Dari Falsafah ke Konten Digital: Perjalanan Gaya Komunikasi Publik di Jawa Barat

4 menit baca
Bayu Hikmat Purwana
Ditulis oleh Bayu Hikmat Purwana diterbitkan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Sumber: Pemkot Depok)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Sumber: Pemkot Depok)

Komunikasi publik selalu menjadi kunci bagi seorang pemimpin dalam menjalin kedekatan dengan masyarakat. Di Jawa Barat, pola komunikasi para pemimpin terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman, dari falsafah sederhana hingga strategi digital. Namun, di balik perubahan itu, ada satu hal yang tetap hadir: jejak kearifan lokal Sunda yang menjadi dasar harmoni sosial.

Pada awal 1970-an, Jawa Barat dipimpin oleh Aang Kunaefi, seorang gubernur yang meninggalkan warisan komunikasi sederhana namun bermakna. Aang memperkenalkan falsafah 4UR: sakasur, sadapur, salembur, sagubernur. Prinsip ini mengajarkan toleransi dan kebersamaan, rukun dalam rumah tangga (sakasur), menjaga harmonisasi antar keluarga (sadapur), mempererat hubungan dengan tetangga (salembur), hingga memperluas persaudaraan ke tingkat provinsi (sagubernur).

Komunikasi publik ini efektif di zamannya. Tanpa mikrofon modern atau media sosial, pesan yang sederhana dan mudah diingat itu mampu menembus ruang-ruang kehidupan masyarakat Jawa Barat. Falsafah tersebut bukan sekadar slogan, tetapi ajakan moral yang menjadi bagian dari perilaku keseharian.

Seiring perkembangan teknologi, komunikasi publik ikut bergeser ke ruang digital. Media sosial menjadi panggung baru bagi pemimpin untuk hadir di tengah warganya. Video pendek, desain visual, dan humor ringan khas menjadi bagian dari strategi komunikasi yang mampu menjangkau jutaan orang dalam hitungan detik.

Di era ini, pemimpin tampil bukan hanya sebagai pejabat di podium resmi, tetapi juga melalui unggahan di media sosial Facebook, Instagram, TikTok, atau platform X yang segera mendapat respons dari warganet. Kehadiran gaya digital ini membuat generasi muda merasa dekat, meski tidak jarang kritik muncul. Publik sering mengingatkan bahwa komunikasi di media sosial harus dibarengi dengan solusi nyata.

Di tengah derasnya arus digital, muncul pula gaya komunikasi publik yang kembali menekankan identitas budaya Sunda. Pemimpin Jawa Barat dalam periode ini menghadirkan narasi tradisi, mengenalkan filosofi leluhur, hingga menjadikan simbol lokal sebagai cara membangun kedekatan.

Blusukan ke desa, berdialog dengan bahasa rakyat, atau menyelipkan cerita wayang dalam pidato menjadi sarana komunikasi yang membumi. Cara ini menunjukkan bahwa meski dunia digital berkembang, sentuhan budaya tetap memiliki kekuatan emosional yang mendalam.

Resonansi Publik dan Dinamika Pelayanan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)

Setiap gaya komunikasi publik meninggalkan kesan tersendiri di mata publik. Pada masa Aang Kunaefi, masyarakat mengenang gaya komunikasinya yang meneduhkan dan membangun rasa “guyub”. Di era media sosial, warga menikmati interaksi langsung dengan pemimpinnya dengan merespons, mengkritik, atau bahkan bercanda di kolom komentar. Komunikasi publik tidak lagi satu arah, melainkan dialog dua arah yang lebih terbuka.

Namun, interaksi yang cepat ini juga memunculkan tantangan baru. Kecepatan komunikasi publik sering kali tidak diimbangi dengan kecepatan birokrasi. Respons pemimpin di media sosial bisa seketika, tetapi realisasi kebijakan dan pelayanan publik tetap harus melewati jalur administrasi yang panjang. Di sisi lain, publik yang terbiasa dengan ritme digital berharap hasil yang instan.

Ketimpangan tempo antara komunikasi dan birokrasi ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik. Jika tidak dikelola dengan baik, kredibilitas pemerintah bisa terganggu, karena publik menilai dari kecepatan tanggapan, bukan kompleksitas proses birokrasi.

Dinamika ini menjadi pelajaran penting bagi birokrasi. Aparatur pemerintah harus mampu beradaptasi terhadap cepatnya arus komunikasi publik, tanpa mengorbankan prinsip tata kelola dan akuntabilitas. Transparansi, koordinasi lintas instansi, dan inovasi pelayanan menjadi kunci agar birokrasi tetap relevan di era serba cepat.

Namun lebih dari itu, penguatan literasi numerasi birokrasi menjadi kebutuhan mendesak. Literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga memahami konteks sosial dari informasi yang beredar, sehingga respons kebijakan menjadi lebih tepat dan empatik. Sementara itu, numerasi membantu aparatur memahami juga menggunakan angka dan data dalam pengambilan keputusan, agar setiap pernyataan publik memiliki dasar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan bekal literasi numerasi yang kuat, birokrasi dapat menyaring informasi, membaca tren publik, serta merumuskan pelayanan berbasis data yang responsif dan kredibel. Birokrasi yang cerdas bukan hanya cepat menjawab, tetapi juga tepat sasaran dalam menindaklanjuti.

Pegawai pemerintah di era sekarang perlu memahami bagaimana informasi tersebar, bagaimana opini terbentuk, dan bagaimana kepercayaan dibangun. Dengan begitu, kecepatan komunikasi publik dapat diimbangi dengan kecepatan respon kebijakan yang profesional tanpa melanggar aturan, tetapi tetap menjaga ritme kepercayaan publik.

Seperti pesan dari falsafah 4UR, kedekatan bukan sekadar jarak fisik, tetapi juga kedekatan hati dan niat baik. Komunikasi publik yang kuat akan memperkuat jembatan kepercayaan antara pemerintah dan rakyatnya, sementara birokrasi yang adaptif memastikan jembatan itu kokoh dan berfungsi.

Perjalanan komunikasi publik di Jawa Barat menunjukkan bahwa setiap era memiliki wajah dan caranya sendiri dari falsafah yang mudah diingat, konten digital yang viral, hingga simbol budaya yang membumi. Semua bentuk komunikasi itu sejatinya berpijak pada nilai yang sama yaitu kearifan lokal Sunda yang menekankan harmoni dan kebersamaan.

Namun, suara publik selalu mengingatkan bahwa komunikasi bukanlah tujuan akhir. Seperti pepatah Sunda, “caina herang, laukna beunang” komunikasi yang jernih harus berbuah manfaat nyata bagi kehidupan warga.

Tantangan terbesar komunikasi publik hari ini bukan sekadar tampil dekat, tetapi bagaimana membangun trust yang tahan lama. Sebab, pada akhirnya, komunikasi yang paling berpengaruh bukan yang paling cepat, melainkan yang paling tulus dan menunjukan keberpihakan. Seperti pepatah sunda bagi pemimpin, raja mah kudu bisa ngapung, nerus bumi, jeung napak sancang, mampu berpikir tinggi, menjaga keseimbangan, dan tetap berpijak pada rakyatnya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Bayu Hikmat Purwana
Analis Kebijakan dengan bidang kepakaran pengembangan kapasitas ASN di Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Talenta ASN Nasional LAN RI

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 24 Jun 2026, 16:22

Panduan Berkunjung ke The Great Asia Africa Lembang: Keliling Tujuh Negara di Kaki Gunung Tangkuban Perahu

The Great Asia Africa menghadirkan replika budaya Jepang, Korea, India, Thailand, hingga Timur Tengah dalam satu destinasi wisata di Lembang.

The Great Asia Africa Lembang (Sumber: Ayomedia)
Linimasa 24 Jun 2026, 13:45

Menengok Pembuat Bet Pingpong Kayu Jati Bandung

Berawal dari hobi saat pandemi, Abah Jae di Cimenyan sukses membuat bet pingpong handmade dari limbah kayu jati berkualitas.

Abah Jae, pembuat bet pingpong kayu jati Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 13:04

Regenerasi Petani: Peluang dan Tantangan Pada Pendidikan Pertanian

Jika lahan sawah sudah tidak ada, lantas apakah regenerasi petani akan tercipta? Sedangkan profesi petani di Indonesia memunculkan permasalahan kritis.

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 12:49

Radio Nirom Rancaekek, Saksi Hidup Siaran Radio Hindia Belanda

NIROM (Nederlandsch-Indische Radio Omroep Maatschaapij) merupakan siaran radio swasta yang didirikan pada tahun 1928.

Stasiun Malabar Di gunung Puntang (Sumber: muspen.komdigi.go.id)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 12:08

Menelusuri Jejak Masa Lalu Rumah Indis dan Pabrik Gula Sewugalur

Badai datang melalui krisis ekonomi global pada masa Malaise yang menyebabkan pabrik gulung tikar.

kondisi pabrik gula sewugalur pada masa masih beroprasi tahun 1917. (KITLV/kebudayaan.kemdikbud.go.id)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 11:59

Restaurant Indonesia: Awal Pendirian dan Perjuangan Para Eksil Orde Baru

Perjalanan para eksil Orde Baru dalam mendirikan Restaurant Indonesia pada 1982.

Restaurant Indonesia di Paris. (Sumber: Facebook milik Restaurant Indonesia.)
Wisata & Kuliner 24 Jun 2026, 11:22

Panduan Wisata Gembira Loka Zoo Yogyakarta: Harga Tiket, Wahana, dan Koleksi Satwa

Gembira Loka Zoo Yogyakarta menawarkan ratusan koleksi satwa, wahana keluarga, Zona Cakar, hingga Kereta Taring. Simak panduan lengkap sebelum berkunjung.

Gembira Loka Zoo Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 10:43

Analisis Konteks Historis Dibalik Pembuatan Film Kuldesak 1998

Artike lini membahas tentang latar belakang historis dari pembuatan Film Kuldesak 1998

Cuplikan adegan aktor Ryan Hidayat dan Iwa K dalam film Kuldesak 1998. (Sumber: Komunitas Pecinta Film Jadul Indonesia, Facebook. facebook.com)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 09:28

Ayobandung sebagai Inspirasi Literasi di Era Digitalisasi

Di era digitalisasi, apakah literasi semakin bagus atau kian redup.

Ilustrasi website Ayobandung.id. (Sumber: Pexels/gravity cut)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 08:58

Pengembangan Mainan Anak Bercorak Tradisional

Perlu strategi komersialisasi produk mainan tradisional dengan  menerapkan kemasan  yang menarik.

Permainan tradisional Sunda di halaman Gedung Pakuan. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 08:42

Menerobos Aturan di Simpang: Salah Pengendara atau Desain Jalan?

ATCS Dishub Kota Bandung mencatat ratusan pelanggaran di 10 lokasi simpang dengan tingkat pelanggaran tertinggi setiap bulan.

Dua pengendara sepeda motor kedapatan berhenti di zebra cross (4/5/2026). (Sumber: Instagram/@atcs.kotabandung)
Wisata & Kuliner 23 Jun 2026, 18:54

Panduan Wisata Waduk Jatiluhur, Bendungan Terbesar Indonesia yang jadi Destinasi Favorit

Panduan lengkap Waduk Jatiluhur Purwakarta, mulai dari sejarah bendungan terbesar di Indonesia, aktivitas wisata, kuliner khas, hingga tips berkunjung terbaru.

Waduk Jatiluhur. (Sumber: Disparbud Purwakarta)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 18:11

Penyalin Cahaya: Ketika Kekerasan Seksual tidak Memandang Gender

Kekerasan dan Pelecehan Seksual hari ini tidak memandang gender karena bisa terjadi kepada perempuan maupun laki-laki.

Penyalin Cahaya adalah film yang merepresentasikan kekerasan dan pelecehan seksual yang tidak memandang gender. (Istimewa)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 17:56

Membedah Konsistensi Pesan Promo Launching Brand oleh Perusahaan Sportswear di Berbagai Platform

Kolaborasi Nike dan NAKED Copenhagen menghadirkan produk yang menggabungkan unsur fashion dan sneakers dalam satu desain yang unik.

Diambil dari Website Resmi Nike
Ayo Biz 23 Jun 2026, 17:38

'Ngeureuyeuh' Membawa Athiya Cake dari Dapur Rumahan Jadi Pemberi Lapangan Kerja

Kini, di pertengahan 2026, dapur Rika tidak lagi sepi seperti dahulu. Pesanan mengalir hampir setiap hari.

Produk Athiya Cake di kompleks perumahan Mega Mutiara Tasik Regency, Kabupaten Tasikmalaya, (20/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Sejarah 23 Jun 2026, 16:25

Hikayat Ngamplang, dari Pusat Pemulihan Paru Pertama Hingga Pemberi Julukan Swiss Van Java

Dibangun pada 1912 sebagai sanatorium, Ngamplang kemudian berkembang menjadi wisata yang mendunia.

Salah satu sudut bangunan Sanatorium Ngamplang Garut yang kini berubah fungsi jadi lapangan golf. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 16:04

Trotoar, PKL, dan Keadilan Ruang Kota

Kebutuhan trotoar, PKL yang tertata dan berkelanjutan hingga adanya keadilan ruang kota.

Warga berjalan di trotoar kawasan Jalan Ahmad Yani, Cicadas, Kota Bandung, Kamis 4 Juni 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 15:11

Optimasi Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Industri Kendaraan Listrik

Audit teknologi tidak hanya terkait dengan transfer teknologi namun juga bertujuan untuk memperluas lapangan kerja yang layak secara berkesinambungan.

Ilustrasi kendaraan listrik. (Sumber: Pexels | Foto: Mad Knoxx)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 14:55

Kegagalan Penataan Kota, Menumbuhkan Tata Jalanan

Di balik semrawutnya Pasar Cicadas, membuat PKL terpaksa menutup akses toko. Namun justru memunculkan simbiosis sebagai jalan tengah keduanya tetap hidup.

Sejumlah spanduk penolakan pembangunan jalur BRT yang dipasang oleh para pedagang terlihat di depan lapak PKL, Jalan Ahmad Yani, Cicadas, Kota Bandung, (17/12026). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 14:37

Fenomena Live Shopping, Mengapa Mahasiswa Sulit Menahan Godaan Belanja?

Menilik fenomena live shopping dari sudut pandang mahasiswa. Mengapa diskon temporal dan live shopping begitu adiktif hingga memicu gaya hidup konsumtif?

ilustrasi live shopping. (Sumber: gemini)