Berjualan di Trotoar, PKL Caringin Menginginkan Ruang Publik dari Wali Kota Bandung

2 menit baca
Raifan Firdaus Al Farghani
Ditulis oleh Raifan Firdaus Al Farghani diterbitkan
Sejumlah pedagang kaki lima yang tetap berjualan meski hujan di malam hari di kawasan Caringin 30-11-2025 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Raifan Firdaus Al Farghani)
Sejumlah pedagang kaki lima yang tetap berjualan meski hujan di malam hari di kawasan Caringin 30-11-2025 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Raifan Firdaus Al Farghani)

Di tengah ramainya suara kendaraan yang tak berhenti lampu kendaraan yang mulai mendominasi jalanan, para pedagang kaki lima tetap berjualan meski harus barbagi ruang sempit dan dengan fasilitas yang terbatas. Pemandangan ini bisa terlihat di sepanjang jalan trotar daerah Jln. Caringin, Kelurahan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Minggu (30/11/2025).

Junjun Junaedi, pedagang kaki lima, memulai usahanya sekitar empat tahun lalu yang dimana sudah berganti-ganti dagangan. Ia sudah berjualan berbagai jenis jajanan, seperti tahu sumedang, sate seafood, cireng, dan sekarang ia berjualan es teler. Ia selalu berjualan pada pukul 10 pagi hingga 5 sore, dan menurutnya hari minggu adalah hari yang biasanya ramai pengunjung.

“Biasanya hari minggu paling ramai pengunjung karena banyak orang yang berlibur,” ujarnya.

Junjun berharap Wali kota Bandung M. Farhan bisa menyediakan tempat untuk para PKL agar tidak terus berjualan di trotoar. Selain masalah tempat, kemacetan menjadi tantangan untuk para pedagang, karena banyak sekali pembeli yang tidak jadi menepi dikarenakan arus kendaraan yang padat.

Junjun mengaku bahwa gangguan yang ia rasakan hanya melalui hujan tidak dari gangguan lainnya seperti orang lain ataupun preman. Namun, terkadang kemacetan menjadi salah satu gangguan yang ia hadapi juga.

“Macet setiap sore, pembeli yang datang pun sering kesulitan untuk berhenti karena tidak ada tempat parkir. Jadi kadang malah menambah kemacetan,” ucapnya.

Dengan tempat yang seadanya Junjun selalu berusaha untuk berjualan dengan tidak menghalangi pejalan kaki. Menurutnya kerja sama antar penjual di area tersebut menjadi salah satu cara terbaik untuk menjaga ketertiban di antara ruang yang semakin padat.

Pria berpeci menyampaikan bahwa fasilitas untuk pedagang kaki lima di kawasan Caringin tidak memiliki tempat khusus untuk berjualan sehingga para pedagang harus menggunakan trotoar sebagai lapak mereka sehari-hari. Meski serba terbatas,para pedagang tetap berjualan karena Lokasi yang mereka tempati dianggap strategis dan mudah untuk dijangkau oleh pembeli.

Penjual melayani pembeli yang berenti di depan gerobaknya dikawasan Caringin pada siang hari 1-12-2025 (Sumber: Raifan Firdaus Al Farghani | Foto: Raifan Firdaus Al Farghani)
Penjual melayani pembeli yang berenti di depan gerobaknya dikawasan Caringin pada siang hari 1-12-2025 (Sumber: Raifan Firdaus Al Farghani | Foto: Raifan Firdaus Al Farghani)

Kondisi ini membuat para pembeli memilih untuk tidak menepi dan membeli karena khawatir menghambat lalu lintas. Menurutnya penataan lalu lintas yang lebih jelas dapat membantu para pedagang untuk lebih bisa berinteraksi dengan pembeli tanpa menggangu jalan umum.

Jika dapat menyampaikan pesan langsung terhadap Wali kota Bandung M. Farhan ia ingin kemacetan yang dibenahi, disediakan tempat untuk berjualan agar tidak menggunakan trotoar untuk berjualaan. Karena penataan PKL bukan hanya mengurangi kemacetan, para pedagang kecil bisa mempertahaankan pengahasilan mereka di tengah persaingan yang sulit.

“Menurut saya kemacetan yang harus dibenahi dan juga para pedagang yang ditata dengan rapih agar lebih tertib ketika berjualan,” ucap pria berkulit coklat.

Ia juga menyampaikan penataan kawasan Caringin masih bisa diperbaiki agar pedagang dan pembeli sama-sama nyaman. Dengan lapak para pedagang yang tertata rapi akan lebih baik bagi para pedagang dan pembeli, jika ada penempatan zona berdagang yang lebih jelas para PKL tidak perlu saling berebut di trotoar, dengan begitu kegiatan jual beli dapat berlangsung lebih tertib. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)