Hadiah untuk Mendiang Legenda Bulutangkis Iie Sumirat dari Duo Bandung

5 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Muhammad Shohibul Fikri (kiri) dan Fajar Alfian. (Sumber: Dok. PBSI)
Muhammad Shohibul Fikri (kiri) dan Fajar Alfian. (Sumber: Dok. PBSI)

KUBURAN legenda bulutangkis yang bersinar di era 1970-an di Pemakaman Mekarwangi, Kota Bandung, Rabu (23/7/2025) boleh jadi belum kering benar. Dan bisa jadi taburan bunga dan karangan bunga masih memenuhi area pemakaman.

Ya, Iie Sumirat yang terkenal dengan pukulan “kedutnya” wafat di Bandung, Selasa, 22 Juli 2025. Para orangtua anak didik beliau biasa menyebutnya sebagai Kang Iie. Tapi, para anak didiknya lebih akrab menyebut Pak Iie. Semua berduka, terutama seluruh insan bulutangkis di tanah air.

Sayang, kepergian Kang Iie terjadi di saat prestasi bulutangkis Indonesia dianggap sedang “tidak baik-baik saja”.

Di era kepengurusan PBSI sekarang yang salah satunya dipimpin oleh Taufik Hidayat sebagai wakil ketua, sang juara Olimpiade Athena 2004--yang juga merupakan “anak emas” Kang Iie Sumirat yang prestasinya paling moncer--boleh dibilang belum menampakkan prestasi yang menggembirakan kalau tidak mau dibilang “nol besar”.

Di Japan Open 2025 pekan lalu pun nihil gelar. Anthony Sinisuka Ginting yang hampir 6 bulan absen di kancah internasional karena bergelut dengan cedera bahu mencoba comeback.

Namun, anak klub SGS kelahiran Cimahi itu gagal karena dihadang Kodai Naraoka, andalan tuan rumah, di babak awal di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Rabu, 16 Juli 2025. Ginting kalah dalam dua game langsung, 13-21, 19-21.

Begitu pula dengan Jonatan Christie—yang keluar dari pelatnas dan memutuskan menjadi pemain profesional—tidak lebih baik daripada Ginting. Ia pun langsung tersingkir setelah gagal menaklukkan pemain ulet tuan rumah, Kenta Nishimoto, di babak pertama. Jojo menyerah dengan skor 13-21, 12-21.

Agak mending dengan pemain muda yang tengah naik daun, Alwi Farhan. Setelah melewati hadangan pertama—unggul atas finalis All England 2025 Lee Chia Hao asal Taiwan 21-18, 21-11 dalam tempo 42 menit--Alwi Farhan harus tersingkir di babak kedua. Ia takluk dari juara bertahan wakil Prancis, Alex Lanier, lewat rubber game 21-14, 15-21, 18-21. 

Sementara itu, dua wakil Indonesia, yakni Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani sudah harus berduel di babak 32 besar. Pasangan “dadakan” Fajar/Fikri akhirnya melenggang ke 16 besar usai mengalahkan pasangan yang sempat “gacor” Sabar/Reza dua gim langsung 24-22, 21-12. Bagas/Leo pun mentok di 32 besar.

Di babak 8 besar, Fajar/Fikri hamper saja menang atas Goh Sze Fei/Nur Izzuddin unggulan pertama asal Malaysia. Sempat melakukan perlawanan sengit dan dapat match point di gim ketiga, rupanya takdir berkehendak lain Fajar/Fikri kalah 13-21, 21-17, 20-22.

Tetapi, tak ada yang menyangka pasangan yang banyak dicibir netizen itu bisa melakukan perlawanan sengit pada pasangan unggulan pertama asal Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin. Entahlah, siapa yang punya ide memasangkan kedua pemain yang dua-duanya dikenal sebagai “pemain depan” itu. Lalu, siapa yang jadi tukang gebuknya?

Muhammad Shohibul Fikri (kiri) dan Fajar Alfian. (Sumber: Dok. PBSI)
Muhammad Shohibul Fikri (kiri) dan Fajar Alfian. (Sumber: Dok. PBSI)

Bagi Fajar, bisa jadi berpasangan dengan Fikri sekadar untuk mengisi “waktu senggang” karena partnernya, Rian Ardiyanto, absen cuti sebab harus menunggu dan menjaga istrinya melahirkan anak pertamanya. Dan, konon juga pasangan Fajar/Fikri dibentuk untuk menghindari denda dari BWF bila keduanya tidak ikut turnamen.

Sementara bagi Muhammad Shohibul Fikri, bisa jadi ia manut saja keputusan pelatihnya. Bagas, partner tetapnya, sudah berpasangan dengan Leo. Sedangkan Daniel Martin, partner berikutnya, masih berkutat dengan cedera. Dan bagi Fikri, berpasangan dengan siapa pun sebenarnya oke oke saja. Dengan Bagas, pernah juara All England 2022. Juga dengan Daniel Martin prestasinya tidak buruk-buruk amat. Langsung tampil kompak, Daniel/Fikri sukses memberikan kejutan dan tampil konsisten di sepanjang BWF Asia Tour 2024. Tak pernah gugur di babak-babak awal. Sebab, Fikri dikenal sebagai tipe pemain yang mudah beradaptasi.

Dan akhirnya pasangan dadakan yang “diragukan” ini berlaga turnamen yang lebih tinggi kelasnya, yakni di China Open 2025 Super 1000 yang berakhir Minggu, 27 Juli 2025. Lawan-lawan berat menantinya.

Di babak 32 besar, Fajar/Fikri mengandaskan pasangan Malaysia, Choong Hon Jian/Muhammad Haikal, 21-11 dan 21-10.

Di babak 16 besar, mereka bertemu rekan senegara yang juga unggulan ketujuh, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani. Fajar/Fikri pun berhasil menang mudah dengan 21-8 dan 21-13. Laga ini merupakan pertemuan kedua setelah di Japan Open yang juga dimenangkan Fajar/Fikri.

Ujian berat ditemui Fajar/Fikri di babak 8 besar ketika berjumpa ganda putra Korea Selatan yang menjadi unggulan ketiga, Kim Won Ho/Seo Seung Jae. Fajar/Fikri berhasil unggul dengan skor 21-19 dan 21-14.

Di semifinal, giliran pasangan tuan rumah, Liang Wei Keng/Wang Chang, yang mencoba menjegal Fajar/Fikri. Setelah dua gim yang berlangsung sengit, Fajar/Fikri akhirnya berhasil mengalahkan unggulan kelima tersebut dengan skor 21-19 dan 21-17.

Kemenangan atas Liang/Wang membawa Fajar/Fikri ke partai puncak melawan Aaron Chia/Soh Wooi Yik yang merupakan unggulan kedua. Yang menarik, kemenangan atas lawan-lawan beratnya diperoleh dengan dua gim langsung.

Kemenangan Fajar/Fikri atas andalan tuan rumah Liang/Wang membuat badminton Lover China memuja-muji selangit penampilan pasangan baru ini. Konon, gaya main pasangan ini sangat baru. Tidak banyak mengumbar smes keras. Lebih ke memainkan dan mengolah bola kecil dengan penempatan bola yang cepat dan akurat. 

Tak banyak mengangkat bola. Dengan pertahanan yang kokoh dan dengan pengembaliannya ke tempat yang kosong membuat lawan jadi balik tertekan.

Di final, sudah menunggu unggulan kedua asal Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Banyak badminton lovers Malaysia optimistis pasangan Chia/Soh akan tampil sebagai juara. Apalagi pasangan itu belum pernah sekalipun menang di turnamen super 1000.

Ini adalah sebuah motivasi tersendiri. Di samping itu, Chia/Soh di semifinal tampil bagus menaklukkan pasangan India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty. Aaron Chia sendiri menganggap pasangan Fajar/Fikri kurang bagus.

Fajar/Fikri sejatinya tak hanya melawan Chia/Soh, tetapi dipastikan melawan pelatihnya yang asal Indonesia Herry IP yang berjuluk sang Naga Api. Herry IP sukses mendongkrak prestasi Chia/Soh dan dipastikan tahu “dapur” pasangan Indonesia.

Pada laga final, pasangan ganda putra Fajar/Fikri tampil gemilang dan keluar sebagai juara. Bertanding di Olympic Sports Center Gymnasium, Beijing, Fajar/Fikri menaklukkan ganda putra  Chia/Soh, dalam dua gim langsung. Kemenangan meyakinkan 21-15, 21-14 dalam waktu 35 menit menjadi penanda lahirnya kekuatan baru ganda putra Indonesia.

Dalam sebuah wawancara, duo Bandung jebolan Klub SGS ini mempersembahkan kemenangan di China Open 2025 ini untuk bangsa Indonesia, PBSI, para pelatih, para pendukung, dan secara khusus untuk pelatihnya, Kang Iie Sumirat. 

Pulang dari China, bukan tidak mungkin Fajar/Fikri langsung ke Bandung berziarah dan menebar bunga dan berziarah ke makam almarhum Kang Iie Sumirat. Alfatihah. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)