Eksplorasi Aneka Ragam Biji Kopi di Pasar Sinpasa Summarecon Bandung

3 menit baca
Ainna Raihana Hanifah
Ditulis oleh Ainna Raihana Hanifah diterbitkan
kios coffe & tea preanger (Sumber: dokumentasi penulis)
kios coffe & tea preanger (Sumber: dokumentasi penulis)

Meski ditengah jaman yang beraneka ragam minuman, eksistensi kopi seakan sulit digeser tak tergantikan. Popularitasnya tidak menyurut meski bersaing dengan aneka ragam minuman kekinian seperti mactha, thai tea, dan lainnya.

Zaman semakin berkembang dan menjamurnya berbagai coffe shop yang menjual kopi dengan dipadukan bahan lain agar kopi tidak hanya bisa dinikmati dengan campuran kopi dan gula, tapi mencampurkan bahan-bahan lain ke dalamnya agar semakin beragam.

kios coffe and preanger (Sumber: dokumentasi penulis)
kios coffe and preanger (Sumber: dokumentasi penulis)

Namun, tak sedikit para penggemar kopi bukan hanya menikmati kopi sebagai minuman saja, akan tetapi mereka mengulik dari berbagai jenis kopi yang ada. Mereka memilih untuk menikmati kopi langsung tanpa campuran apapun dengan hanya menambahkan sedikit gula atau sama sekali tidak memakainya untuk merasakan kemurnian rasa dari kopi itu sendiri.

Salah satu tempat yang tidak boleh terlewatkan untuk mulai merasakan kemurnian dari biji kopi yaitu di Pasar Sinpasa Summarecon Bandung. Disana di salah satu kios dengan plang coffe & Tea Preanger menjual berbagai macam jenis biji kopi mulai dari arabika, robusta, fine arabika, dan ada juga biji peaberry atau biji tunggal kopi yang unik dan jarang ditemui.

“Dalam biji kopi yang cherry biasanya ada 2 biji kopi, nah yang peaberry itu satu. Dari sekian banyak cherry di pohon kopi, hanya 0,0 sekian persen yang ada peaberry. Kalo secara ilmiahnya itu gagal secara genetik, dia harusnya jadi 2, dia malah jadinya satu, yang satunya terkalahkan. Bedanya, nutrisi yang harusnya untuk berdua jadi satu. Makanya peaberry ini sering dipakai untuk olahragawan” jelas sang penjual.

proses penggilingan biji kopi (Sumber: dokumentasi pribadi)
proses penggilingan biji kopi (Sumber: dokumentasi pribadi)

Disini tidak hanya menyediakan biji kopi saja, tapi jika para pembeli ingin menikmati secangkir kopi pun tetap diperbolehkan. Kita bisa memilih dari aneka ragam biji kopi yang tersedia, lalu meminta penjual untuk menggilingnya hingga menjadi bubuk kopi dan diseduh. Setelahnya, kita bisa menambahkan gula yang juga disediakan oleh penjual, sehingga gula yang ditambah kan bisa kita atur sendiri dan disediakan juga gula merah jika tidak suka dengan gula putih.

Salah satu diantara menu kopi yang bisa diseduh paling menarik adalah wine arabika. Dengan harga 10 ribu rupiah saja kita bisa merasakan rasa kopi yang unik. Karakter kopi arabika sendiri yang memiliki rasa asam dengan aroma wine hasil dari fermentasi biji kopi ditambahkan sedikit gula memberikan rasa baru ketika menikmati kopi ini.

aneka ragam biji kopi yang dijual (Sumber: dokumentasi pribad)

Sangat berbeda dengan yang biasa dirasakan dari kopi sachet yang dijual di warung atau kopi mahal dari coffe shop dengan harga puluhan ribu. Rasa asam, dan aroma wine, ditambah sedikit gula dan setelah diminum tetap memberikan rasa pahit, namun disinilah justru keunikan kopi tersebut, seolah memberikan 3 sensasi dalam sekali tegukan.

Paling unik memang dari aroma wine hasil fermentasi biji kopi ini selama 40 hari.

“Kalo wine memang ada aroma wine. kalo fine itu petik merah. Semuanya petik merah, cuman yang wine itu ada fermentasi. Jadi bekam, pada saat mateng ditutup, 2 hari sekali dibuka selama 40 hari. Lalu keluar aroma wine. Aromanya kaya biji anggur dibekam, cuman ya nggak memabukkan, hanya aromanya aja” tutur sang penjual.

kios coffe & tea preanger (Sumber: dokumentasi penulis)
kios coffe & tea preanger (Sumber: dokumentasi penulis)

Untuk para pecinta kopi, tidak ada salahnya untuk mencoba datang kesini. Kita juga bisa membeli biji kopinya langsung tanpa digiling.

Dengan harga sangat terjangkau, dimulai dari 12 ribu per ons, sampai 80 ribu per ons, tergantung pada kualitas kopi. Atau kita juga bisa hanya untuk sekedar mampir dan membeli secangkir kopi mulai dari harga 3 ribu sampai 15 ribu. Harga yang sangat terjangkau untuk menikmati kemurnian dari kopi. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)