I'ie Sumirat Legenda Bulutangkis Indonesia dari Bandung

4 menit baca
Vito Prasetyo
Ditulis oleh Vito Prasetyo diterbitkan
Pada tahun 1976, puncak karier I’ie Sumirat tercapai saat ia berhasil menjuarai All England bersama pasangannya. (Sumber: Instagram/Badminton Indonesia)
Pada tahun 1976, puncak karier I’ie Sumirat tercapai saat ia berhasil menjuarai All England bersama pasangannya. (Sumber: Instagram/Badminton Indonesia)

I’ie Sumirat lahir di Bandung pada 15 November 1950 dan mulai menekuni bulutangkis sejak masa remaja. Ia bergabung dengan klub bulutangkis ternama di Jakarta dan dengan cepat menunjukkan bakat luar biasa yang membuatnya menembus level nasional dan internasional.

Ia dikenal sebagai pebulutangkis yang humoris dan eksentrik. Dalam kehidupan sehari-hari, I’ie begitu sederhana dan sangat supel. Baik sebelum maupun sesudah ia terkenal sebagai pebulutangkis dunia, ia terlihat biasa dan sederhana. Tapi gaya main di lapangan, menjadi karakter tersendiri dan dikenang bagi dunia bulutangkis. Gaya main yang sulit diterka oleh musuhnya, yang berasal dari mancanegara. Seperti: Tiongkok, Malaysia, Denmark, Inggris, dan lain-lain. Tidak jarang membuat musuhnya seperti mati akal. Permainan yang begitu eksentrik, tetapi kadang terlihat kocak.

Selama kariernya yang mencapai puncak di tahun 1970-an, I’ie dikenal sebagai pemain tunggal sekaligus ganda putra yang sangat tangguh, dengan gaya bermain agresif dan teknik yang halus. Ia sangat disiplin dalam berlatih dan memiliki kemampuan membaca permainan lawan dengan sangat baik, sehingga sering bisa membalikkan keadaan saat pertandingan sulit.

Baca Juga: Hadiah untuk Mendiang Legenda Bulutangkis Iie Sumirat dari Duo Bandung

Pada tahun 1976, puncak karier I’ie Sumirat tercapai saat ia berhasil menjuarai All England bersama pasangannya. All England merupakan turnamen paling bergengsi di dunia bulutangkis saat itu, bahkan dianggap seperti “Wimbledon”-nya bulutangkis. Kemenangan ini bukan hanya prestasi pribadi, tapi juga menjadi kebanggaan bagi Indonesia yang sedang mengukir kejayaan di dunia bulutangkis.

Selain itu, I’ie juga ikut serta dalam tim Piala Thomas Indonesia di era 1970-an, di mana Indonesia tampil dominan dan beberapa kali meraih gelar juara dunia beregu putra. Ia dikenal sebagai pemain yang sangat andal dalam pertandingan beregu, memberikan kontribusi penting untuk kemenangan tim.

Di tingkat regional, I’ie Sumirat juga sering membawa pulang gelar dari Kejuaraan Asia dan berbagai turnamen invitasi internasional, menambah daftar prestasinya yang cemerlang.

The magnificent seven: ini adalah tim yang terdiri dari 7 orang dalam perebutan piala Thomas. Salah satu kekuatan tim Indonesia adalah I’ie Sumirat bersama Rudi Hartono, Liem Swie King, Tjun-Tjun, Christian Hadinata, Ade Candra, dan Amril Nurman.

“The Magnificent Seven” dalam bulutangkis Indonesia merujuk pada tujuh pemain elit Indonesia yang sangat dominan di era 1970-an, terutama di sektor tunggal dan ganda putra. Mereka dikenal karena kejayaan mereka di ajang-ajang besar seperti All England dan Thomas Cup, serta dominasi Indonesia di kancah internasional pada masa itu.

Mereka disebut “Magnificent Seven” karena perpaduan mereka membawa Indonesia mendominasi dunia bulutangkis, terutama saat merebut Thomas Cup 1970, 1973, dan 1976 secara beruntun.

I’ie Sumirat adalah salah satu tokoh legendaris dalam dunia bulutangkis Indonesia yang dikenal dengan prestasi gemilang dan kontribusinya yang besar bagi perkembangan bulutangkis Tanah Air. Ia menjadi salah satu pemain bulutangkis terbaik di era 1970-an.

Sumirat dikenal sebagai pemain yang memiliki teknik mumpuni dan mental juara yang kuat. Ia adalah bagian penting dari generasi bulutangkis Indonesia yang mulai mengukir nama di kancah internasional, membawa harum nama bangsa melalui berbagai turnamen bergengsi.

Prestasi Gemilang I’ie Sumirat:

1. Juara All England 1976 (Ganda Putra)

Prestasi paling terkenal dari I’ie Sumirat adalah ketika ia berhasil menjadi juara di turnamen All England pada tahun 1976, salah satu turnamen tertua dan paling prestisius dalam dunia bulutangkis. Ia menjuarai kategori ganda putra bersama rekannya.

2. Piala Thomas

I’ie Sumirat juga merupakan bagian dari tim bulutangkis Indonesia yang berprestasi di ajang Piala Thomas, kejuaraan beregu putra dunia yang sangat bergengsi. Dengan kontribusinya, Indonesia berhasil merebut dan mempertahankan gelar Piala Thomas di beberapa kesempatan.

3. Turnamen Internasional Lainnya

Selain All England dan Piala Thomas, Sumirat juga meraih berbagai gelar juara dan medali di turnamen internasional lainnya seperti Kejuaraan Asia dan berbagai kejuaraan invitasi yang menunjukkan konsistensi dan performa puncaknya.

Sebagai pemain legendaris, I’ie Sumirat tidak hanya dikenal karena prestasinya di lapangan, tetapi juga karena peranannya dalam membina generasi muda bulutangkis Indonesia setelah masa aktifnya sebagai atlet. Ia menjadi inspirasi bagi banyak pemain muda yang kemudian meneruskan kejayaan bulutangkis Indonesia di panggung dunia.

Sumirat juga dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan berdedikasi tinggi terhadap olahraga bulutangkis, menjadikannya panutan bagi para atlet maupun pecinta bulutangkis di Indonesia.

Baca Juga: Harapan Baru Prestasi Bulu Tangkis Indonesia

Di luar lapangan, I’ie Sumirat dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan tidak pernah besar kepala meski prestasinya luar biasa. Ia selalu menekankan pentingnya kerja keras, sportivitas, dan cinta terhadap olahraga. Setelah pensiun dari dunia kompetisi, I’ie aktif membina atlet muda, berbagi pengalaman dan ilmu untuk menjaga tradisi kejayaan bulutangkis Indonesia.

Banyak pemain muda dan pelatih masa kini yang menganggap I’ie Sumirat sebagai mentor dan sumber inspirasi. Semangat dan dedikasinya telah membantu mencetak generasi bulutangkis Indonesia yang terus berprestasi hingga sekarang.

I’ie Sumirat meninggal di Bandung, pada 22 Juli 2025. Kini ia telah tiada, tetapi namanya menjadi legenda terutama bagi pencinta bulutangkis yang masih ingat dan mengalami riwayat bulutangkis di era tahun 70-an. Kontribusi bagi martabat bangsa tidak perlu diragukan lagi. Seharusnya pemerintah memberikan apresiasi tinggi kepada para atlet yang telah berprestasi atas nama negara dan bangsa. Pahlawan olahraga selama ini tidak pernah dipikirkan pemerintah, tetapi seharusnya bisa menjadi sejarah baru bagi dunia olahraga Indonesia. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Vito Prasetyo
Tentang Vito Prasetyo
Malang

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 07 Agu 2026, 20:15

Narasi Adiboga Sunda dalam Panggung Gastrodiplomasi Handrawina Adiboga Nusantara

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia.

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia. (Sumber: Kementrian Luar Negeri)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 18:24

Wujudkan Tipe Rumah SOHO Idaman Keluarga di Bandung

Rumah tipe SOHO multi fungsi, untuk tempat tinggal keluarga sekaligus tempat usaha.

Ilustrasi tipe rumah SOHO idaman warga Bandung (Sumber: dikreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 16:50

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (Bagian 2)

Warga Bandung bahu-membahu untuk mempersiapkan kemerdekaan, mereka dengan penuh suka cita dan dada yang menggebu-gebu mempersiapkan segalanya dengan seksama dan hati-hati.

Pasukan Pembela Tanah Air (PETA). (Sumber: 360doc)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:52

Nomor Proklamasi: Ketika Majalah Selecta Menyambut Hari Kemerdekaan RI 1969

Di sampul depan Majalah Selecta Nomor 413, terbit 17 Agustus 1969 terpampang sederhana namun penuh makna: "Nomor Proklamasi".

Sampul depan Majalah Selecta Edisi Khusus Proklamasi, terbit 17 Agustus 1969, menampilkan aktris Alice Iskak sebagai model sampul. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:23

Melacak Jejak Gastronomi Jawa dalam Kokki Bitja (1854): Identitas, Karakteristik, dan Kontinuitas

Buku Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854 merupakan salah satu artefak sejarah kuliner tertua dan paling signifikan di Hindia Belanda.

Buku "Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854". (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 07 Agu 2026, 15:20

Jelajah Sungai Cigerendong, Surga Tersembunyi di Dusun Cukanggaleuh Pangandaran

Jelajahi Sungai Cigerendong di Desa Parakanmanggu dengan air jernih berwarna toska, pepohonan rindang, dan suasana yang masih alami.

Sungai Cigerendong Pangandaran. (Sumber: TikTok @cigerendongpangandaran)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 13:53

Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan

Apakah masyarakat kita memang masih menonton film di bioskop dengan cara yang sama seperti sebelumnya?

Ilustrasi Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan. (Sumber: Mochamad Arbani)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 11:58

Cipatat dan Krisis Kesehatan yang Tak Terlihat

Negara wajib memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak dibangun di atas kesehatan dan penderitaan masyarakat. 

Beberapa truk bayawak pengangkut batu kapur terparkir di wilayah Cipatat Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ananda)
Ikon 07 Agu 2026, 11:15

Alun-alun Kota Cimahi, Pusat Pertemuan antara Warga dengan Ojol

Alun-alun Kota Cimahi menjadi pusat aktivitas warga, tempat bersantai, berolahraga, hingga titik berkumpul para driver ojol.

Rindang, strategis, dan nyaman, Alun-alun Kota Cimahi menjadi ruang publik sekaligus titik berkumpul para driver ojol setiap hari. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 08:40

Saat Pohon Tumbang dan Rasa Aman Dipertaruhkan

Bandung sedang menghadapi ujian besar. Ujian yang menuntut respons yang tegas, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) melakukan pemangkasan sejumlah pohon di ruas jalan Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 20:09

Menyambut Hari Kemerdekaan 2026, Deretan Ide Tulisan dari Semangat Kemerdekaan hingga Dinamika Kota Bandung

Tema tulisan tetap tidak dibatasi. Selama relevan dengan isu yang berkembang, setiap penulis bebas menentukan sudut pandang yang ingin diangkat.

Warga Kampung Pengkolan Pasang Bendera Merah Putih Sepanjang 540 Meter pada tahun 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 18:33

Rahasia Komunikasi Digital yang Bikin Sebuah Merek Kecantikan Mudah Diingat

Menganalisis komunikasi iklan melalui website resmi dan media sosial Instagram yang menunjukkan adanya upaya perusahaan dalam membangun komunikasi yang saling terhubung.

Ilustrasi komunikasi digital merek kecantikan.
Wisata & Kuliner 06 Agu 2026, 18:07

Jelajah Gunung Salak Bogor: Pendakian, Kawah Ratu, Harga Tiket, dan Cara Booking Online

Panduan lengkap Gunung Salak mulai jalur pendakian, Kawah Ratu, harga tiket, booking online, hingga cara menuju kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Gunung Salak Bogor. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 16:17

Berita Yudha: Potret Sejarah dari Lembaran Surat Kabar Lawas

Kini, setelah 56 tahun berlalu, Berita Yudha tetap memiliki daya tarik yang kuat sebagai sumber sejarah.

Surat kabar Berita Yudha, salah satu harian berpengaruh pada era Orde Baru yang diterbitkan oleh TNI Angkatan Darat. (Sumber: Koleksi: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 06 Agu 2026, 15:59

Curug Panetean Tasikmalaya, Surga Tersembunyi dengan Leuwi Jernih

Temukan pesona Curug Panetean yang terkenal dengan kolam batu alami, air sejernih kaca, dan pengalaman berendam di tengah alam.

Curug Panetean Tasikmalaya. (Sumber: Instagram @r_dony26)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 15:27

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (bagian 1)

Hal-hal yang jarang diketahui khalayak menjelang proklamasi kemerdekaan pada 1945 di Kota Bandung.

Menjelang masa agresi militer di Bandung 1945- 1946. (Sumber: Album Perjuangan Kemerdekaan 1945-1950)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 14:43

Pabrik Boleh Berpindah, tetapi Kehidupan Buruh Tidak Semudah Itu Dipindahkan

Kala terjadi PHK, opsi untuk beralih profesi tidak selalu terbuka luas. Ini membuat ketergantungan pada industri garmen semakin kuat, sekaligus mempersempit ruang negosiasi buruh.

Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 06 Agu 2026, 11:40

Jelajah Cigondewah, Pusat Perdagangan Kain Kerakyatan di Bandung

Cigondewah menjadi pusat kain di Bandung sejak 1980-an. Ketahui sejarah, daya tarik, dan perkembangan bisnis tekstilnya.

Cigondewah Bandung, pusat belanja kain eceran hingga grosir yang legendaris. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 11:26

Mahalnya Ongkos Kemerdekaan

Negeri kita memiliki sejarah yang wajib diproklamirkan tidak hanya di bulan kemerdekaan. Sejatinya mesti dijaga dan dirawat dengan sangat baik di pikiran bukan sekadar di buku pelajaran.

Beragam bendera merah putih yang dijual para pedagang selama bulan Agustus. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 08:33

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 2): Kesegaran Tradisi dan Kekayaan Cita Rasa

Berikut adalah 5 hidangan berikutnya dari daftar 10 kuliner Jawa Barat terbaik versi Taste Atlas.

Karedok (salad sunda) di Indonesia. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)