Jejak Sejarah Rentetan Ledakan Gudang Senjata Bojongkoneng Bandung

3 menit baca
Hengky Sulaksono
Ditulis oleh Hengky Sulaksono diterbitkan
Gudang amunisi Jepang di Filipina dihancurkan pasukan AS saat invasi Pasifik pada Perang Dunia II. (Sumber: Flickr | Foto: John Tewell)
Gudang amunisi Jepang di Filipina dihancurkan pasukan AS saat invasi Pasifik pada Perang Dunia II. (Sumber: Flickr | Foto: John Tewell)

AYOBANDUNG.ID - Bojongkoneng bukan hanya nama kampung. Ia adalah legenda, tempat gudang senjata bisa meledak lebih sering daripada dapur mertua yang gosong. Entah kenapa, kawasan ini selalu punya cerita dentuman. Keras. Menggetarkan. Mematikan.

Tak heran orang dulu sampai-sampai menyebut ledakan ini sebagai “beledug Bojongkoneng”. Beledug berarti ledakan. Tentu, bukan sembarang ledakan. Yang ini bikin kaca jendela bergetar, tanah bergoyang, dan warga Bandung menengadah ke langit dengan dada berdebar. Bila dihitung dari dekade 1950-an, gudang amunisi di sini seperti punya kutukan: meledak, diam beberapa tahun, lalu meledak lagi.

Salah satu ledakan awal yang terdokumentasi di gudang senjata Bojongkoneng dilaporkan koran Belanda, Het Parool, dalam edisi 9 Desember 1957. Koran itu melaporkan gudang amunisi terbesar milik TNI AD meledak di dekat Bandung malam sebelumnya. Bandung berguncang selama tiga jam, tulis mereka, dan keadaan darurat segera diumumkan.

"Dekat Bandung, gudang amunisi terbesar milik tentara Indonesia meledak tadi malam. Bandung terguncang selama tiga jam akibat ledakan dahsyat,” tulis laporan Het Parool.

Ledakan begitu besar hingga kilatan cahayanya menerangi langit malam seperti siang hari. Menurut kantor berita Indonesia saat itu, ada kemungkinan ini ulah sabotase. "Diduga ini adalah sabotase, tapi belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang.” Dalam gudang itu, dua puluh tentara tengah berjaga. Nasib mereka tidak disebutkan lebih lanjut.

Baca Juga: Jejak Dukun Cabul dan Jimat Palsu di Bandung, Bikin Resah Sejak Zaman Kolonial

Delapan tahun berselang, Bojongkoneng kembali geger. Pada akhir Maret 1965, surat kabar Friese Koerier menurunkan berita soal ledakan yang menewaskan enam orang dan melukai dua puluh lainnya. Mengutip keterangan militer Indonesia, mereka menulis ledakan terjadi lantaran kesalahan teknis saat memindahkan amunisi

“Kebakaran diduga muncul saat amunisi dipindahkan dari satu bangunan ke bangunan lain.”

Kepala Penerangan Militer Indonesia waktu itu buru-buru menjelaskan bahwa tidak ada unsur sabotase. Tapi ledakan tetaplah ledakan. Warga Bandung tahu betul bahwa jika Bojongkoneng bergemuruh, kaca jendela bisa retak dan anak-anak langsung berhenti main kelereng.

Pada 13 Maret 1985, ledakan kembali terjadi. Peristiwa ini tercatat dalam majalah Tempo, dan disebut oleh warga sebgai beledug Bojongkoneng. Ledakan terjadi sekitar pukul sembilan pagi, ketika sebuah truk amunisi yang sudah lama diparkir mulai dibongkar di gudang nomor 27, Dopuspal V Bojongkoneng, Bandung. Depo ini berada di bawah Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad).

"Begitu selesai membongkar muatan truk pertama dan hendak melanjutkan ke truk kedua, gudang itu meledak," catat Tempo.

Dari 44 gudang tua di perbukitan kecil itu, 32 di antaranya dibangun sejak zaman Belanda. Semua dibikin rapat, dinding tebal, dan beratap beton, menyesuaikan kontur bukit yang melingkar seperti tapal kuda. Tapi tampaknya beton dan kawat berduri tak mampu mencegah dentuman maut.

Tempo mencatat, ada 18 korban jiwa. Dua belas di antaranya anggota militer, sisanya karyawan sipil. Walau menimbulkan banyak korban jiwa, warga di kawasan Ciburial bahkan bilang ledakan ini belum seberapa dibanding ledakan-ledakan sebelumnya.

"Kalau dibandingkan dengan yang dulu-dulu, yang ini mah belum seberapa."

Baca Juga: Ledakan Garut Tambah Panjang Kecelakaan Eksplosi Senjata dalam 2 Dekade

Saking seringnya meledak, Bojongkoneng seolah dilahirkan untuk dentuman. Sebagian besar ledakan memang bersumber dari kelalaian teknis. Tapi warga sekitar sudah cukup hafal: kalau suara seperti meriam terdengar dari arah timur laut, berarti gudang TNI sedang sial lagi.

Bojongkoneng, dari masa ke masa, seolah tak bisa lepas dari sejarah meledak. Kadang karena salah urus, kadang karena nasib buruk, kadang mungkin karena takdir tempat itu memang sudah digariskan untuk bergelegar. Di atas kertas, gudang senjata semestinya aman. Tapi sejarah Bojongkoneng menunjukkan sebaliknya.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)