Suara Perempuan di Garis Depan Perlawanan yang Disisihkan Narasi Kebijakan

3 menit baca
Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan
Suasan diskusi buku “Pembangunan Untuk Siapa: Kisah Perempuan di Kampung Kami” Minggu (14/12) di perpustaakan Bunga di Tembok, Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Suasan diskusi buku “Pembangunan Untuk Siapa: Kisah Perempuan di Kampung Kami” Minggu (14/12) di perpustaakan Bunga di Tembok, Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID - Diskusi buku “Pembangunan Untuk Siapa: Kisah Perempuan di Kampung Kami” pada akhir pekan lalu menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus refleksi atas praktik pembangunan yang kerap mengorbankan warga.

Forum ini menghadirkan suara-suara perempuan yang selama ini berada di garis depan perlawanan, namun sering disisihkan dalam narasi kebijakan. Dari cerita personal hingga analisis struktural, diskusi ini membuka kembali pertanyaan mendasar: pembangunan untuk siapa dan dengan harga apa.

Suasana diskusi yang dihadiri oleh mayoritas perempuan dan menghadirkan narasumber perempuan ini menjadi ruang refleksi atas perjuangan yang dialami para perempuan dalam membela hak hidup mereka.

Bukan sekadar bedah buku, diskusi ini menghadirkan salah satu perwakilan Forum Tamansari Melawan, Eva Eryani Effendi, aktivis perempuan yang menjadi garda terdepan dalam perlawanan penggusuran lahan sejak 2017 di Tamansari, Bandung, melawan kebijakan Pemerintah Kota Bandung.

“Saya enggak nyangka, kami akan berhadapan dengan 1.600 aparat gabungan,” ungkap Eva.

Mengapa Perempuan Menjadi Benteng Terakhir?

Konflik penggusuran lahan bermula pada 2017, saat Pemkot Bandung yang kala itu dipimpin Ridwan Kamil berencana membangun rumah deret di lahan RW 11 Tamansari. Warga menolak digusur karena menganggap memiliki hak atas tanah yang telah mereka tinggali puluhan tahun sejak 1960-an dan 1970-an. Sementara itu, Pemkot Bandung mengklaim lahan tersebut sebagai aset daerah berdasarkan Akta Jual Beli (AJB) tahun 1941 dan 2020.

Eva bercerita, pada 6 Oktober 2017 warga menerima Surat Keterangan (SK) terkait proyek rumah deret. “Di situ kan di SK itu sebenarnya (judulnya) kompensasi dan relokasi ke Rancacili. Tapi, ternyata isinya hanya diberi 20 persen kerohiman, bukan kompensasi,” ucapnya.

Rencana pembangunan rumah deret tersebut akan dilakukan di atas lahan seluas 8.334 meter persegi atau mencakup sekitar delapan RT di RW 11 Tamansari.

“Di 2021 itu banyak sekali warga akhirnya terpecah dan mereka akhirnya terpaksa menerima kompensasinya, saya nggak tahu,” ucap Eva.

Eva menambahkan, “Akhirnya rumah terakhir saya, yang saya bangun dari tahun 2021, saya bakar. Karena saya melihat bagaimana dulu warga Bandung tidak rela untuk diambil oleh Belanda. Dan saya bakar sendiri rumah saya yang saya bangun, itu adalah hasil perjuangan,” ucapnya lirih di hadapan para peserta diskusi.

“Sampai hari ini, bangunan yang satu-satunya kami bisa pertahankan adalah masjid,” tambah Eva.

Pengacara publik sekaligus Kepala Divisi Internal LBH Bandung, Maulida Zahra Kamila, menyebut, “Pembangunan-pembangunan itu pertanyaan nya untuk siapa? karena masyarakat sendiri benar-benar yang justru merasakan dampaknya. Jadi kehilangan tempat tinggal dan mata pencarian,” ungkapnya.

Eva juga menyampaikan putusan dari Ombudsman menyatakan bahwa 12 Desember 2019 adanya maladministrasi dari Pemkot Bandung. "Tapi sampai hari ini tidak ada pertanggung jawaban,” ungkapnya pendek.

“Kenapa saya harus di sini, mungkin untuk mengingatkan teman-teman. Bagaimana Bandung akan seperti apa ketika penggusuran di Anyer habis oleh Heritage PT. KAI, Kebun Jeruk untuk parkir stasiun, Sukahaji bagaimana dengan swasta yang melibatkan preman-preman walaupun statusnya itu tanah negara bebas,” tambah Eva.

Gerakan Tamansari Melawan menjadi simbol perlawanan terhadap model pembangunan yang eksploitatif. Eva tampil sebagai representasi perempuan Tamansari yang memperjuangkan hak hidupnya di tanah sendiri.

Redaktur khusus Konde.co, Elizabeth Anita Dhewy, menyampaikan di tengah perampasan dan kerusakan ruang hidup ini, ada sebuah proses transformasi yang tak boleh dilupakan.

"Kalau saya lihat yang dilakukan oleh perempuan. Bagaimana kemudian mereka mengorganisir diri, mereka bertahan, berjuang, di tengah segala keterbatasan ketika ruang hidupnya itu dirusak,” tutupnya.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:25

Satu Peluncuran, Tiga Cara Bercerita: Menganalisis Penyampaian Pesan Produsen Ponsel Pintar Ternama

Memahami bagaimana cara jenama besar menyebarkan informasi tentang produk terbaru.

Ilustrasi ponsel pintar. (Sumber: Pexels | Foto: Efrem Efre)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 15:18

Revolusi Perancis dan Bandung Nol Kilometer

Revolusi Prancis berawal dari penjara Bastille tahun 1789 telah membuat perubahan besar hak asasi manusia juga mempengaruhi perkembangan Bandung.

Monumen titik nol kilometer Kota Bandung diresmikan Gubernur H. Danny Setiawan pada 18 Mei 2004 dan didedikasikan untuk masyarakat Priangan korban kerja paksa. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Anya Dellanita)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 14:50

Islam di Kerajaan Demak: Warisan Peradaban dan Hukum Islam

Kemunculan Demak tidak terlepas dari melemahnya Majapahit yang memberi kesempatan bagi para penguasa Islam di pesisir Jawa untuk membangun kekuasaan.

Masjid Agung Demak, yang terletak di Kauman, Demak, Jawa Tengah, dibangun pada abad ke-15 M oleh Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, bersama para Wali Songo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hastosuprayogo)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 13:56

Panduan Wisata ke Pantai Legon Pari Sawarna, Laguna Tersembunyi di Ujung Jalan Setapak

Panduan lengkap Pantai Legon Pari Sawarna, mulai dari harga tiket, rute menuju lokasi, aktivitas, camping, hingga rekomendasi penginapan terbaru.

Pantai Legon Pari Sawarna. (Sumber: wisatasawarna.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 13:42

Soedirman dalam Tulisan Tempo

Review buku Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir karya Tempo.

Buku "Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir" (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nahla Lisana, 2026)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 12:33

Persib dan Mimpi Menjadi Kekuatan Indonesia

Persib memiliki peluang menjadi salah satu lokomotif perubahan sepak bola di Tanah Air.

Pemain Persib Bandung melakukan selebarasi saar mengalahkan tamunya Selangor FC dengan skor 2-0. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Jul 2026, 10:59

Soekarno-Hatta: Jalur Maut di Kota Bandung yang Terbelenggu Sekat Birokrasi

Selama birokrasi belum mampu di-bypass demi keselamatan, aspal Soekarno-Hatta akan tetap menjadi "jalur tengkorak" yang menanti nyawa lainnya.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:03

Jejak Tersembunyi di Balik Gereja Sidang Kristus Sukabumi

Gereja Sidang Kristus merupakan salah satu bangunan bersejarah yang ada di pusat kota Sukabumi.

Tampak depan Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kepadalisna)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 18:44

Inspirasi Pajajaran sebagai Warisan yang Menunggu Diingat Kembali

Kerajaan Pajajaran banyak meninggalkan sejarah di masa Nusantara, tapi sayangnya ingatan kolektif tentang inspirasi Pajajaran bagi masa kini mulai terlupakan.

Kirab budaya di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa 19 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 17:05

Menikmati Matahari Terbit di Lawang Angin

Lawang Angin Garut menawarkan panorama matahari terbit, Gunung Cikuray, kabut pegunungan, dan potensi wisata yang belum tergarap.

Sunset di Lawang Angin, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 16:33

Mandala Koran Legendaris yang Mewarnai Sejarah Pers Jawa Barat

Pada masanya, Harian Mandala merupakan salah satu surat kabar paling berpengaruh di Jawa Barat.

Sampul depan Harian Umum MANDALA edisi 13 Juli 1976, terbitan 50 tahun silam yang menjadi salah satu saksi perjalanan pers di Jawa Barat. (Sumber: Foto dan koleksi koran lawas milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 15:12

Teruslah Membaca meskipun Dianggap Tidak Berguna

Membaca saja tidak cukup, kita harus memahami isi, konteks, dan pesan yang ingin disampaikan dalam buku atau tulisan tersebut.

Seseorang sedang membaca buku. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 14:43

Di Balik MPLS Masih Adakah Pendidikan untuk Semua?

MPLS sudah dilaksanakan namun yang menjadi sorotan adalah masih ada sekolah yang menerima murid kurang dari kebutuhan

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 12:56

Bagaimana Teknologi Pengenal Plat Nomor Mengubah Wajah Transportasi Modern?

Teknologi License Plate Recognition (LPR) memungkinkan kamera dan AI mengenali plat nomor kendaraan secara otomatis untuk mendukung transportasi yang lebih aman, efisien, dan cerdas.

LPR (License Plate Recognition) atau disebut juga dengan ANPR (Automatic Number Plate Recognition) adalah salah satu aplikasi cctv untuk mengenali plat nomor kendaraan. (Sumber: ilmiteknik.co.id)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 11:48

Panduan Berkunjung ke Pulau Komodo: Cara ke Labuan Bajo, Pink Beach, dan Pulau Padar

Panduan lengkap Taman Nasional Komodo mulai dari harga tiket, aplikasi SiOra, Pulau Padar, Pink Beach, Manta Point, hingga pilihan tour terbaik.

Pulau Komodo. (Sumber: Flickr)