Sibuk Romantisasi Tak Kunjung Revitalisasi, Angkot Kota Bandung 'Setengah Buntung'

3 menit baca
Andrea Keira
Ditulis oleh Andrea Keira diterbitkan
Angkot Kota Bandung yang mulai sepi peminat di Dipatiukur, (7/12/2025). (Foto: Andrea Keira)
Angkot Kota Bandung yang mulai sepi peminat di Dipatiukur, (7/12/2025). (Foto: Andrea Keira)

Sebagai masyarakat asli Bandung yang terbiasa menggunakan Angkutan Umum (biasa dikenal sebagai Angkot) sebelum maraknya transportasi online, saya cukup prihatin dengan kondisi Angkot saat ini. Taraf ojek online yang masih cukup mahal untuk dijangkau pada situasi fleksibel, menjadikan angkot salah satu transportasi umum yang seharusnya masih layak menjadi pilihan untuk digunakan.

Namun sayangnya, Angkot saat ini justru semakin kurang diminati dan memiliki kesan tertinggal sehingga para supir pun kerap mengeluhkan sepi penumpang. Padahal jika angkot lebih terberdaya, kita dapat mengurangi kemacetan dan polusi udara.

Keluhan supir terkadang akhirnya bergulir menjadi keluhan penumpang. Supir yang sulit mendapatkan penumpang akhirnya melakukan pemberhentian di beberapa titik  (ngetem) dengan waktu yang lama karena menunggu awak terpenuhi. Tidak hanya itu, supir kerap menumpahkan emosinya kepada penumpang dengan membawa Angkot berkecepatan tinggi dan perasaan kesal.

Hal ini menimbulkan dilema yang tak berkesudahan, karena jika awak mobil tidak terpenuhi dan langsung jalan, supir akan boros bensin. Akan tetapi jika tidak segera berangkat, penumpang yang sudah ada dapat menunggu hingga berjam-jam.

Tahun 2024, Kota Bandung bahkan menduduki peringkat nomor 2 sebagai kota termacet se-Asia Tenggara menurut TomTom Traffic. Intensitas turis lokal dan pengguna kendaraan pribadi semakin tinggi dan tidak dapat ditanggulangi, menjadikan Bandung terkesan sumpek dan tidak ramah.

M. Farhan selaku Walikota Bandung perlu memperhatikan masalah ini dengan serius, karena Angkot bukan hanya berbicara soal kendaraan umum semata. Tetapi juga roda ekonomi, budaya, hingga citra dan identitas kota dalam kemajuan mobilitasnya dimata nasional.

Bandung sudah terlalu banyak diromantisasi sehingga lupa ada banyak hal yang perlu revitalisasi, termasuk perihal angkot. Pemerintah Daerah terlena akan citra Bandung sebagai kota kembang, sementara mobilitas masyarakatnya yang dapat mendorong berbagai sektor belum berkembang.

Menanggapi permasalahan ini, M. Farhan perlu mengambil aksi nyata dalam mencapai kepuasan kinerja oleh masyarakat. Setelah saya melakukan analisis serta riset mendalam terkait solusi dari permasalahan ini, saya menyimpulkan beberapa hal.

Walikota Bandung perlu merangkul koperasi angkot untuk bekerjasama dalam memajukan perputaran ekonomi transportasi umum. Dari kerjasama tersebut, regulasi operasional angkot dapat dibuat lebih tertib dan terintegrasi dengan Pemerintah Daerah yang penuh dukungan juga.

Mobil angkot dipoles, rute dibuat lebih jelas, halte angkot diperbaiki titiknya, hingga pembayaran digital melalui Qris atau kartu khusu dapat menjadi inovasi baru. Supir angkot juga perlu diberikan edukasi terkait membawa kendaraan yang benar, aturan dibuat dan juga disepakati oleh berbagai pihak termasuk supir itu sendiri.

Suasana angkot ngetem di Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung)
Suasana angkot ngetem di Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung)

Adanya persetujuan dari berbagai pihak menjadikan kerjasama ini menghasilkanang dampak positif. Jika angkot sudah direvitalisasi, ini dapat menjadi peluang kota Bandung dalam menciptakan identitas dan branding kota dengan angkot.

Maraknya kampanye menggunakan tagar melalui sosial media dapat menjadi solusi yang sangat tepat dan menumbuhkan algoritma. Pemerintah daerah terutama orang paling berpengaruh di kota Bandung yakni M. Farhan dapat menjadikan revitalisasi angkot tadi sebagai lapangan menciptakan trend positif dengan mengajak masyarakat menggunakan angkot.

Baca Juga: Hikayat Terminal Cicaheum, Gerbang Perantau Bandung yang jadi Sarang Preman Pensiun

Seperti trend dengan tagar  #MudaBertransum dan sebagainya yang terus diangkat, dapat menjadi peluang dalam memainkan algoritma yang inklusif dan berkelanjutan. Saya yakin kampanye ini akan mendapatkan respon positif dari masyarakat dan menjadi peluang prestasi kota Bandung.

Dari kampanye ini, dampak positifnya yakni angka kemacetan dan polusi udara berkurang, dan menjadi trend yang mendorong pertumbuhan ekonomi serta mobilitas masyarakat. Angkot tidak lagi menjadi tolak ukur gengsi, tetapi berbicara soal efisiensi dan kebutuhan masyarakat. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Andrea Keira
Tentang Andrea Keira
Mahasiswi Digital Public Relation, Telkom University 2024

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 21 Jun 2026, 13:04

5 Kuliner Semarang Pilihan yang Wajib Dicoba Wisatawan

Dari lumpia khas Pecinan hingga tahu gimbal dan nasi ayam malam hari, inilah rekomendasi kuliner Semarang yang wajib masuk daftar perjalanan Anda.

Kuliner Tahu Gimbal. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 12:17

Jembatan Cirahong, Warisan Belanda dengan Akses Lantai Ganda

Jembatan Cirahong, warisan dari Belanda yang memiliki dua jalur akses. Berfungsi sebagai rel kereta dan jalan bagi warga.

Jembatan Cirahong masa sekarang. (Sumber: Dokumen Pribadi)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:48

Meraih Impian dari Sekolah Terbaik

Menentukan sekolah terbaik pun harus dianggap sebagai langkah yang menentukan impian murid baru terwujud.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:36

Risiko Kecil dari USG yang Berlebihan

Pentingnya membatasi frekuensi USG kehamilan sesuai indikasi medis guna mencegah potensi risiko efek termal dan paparan ultrasonik berlebihan pada janin.

Ilustrasi pemeriksaan USG kandungan pada ibu hamil. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:32

Tidak Hanya Judol, Blind Box Juga Dapat Memicu Kecanduan

Blind box justru mendorong perilaku konsumtif dan impulsif pada konsumen Generasi Z.

Ilustrasi blind box. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:25

Bukan Sekadar Paspor: Makna Nasionalisme Dalam Skuad Timnas Modern

Performa baik Timnas Indonesia ikut dipengaruhi pemain diaspora.

Ole Romeny (10) bersama Ramadhan Sananta (9) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3). (Sumber: kemenpora.go.id | Foto: Herry)
Beranda 20 Jun 2026, 13:46

Mengayuh dengan Cemas di Kota yang Mengaku Ramah Pesepeda

Komunitas pesepeda Bandung memasang Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta usai tewasnya seorang remaja pesepeda, sekaligus mendesak pemerintah memperbaiki keselamatan infrastruktur jalan.

Komunitas sepeda dan pejalan kaki memasang memorial Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta sebagai simbol duka atas tewasnya seorang remaja saat bersepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Beranda 20 Jun 2026, 05:35

Membongkar Operasi Informasi yang Tak Kasat Mata di Ruang Digital

Jurnalis diajak mengenali operasi manipulasi informasi di ruang digital, mulai dari disinformasi, narasi terkoordinasi, hingga rekayasa tren di media sosial.

Ika Ningtyas, Koordinator Cek Fakta Tempo, memaparkan cara mengenali operasi manipulasi informasi yang bekerja secara terorganisasi di ruang digital kepada para jurnalis di Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 19 Jun 2026, 20:59

Dobrak Batas Sinema Remaja, Film ‘Dan Bandung’ Garapan Rudi Soedjarwo Angkat Isu Strict Parents

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung.

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 20:00

Ciparay: Lumbung Padi Jawa Barat dari Dulu sampai Kini

Kecamatan Ciparay merupakan sentra produksi beras terbesar di wilayah Jawa Barat.

 (Sumber: KITLV, Diakses tangal 3 Juni 2026)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 18:45

Memahami Cara Ngiklan Game Digital, Bagaimana Valorant Memperkenalkan Skin Senjata agar Tak Biasa

Valorant resmi merilis skin terbarunya yang berjudul “Kuronami 2.0”, sebuah koleksi skin premium yang hadir untuk senjata Phantom, Operator, Guardian, Ghost, dan Melee.

Gambar Skin Senjata Kuronami 2.0
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:43

Naik Kereta Sambil Ketemu Karakter Favorit? Ternyata Ada Strategi Besar di Baliknya

Bagaimana sebuah kolaborasi karakter animasi lokal berhasil membuat audiens connect di berbagai platform dengan pendekatan yang disesuaikan, tanpa kehilangan benang merahnya.

Transportasi publik yang digunakan masyarakat Indonesia setiap harinya. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 17:09

Hutan Pinus Rahong Pangalengan, Destinasi Sejuk dengan Sungai dan Camping Ground

Hutan Pinus Rahong menawarkan suasana teduh, camping, rafting, hingga glamping. Kenali 6 klaster wisata dan daya tarik alamnya sebelum berkunjung.

Hutan Pinus Rahong, Pangalengan.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:00

Toponimi Lembang (bagian 3 – Habis)

Di Lembang terdapat sebuah bukit yang berada di selatan observatorium Bosscha, yang dahulunya hanya merupakan bukit biasa yang ditumbuhi ilalang.

Kampung Lapang, Cikole, Lembang, pada saat pendudukan Jepang. Dapat terlihat Gunung Putri di belakang sebagai latar. (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 16:18

Jari, Kata, dan Hati

Sentuhan jari di atas gawai, dapat mengirim kabar baik, berbagi ilmu, menguatkan persaudaraan, sebaliknya bisa menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah.

Saatnya menulis di Ayo Bandung (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:46

Wewenang Kekuasaan Adityawarman di Kerajaan Malayu

Membahas mengenai peran Raja Adityawarman selama memimpin Kerajaaan Malayu.

Candi Muaro Jambi (Sumber: Pemerintah Provinsi Jambi (jambiprov.go.id))
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:09

Mengapa SNI Gempa Masih Jadi Formalitas di Indonesia

Esai ini membahas lemahnya penerapan SNI 1726:2019 sebagai standar ketahanan gempa pada bangunan rumah tinggal di Indonesia, yang saya telaah dari sudut pandang keilmuan teknik sipil.

Ilustrasi kerusakan akibat gempa.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 13:39

Strategi Penyampaian Pesan dalam Publikasi Film melalui Website dan Media Sosial

Website resmi menyajikan informasi yang lebih lengkap mengenai film, pemeran, dan jadwal penayangannya.

Ilustrasi menonton film. (Sumber: Pexels | Foto: Pavel Danilyuk)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 11:44

Menelusuri Jejak dan Pola Aktivitas Manusia Masa Lampau di Situs Gua Batu

Daerah Pegunungan Meratus adalah surga bagi kehidupan ribuan tahun silam.

Kondisi Gua Batu dari Luar (Sumber: Geopark Meratus)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 11:06

Wisata Kawasan Tunjungan Surabaya: Sejarah, Kuliner, dan Walking Tour Heritage

Jelajahi Kawasan Tunjungan Surabaya yang memadukan sejarah perjuangan, bangunan kolonial, wisata kuliner, hingga walking tour heritage yang sedang populer.

Kawasan Tunjungan Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)