Trotoar di Bandung, Aksesibilitas bagi Tunanetra Masih Terabaikan

Ruth Maretha Saragih
Ditulis oleh Ruth Maretha Saragih diterbitkan Selasa 02 Des 2025, 09:50 WIB
Kondisi trotoar yang sudah rusak parah, pada Jumat 28 November 2025. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Ruth Maretha)

Kondisi trotoar yang sudah rusak parah, pada Jumat 28 November 2025. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Ruth Maretha)

Dihadapkan dengan keramaian Kota Bandung sebagai kota wisata, masyarakat justru menyoroti terkait dengan fasilitas kota yang kurang memadai. Bahkan di Jalan Terusan Buah Batu di mana ubin pecah dan pemandu tunanetra terputus. Fasilitas publik seperti trotoar yang seharusnya sudah menjadi aksesibilitas semua kalangan bahkan difabel sekalipun terkhusus kawan tunanetra.

Trotoar yang merupakan hak masyarakat umum, kini beralih fungsi sebagai cerminan akan kegagalan pemerintah Kota Bandung dalam memenuhi standar infrastruktur. Maka hal ini secara langsung mempertanyakan bagaimana efektivitas kebijakan pembangunan kota.

Keresahan ini diungkapkan oleh Udang Beni, seorang pedagang minuman keliling di sekitar Jalan Merdeka dan taman badak, yang selalu beraktifitas di trotoar setiap hati saat berdagang minuman. Dengan pengalaman setiap hari ia memberi bukti nyata akan kerendahan kualitas fasilitas publik tersebut.

“Saya pribadi merasa bahwa trotoar ini tidak memenuhi standar, selama saya berjualan di trotoar saya merasa ubin yang digunakan bukan ubin yang kualitasnya bagus karena ada beberapa ubin yang keliatannya mudah goyang dan retak gitu,” ungkap pria paruh baya itu, Jumat (28/11/2025).

Menyoroti pernyataan tersebut penggunaan material berkualitas rendah ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai pengawas proyek infrastruktur.

Kerusakan trotoar semakin menjadi perhatian ketika banyak yang mempertanyakan kebutuhan penyandang disabilitas. Trotoar di Bandung yang terbukti tidak ramah pada kawan difabel khususnya penyandang tunanetra yang bergantung pada ubin pemandu. Jalur pemandu yang ada justru tidak memenuhi standar mulai dari banyak ubin yang lepas atau tidak ada muncul pola ubin.

Kurangnya kesadaran pada kawan tunanetra juga disoroti tajam oleh pria paruh bawa itu ia bercerita bahwa pernah membantu penyandang tunanetra berjalan cukup dan menyebrangi jalan karena ubin pemandu rusak.

Di tengah keramaian, trotoar Bandung retak: Bukti abainya standar aksesibilitas. pada Jumat 28 November 2025 (Sumber: penulis | Foto: ruth maretha)
Di tengah keramaian, trotoar Bandung retak: Bukti abainya standar aksesibilitas. pada Jumat 28 November 2025 (Sumber: penulis | Foto: ruth maretha)

“Dulu saat berjualan, saya juga pernah membantu orang buta untuk jalan hingga menyebrang ke ujung jalan dan orang tersebut bingung karena di beberapa ubin ada pohon terus lumayan banyak yang copot juga ubin yang kuning,” lanjutnya.

Kesaksian itu memperkuat bahwa trotoar di kota ini belum ramah bagi teman yang menyandang disabilitas.

Kritik lain juga muncul saat disoroti buruknya kualitas dari material yang digunakan pada trotoar yang ada. Banyak ubin yang gampang pecah, retak, bahkan licin. masyarakat memperhatikan bagaimana pemerintah tidak memperhatikan keselamatan para pejalan kaki.

Kondisi trotoar yang tidak memenuhi standar ini bahkan berujung pada kerugian fisik dan juga materi, termasuk pada pedagang seperti pria bertopi. pria bertopi itu sendiri bahkan pernah terjatuh yang membuat dagangannya rusak karena adanya lubang di tengah trotoar yang tidak terlihat kala hujan turun.

Dengan semua pengalaman yang sudah terjadi pada pria bertopi itu, ia berharap Wali kota Bandung M. Farhan dapat lebih memperhatikan fasilitas umum khususnya trotoar ini. Dengan adanya perbaikan trotoar pada saat ini di sekitar Jalan Lombok, Jalan Tamansari, Jalan Gatot Subroto, dan Jalan Akses Sor GBLA, agar lebih memperhatikan kualitas produk yang dipakai. 

Diharapkan agar Wali Kota Bandung M. Farhan bisa meningkatkan aksesibilitas trotoar secara drastis khususnya bagi kawan tunanetra. Perbaikan trotoar yang rusak bukan hanya proyek fisik, tetapi juga pertanggungjawaban sosial pemerintah kota terhadap seluruh warganya. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ruth Maretha Saragih
Mahasiswa Public Relations Telkom University angkatan 24

Berita Terkait

News Update

Bandung 06 Mei 2026, 20:20

Mulai Rp10 Ribu, Aksesori Batu Rimba Buktikan Produk Lokal Bisa Tampil Berkelas dan Bernilai Estetika Tinggi

Di tengah geliat keragaman aspek budaya nasional yang dipadu-padankan dengan ranah bisnis, kini pelaku UMKM aksesori turut menjadi sasaran atensi.

Batu Rimba asal Kalimantan, produk ini menampilkan gelang jenis batu alam hingga mutiara Lombok. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 18:29

Separuh Kehidupan untuk Kemacetan di Kota Bandung

Bagi pengguna fasilitas transportasi umum, kemacetan adalah pergumulan yang melelahkan tapi harus dilewati setiap hari.

Kemacetan Cibaduyut Saat Ramadhan 2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 17:21

Bandung Kini, Mereka yang Bertahan di Antara Deru Zaman

Di tengah impitan kondisi sosial yang terasa begitu tajam, warga Bandung harus bisa tetap bertahan hidup dengan cara pengorbanan dan kesabaran. Yang akhirnya akan menemukan solusi terbaik.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 16:38

Panduan Wisata ke Little Venice Kota Bunga, Wisata Kanal ala Italia di Kaki Gunung Gede

Destinasi tematik di Kota Bunga ini menghadirkan kanal buatan, bangunan Eropa, dan wahana keluarga dengan latar pegunungan.

Little Venice Kota Bunga Puncak.
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 14:59

Menuju Pelestarian Cagar Budaya Kota Bandung yang Progresif dan Berkeadilan: Kebijakan Insentif Pajak Bumi dan Bangunan

Strategi pelestarian cagar budaya yang progresif dan berkelanjutan untuk menciptakan simbiosis mutualisme antara pelestarian Cagar Budaya dan kepastian hak ekonomi pemilik Cagar Budaya.

Pengendara melintas di Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Selasa 21 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 06 Mei 2026, 13:51

Panjat Dinding, Prestasi dan Profesi yang Langka

Prestasi panjat dinding Indonesia didominasi nomor speed, sementara kekurangan route setter jadi kendala perkembangan atlet.

Panjat dinding. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 11:25

5 Tempat Kuliner dan Restoran Pilihan dengan View Ikonik di Ciwidey Bandung

Panduan tempat makan di Ciwidey dengan view paling menarik. Dari warung sederhana hingga restoran unik di tepi danau.

Warung Kabut, Ciwidey.
Ayo Biz 06 Mei 2026, 11:23

Kita Butuh Isinya, Bukan Wadahnya

Jaga Bumi Ecomart mengajak belanja tanpa kemasan sekali pakai lewat konsep *refill* dan *reuse*. Pesannya sederhana: yang dibutuhkan adalah isi, bukan wadah, demi mengurangi sampah.

Beragam produk hasil recycle di Jaga Bumi Ecomart, menunjukkan limbah dapat diolah menjadi barang bernilai guna. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 09:45

Tujuan Kawula Muda Nonton Film di Tahun 1980-an

Kawula muda Kota Bandung sangat beruntung karena kota tempat mereka beraktifitas di sekolah punya seribu buat menghilangkan kepenatan sebagai pelajar di tahun 1980-an.

Bioskop Majestic, Kota Bandung. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Chainwit)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 07:39

Dari Loyalitas ke Konsumsi, Ketika Bobotoh dan Merchandise Jadi Satu Cerita

Dukungan klub kini bukan hanya emosi, tapi juga konsumsi. Artikel ini mengulas perubahan loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender.

Loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender. (Sumber: TikTok @terracedistric)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 20:28

Panduan Wisata Taman Safari Bogor, Tiket, Wahana, dan Safari Journey

Panduan lengkap Taman Safari Bogor mencakup harga tiket, Safari Journey, wahana, pertunjukan satwa, serta tips berkunjung agar pengalaman lebih maksimal.

Wisata Taman Safari Indonesia di kawasan Puncak, Bogor. (Sumber: Taman Safari Indonesia)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 18:05

Mobilitas Tinggi, Perlindungan Rendah: Catatan Hari Buruh dari Sektor Transportasi Darat

Mobilitas transportasi darat meningkat, tetapi perlindungan pengemudi tertinggal. Hari Buruh menyoroti risiko tinggi, jam kerja panjang, dan lemahnya pengawasan di sektor logistik dan bus.

Ilustrasi sejumlah pengemudi truk logistik dan bus sedang memperingati hari buruh 1 Mei. (Sumber: Google Gemini, 2026)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 17:22

Meng(hardik)nas, Peringatan, dan Kesadaran

Kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Ikhtiar memperbaiki pendidikan dimulai dari ruang kelas, tempat manusia tidak hanya diajarkan pengetahuan, sebagai manusia seutuhnya.

Sejumlah siswa berjualan aneka produk makanan saat acara Market Day di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (5/12/2023) (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 16:28

Lembangku Sayang, Lembangku Malang (Prolog)

Keheningan dan kesederhanaan Lembang mampu menjadi dirinya sendiri, mampu menorehkan kesan yang tiada duanya.

Kartu pos yang bergambarkan gunung Tangkuban Parahu pada masa kolonial Belanda. Lokasi tepat dari gambar ini adalah kawasan jalan Setiabudi atas/Terminal Ledeng, dan foto diambil dari loteng Villa Isola). (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 13:37

10 Netizen Terpilih April 2026: Bandung di Mata Pendatang, antara Bayangan dan Kenyataan

Berikut adalah nama-nama penulis yang meraih apresiasi dengan total hadiah senilai Rp1,5 juta.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 13:14

Tamasya ke Pulau Biawak, Wisata Pulau Konservasi di Laut Jawa

Wisata Pulau Biawak Indramayu mencakup akses dari Karangsong, mercusuar Belanda, habitat biawak liar, kondisi terumbu karang, serta tips kunjungan ke pulau.

Pulau Biawak, Indramayu. (Sumber: Pemprov Jabar)
Beranda 05 Mei 2026, 10:46

Mal BTM yang Tergerus Perubahan Cara Orang Berbelanja

Mal BTM di Bandung perlahan sepi seiring perubahan cara orang berbelanja ke digital, memangkas peran toko fisik dan menggeser rantai distribusi tradisional.

Suasana mal BTM terasa sunyi, pengunjung tak lagi seramai dulu. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 09:25

Setiap Kata adalah Arsip Sejarah

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama.

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama. (Sumber: Pexels | Foto: BOOM 💥 Photography)
Beranda 05 Mei 2026, 09:15

Nasib Pekerja Informal yang Setiap Hari Dikejar Setoran, Tapi Masa Depan Tak Pernah Ikut Dijamin

Kisah dua saudara yang berjuang di tengah keterbatasan peluang kerja dan ketidakpastian upah sebagai petugas parkir demi menyambung hidup hari demi hari.

Sudah hampir 20 tahun Ade bekerja sebagai petugas parkir untuk menyambung hidup. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 04 Mei 2026, 21:56

Belajar dari Tragedi KA Argo: Sudah Saatnya Ubah Cara Awasi Perlintasan Biar Mobil Mogok Tak Lagi Jadi Maut

Tragedi KA Argo 2026 mendesak PT KAI untuk memodernisasi keamanan perlintasan sebidang guna mencegah mobil mogok akibat gangguan elektromagnetik dan rel yang tidak rata.

(Sumber: Pixels | Foto: Irsyad Rifqi)