Mengapa Tokoh Agama Kita Perlu Membaca Realitas?

4 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Tokoh agama perlu membaca realitas agar dapat menafsirkan ajaran agama secara relevan dan kontekstual dengan kehidupan masyarakat. (Sumber: Kolase Canva)
Tokoh agama perlu membaca realitas agar dapat menafsirkan ajaran agama secara relevan dan kontekstual dengan kehidupan masyarakat. (Sumber: Kolase Canva)

Bicara soal membaca tentu sudah menjadi bagian sehari-hari bagi para tokoh agama. Selain karena perintah iqra yang diturunkan melalui firman Allah SWT, para tokoh agama pun sering membaca kitab kuning yang berkaitan dengan fiqih, aqidah ahlak, tafsir dan tata bahasa arab yang selanjutnya diajarkan kepada muridnya.

Tugas selanjutnya yang paling berat bagi saya setelah membaca buku adalah mempraktekkan isinya (tetap bijak dengan isi buku). Tapi jauh sebelum itu maka langkah terdekat setelah membaca buku adalah kesadaran melihat realita yang terjadi di lingkungan sekitar.

Setelah membaca biasanya kita akan merasa dekat dengan realitas yang terjadi bahkan kerap kali coba untuk menghubungkannya. Tulisan yang kita baca sering didominasi permasalahan atau isu yang ada di lingkungan. Lewat membaca kita jadi mengetahui realitas lain yang ditangkap oleh penulis.

Sebagai tokoh agama tentu punya power yang kuat untuk memberikan pengaruh kepada sebagian besar masyarakat. Segala hal yang terucap tentu akan mudah didengar lalu diterima dan kemudian dipraktekkan. Maka tokoh agama tidak cukup hanya membaca buku atau kitab saja tapi penting juga untuk membaca realitas. Tokoh agama yang dekat dengan realitas maka segala fatwa, nasihat, dan bimbingannya bisa relevan mengikuti perkembangan zaman.

Maka membaca realitas sangat penting dilakukan oleh tokoh agama untuk beberapa kebutuhan dalam menangani permasalahan moral, etika, sosial, agama hingga ekonomi.

Membaca realitas sangat penting bagi tokoh agama agar segala yang sudah dibaca dan dipelajari dari kitab suci bisa diinterpretasikan sesuai dengan konteks permasalahan yang terjadi dalam sebuah zaman. Melihat realitas akan membantu tokoh agama untuk memberikan metode baru dalam menyampaikan ajaran agama agar tetap bisa diterima oleh masyarakat modern.

Membaca realitas penting bagi tokoh agama untuk meminimalisir ekstrimisme dan kesalahpahaman yang terjadi masyarakat. Pemahaman yang dangkal terhadap realitas sering menjadi alasan terjadinya ekstrimisme. Tentu dengan membiasakan membaca realitas maka tokoh agama dapat memberikan pemahaman yang komperhensif dan seimbang. Sehingga peluang masyarakat untuk melakukan aksi radikal sangat bisa diminalisir.

Membaca realitas penting bagi tokoh agama untuk menghubungkan ajaran agama melalui kehidupan sehari-hari. Ajaran agama memang bersifat idealis tapi tokoh agama harus mampu menjembatani dengan segala realitas yang terjadi di masyarakat. Dengan demikian segala nasihat dan bimbingan yang bersifat praktis bisa relevan.

Membaca realitas penting bagi tokoh agama agar bisa menjadi agent of change di masyarakat. Untuk melakukan perubahan maka sangat diperlukan identifikasi masalah sosial apa saja yang terjadi dan perlu ditangani baik isu kemiskinan, ketidadilan atau isu lingkungan. Selanjutnya tokoh agama harus mampu memberikan dukungan melalui partisipasi yang dapat meningkatkan kesejahteraan sosial.

Membaca realitas juga penting bagi tokoh agama untuk mengambil keputusan dengan langkah yang bijak. Realitas mampu memberikan data dan konteks yang diperlukan untuk membuat sebuah keputusan yang tepat. Baik bagi konteks internal dalam komunitas atau segala isu yang berkaitan dengan publik.

Maka sangat disayangkan ketika Raja Ampat berpotensi rusak yang diakibatkan oleh aktivitas tambang. Sejumlah aktivitis lingkungan seperti greenpeace berusaha menyuarakan agar aktivitas tambang segera dihentikan melalui orasi yang dilakukan di acara Indonesia Critical Minerals Conference & Expo di Jakarta Barat pada 3 Juni 2025.

Aksisnya sempat menjadi perhatian publik setelah polisi menahan aktivis tersebut. Namun tidak berselang lama aktivis yang bersangkutan dibebaskan kembali. Bahkan setelah itu media Kompas Tv memfasilitasi tokoh agama dan aktivis lingkungan untuk melakukan sejumlah diskusi untuk menemukan solusi bersama dari permasalahan isu lingkungan yang semakin menghawatirkan.

Dalam diskusi tersebut terdapat pernyataan yang menuai kontroversi dari Ulil Abshar Abdala selaku Ketua Lakpesdam PBNU dalam menanggapi realitas yang disajikan oleh aktivis greepeace bahwa tambang telah merusak ekosistem lingkungan.

Kenapa anda begitu peduli untuk mengembalikan ekosistem awal?. Saya kecil di kampung menikmati ekosistem yang baik, pohon banyak, sawah banyak, sekarang karena pertumbuhan penduduk ekosistem itu hilang.

Menurut saya Ulil Abshar kurang dekat merelevansikan keadaan realitas yang terjadi di zaman dulu dan konteks hari ini. Mungkin dahulu permasalahan kerusakan ekosistem bisa jadi akibat dari pertambahan penduduk. Namun tentu jumlah ini tidak sebanding dengan kerusakan yang dilakukan oleh ekskavator. Mungkin satu manusia hanya bisa menebang satu pohon. Tapi bayangkan berapa banyak ribuan hektar dalam satu waktu yang bisa dirusak oleh alat ini.

Alih-alih mencari solusi bersama justru Ulil menganggap aktivis lingkungan sebagai wahabisme.

Ini yang saya sebut sebagai wahabisme itu. Saya mengatakan teman-teman lingkungan ini yang terlalu ekstrim. Arahnya mereka seperti menolak sama sekali mining.

Berapa banyak pencemaran air tanah dan permukaan yang diakibatkan oleh aktivitas tambang. Dilansir dari BBC News telah ditemukan sejumlah kromium-6 yaitu senyawa yang dihasilkan Industri Nikel Morowali yang bersifat karsinogenik bagi tubuh manusia.

Padahal dengan membaca realitas yang ada di lingkungan tokoh agama bisa mengetahui seberapa banyak dampak buruk yang dihasilkan dari aktivitas pertembangan. Berapa banyak dari pertambangan yang merusak habibat dan kepunahan pada spesies fauna atau flora.

Emisi gas yang dihasilkan dari industri ini juga bisa mencemari lingkungan dan menyebabkan perubahan iklim yang ekstrim. Aktivitas pertambangan juga menjadikan tanah tidak memiliki kestabilan sehingga menyebabkan bencana longsor. Dampak lainnya adalah adanya perubahan struktur ekonomi masyarakat sekitar.

Berapa banyak aktivitas tambang yang bisa mensejahterakan masyarakat yang tinggal dekat lokasi pertambangan. Jawabannya hampir tidak ada, justru sebaliknya aktivitas tambang menghilangkan mata pencaharian masyarakat yang bertumpu pada kehidupan laut dan hutan. Bahkan masalah baru terjadi bagi kesehatan manusia yang hidup dalam lingkungan tersebut.

Membaca realitas tentu membantu para tokoh agama untuk memandang permasalahan dari sudut lain. Karena sedikit keputusan atau kebijakan yang tidak sesuai dengan realitas justru membuat permasalahan semakin pelik. Tak hanya itu setiap ucapan dan kebijakan sangat berdampak besar bagi kondisi sosial, lingkungan, ekonomi dan kesehatan negara ini. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)