Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Sejumlah Masalah Timbul dari Jam Operasional Truk yang Melanggar Aturan

Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan Kamis 16 Okt 2025, 08:09 WIB
Jam Operasional Kendaraan besar seperti truk seringkali menjadi salah satu penyebab kemacetan di daerah kopo, cibaduyut dan cangkuang (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Jam Operasional Kendaraan besar seperti truk seringkali menjadi salah satu penyebab kemacetan di daerah kopo, cibaduyut dan cangkuang (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Kemacetan di sekitar area Kopo, Cibaduyut, Cangkuang dan Rancamanyar tidak hanya disebabkan oleh menjamurnya kendaraan roda dua dan ruas jalan yang sempit.

Penyebab utama kemacetan memang jumlah kendaraan roda dua yang semakin tidak bisa dibendung keberadaannya. Lautan motor bisa terlihat berkumpul di antara jam sibuk mulai dari jam 6 pagi hingga 10 siang. Sementara di akhir pekan kemacetan bertambah di jam 12 siang dan berlanjut hingga jam 8 malam. Kondisi bisa diperparah ketika hari libur panjang tiba.

Ruas jalan yang sempit juga menjadi faktor selanjutnya. Ruas jalan dari belasan tahun ke belakang tetap sama hingga hari ini dan tidak kunjung mendapat pelebaran karena pemukiman masyarakat semakin padat. Adapun jika dilakukan penggusuran maka akan menambah masalah baru di masyarakat.

Ruas jalan yang sempit tidak hanya dipenuhi dengan lautan motor tapi sejumlah truk atau kendaraan bermuatan besar dan ber-body panjang kian menyumbang kemacetan.

Jam operasional kendaraan bermuatan besar memang tidak memiliki aturan yang baku tergantung dengan kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat. Namun pada umumnya kendaraan tersebut tidak boleh beroperasi di jam-jam sibuk seperti jam 6 pagi hingga 9 pagi dan jam 4 sore menjelang jam 8 malam.

Namun peraturan seringkali dibuat untuk dilanggar. Tidak untuk menggeneralisasi semua pihak tapi tetap saja ada beberapa oknum supir yang masih belum mentaati peraturan yang berlaku.

Baru-baru ini bahkan saya pernah terjebak macet saat menggunakan angkutan umum Soreang-Leuwi Panjang. Kemacetan cukup menyita kendaraan untuk tidak bergerak saat melintasi kawasan Miko Mall hingga gardu Taman Kopo Permai dan Kopo Sayati. Hampir dua jam sudah kendaraan tidak bisa bergerak kecuali kendaraan roda dua yang selalu mencari celah kecil untuk bisa terus melaju.

Truk yang sempat menjadi penyebab kemacetan di kawasan Miko Mall- Sayati (11/10) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Truk yang sempat menjadi penyebab kemacetan di kawasan Miko Mall- Sayati (11/10) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Setelah melewati kawasan macet ternyata diketahui bahwa kemacetan terjadi akibat sejumlah kendaraan besar melintasi kawasan Kopo di jam sibuk menuju jam 4 sore. Kehadiran truk besar seperti ini juga berbahaya saat keluar di jam operasional sibuk.

Baru-baru ini peristiwa kecelakaan terjadi di area Cibaduyut (24/9) malam yang menewaskan pengendara bermotor. Seorang pemuda berusia 20 tahun tewas seketika terlindas truk saat menuju tempat tinggalnya di kawasan Rancamanyar. Supir mengaku pandangannya kabur dikarenakan kabut yang menempel pada kaca yang disebabkan dari air hujan.

Kejadian seperti ini memang kerap terjadi di kawasan Cibaduyut karena kurangnya cahaya serta padatnya sejumlah kendaraan. Belum lagi di kawasan SPBU dan Stasiun TVRI juga sering terjadi kecelakaan karena ruas jalan yang berkelok dan sejumlah kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi.

Perseteruan Supir angkot dan Supir Truk (14/10) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Perseteruan Supir angkot dan Supir Truk (14/10) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Pada beberapa jam sibuk truk besar juga sering bersinggungan dengan angkutan umum yang ngetem sembarangan. Masih di angkot Soreang-Leuwi Panjang, terjadi perseteruan antara supir angkot dengan supir truk. Menurut sudut pandang saya keduanya memiliki kekurangan.

Pertama angkot yang ngetem di pinggir jalan tapi di tempat yang tidak seharusnya. Kedua, truk juga punya kekurangan karena melaju terlalu dekat dengan angkot yang mengakibatkan goresan panjang pada body angkot.

Penertiban operasional truk besar seharusnya menjadi perhatian khusus bagi pihak terkait yang membuat kebijakan. Memang bukan perkara mudah menyelesaikan permasalahan terkait penertiban kendaraan mengingat isu ini sering berbenturan dengan sisi kemanusiaan.

Banyak narasi yang masih tersebar bahwa pengaturan sejumlah operasional truk di jam-jam tertentu akan mempengaruhi perekonomian sejumlah supir. Mengingat keterbatasan jam operasional dan tekanan target pasar seringkali tidak berjalan beriringan.

Sementara jika diabaikan begitu saja, sudah terlalu banyak menjadi permasalahan dalam lalu lintas perjalanan. Tidak hanya menjadi penyebab kemacetan di antara jam sibuk, kendaraan seperti truk juga sudah terlalu banyak memakan korban di jalanan. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 17:21

Menata Arah Pendidikan Tinggi Keagamaan di Era Serba Cepat

Pepen Supendi, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)