Kalah Lagi di Denmark Open 2025, Senjakala Prestasi Anthony Sinisuka Ginting?

4 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Anthony Sinisuka Ginting. (Sumber: PBSI)
Anthony Sinisuka Ginting. (Sumber: PBSI)

DENMARK Open World Tour Super 750 sedang berlangsung di Jyske Bank Arena, Odense, Denmark, 14-19 Oktober 2025. Ada kabar yang cukup menyesakkan dada dari negeri yang punya tradisi kuat bulu tangkis itu. Dikabarkan pebulu tangkis tunggal putra andalan Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, kembali harus terhenti di babak awal setelah ia kalah dari wakil tuan rumah, Anders Antonsen, 7-21, 19-21. 

Dengan kekalahan Ginting, sektor tunggal putra Indonesia kini hanya bergantung pada pemain peringkat 6 dunia, Jonatan Christie, di turnamen berhadiah total USD 950.000 itu. Sebelumnya, pemain muda Alwi Farhan juga kandas di babak pertama dari pemain Hongkong g Ng Ka Long Angus, 10-21, 16-21.

Tentu saja Ginting kecewa. Meski begitu, Ginting menganggap kekalahan ini sebagai pelajaran penting. Ia sadar bahwa konsistensi, kesiapan fisik dan mental, serta adaptasi pola permainan lawan menjadi aspek utama yang harus diperbaiki.

Kegagalan Ginting melaju lebih jauh di Denmark Open 2025 menegaskan bahwa persaingan bulu tangkis kelas dunia semakin menuntut adaptasi cepat dan stabilitas mental pada setiap pertandingan. Reaksi jujur Ginting menunjukkan bahwa kegagalan bukan akhir, melainkan bahan evaluasi untuk langkah selanjutnya.

Sejak atlet asal Cimahi itu--saat persiapan Olimpiade Paris 2024--mengalami cedera tulang rawan dan peradangan otot di bagian bahu kanan hampir 6 bulan lamanya, ia mencoba comeback di Japan Open 2025 dan China Open 2025, tetapi usahanya belum membuahkan hasil prestasi yang menggembirakan.

Dalam tujuh turnamen yang sudah ia jalani sejak pertengahan Juli lalu Ginting selalu kandas di babak-babak awal, 6 di 32 besar dan 1 di 16 besar: Japan Open, China Open, Kejuaraan Dunia, Hong Kong Open, China Masters, Korea Terbuka, dan terakhir Denmark Open.

Pertama, di Japan Open 2025 di babak pertama Ginting didepak wakil tuan rumah Kodai Naraoka 21-13, 21-19. Kedua, di China Open 2025 Ginting juga terhenti di babak pertama dijegal pemain kurang terkenal, Brian Yang, dari Kanada, 21-9, 16-21, 14-21. 

Ketiga, di Kejuaraan Dunia 2025 Agustus lalu, Ginting tersingkir di babak pertama dari pemain  alot tuan rumah, Toma Junior Popov. Ginting takluk dalam tiga gim 18-21, 21-19, 23-25 dari pebulu tangkis Prancis tersebut. Keempat, Ginting tersingkir di babak pertama China Masters 2025 September lalu. Ia dikalahkan pemain apik asal Malaysia, Leong Jun Hao, 19-21, 21-5, 10-21. 

Kelima, di Hongkong Open 2025 Ginting tersingkir di babak awal setelah didepak pemain asal Prancis Christo Popov, 21-19, 17-21, 19-21.

Keenam, Anthony Sinisuka Ginting kandas di 16 besar Korea Open 2025 September lalu. Ginting menghadapi pemain ulet asal Jepang, Kenta Nishimoto. Di laga tersebut, Ginting mengalami momen kurang mengenakkan.

"Sempat mengejar tapi di terakhir ada insiden yang tidak mengenakkan. Bolanya jelas masuk tapi mungkin teriakan lawan ketika bola belum menyentuh karpet membuat line judge kaget dan refleks memutuskan keluar," kata Ginting, melalui laman PBSI.

Anthony Sinisuka Ginting. (Sumber: PBSI)
Anthony Sinisuka Ginting. (Sumber: PBSI)

Peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 itu memang akhirnya mengakui  kalah dari unggulan ketujuh asal Jepang tersebut dengan 18-21, 19-21. Tapi ia berharap ada perbaikan dari induk federasi bulu tangkis dunia untuk ke depannya.

Terlepas dari kejadian pada pertandingan itu, kiprah Ginting di Korea Open ini jauh lebih baik—yaitu masuk 16 besar--dari kejuaraan-kejuaraan sebelumnya yang semuanya kalah di babak pertama.

Peringkat dunia Ginting terus melorot. Ia kini  ada di peringkat 74 dunia. Dan PBSI mulai “mempertanyakan” prestasi dan “keberadaannya” di Pelatnas meski samar-samar. Di usianya yang tak lagi muda, bagi setidaknya bagi Ginting masih ada satu, dua, atau tiga tahun ke depan untuk tetap eksis sebelum memasuki senjakala seorang Anthony Sinisuka Ginting. Terbukti, rekan seangkatannya, Jonatan Christie, masih sanggup menjuarai Korea Open 2025 Super 500 September lalu.

Beberapa masukan untuk Ginting dan tim pelatihnya. Secara teknis, tak ada masalah dengan Ginting. Ia salah satu pemain yang memiliki teknik pukulan terlengkap dan punya keunggulan melalui pukulan tipuannya. Tetapi, jika menghadapi lawan bertipe ulet dan punya fisik stamina yang prima, seperti Kodai Naraoka, Kenta Nishimoto, atau Christo Popov, Ginting selalu kehilangan akal dan akibatnya sering menjadi unforce error, melakukan kesalahan sendiri. Ginting perlu meningkatkan staminanya untuk tetap bisa bersaing dengan pemain top elit dunia.

Usia Anthony Sinisuka Ginting 20 Oktober nanti akan genap 29 tahun. Atlet bulu tangkis asal Cimahi itu lahir pada 20 Oktober 1996. Ia memulai karier sebagai pemain bulu tangkis prestasi semenjak duduk di bangku SD dan pernah memenangi kompetisi MILO School Competition kategori tunggal putra SD pada tahun 2008. Pada 2012, Ginting kembali meraih juara pada kompetisi yang sama pada kategori tunggal putra tingkat SMP.

Anthony Sinisuka Ginting masuk Pelatnas pada tahun 2013, dan menjadi salah satu pemain tunggal putra utama yang mewakili Indonesia di berbagai kompetisi internasional. 

Dari medali perunggu di Olimpiade Tokyo 2020 hingga berbagai gelar juara di turnamen besar, kiprahnya layak dijadikan teladan bagi generasi muda. Sosok Anthony Ginting dikenal luas dan namanya mendunia karena dedikasi dan prestasinya yang konsisten. Ia tidak hanya dikenal melalui kemampuannya di lapangan, tetapi juga melalui penghargaan yang diterimanya, seperti "Atlet Terbaik" dalam Penghargaan KONI Pusat 2021.

Ginting telah menikah dengan Mitzi Abigail, Sabtu, 26 Oktober 2024.

Ayo, Ginting, Anda masih bisa. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Okt 2026, 20:08

Sepuluh Tahun Wacana: Lampu Merah Soekarno-Hatta Menunggu Jawaban

Lampu merah Kiaracondong disebut jenuh sejak 2016, dan hingga kini masih bisa mencapai 12 menit. Mengapa solusi struktural belum juga datang?

Lampu merah Kiaracondong. (Sumber: Harun Yahya)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 19:29

Membangun Budaya K3 untuk Mencegah Kebakaran di Kota Bandung

Dengan budaya K3 yang kuat, pelatihan APAR yang tepat, dan partisipasi masyarakat, Kota Bandung lebih aman dari ancaman kebakaran.

Apel kesiapan petugas damkar kota Bandung. (Sumber: Bandung.go.id)
Sejarah 22 Okt 2026, 12:36

Hikayat Resolusi Jihad dan Lahirnya Hari Santri

Resulusi Jihad menjadi pembakar jiwa nasionalisme para santri untuk mempertahankan kemerdekaan. Resolusi yang dikeluarkan pada 22 Oktober 1945 saat ini diperingati sebagai Hari Santri Nasional

Ilustrasi Resolusi Jihad yang menjadi latar belakang diperingatinya Hari Santri Nasional (Foto: artificial intelligence)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 09:04

Polisi, Massa Hitam, dan Keamanan Kota Bandung

Dalam merespon demonstrasi, kemampuan membedakan aksi damai dan serangan terorganisir sangat penting.

Massa yang terdiri dari mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar demo di sekitar Tugu Simpang Lima, Kota Bandung, pada Selasa (20/10/2026) sore (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 07:54

Menilik Komitmen Green Campus UIN SGD Bandung di Tengah Dominasi Kendaraan Pribadi

Kampus tidak hanya berfungsi sebagai ruang untuk mengembangkan pengetahuan, tapi juga menjadi tempat di mana kesadaran ekologis harus ditanamkan.

Suasana salah satu parkiran UIN SGD Bandung Kampus 1 di siang hari, Selasa (5/5/2026). (Foto: Meyliana Sofiyanti)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:53

Gambut Oh Gambut

Ulasan tentang tanah gambut

Gambut oh Gambut (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:12

Darurat Curanmor di Peundeuy Cicalengka: Saatnya Pemilik Kontrakan Bertanggung Jawab

Maraknya kasus curanmor hingga 7-10 per bulan di Peundeuy Cicalengka menuntut pergerakan pemilik kontrakan agar lebih tegas dan serius dalam mendata identitas penghuni baru.

Bisnis kontrakan daerah Peundeuy, Cicalengka. (Sumber: Pribadi | Foto: Intan oktari ramadhani)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 18:16

Lawan Arah Bukan Jalan Pintas: Saatnya Tertib di Jalan Rancaekek

Kebiasaan berbahaya pesepeda motor yang melawan arah di Jalan Raya Bandung–Garut, Rancaekek.

para pengendara yang melawan arus di Rancaekek. (Sumber: Ayojelajah.id)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 17:03

Selamat Ulang Tahun Lembang ke-144

Tahun ini, Lembang menginjak usia 144 tahun, tepat pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Komunitas pelajar pecinta seni dan budaya, sesaat setelah penampilan sendra tari "Lembang Bihari ka Lembang Kiwari". (Sumber: Indra Riyadi)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 16:22

Ketika Muhammad Ali Datang ke Indonesia

Di antara beragam berita yang tersaji, satu judul tampil mencolok dan menarik perhatian yaitu kedatangan petinju legendaris dunia, Muhammad Ali, ke Indonesia.

Halaman muka surat kabar Swadesi edisi 20 Oktober 1973, yang menampilkan berita utama tentang kedatangan petinju legendaris dunia, Muhammad Ali, ke Indonesia. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 15:02

Membudayakan Berwisata ke Museum

Andai museum tidak didirikan, bagaimana kita bisa mengetahui sejarah kehidupan manusia?

Museum Sri Baduga menggelar Expo Pancarakén Sri Baduga 2023, Jalan BKR, Kota Bandung, Jumat, 23 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Alfarisi)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 14:38

Tong Gengsi Atuh ... Berbahasa Sunda

Para keluarga muda Sunda sering terlihat menggunakan bahasa Indonesia dari pada bahasa Sunda saat berkomunikasi dengan anaknya sejak usia balita.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 13:05

Mabit, Camp, dan Al-Jabbar

Tugas orang tua bukan hanya memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik, melainkan menemani (membersamai) mereka untuk menemukan makna terdalam dari setiap aktivitas pengalaman berharganya.

Foto bersama guru, siswa kelas 6 saat mengikuti Al-Amanah Spiritual Camp di Al Jabbar, Jumat-Sabtu. (16-17/10/2026). (Sumber: Grup WAG Kelas 6)
Linimasa 21 Okt 2026, 10:53

Jelajah Citarum Saat Musim Kemarau

Saat musim kemarau, debit Citarum susut drastis dengan warna air menghitam. Namun masih dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mencari nafkah

Kondisi debit air Sungai Citarum yang menyusut disaat musim kemarau (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 08:01

Andai Kota Bandung Tidak Macet seperti Kota Cirebon

Pengalaman saya menjelajahi lalulintas di Kota Cirebon membawa saya kepada kerinduan terhadap Kota Bandung yang tertib dan minim kemacetan

Sebagian banyak Jalanan di Kota Cirebon terpantau lebih lancar. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 07:41

Mengapa Mahasiswa Pasundan Memberi Rapor Merah untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran?

Rapor merah perlu dibaca sebagai desakan agar angka statistik pemerintah jangan sampai menutupi pengalaman warga yang belum ikut merasakan perbaikan kehidupan.

Mahasiswa melakukan aksi protes dua tahun kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 20:06

Downgrade Lifestyle: Strategi Bertahan Warga in This Economy

Fenomena downgrade lifestyle tengah menjadi perbincangan warga, tapi apa sih fenomena downgrade lifestyle ini dan apa bagaimana kita menyikapinya?

Ilustrasi sepasang muda-mudi di Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: arvi refo)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 19:15

Kemacetan Bunderan Cibiru Tak Kunjung Usai, Persoalannya Bukan Hanya pada Bundaran?

Mengurai benang kusut Bunderan Cibiru tak cukup hanya fokus di satu titik saja, melainkan menangani rangkaian penyebab sebelum kendaraan sampai di sana.

Kondisi lalu lintas di jalur Cibiru-Cileunyi saat jam sibuk sore, pukul 16.40 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Adisty Dhona Restu Ramadhani)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 18:08

Kenapa Jawa Barat Mengalami Dampak PHK Terbesar (Bagian 2)

Acapkali PHK tidak dapat dihindari, tetapi bagaimana mencari solusi sosial akibat dampak PHK tersebut. Ketika industri melemah seharusnya kehidupan ekonomi masyarakat tidak boleh terhenti.

Ilustrasi buruh perempuan. (Sumber: a | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 17:09

Wisata Jalan Kaki Melihat Jejak Sejarah Gedung Bank Indonesia

Gedung Bank Indonesia menghadirkan sejarah perbankan, arsitektur, dan perkembangan ekonomi. Sedangkan Taman Balai Kota menawarkan ruang terbuka hijau.

Gedung bersejarah Bank Indonesia di Kota Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)