Merawat Kampung Toleransi tanpa Basa-basi

4 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Seorang warga saat akan menjalankan ibadah salat di Masjid Al Amanah, Gang Ruhana, Jalan Lengkong Kecil, Bandung. (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Ramdhani)
Seorang warga saat akan menjalankan ibadah salat di Masjid Al Amanah, Gang Ruhana, Jalan Lengkong Kecil, Bandung. (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Ramdhani)

Hadirnya enam Kampung Toleransi: Gang Luna (Jamika), Paledang, Dian Permai (Babakan Ciparay), Balonggede (Regol), Kebon Jeruk (Andir), dan Cibadak (Astanaanyar) ini menjadi bukti nyata ikhtiar Pemerintah Kota Bandung dalam membangun masyarakat yang inklusif dan harmonis.

Perbedaan pandangan dan potensi gesekan sosial merupakan keniscayaan dalam masyarakat majemuk. Namun, selama ruang dialog terus dibuka dan konflik dikelola dengan pendekatan yang bijak, ketegangan dapat dicegah agar tidak berkembang menjadi konflik sosial yang lebih luas.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa inisiatif Kampung Toleransi mencerminkan nilai-nilai dasar toleransi yang telah lama mengakar dalam kehidupan masyarakat Bandung.

Kehadiran Kampung Toleransi bukan sekadar retorika, basa-basi, melainkan wujud aksi nyata dan berkelanjutan untuk merawat (merayakan) keberagaman.

Saat ini, baru enam dari 30 kecamatan di Paris Van Java yang mengimplementasikan program ini ke depan, Farhan menargetkan seluruh wilayah Kota Bandung dapat menjadi teladan dalam mempraktikkan nilai-nilai toleransi secara nyata. (www.bandung.go.id).

Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung, Assoc. Prof. Dr. H. Radea Respati Paramudhita, S.H., M.H., menghadiri kegiatan Pembentukan Kampung Toleransi, di Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astana Anyar, Selasa, 29 April 2025. (Sumber: Humpro DPRD Kota Bandung | Foto: Arie)
Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung, Assoc. Prof. Dr. H. Radea Respati Paramudhita, S.H., M.H., menghadiri kegiatan Pembentukan Kampung Toleransi, di Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astana Anyar, Selasa, 29 April 2025. (Sumber: Humpro DPRD Kota Bandung | Foto: Arie)

Dari Dasasila Bandung ke Deklarasi Sancang

Dalam buku Prasangka Agama dan Etnik, khususnya Bab VII tentang Solusi Atas Prasangka Agama dan Etnik, dijelaskan bahwa Kota Bandung sebagai ibu kota provinsi dituntut menjadi contoh penerapan kehidupan yang toleran bagi daerah lain di Jawa Barat.

Secara historis, Bandung memiliki catatan membanggakan, mulai dari peristiwa Bandung Lautan Api tahun 1946 hingga peran strategisnya dalam penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955 yang melahirkan Dasasila Bandung sebagai simbol perlawanan terhadap diskriminasi dan ketidakadilan. (Yusmad, 2018).

Ikhtiar memelihara momentum historis ini tentunya tidak mudah. Banyak faktor berpotensi memicu perpecahan. Tahapan menuju pluralisme yang bermartabat harus diawali dengan penguatan sumber daya manusia yang cerdas secara intelektual dan emosional, sehat jasmani dan rohani, sejahtera secara sosial dan ekonomi, santun terhadap lingkungan, menjunjung nilai seni budaya, berprestasi dalam olahraga, serta menjadikan ajaran agama sebagai ruh dalam setiap aktivitas warga.

Ingat, pluralisme yang bermartabat hanya dapat terwujud melalui pembangunan yang holistik di bidang pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, lingkungan hidup, seni budaya, olahraga, dan agama. Pembangunan bidang keagamaan diharapkan mampu menciptakan harmoni hubungan antarumat beragama, intraumat beragama, serta antara umat beragama dengan pemerintah.

Semangat menjadikan Kota Bandung sebagai “rumah bersama”, tempat setiap perbedaan diberi ruang untuk tumbuh dan berkembang dalam semangat kekeluargaan.

Dukungan tokoh lintas agama terhadap gagasan ini melahirkan Deklarasi Sancang pada 10 November 2007, yang menegaskan bahwa meskipun agama tidak selalu memiliki kekuatan politik memaksa, kebersamaan dalam keberagamaan terbukti mampu menjadi kekuatan besar dalam menjaga pluralisme yang bermartabat. (Safe’i, 2011).

Suasana dan keunikan Kampung Toleransi RW 02 Kelurahan Paledang, Kota Bandung pada Jumat (14/6/2019) (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Jaka Jamalludin Yusuf)
Suasana dan keunikan Kampung Toleransi RW 02 Kelurahan Paledang, Kota Bandung pada Jumat (14/6/2019) (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Jaka Jamalludin Yusuf)

Toleransi Sejati

Modal historis ini menjadi fondasi penting bagi tumbuhnya toleransi sosial di Jawa Barat. Faktor historis dapat diperkuat oleh faktor politik, khususnya melalui komitmen pemerintah dalam membina trilogi perdamaian: kerukunan intern umat beragama, antarumat beragama, dan antara umat beragama dengan pemerintah. Pemerintah harus aktif mengembangkan program pembinaan, salah satunya melalui Kampung Toleransi di berbagai wilayah Kota Bandung. (Dody S. Truna dan Tatang Zakaria, 2021:57-58).

Dalam praktiknya, Kampung Toleransi menjadi ruang hidup bersama bagi pemeluk enam agama besar di Indonesia, dengan keberadaan rumah ibadah seperti masjid, gereja, pura, vihara, dan kelenteng dalam satu kawasan. Pola ini mendorong sikap keberagamaan yang terbuka, ramah, toleran, inklusif, adil, dan saling mengakui perbedaan keyakinan. (Dody S. Truna dan Naan, 2022:61).

Toleransi sejati diwujudkan bukan dengan meniadakan keyakinan, melainkan dengan tidak mempertentangkan klaim kebenaran agama masing-masing. Sikap ini ditunjukkan melalui kesediaan hidup berdampingan tanpa ekspresi permusuhan dan saling menegasikan. (Stetson, 1994 dan Fuad Fachruddin, 2006:126).

Praktik toleransi ini perlu dibiasakan sejak dini, termasuk di lingkungan sekolah, melalui penyediaan ruang dialog terbuka, diskusi, saling berbagi, penghapusan prasangka antarsiswa yang berbeda keyakinan. Pembiasaan ini harus dimulai dari individu, lingkungan RT/RW, kelurahan, hingga para pemimpin yang berkomitmen menumbuhkan empati, kepedulian, kasih sayang, dan semangat berbagi kebaikan tanpa sekat agama, suku, etnis, dan golongan.

Terwujudnya masyarakat yang adil, sejahtera, damai, terbuka, dan toleran merupakan cita-cita bersama yang tak bisa ditawar. Salah satu ikhtiar strategis untuk mencapainya adalah dengan menghadirkan Kampung Toleransi sebagai ruang kolaboratif lintas agama, budaya, dan generasi.

Pasalnya, toleransi tidak boleh hadir hanya saat bencana, konflik atau peringatan hari besar keagamaan, melainkan harus tumbuh dan hidup dalam sanubari setiap warga, setiap waktu. Dengan spirit inilah kerukunan antarumat beragama di Bumi Parahyangan dapat terus terjaga dan berkembang.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 21 Jun 2026, 13:04

5 Kuliner Semarang Pilihan yang Wajib Dicoba Wisatawan

Dari lumpia khas Pecinan hingga tahu gimbal dan nasi ayam malam hari, inilah rekomendasi kuliner Semarang yang wajib masuk daftar perjalanan Anda.

Kuliner Tahu Gimbal. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 12:17

Jembatan Cirahong, Warisan Belanda dengan Akses Lantai Ganda

Jembatan Cirahong, warisan dari Belanda yang memiliki dua jalur akses. Berfungsi sebagai rel kereta dan jalan bagi warga.

Jembatan Cirahong masa sekarang. (Sumber: Dokumen Pribadi)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:48

Meraih Impian dari Sekolah Terbaik

Menentukan sekolah terbaik pun harus dianggap sebagai langkah yang menentukan impian murid baru terwujud.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:36

Risiko Kecil dari USG yang Berlebihan

Pentingnya membatasi frekuensi USG kehamilan sesuai indikasi medis guna mencegah potensi risiko efek termal dan paparan ultrasonik berlebihan pada janin.

Ilustrasi pemeriksaan USG kandungan pada ibu hamil. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:32

Tidak Hanya Judol, Blind Box Juga Dapat Memicu Kecanduan

Blind box justru mendorong perilaku konsumtif dan impulsif pada konsumen Generasi Z.

Ilustrasi blind box. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:25

Bukan Sekadar Paspor: Makna Nasionalisme Dalam Skuad Timnas Modern

Performa baik Timnas Indonesia ikut dipengaruhi pemain diaspora.

Ole Romeny (10) bersama Ramadhan Sananta (9) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3). (Sumber: kemenpora.go.id | Foto: Herry)
Beranda 20 Jun 2026, 13:46

Mengayuh dengan Cemas di Kota yang Mengaku Ramah Pesepeda

Komunitas pesepeda Bandung memasang Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta usai tewasnya seorang remaja pesepeda, sekaligus mendesak pemerintah memperbaiki keselamatan infrastruktur jalan.

Komunitas sepeda dan pejalan kaki memasang memorial Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta sebagai simbol duka atas tewasnya seorang remaja saat bersepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Beranda 20 Jun 2026, 05:35

Membongkar Operasi Informasi yang Tak Kasat Mata di Ruang Digital

Jurnalis diajak mengenali operasi manipulasi informasi di ruang digital, mulai dari disinformasi, narasi terkoordinasi, hingga rekayasa tren di media sosial.

Ika Ningtyas, Koordinator Cek Fakta Tempo, memaparkan cara mengenali operasi manipulasi informasi yang bekerja secara terorganisasi di ruang digital kepada para jurnalis di Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 19 Jun 2026, 20:59

Dobrak Batas Sinema Remaja, Film ‘Dan Bandung’ Garapan Rudi Soedjarwo Angkat Isu Strict Parents

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung.

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 20:00

Ciparay: Lumbung Padi Jawa Barat dari Dulu sampai Kini

Kecamatan Ciparay merupakan sentra produksi beras terbesar di wilayah Jawa Barat.

 (Sumber: KITLV, Diakses tangal 3 Juni 2026)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 18:45

Memahami Cara Ngiklan Game Digital, Bagaimana Valorant Memperkenalkan Skin Senjata agar Tak Biasa

Valorant resmi merilis skin terbarunya yang berjudul “Kuronami 2.0”, sebuah koleksi skin premium yang hadir untuk senjata Phantom, Operator, Guardian, Ghost, dan Melee.

Gambar Skin Senjata Kuronami 2.0
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:43

Naik Kereta Sambil Ketemu Karakter Favorit? Ternyata Ada Strategi Besar di Baliknya

Bagaimana sebuah kolaborasi karakter animasi lokal berhasil membuat audiens connect di berbagai platform dengan pendekatan yang disesuaikan, tanpa kehilangan benang merahnya.

Transportasi publik yang digunakan masyarakat Indonesia setiap harinya. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 17:09

Hutan Pinus Rahong Pangalengan, Destinasi Sejuk dengan Sungai dan Camping Ground

Hutan Pinus Rahong menawarkan suasana teduh, camping, rafting, hingga glamping. Kenali 6 klaster wisata dan daya tarik alamnya sebelum berkunjung.

Hutan Pinus Rahong, Pangalengan.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:00

Toponimi Lembang (bagian 3 – Habis)

Di Lembang terdapat sebuah bukit yang berada di selatan observatorium Bosscha, yang dahulunya hanya merupakan bukit biasa yang ditumbuhi ilalang.

Kampung Lapang, Cikole, Lembang, pada saat pendudukan Jepang. Dapat terlihat Gunung Putri di belakang sebagai latar. (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 16:18

Jari, Kata, dan Hati

Sentuhan jari di atas gawai, dapat mengirim kabar baik, berbagi ilmu, menguatkan persaudaraan, sebaliknya bisa menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah.

Saatnya menulis di Ayo Bandung (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:46

Wewenang Kekuasaan Adityawarman di Kerajaan Malayu

Membahas mengenai peran Raja Adityawarman selama memimpin Kerajaaan Malayu.

Candi Muaro Jambi (Sumber: Pemerintah Provinsi Jambi (jambiprov.go.id))
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:09

Mengapa SNI Gempa Masih Jadi Formalitas di Indonesia

Esai ini membahas lemahnya penerapan SNI 1726:2019 sebagai standar ketahanan gempa pada bangunan rumah tinggal di Indonesia, yang saya telaah dari sudut pandang keilmuan teknik sipil.

Ilustrasi kerusakan akibat gempa.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 13:39

Strategi Penyampaian Pesan dalam Publikasi Film melalui Website dan Media Sosial

Website resmi menyajikan informasi yang lebih lengkap mengenai film, pemeran, dan jadwal penayangannya.

Ilustrasi menonton film. (Sumber: Pexels | Foto: Pavel Danilyuk)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 11:44

Menelusuri Jejak dan Pola Aktivitas Manusia Masa Lampau di Situs Gua Batu

Daerah Pegunungan Meratus adalah surga bagi kehidupan ribuan tahun silam.

Kondisi Gua Batu dari Luar (Sumber: Geopark Meratus)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 11:06

Wisata Kawasan Tunjungan Surabaya: Sejarah, Kuliner, dan Walking Tour Heritage

Jelajahi Kawasan Tunjungan Surabaya yang memadukan sejarah perjuangan, bangunan kolonial, wisata kuliner, hingga walking tour heritage yang sedang populer.

Kawasan Tunjungan Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)