5 Bacaan Seru buat Kenal Agama dengan Cara yang Enggak Biasa

5 menit baca
Arfi Pandu Dinata
Ditulis oleh Arfi Pandu Dinata diterbitkan
Sampul Buku "Anicca" (Sumber: gramedia.com)
Sampul Buku "Anicca" (Sumber: gramedia.com)

Kita sering merasa sudah akrab dengan agama. Tapi begitu diajak berdialog, atau sekadar mencoba mengenal agama di luar tradisi sendiri, tiba-tiba banyak hal jadi terasa asing.

Sangat wajar, sebab setiap agama punya cara pandang dan bahasanya yang khas. Yang sering terjadi, kita justru membaca agama lain dari kacamata kita sendiri. Lalu salah paham. Padahal mungkin tantangan terbesarnya bukan soal setuju atau tidak, tapi berani mencoba memahami agama lain sebagaimana para penganutnya menghayatinya.

Di titik ini, buku-buku menjadi penting, jadi jembatan. Bukan hanya untuk memahami agama yang berbeda, tapi juga untuk memandang ulang agama sendiri dengan cara yang lebih menantang dan seru.

Ada lima buku yang menurut saya menarik sekali untuk dibaca bagi kita yang ingin mengenal agama-agama dengan cara yang nyentrik. Berikut senarai bacaan yang bisa kita ubek-ubek sendiri.

1. Anicca: Kumpulan Puisi (2022)

Kita bisa memulai petualangan lintas iman ini lewat interaksi dengan dunia sastra. Anicca, antologi puisi karya Liswindio Apendicaesar, adalah salah satu cara paling indah untuk mengenal Buddha Dhamma.

Sampul Buku "Anicca". (Sumber: gramedia.com)
Sampul Buku "Anicca". (Sumber: gramedia.com)

Puisi-puisinya kaya dengan pandangan dunia yang Buddhist banget. Perenungan panjang tentang ketidakkekalan, kesunyian, dan pencarian makna dunia di tengah duka yang melanda segala hal yang ada.

Bagi saya, membaca Anicca bukan hanya soal menikmati keindahan diksi, tapi juga tentang belajar meresapi kebijaksanaan Buddha tanpa harus membaca teks-teks filosofis yang kaku. Buku ini memperlihatkan bahwa ajaran agama bisa hidup melalui estetika yang lembut sekaligus mengguncang. Melalui meditasi dalam kata, melalui narasi yang diolah menjadi karya kontemporer.

2. Kebalian: Konstruksi Dialogis Identitas Bali (2020)

Buku terjemahan dari karya cendikia Prancis, Michel Picard, ini mencoba mengurai soal identitas keagamaan dan kebudayaan Bali terbentuk lewat interaksi panjang antara kolonialisme, modernitas, desakan negara, dan tradisi lokal.

Sampul Buku "Kebalian: Konstruksi Dialogis Identitas Bali". (Sumber: gramedia.com)
Sampul Buku "Kebalian: Konstruksi Dialogis Identitas Bali". (Sumber: gramedia.com)

Yang menarik, Kebalian tidak berhenti di tataran deskriptif, ia mengajak kita untuk berpikir mendalam. Lewat telaahnya, kita diajak melihat bahwa agama bukan sesuatu yang jatuh dari langit dalam bentuk final. Ia tumbuh, bernegosiasi, dan bertransformasi di tengah sejarah dan relasi kuasa.

Di sinilah letak pentingnya buku ini. Ia menegaskan bahwa agama selalu lahir di ruang kritis. Tempat ketika religi, kekuasaan, dan kebudayaan saling menguji dan menafsir ulang. Bacalah, menamatkan buku ini bisa bikin kita merasa agak lebih pede. Dan entah, sedikit keren juga.

3. Labirin Kehidupan (Jilid 1, 2, dan 3) (2016, 2020, 2025)

Pdt. Joas Adiprasetya, seorang profesor teologi Protestan, memintal ajaran Kekristenan dengan cara yang akrab dan membumi. Dalam tiga jilid buku ini, teologi ditempatkan di tengah kehidupan sehari-hari, bukan di menara gading akademis.

Sampul Buku  "Labirin Kehidupan 3" (Sumber: bpkgunungmulia.com)
Sampul Buku "Labirin Kehidupan 3" (Sumber: bpkgunungmulia.com)

Saya selalu suka dan menantikan setiap jilidnya. Susunan bab demi bab terasa penuh tapi tetap ringan, ringan tapi tetap mendalam. Di tangan sang pena, teologi bukan sekadar dogma, ia hadir sebagai praksis, sebagai cara hidup yang melihat dunia dikelilingi oleh keajaiban dan khazanah iman.

Buku ini bisa menjadi rujukan bagi semua orang, baik pembaca awam yang ingin memahami, maupun mereka yang sudah akrab dengan teologi. Tipis, jernih, sederhana, tapi sama sekali tidak “murahan.”

4. Jalan Keselamatan Melalui Agama Khonghucu (2000)

Dalam peta studi agama di Indonesia, buku ini terasa seperti angin segar. Ia memecah kebuntuan dan menjadi salah satu referensi yang oke tentang Konghucu di negeri ini. Ditulis oleh M. Ihsan Tonggok, seorang akademisi studi agama-agama, buku ini hadir dengan pendekatan yang serius dan sistematis.

Sampul Buku "Jalan Keselamatan Melalui Agama Khonghucu". (Sumber: berandabaca.bentarabudaya.com)
Sampul Buku "Jalan Keselamatan Melalui Agama Khonghucu". (Sumber: berandabaca.bentarabudaya.com)

Menariknya, penulis bukan penganut Konghucu. Namun lewat riset, ia menunjukkan bahwa memahami agama lain bukan soal keanggotaan, melainkan soal keterbukaan dan kesediaan untuk mendengar. Spirit ini yang buat saya penting dilakukan oleh kita-kita.

Membacanya membuat saya sadar bahwa Konghucu bukan sekadar agama, filsafat, atau etika, tapi sebuah cara hidup yang terus bergema di masa kini.

5. Ngaji Fikih: Pemahaman Tekstual dengan Aplikasi yang Kontekstual (2020)

Buku ini membawa kita masuk ke dunia fikih Islam dengan cara yang cerdas dan menyenangkan. Gus Nadir, sang penulis, menunjukkan bahwa fikih yang sering dianggap kaku dan penuh hukum-hukum hitam putih, sebenarnya sangat dinamis dan terbuka terhadap perubahan zaman.

Sampul Buku "Ngaji Fikih: Pemahaman Tekstual dengan Aplikasi yang Kontekstual". (Sumber: bukukita.com)
Sampul Buku "Ngaji Fikih: Pemahaman Tekstual dengan Aplikasi yang Kontekstual". (Sumber: bukukita.com)

Dengan gaya tulis yang ringan tapi tajam, ia memadukan teks klasik dengan konteks kekinian. Bagi saya, karya ini penting bukan hanya untuk memahami Islam, tapi juga untuk belajar mengasah nalar dalam membaca ajaran agama.

Buku ini berhasil menyajikan yang paling teoritis hingga contoh-contoh yang kadang bikin “heboh”, tapi justru di situlah letak kesegarannya. Dan percayalah, selesai baca ini kita bisa melihat perbedaan praktik beragama dengan lebih tenang.

Catatan Kecil

Lima buku ini hanya kumpulan bacaan yang acak. Tidak ada urutan khusus, tidak harus dibaca secara sistematis dari satu ke yang lain. Suka-sukalah, diselingi dengan buku lain, atau sambil mencari bacaan pengantar yang lebih dasar pun boleh. Intinya, buku-buku ini hanyalah pemantik kecil dari khazanah besar agama-agama yang perlu kita kenali.

Yang menarik, kelima buku ini menunjukkan bahwa cara belajar agama tidak pernah satu versi. Ia bisa hadir lewat sastra, kajian kritis, atau refleksi yang kadang rumit tetapi menggetarkan. Kadang kita memulai dari hal yang tinggi dulu, baru mundur ke dasar, dan itu tidak apa-apa.

Bagi saya pribadi, buku-buku semacam ini seperti secercah harapan di tengah minimnya literatur tentang agama-agama yang benar-benar “berdaging”, dalam bahasa Indonesia. Kelima bacaan ini juga membuktikan bahwa menyoal agama tidak harus berakhir pada jargon toleransi yang basa-basi atau bahkan yang sok moralis.

Nilai-nilainya justru menyelinap halus, mengajak kita membuka diri, berpikir ulang, dan kadang, ya, sedikit terguncang oleh kenyataan-kenyataan yang disodorkan. Namun di situlah letak serunya. Barangkali di situ juga spiritualitas kita menemukan bentuknya yang paling jujur. Bukan di puncak keyakinan, melainkan di ruang baca yang penuh rasa ingin tahu. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Arfi Pandu Dinata
Menulis tentang agama, budaya, dan kehidupan orang Sunda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 20 Jul 2026, 17:00

Pendidikan di Bandung pada Masa Pendudukan Jepang

Pendidikan dalam masa penjajahan Jepang diawali dengan dibukanya kembali sebagian dari sekolah-sekolah yang dahulu pernah berdiri.

Museum Geologi saat Masa Pendudukan Jepang. (Sumber: Koleksi Museum Geologi Bandung)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 16:01

Bandung Begal, Beungal, dan Bedul

Memberantas begal tidak cukup hanya dengan menangkap pelakunya.

Begal makin marak di Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 15:15

Pembongkaran Perpustakaan Gasibu Picu Kekecewaan Pembaca Buku di Bandung

Pembongkaran fisik Perpustakaan Gasibu Bandung memicu banyak kekecewan dari warga sekitar dan pegiat literasi.

Perpustakaan Gasibu yang dibongkar. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 14:34

Posisi Strategis Ibu dalam Pelestarian Bahasa Ibu

Pelestarian bahasa ibu atau bahasa daerah tidak bisa lepas dari peran ibu sendiri.

Ilustrasi masyarakat tradisional Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Wahyu Prabowo)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 13:14

Legitnya Peuyeum Ciruluk, Warisan Kuliner Khas Kalijati Subang

Sebuah kuliner tradisional yang memiliki keunikan tersendiri, yakni Peuyeum Ciruluk, tape ketan hijau yang telah menjadi identitas kuliner masyarakat setempat.

Peuyeum Ciruluk khas Kalijati, Kabupaten Subang, memiliki ciri khas dibungkus menggunakan daun muncang (daun kemiri), sehingga tampil alami sekaligus membantu menjaga cita rasa dan kualitas produknya. (Foto: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 20 Jul 2026, 11:47

Hikayat Pasar Andir Pusat Grosir Fesyen Bandung yang Mencoba Terus Bertahan

Pasar Andir pernah menjadi pusat grosir fesyen Bandung dan kini berjuang menghadapi perubahan perilaku belanja masyarakat.

Suasana Pasar Andir, Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 11:42

Gernas RANA: Menepis Cemas dan Menanam Senyum di Hari Pertama Sekolah

Lewat Permendikdasmen 12/2026 & Gernas RANA, sekolah kini jadi ruang aman bebas cemas. Saatnya sambut masa depan anak dengan kasih sayang!

Pengenalan sekolah bagi para siswa-siswi baru. (Foto: Oleh : bkhmvidio@gmail.com)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 09:09

Bedah Publikasi Pesan Program Pendampingan Gizi dalam Pencegahan Stunting

Nestle Indonesia mempublikasikan program pendampingan gizi di berbagai platform komunikasi dengan menyesuaikan karakteristik tiap platform.

Ilustrasi penulis sedang membedah narasi iklan. (Dokumentasi pribadi)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 08:39

Sudah Sehatkah Demokrasi Kita?

Apakah demokrasi bisa tumbuh secara sehat tanpa partisipasi masyarakat? Bagaimana pandangan pakar tentang ini?

Bendera negara Indonesia. (Sumber: Unsplash | Foto: Rizky Rahmat Hidayat)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 07:55

SPMB Jalur Domisili Belum Cukup Mengurangi Ketergantungan Pelajar pada Sepeda Motor

SPMB jalur domisili mendekatkan jarak antara rumah dan sekolah, tetapi belum cukup mengurangi ketergantungan pelajar pada sepeda motor dan risiko keselamatan di jalan raya.

Sejumlah sepeda motor milik siswa sebuah SMA di Kota Bandung diparkir di badan jalan. (Istimewa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 18:04

Cara Ampuh Menerangi Jalan Kota Bandung

Menindak tegas begal bukan sekadar menjadi program tapi melanjutkan keluhan masyarakat yang diprioritaskan

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 15:30

Mafia Olahraga, Sebuah Stigma Menakutkan

Olahraga yang seharusnya menjadi ruang sportivitas kini dihantui oleh mafia yang terhubung dengan jaringan global.

Uang rupiah. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Wisata & Kuliner 19 Jul 2026, 14:01

Keripik Paru Klaten, Oleh-oleh Gurih Legendaris dari Kampung Tegal Kepatihan

Dari Kampung Tegal Kepatihan hingga dikenal luas, Keripik Paru Klaten menjadi ikon kuliner khas. Ketahui sejarah, proses, dan tempat membelinya.

Keripik Paru Klaten.
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 11:33

Marak Begal, Gangster, dan Matel Menelan Korban, Warga Bandung Pertanyakan Aksi Walikota dan Aparat

Bandung darurat 'Red Zone' akibat maraknya begal, gangster, dan matel yang menelan banyak korban.

Senjata Tajam. (Sumber: Pixabay/KhanaBadosh | Foto: Pixabay/KhanaBadosh)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 08:00

Ketika Deru Knalpot dan Distorsi Musik Menyatukan Ribuan Pecinta Otomotif Bandung

Seri pembuka Kejurnas Slalom MLDSPOT Autokhana 2026 sukses mengguncang GOR Arcamanik Bandung.

Gate masuk event MLDSPOT Autokhana, pada 11 Juli 2026 (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa | Foto: Athhar Jundi Pratama Attaqa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 07:50

Mengembalikan Fungsi Bandara Husein Bukan Romantisme Masa Lalu

Keberhasilan reaktivasi Bandara Husein pada akhirnya tidak akan ditentukan oleh hari pertama operasional, melainkan oleh apa yang terjadi berbulan-bulan setelahnya.

Petugas Avsec melakukan patroli di pintu keberangkatan domestik Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 21:21

Panduan Wisata ke Kawah Ijen Banyuwangi: Blue Fire, Tiket, dan Tips Lengkap

Panduan lengkap wisata Kawah Ijen Banyuwangi, mulai harga tiket 2025, fenomena Blue Fire, rute pendakian, jam terbaik, hingga tips agar perjalanan lebih aman.

Kawah Ijen Banyuwangi. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 20:15

Luka, Algoritma, dan Dogma

Luka hanya dapat disembuhkan oleh kepedulian, algoritma dapat diimbangi dengan literasi, dan rapuhnya interaksi sosial hanya dapat dipulihkan saat kita meluangkan waktu untuk benar-benar hadir bersama

Kita tidak akan sepenuhnya paham bagaimana rasanya di-bully, sebelum kita merasakan sendiri dampaknya. (Sumber: Unsplash/Carolina)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)