Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Eksplorasi Aneka Ragam Biji Kopi di Pasar Sinpasa Summarecon Bandung

Ainna Raihana Hanifah
Ditulis oleh Ainna Raihana Hanifah diterbitkan Senin 08 Des 2025, 11:15 WIB
kios coffe & tea preanger (Sumber: dokumentasi penulis)

kios coffe & tea preanger (Sumber: dokumentasi penulis)

Meski ditengah jaman yang beraneka ragam minuman, eksistensi kopi seakan sulit digeser tak tergantikan. Popularitasnya tidak menyurut meski bersaing dengan aneka ragam minuman kekinian seperti mactha, thai tea, dan lainnya.

Zaman semakin berkembang dan menjamurnya berbagai coffe shop yang menjual kopi dengan dipadukan bahan lain agar kopi tidak hanya bisa dinikmati dengan campuran kopi dan gula, tapi mencampurkan bahan-bahan lain ke dalamnya agar semakin beragam.

kios coffe and preanger (Sumber: dokumentasi penulis)
kios coffe and preanger (Sumber: dokumentasi penulis)

Namun, tak sedikit para penggemar kopi bukan hanya menikmati kopi sebagai minuman saja, akan tetapi mereka mengulik dari berbagai jenis kopi yang ada. Mereka memilih untuk menikmati kopi langsung tanpa campuran apapun dengan hanya menambahkan sedikit gula atau sama sekali tidak memakainya untuk merasakan kemurnian rasa dari kopi itu sendiri.

Salah satu tempat yang tidak boleh terlewatkan untuk mulai merasakan kemurnian dari biji kopi yaitu di Pasar Sinpasa Summarecon Bandung. Disana di salah satu kios dengan plang coffe & Tea Preanger menjual berbagai macam jenis biji kopi mulai dari arabika, robusta, fine arabika, dan ada juga biji peaberry atau biji tunggal kopi yang unik dan jarang ditemui.

“Dalam biji kopi yang cherry biasanya ada 2 biji kopi, nah yang peaberry itu satu. Dari sekian banyak cherry di pohon kopi, hanya 0,0 sekian persen yang ada peaberry. Kalo secara ilmiahnya itu gagal secara genetik, dia harusnya jadi 2, dia malah jadinya satu, yang satunya terkalahkan. Bedanya, nutrisi yang harusnya untuk berdua jadi satu. Makanya peaberry ini sering dipakai untuk olahragawan” jelas sang penjual.

proses penggilingan biji kopi (Sumber: dokumentasi pribadi)
proses penggilingan biji kopi (Sumber: dokumentasi pribadi)

Disini tidak hanya menyediakan biji kopi saja, tapi jika para pembeli ingin menikmati secangkir kopi pun tetap diperbolehkan. Kita bisa memilih dari aneka ragam biji kopi yang tersedia, lalu meminta penjual untuk menggilingnya hingga menjadi bubuk kopi dan diseduh. Setelahnya, kita bisa menambahkan gula yang juga disediakan oleh penjual, sehingga gula yang ditambah kan bisa kita atur sendiri dan disediakan juga gula merah jika tidak suka dengan gula putih.

Salah satu diantara menu kopi yang bisa diseduh paling menarik adalah wine arabika. Dengan harga 10 ribu rupiah saja kita bisa merasakan rasa kopi yang unik. Karakter kopi arabika sendiri yang memiliki rasa asam dengan aroma wine hasil dari fermentasi biji kopi ditambahkan sedikit gula memberikan rasa baru ketika menikmati kopi ini.

aneka ragam biji kopi yang dijual (Sumber: dokumentasi pribad)

Sangat berbeda dengan yang biasa dirasakan dari kopi sachet yang dijual di warung atau kopi mahal dari coffe shop dengan harga puluhan ribu. Rasa asam, dan aroma wine, ditambah sedikit gula dan setelah diminum tetap memberikan rasa pahit, namun disinilah justru keunikan kopi tersebut, seolah memberikan 3 sensasi dalam sekali tegukan.

Paling unik memang dari aroma wine hasil fermentasi biji kopi ini selama 40 hari.

“Kalo wine memang ada aroma wine. kalo fine itu petik merah. Semuanya petik merah, cuman yang wine itu ada fermentasi. Jadi bekam, pada saat mateng ditutup, 2 hari sekali dibuka selama 40 hari. Lalu keluar aroma wine. Aromanya kaya biji anggur dibekam, cuman ya nggak memabukkan, hanya aromanya aja” tutur sang penjual.

kios coffe & tea preanger (Sumber: dokumentasi penulis)
kios coffe & tea preanger (Sumber: dokumentasi penulis)

Untuk para pecinta kopi, tidak ada salahnya untuk mencoba datang kesini. Kita juga bisa membeli biji kopinya langsung tanpa digiling.

Dengan harga sangat terjangkau, dimulai dari 12 ribu per ons, sampai 80 ribu per ons, tergantung pada kualitas kopi. Atau kita juga bisa hanya untuk sekedar mampir dan membeli secangkir kopi mulai dari harga 3 ribu sampai 15 ribu. Harga yang sangat terjangkau untuk menikmati kemurnian dari kopi. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ainna Raihana Hanifah
Mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 17:21

Menata Arah Pendidikan Tinggi Keagamaan di Era Serba Cepat

Pepen Supendi, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)