Karedok (salad sunda) di Indonesia. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)