Akaza di Demon Slayer: Sisi Manusia di Balik Iblis

3 menit baca
Troy Agastya
Ditulis oleh Troy Agastya diterbitkan
Pertarungan sengit antara Akaza dan Tanjiro di Demon Slayer: Infinity Castle (2025) menampilkan visual sinematik memukau dan emosi yang intens. (Sumber: Crunchyroll)
Pertarungan sengit antara Akaza dan Tanjiro di Demon Slayer: Infinity Castle (2025) menampilkan visual sinematik memukau dan emosi yang intens. (Sumber: Crunchyroll)

Film Demon Slayer: Infinity Castle (2025) kembali jadi sorotan di kalangan penggemar anime. Dengan durasi dua jam lebih, film ini bukan cuma menyuguhkan pertarungan epik dan visual megah, tapi juga memperlihatkan sisi emosional dari para karakternya. Salah satu yang paling mencuri perhatian tentu saja Akaza, iblis bulan atas nomor tiga yang ternyata punya kisah hidup menyayat hati.

Sebelum dikenal sebagai Akaza, ia adalah Hakuji Soyama, seorang remaja yang hidup dalam kemiskinan. Demi membeli obat untuk ayahnya yang sakit parah, Hakuji nekat mencuri. Namun, alih-alih dihargai karena niat baiknya, ia justru mendapat hukuman berat: tubuhnya diikat dan dicambuk berkali-kali.

Kehidupan Hakuji makin hancur ketika ayahnya bunuh diri karena tak ingin menjadi beban. Saat semuanya tampak gelap, muncul secercah harapan Hakuji bertemu guru bela diri bernama Keizo dan putrinya, Koyuki. Dari mereka, Hakuji belajar hidup dan menemukan arti keluarga.

Sayangnya, kebahagiaan itu tidak bertahan lama. Dojo tempat mereka tinggal diracuni, menewaskan Keizo dan Koyuki. Kehilangan itu membuat Hakuji kehilangan arah, hingga akhirnya menerima tawaran Muzan Kibutsuji untuk menjadi iblis dan lahirlah sosok Akaza.

Iblis yang Masih Menjaga Kode Moral

Meski dikenal sebagai salah satu iblis terkuat di bawah Muzan, Akaza bukanlah makhluk yang sepenuhnya gelap. Ia masih memiliki prinsip: tidak membunuh perempuan dan menghormati lawan yang kuat. Dalam banyak pertarungan, termasuk saat melawan Kyojuro Rengoku, Akaza terlihat lebih menghargai kekuatan dan keberanian dibanding sekadar haus darah.

Kemampuan bela dirinya juga luar biasa. Akaza mampu membaca aura dan energi lawan, membuatnya sulit dikalahkan. Tapi di balik kekuatan itu, ada luka batin yang belum sembuh rasa bersalah, kehilangan, dan kerinduan akan pengakuan sebagai manusia.

Berbeda dari Iblis Bulan Atas lainnya yang sering dipenuhi ambisi dan kebencian, Akaza dikenal loyal, disiplin, dan fokus pada tugas. Muzan Kibutsuji bahkan menganggapnya sebagai bawahan paling patuh dan bisa diandalkan.

Akaza di Demon Slayer: Infinity Castle (2025). (Sumber: Crunchyroll)
Akaza di Demon Slayer: Infinity Castle (2025). (Sumber: Crunchyroll)

Dalam Kimetsu no Yaiba: First Fanbook, disebutkan bahwa Muzan menghormati Akaza karena kesetiaan dan dedikasinya yang tinggi. Ia bukan sekadar iblis yang kuat, tapi juga prajurit yang punya rasa hormat terhadap aturan bertarung sesuatu yang jarang ditemukan di dunia iblis.

Yang membuat karakter ini begitu istimewa adalah sisi kemanusiaan yang masih tertinggal dalam dirinya. Akaza bukan hanya musuh utama dalam cerita, tapi juga cerminan dari seseorang yang kehilangan arah karena terlalu banyak luka. Tragedi yang ia alami membentuk dinding keras di luar dirinya, tapi jauh di dalam, Akaza masih menyimpan penyesalan dan rasa ingin diakui sebagai manusia. Inilah yang membuat banyak penonton muda merasa tersentuh bahwa bahkan sosok yang tampak jahat pun punya kisah dan alasan di baliknya.

Film Infinity Castle menampilkan itu semua dengan kuat. Setiap adegan yang melibatkan Akaza terasa intens, emosional, dan manusiawi. Ia bukan cuma karakter antagonis, tapi simbol tentang perjuangan antara kegelapan dan cahaya di dalam diri seseorang.

Melalui Akaza, Demon Slayer: Infinity Castle memberikan pesan bahwa penderitaan bisa mengubah manusia, tapi tidak selalu menghapus sisi baik di dalamnya. Akaza adalah pengingat bahwa setiap luka punya cerita, dan setiap kejahatan mungkin lahir dari rasa kehilangan yang terlalu dalam.

Film ini berhasil menggabungkan aksi spektakuler dengan makna emosional yang kuat. Akaza, dengan segala kompleksitasnya, menjadi bukti bahwa bahkan di dunia iblis sekalipun, masih ada secercah cahaya kemanusiaan yang belum padam. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 06 Okt 2026, 13:08

RT/RW di Bandung Tidak Perlu Jadi Densus 88 Kecil-kecilan

Teror adalah peristiwa langka. Pergantian penghuni kontrakan adalah peristiwa sehari-hari.

Tim Densus 88. (Sumber: ayobandung.com | Foto: suara.com via ayobandung.com)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 10:49

Membincangkan Hujan di Musim Kemarau

Membicarakan hujan dalam kacamata kesadaran lingkungan dan seni.

Ilustrasi musim hujan. (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 06:30

PHBS Sebagai Modalitas Kesehatan Warga Kota Bandung

Tahun 2026 ini, influenza tipe A ini menjadi gambaran yang sama, meski oleh pemerintah tidak lagi di-covidkan. Namun kekhawatiran masyarakat tetap trauma dan ketakutan berlebihan.

Ilustrasi penderita influenza.
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 20:09

Ruang Terbuka Hijau di 30 Kecamatan di Kota Bandung

Artikel ini mengulas kondisi Ruang Terbuka Hijau di 30 kecamatan Kota Bandung. Temukan sebaran, fasilitas publik, keasrian lingkungan dan upaya pelestarian taman kota demi Bandung yang lebih asri.

Aktivitas warga di taman Alun-Alun Cicendo, Kota Bandung, Sabtu, 9 Juli 2022. (Sumber: Ayobandung | Foto: Magang Foto/Algifari Tohaga Abdillah)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 19:22

Ketika Wajah-Wajah Populer Mengisi Halaman Majalah Selecta Edisi Oktober 1970

Membuka kembali majalah lawas selalu menghadirkan sensasi tersendiri. Begitu pula ketika kembali membaca Majalah Selecta edisi Oktober 1970.

Hastarita Abdullah, fotomodel 17 tahun, tampil di sampul depan Majalah Selecta edisi Oktober 1970. Sementara Trio Nindya Sisters, tiga bersaudari asal Solo, tampil di sampul belakang, 56 tahun silam. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 17:03

10 Netizen Terpilih September 2026, Menangkap Ragam Isu Bandung dan Jawa Barat

Redaksi Ayobandung.id mengumumkan 10 penulis terbaik kanal "Ayo Netizen" untuk periode September 2026, dengan total hadiah tetap Rp1,5 juta.

Simulasi penanganan bencana gempa bumi akibat Sesar Lembang. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 16:16

Ronda Malam: Mereka yang Berjaga saat Warga Terlelap

Ketika warga terlelap, petugas ronda tetap terjaga. Di RW 10 Kelurahan Karang Mekar, Kota Cimahi, ronda malam menjadi ikhtiar keamanan sekaligus bukti bahwa semangat gotong royong masih menyala.

Ilustrasi warga Indonesia sedang ronda. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan Gemini AI)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 15:02

Ruang Terbuka Hijau di Kota Bandung

Kota Bandung kini terus berbenah menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH). Selain berfungsi menjaga keseimbangan alam dan menekan polusi, kehadiran taman kota ini juga menjadi sarana rekreasi warga.

Taman di Jl. Tongkeng No.46, Merdeka, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 13:41

Mencegah KBGO di Kampus: Bukan Lagi Soal Perempuan Menjaga Diri

Seruan agar perempuan "pandai menjaga diri" di ruang digital tak lagi cukup. Kampus harus hadir secara sistemik menjamin ekosistem belajar yang aman bagi mahasiswi.

Pembukaan Latsar CPNS Tahun 2022 (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SkTAN)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 11:04

Kesehatan Mental Kita di Hari Sumpah Pemuda

Refleksi peringatas Sumpah Pemuda dengan isu keshatan mental.

Sumpah Pemuda & Kesehatan Mental. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 10:14

Amit-Amit, Jangan sampai Keranda Jadi Alat Ukur Tata Kota

Keranda seharusnya hanya mengantar manusia ke tempat peristirahatan terakhir. Ia jangan sampai berubah menjadi alat ukur apakah sebuah kota bekerja dengan baik atau tidak.

Lahan pekuburan di salah satu sudut Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 19:10

Batik dari Warisan Budaya Tradisional Menuju Fashion Internasional

Tahun 2009, UNESCO telah telah memasukkan batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. Batik perlu bergerak dari craft based economy menuju creative fashion industry. Dan dari produk menjadi nilai.

Koleksi batik Retno Mulyo. (Sumber: Batik Retno Mulyo)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 16:38

Memikirkan Kembali Sumber Daya Energi Baru: Terbarukan Berbiaya Murah dan Ramah Lingkungan

Mengulas solusi energi baru dan terbarukan yang murah serta ramah lingkungan.

Pengelola Waduk Jatiluhur menyebutkan kemarau panjang pada Juli 2023 menyebabkan tinggi muka air waduk mengalami penyusutan hingga 10 meter atau 2 meter diambang batas kritis. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 14:22

Masa Depan Podcast: Kemana Arah Komunikasi Digital Antara Manusia dan Akal Imitasi?

Perkembangan teknologi turut membuat podcast dengan pelbagai macam tema yang bisa diangkat. Maka tidak ada lagi batasan bahwa kita tidak bisa menyuarakan aspirasi melalui podcast.

Ilustrasi alat studio podcast. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 10:47

Peringati Bulan Bahasa dengan Membaca Indeks Literasi

Refleksi tingkat literasi Indonesia dalam momentum bulan bahasa tahun 2026.

Bulan Bahasa dan Literasi. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 09:59

KDM Mengingatkan Pers, tetapi Siapa yang Mengingatkan KDM?

KDM tidak perlu takut kepada wartawan yang kritis. Justru seorang gubernur memerlukan wartawan yang mampu menjadi semacam cermin yang tidak bisa diedit.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 20:31

Saat Pajak Terus Mencekik, Masihkah 'Worth It' untuk Membangun Usaha Mandiri?

Di Negara ini menjadi Karyawan atau Wirausahawan bukan satu-satunya pilihan yang menguntungkan. Keduanya punya konsekuensi yang terkadang merugikan.

Apakah kita benar-benar bisa memilih antara menjadi karyawan dan pengusaha di negeri ini? (Sumber: pixabay)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 19:15

Masjid Menara Sangat Terkait Kali Semarang

Kali Semarang dan anak-anak sungainya, dermaga sungai di Kampung Melayu dengan Masjid Menaranya, menjadi satu situs penting dalam sejarah perkembangan Kota Semarang.

Pak Ali (berbaju putih), sedang memberikan keterangan tengtang penimbunan lantai satu masjid. (Foto: T Bachtiar)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 18:02

Investasi Bangsa Dimulai dari Penguasaan Literasi Generasi Muda

Penguasaan literasi generasi muda harus ditempatkan sebagai fondasi utama untuk membangun bangsa yang kuat, mandiri, adaptif dalam menghadapi perubahan zaman.

Anak muda sedang membaca buku. (Sumber: Pexels | Foto: Abby Chung)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 16:45

Mengenang Masa Keemasan Acara Musik di Layar Kaca TVRI

Bagi generasi yang tumbuh pada era 1980-an hingga 1990-an, acara musik di TVRI bukan sekadar tontonan.

Aneka Ria Safari. Salah satu acara musik televisi favorit penonton Indonesia era 1980-1990-an. Program ini menghadirkan penyanyi dan grup musik populer serta lagu-lagu yang tengah digemari masyarakat. (Sumber: Majalah Monitor TVRI)