Pembangunan untuk Siapa? Kisah Perempuan di Tengah Perebutan Ruang Hidup

2 menit baca
Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan
Diskusi Buku “Pembangunan Untuk Siapa: Kisah Perempuan di Kampung Kami” yang digelar di Perpustakaan Bunga di Tembok, Bandung, Minggu (14/12/2025).
Diskusi Buku “Pembangunan Untuk Siapa: Kisah Perempuan di Kampung Kami” yang digelar di Perpustakaan Bunga di Tembok, Bandung, Minggu (14/12/2025).

AYOBANDUNG.ID — Pembangunan yang masif kerap menyisakan pertanyaan tentang siapa yang paling diuntungkan dan siapa yang harus menanggung dampaknya. Dalam situasi itu, suara dan pengalaman perempuan menjadi bagian penting yang perlu dihadirkan ke ruang publik.

Diskusi Buku “Pembangunan Untuk Siapa: Kisah Perempuan di Kampung Kami” digelar pada Minggu, 14 Desember 2025, bertempat di Perpustakaan Bunga di Tembok, Bandung. Buku hasil kolaborasi Konde.co, Trend Asia, dan Marjin Kiri ini membahas arah pembangunan negara yang dianggap merampas tanah dan hak hidup perempuan di pelosok negeri.

Diskusi tersebut menghadirkan Redaktur Khusus Konde.co Elisabeth Anita Dhewy, Warga Tamansari Eva Eryani, serta Pengacara Publik Maulida Zahra Kamila. Melalui beragam sudut pandang, diskusi ini mengulas secara komprehensif perjuangan perempuan dalam mempertahankan hak atas tanahnya.

Lebih lanjut, buku ini merekam cerita perjuangan perempuan di enam wilayah Indonesia, yakni Sumatera, Sulawesi, NTT, NTB, serta dua titik di Kalimantan, yang menghadapi konflik lahan dengan negara dan korporasi.

Elisabeth menyampaikan bahwa buku ini merupakan upaya untuk mendokumentasikan sekaligus mengajak publik memahami kisah-kisah tersebut.

“(Buku) ini salah satu upaya kecil kami untuk mendokumentasikan dan semacam ajakan juga buat kita semua bahwa ada cerita perjuangan dari para perempuan-perempuan di berbagai pelosok negeri yang bisa menginspirasi,” ungkapnya.

Kisah yang dibahas dalam buku ini juga tercermin pada konflik lahan yang dialami warga Tamansari, Bandung. Eva Eryani menceritakan bahwa penggusuran di wilayahnya bermula pada 27 Juni 2017, saat Wali Kota Bandung kala itu, Ridwan Kamil, mengundang warga Tamansari untuk berbuka puasa bersama.

“Undangannya buka bersama, tapi kok banner nya tulisannya ‘Sosialisasi Rumah Deret’. Aduh, kata saya gak bisa dibiarkan ini,” ucapnya.

Konflik lahan di Tamansari hingga kini masih terus berlanjut. Dari total lahan seluas 7.945 meter persegi yang direncanakan untuk pembangunan rumah deret, saat ini hanya tersisa 15 rumah yang masih bertahan di Tamansari RW 11.

Eva menjelaskan bahwa dalam surat keputusan (SK) yang dikeluarkan, sebenarnya tercantum skema kompensasi dan relokasi. Namun, menurutnya, hal tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Di situ kan di SK itu sebenarnya (judulnya) kompensasi dan relokasi. Tapi, tidak ada kompensasi di situ. Karena di SK itu isinya adalah 20% kerohiman berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP),” jelasnya.

Konflik lahan yang terus bergulir ini kemudian memunculkan pertanyaan mengenai tantangan hukum yang membuat persoalan tak kunjung selesai. Menanggapi hal tersebut, Maulida Zahra Kamila menyoroti tumpang tindih kewenangan dalam kebijakan pembangunan.

“Dulu kan ada desentralisasi, tapi dengan adanya Proyek Strategis Nasional (PSN) jadi cukup membingungkan. Ada pelemparan wewenang di sana,” ungkap dia.

Ia menegaskan bahwa prinsip perlindungan hukum seharusnya kembali pada amanat konstitusi.

“Dan kalau bagaimana hukum seharusnya dilindungi, kembali lagi ke pasal yang tadi bahwa bumi air dan sebagainya itu untuk kepentingan rakyat, jangan sampai justru jadi menindas,” jelasnya.

Maulida pun menutup dengan harapan agar konflik serupa dapat segera berakhir, tanpa memadamkan semangat warga untuk terus bertahan.

“Kalau harapannya ya, semoga semua ini cepat berakhir. Semoga tetap ada jiwa perlawanan dalam diri kita, karena perlawanan sekecil apapun tetap perlawanan,” tutupnya.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)