Resensi Novel 'Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname': Kisah Jungkir Balik Sebuah Keluarga Jawa

5 menit baca
Juli Prasetya
Ditulis oleh Juli Prasetya diterbitkan
Buku "Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname". (Sumber: Ayobandung.id)
Buku "Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname". (Sumber: Ayobandung.id)

 Pekerja kontrak Indonesia pertama kali datang ke Suriname pada 9 Agustus 1890, mereka ditempatkan di perkebunan  tebu, kopi, dan pertambangan bauksit. Para pekerja kontrak umumnya direkrut melalui werek, seorang pencari tenaga kerja yang kerap kali tidak jujur (kalau sekarang namanya  calo TKI). Bahkan cara merekrutnya tidak jarang menggunakan ilmu mistik, dan guna-guna. Umumnya, calon pekerja itu diiming-imingi dengan janji yang muluk.

Selain dari Indonesia, datang pula rombongan pekerja dari India dan Tiongkok. Hal ini yang membuat corak masyarakat di Suriname menjadi penuh warna.

Itulah paragraf-paragraf yang tertulis di sampul belakang buku Novel Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname. Karya Koko Hendri Lubis. Suriname merupakan sebuah negara bagian amerika latin, yang dulu sempat dikuasai oleh Belanda.  Seperti yang kita ketahui bahwa Suriname memiliki keterkaitan erat dengan Indonesia, khususnnya Bangsa Jawa. Betapa tidak orang-orang Suriname sebagain besar penduduknya adalah orang-orang Jawa yang merupakan keturunan orang-orang Jawa yang dulu merantau ke Suriname.

Nah, Novel ini menceritakan tentang sebuah keluarga Jawa yang mencoba untuk mengadu nasib ke Suriname, setelah jungkir balik menjalani kesedihan demi kesedihan di Jawa dan berharap mendapatkan kehidupan yang lebih baik di Suriname. Novel ini berpusat pada tokoh utama Supriono, ia merupakan keturunan Jawa. Bersama kedua orang tuanya Sasongko dan Hartini beserta adik laki-lakinya Sukarjo, mereka berangkat menjadi tenaga kerja pertama dari Jawa bersama para pekerja lainnya yang hijrah ke Suriname, kota tujuan Paramaribo dengan menggunakan Kapal SS Emma. Dengan harapan akan memiliki hidup yang lebih baik.

Setelah sampai di sana mereka ditempatkan di pertambangan Moengo, mereka bekerja di pertambangan bauksit SBM (Surinaamsche Bauxiet Maatschappij) secara tradisional, lalu beberapa tahun kemudian Sasongko pemelihara mesin, lalu  meningkat menjadi mandor, dan kepala kampung. 6 bulan sebelum masa kontrak habis. Hartini sakit, sebagaimana kehidupan orang-orang Jawa yang penuh dengan kepercayaan mistik,klenik dan dukun, Ayah Supriono, Sasongko juga cenderung menggunakan Jasa dukun ketimbang dokter untuk mengobati istrinya yang sedang sakit,  alhasil istrinya meninggal dunia karena terkena Hepatitis. Pimpinan pabrik yang mengetahui bahwa Sasongko tidak melaporkan penyakit istrinya kemudian dipindahkan dan pangkatnya diturunkan menjadi bagian kilang kayu seabgai buruh biasa.

 Setelah kematian Istrinya, Sasongko kemudian kumat lagi bermain Judi, apalagi istri barunya ini juga mendukung tabiat suaminya ini untuk berjudi. Setelah masa kontrak habis di Moengo, mereka kemudian pergi ke kota Paramaribo, dan menghadapi culture shock dari desa ke kota. Sasongko kemudian menekuni pekerjaan lamanya yakni menjadi tukang servis jam. Berbeda dengan ayahnya, Supriono termasuk tokoh yang beruntung karena mengenyam pendidikan di Suriname, dimulai dari masuk ke sekolah BLO Buitengewoon Lager Onderwijs, pendidikan dasar luar biasa di distrik di sana ia diajarkan baca tulis dan berhitung oleh seorang guru baik hati bernama Nathalie Kuipers. Kemudian setelah selesai ia dimasukkan menjadi murid di perbengkelan KVD dan kemudian atas bantuan Tuan van Breukelen ia masuk menjadi murid Algemene Handel School Selecta. Setelah merampungkan sekolahnya, Supri menganggur, dan kemudian banting setir menjadi seorang pelukis, tak sengaja seorang jurnalis langganan ayahnya Joop van den Berg melihat bakat Supri, dan memintanya melukis, lalu lukisannya dimuat di koran. Supri menutarakan  keinginannya untuk belajar Grafika maka diajaklah Supri ke kantor penerbitan H.H. Munster. Di sana ia kemudian belajar membuat klise karikatur, dan lambat laun ia melamar sebagai Jurnalis di salah satu Surat Kabar terkemuka di Suriname, Moedig. Dengan profesinya ini ia memiliki koneksi kepada orang-orang dari berbagai kalangan, dan dari berbagai macam profesi.

Supriono juga menulis berita dan artikel  dengan nama Pena Bok Doro. Ia menulis tentang berita dan artikel terkait apa yang ada di sekitarnya, tentang keresahan buruh, kesewenang-wenagnan oppas dan pemilik pabrik, ketidakadilan, kesetaraan gender dll. Ia juga menjadi saksi hidup pergolakan politik  pro kontra  revolusi Tiongkok, lalu para pekerja Tiongkok  diperlakukan tidak adil oleh pimpinan pabrik,  puncaknya adalah pemberontakan Tionghoa yang membunuh Dave van Nellen dan Theo. Pengawas tertinggi pabrik bauksit.

Supriono juga ikut serta dalam perkembangan politik di Suriname, bahkan ia ditunjuk menjadi ketua partai Leluhur yang berorientasi pada perjuangan bangsa Indonesia di Suriname. Misinya adalah mendesak pemerintah untuk mendatangkan kapal untuk memulangkan para pekerja dari Suriname ke Indonesia.

Panggilan suara hati akan kampung halaman memang tak bisa ia tolak, setelah huru-hara dan ribut-ribut sosial, ras, politik, pemberontakan orang-orang Tiongkok di Suriname mereda. Ia dan istrinya, Mei Ching . Kemudian memilih untuk kembali ke Indonesia. Setelah 4 tahun Indonesia Merdeka.

Sebagaimana pepatah mengatakan bahwa tak ada gading yang tak retak, begitu juga Novel ini, yang tentu saja di sana-sini masih banyak kekurangan. Dari adegan-adegan keluarga Supriono dan para pekerja yang kurang menyentuh dan dramatis, kemudian setting tempat di Suriname yang kurang mendetail, dan drama kehidupan orang-orang yang jauh dari kampung halamannya kurang terasa. Padahal Koko memiliki kesempatan untuk mengembangkan dan mengeksplor hal itu, karena novelnya ini memang memungkinkan Koko untuk melakukan itu. Tapi sayangnya Koko tidak memanfaatkan imajinasinya dengan baik,  meskipun memang dalam membawakan karakter tokoh dan dialognya Koko sudah cukup luwes dan baik. Kemudian data-data sejarah yang masih mentah dan kurang maksimal diolah/digunakan dengan baik oleh penulis. Ini tentu saja menjadi catatan sendiri bagi novel ini.

Namun di balik kekurangan-kekurangan itu kita juga patut mengapresiasi si penulis, meskipun menurut saya ia kurang berhasil dalam membawa pembaca memahami dan menyelami batin para pekerja Jawa di Suriname dan kurang mendetail dalam menjelaskan tentang seluk beluk Suriname, tapi setidaknya Koko  sudah mencoba untuk mengangkat tentang pekerja-pekerja Jawa yang mencoba mengadu nasib ke Suriname, dengan segala pergolakan batin, sosial, budaya, dan politik di dalamnya.

Koko setidaknya sudah berusaha dan berani menulis tentang nasib para pekerja-pekerja Jawa yang merantau ke Suriname, yang jarang diketahui dan ditulis dalam bentuk Novel. Dan dalam catatan sejarah, kebanyakan dari pekerja Suriname ini tak pernah kembali lagi ke pelukan keluarganya. Koko mengakhiri novel ini dengan semangat happy ending yang penuh harapan, dan sangat sederhana. Begitulah Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname mengakhiri perjalanannya, sekaligus membuka musim dan harapan baru. (*)

Informasi Buku

  • Judul: Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname

  • Pengarang:  Koko Hendri Lubis

  • Penerbit: Diva Press

  • Cetakan dan Tahun Terbit: Cetakan pertama, Mei 2021

  • Halaman: 172 hlm.

  • ISBN: 978-602-391-838-6

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Juli Prasetya
Tentang Juli Prasetya
Penulis asal Banyumas. Kumcernya Rudi Gaber yang Ingin Memberi Makan Istrinya dengan Puisi (2025). Sekarang sedang berproses di Bengkel Idiotlogis asuhan Cepung

Berita Terkait

News Update

Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 19:02

Pendidikan Empati dalam Isu Sosial

urgensinya pendidikan empati diajarkan. Bukan hanya mencari jalan keviralan. Demi meningkatkan kuantitas konten tanpa memfilter isinya.

Ilustrasi anak sekolah di ladang sawah. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 15:29

Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

Mengupas potensi bahaya gunung berapi, sesar aktif di Bandung Raya dan langkah mitigasi demi keselamatan warga. Simak informasi artikel Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya.

Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 13:45

Penyiar Legendaris dan Perjalanan RRI di Era 1970-an Hingga Masa Kini

Terkadang wajah penyiar tidak pernah dilihat, tapi suaranya bisa menjadi kenangan dalam sejarah. Sambas, Hasan Azhari Oramahi, Poppy Tiendas, dll adalah nama legendaris penyiar RRI dengan suara emas.

Gedung Kantor RRI Bandung. (Sumber: RRI | Foto: R.Erlan W.K)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 10:32

Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan.

Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 08:11

Kebakaran Cihanja Punclut dan Pentingnya Penanganan Lingkungan Berkelanjutan

Catatan Lukman Nurhakim tentang material mudah terbakar di bawah timbunan, dampak asap terhadap warga, dan pentingnya penanganan pascakebakaran membuka pertanyaan yang lebih luas.

Kebakaran lahan di Cihanja-Punclut Kawasan Bandung Utara. (Foto: Dokumen Lukman Nurhakim)
Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)