Sejarah Universitas Padjadjaran, Lahirnya Kawah Cendikia di Tanah Sunda

Hengky Sulaksono
Ditulis oleh Hengky Sulaksono diterbitkan Selasa 16 Des 2025, 10:07 WIB
Gedung Rektorat Universitas Padjadjaran. (Sumber: Wikimedia)

Gedung Rektorat Universitas Padjadjaran. (Sumber: Wikimedia)

AYOBANDUNG.ID - Sebelum menjelma menjadi universitas besar dengan kampus di berbagai penjuru, Unpad berangkat dari satu keyakinan yang tak mudah digoyahkan. Keyakinan bahwa Jawa Barat membutuhkan universitas negerinya sendiri. Di tengah situasi politik yang belum stabil dan administrasi yang serba terbatas, gagasan itu bertahan, bernegosiasi, lalu perlahan menjelma menjadi universitas.

Pada awal 1950-an, keadaan pendidikan tinggi di Bandung sebenarnya tidak bisa dibilang kosong. Beberapa fakultas sudah ada, tetapi statusnya masih cabang dari universitas lain. Bagi masyarakat Jawa Barat, kondisi ini terasa janggal. Daerah dengan jumlah penduduk besar dan tradisi intelektual panjang justru belum memiliki universitas negeri yang berdiri sendiri.

Keinginan untuk memiliki institusi pendidikan tinggi yang utuh pun terus menguat, bukan sebagai simbol gengsi, melainkan kebutuhan nyata.

Baca Juga: Tamasya Bandung Tempo Dulu, Curug Jompong dalam Imajinasi Kolonial

Keinginan ini tidak muncul tiba-tiba. Jauh sebelumnya, tokoh-tokoh pendidikan Sunda telah menanamkan gagasan bahwa pendidikan adalah jalan penting bagi kemajuan masyarakat. Semangat itu hidup dan diwariskan lintas generasi, hingga akhirnya menemukan konteks politik yang memungkinkan setelah Indonesia merdeka.

Ketika Bandung menjadi tuan rumah Konferensi Asia-Afrika 1955, kesadaran itu semakin tajam. Kota ini mendapat sorotan internasional, dan di saat yang sama muncul pertanyaan sederhana: bagaimana dengan infrastruktur pendidikannya sendiri?

Dorongan tersebut disampaikan melalui berbagai pertemuan dan forum masyarakat. Respons pemerintah datang secara bertahap. Pada 14 Oktober 1956, dibentuk Panitia Pembentukan Universitas Negeri di Bandung. Ini menjadi langkah administratif pertama yang jelas arahnya.

Beberapa bulan kemudian, delegasi dibentuk untuk menyampaikan aspirasi Jawa Barat ke pemerintah pusat. Prosesnya panjang, berlapis, dan penuh tahapan, tetapi hasilnya mulai terlihat.

Baca Juga: Sejarah Panjang ITB, Kampus Insinyur Impian Kolonial di Tanah Tropis

Pada 11 September 1957, Universitas Padjadjaran resmi berdiri. Beberapa hari setelahnya, keberadaan universitas ini ditegaskan melalui peraturan pemerintah, lalu diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia. Unpad memulai perjalanannya dengan empat fakultas: Hukum, Ekonomi, Kedokteran, serta Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Pilihan ini mencerminkan kebutuhan dasar pembangunan saat itu: hukum untuk tata negara, ekonomi untuk pengelolaan sumber daya, kedokteran untuk kesehatan publik, dan sains sebagai fondasi pengetahuan.

Pemilihan nama Padjadjaran disandarkan pada pertimbangan historis dan kultural. Ia merujuk pada Kerajaan Sunda yang pernah berjaya di bawah Prabu Siliwangi. Pilihan nama ini bukan nostalgia kosong, melainkan harapan agar universitas baru ini tumbuh dengan wibawa dan daya tahan yang sama.

Gedung FMIPA Unpad. (Sumber: Tropenmuseum)
Gedung FMIPA Unpad. (Sumber: Tropenmuseum)

Hijrah Kampus Utama dari Bandung ke Jatinangor

Pertumbuhan Unpad berlangsung cepat. Fakultas-fakultas baru dibuka dalam waktu relatif singkat, mencakup bidang sosial, humaniora, pertanian, psikologi, hingga peternakan. Dalam hitungan tahun, Unpad berubah dari universitas kecil menjadi institusi dengan cakupan keilmuan yang luas. Namun perkembangan ini membawa konsekuensi praktis: kegiatan akademik tersebar di banyak lokasi.

Pada satu masa, Unpad beroperasi di lebih dari sepuluh titik berbeda di Bandung dan sekitarnya. Kondisi ini menyulitkan pengelolaan dan membatasi pengembangan jangka panjang. Sejak akhir 1970-an, muncul gagasan untuk menyatukan seluruh aktivitas akademik dalam satu kawasan terpadu. Inspirasi datang dari konsep kota pendidikan yang telah diterapkan di luar negeri.

Pilihan lokasi jatuh pada Jatinangor, kawasan di kaki Gunung Manglayang yang sebelumnya merupakan area perkebunan peninggalan masa kolonial. Lahan luas dan relatif terbuka ini dinilai cocok untuk pengembangan jangka panjang. Pengadaan lahan dimulai pada akhir 1970-an, disusul perencanaan kawasan pendidikan tinggi yang terintegrasi.

Baca Juga: Hikayat Cibiru, dari Kawasan Timur Pinggiran Kota Bandung yang jadi Pusat Keramaian

Pemindahan kampus dilakukan secara bertahap. Fakultas Pertanian menjadi yang pertama berpindah pada 1983, disusul fakultas-fakultas lain dalam rentang waktu puluhan tahun. Proses ini berjalan perlahan, menyesuaikan kesiapan infrastruktur dan kebutuhan akademik. Tonggak penting terjadi pada 2012, ketika pusat administrasi universitas resmi berpindah ke Jatinangor. Sejak saat itu, kawasan ini menjadi kampus utama Universitas Padjadjaran.

Dalam perkembangannya, Unpad memperoleh status Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum yang memberi keleluasaan lebih besar dalam pengelolaan institusi. Akreditasi nasional dengan peringkat tertinggi dan posisi yang konsisten dalam pemeringkatan internasional menandai pengakuan atas kualitasnya. Jumlah peminat yang tinggi dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa Unpad tidak hanya besar secara sejarah, tetapi juga relevan bagi generasi baru.

Kini, Universitas Padjadjaran menaungi belasan fakultas dan puluhan program studi, dari diploma hingga doktoral. Dari gagasan yang diperjuangkan sejak awal kemerdekaan, Unpad tumbuh menjadi universitas yang berakar pada sejarah lokal sekaligus bergerak dalam lanskap global. Perjalanannya menunjukkan bahwa universitas tidak lahir dari kecepatan, melainkan dari ketekunan menjaga keyakinan hingga menemukan bentuk yang paling mungkin.

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

News Update

Bandung 06 Mei 2026, 20:20

Mulai Rp10 Ribu, Aksesori Batu Rimba Buktikan Produk Lokal Bisa Tampil Berkelas dan Bernilai Estetika Tinggi

Di tengah geliat keragaman aspek budaya nasional yang dipadu-padankan dengan ranah bisnis, kini pelaku UMKM aksesori turut menjadi sasaran atensi.

Batu Rimba asal Kalimantan, produk ini menampilkan gelang jenis batu alam hingga mutiara Lombok. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 18:29

Separuh Kehidupan untuk Kemacetan di Kota Bandung

Bagi pengguna fasilitas transportasi umum, kemacetan adalah pergumulan yang melelahkan tapi harus dilewati setiap hari.

Kemacetan Cibaduyut Saat Ramadhan 2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 17:21

Bandung Kini, Mereka yang Bertahan di Antara Deru Zaman

Di tengah impitan kondisi sosial yang terasa begitu tajam, warga Bandung harus bisa tetap bertahan hidup dengan cara pengorbanan dan kesabaran. Yang akhirnya akan menemukan solusi terbaik.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 16:38

Panduan Wisata ke Little Venice Kota Bunga, Wisata Kanal ala Italia di Kaki Gunung Gede

Destinasi tematik di Kota Bunga ini menghadirkan kanal buatan, bangunan Eropa, dan wahana keluarga dengan latar pegunungan.

Little Venice Kota Bunga Puncak.
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 14:59

Menuju Pelestarian Cagar Budaya Kota Bandung yang Progresif dan Berkeadilan: Kebijakan Insentif Pajak Bumi dan Bangunan

Strategi pelestarian cagar budaya yang progresif dan berkelanjutan untuk menciptakan simbiosis mutualisme antara pelestarian Cagar Budaya dan kepastian hak ekonomi pemilik Cagar Budaya.

Pengendara melintas di Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Selasa 21 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 06 Mei 2026, 13:51

Panjat Dinding, Prestasi dan Profesi yang Langka

Prestasi panjat dinding Indonesia didominasi nomor speed, sementara kekurangan route setter jadi kendala perkembangan atlet.

Panjat dinding. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 11:25

5 Tempat Kuliner dan Restoran Pilihan dengan View Ikonik di Ciwidey Bandung

Panduan tempat makan di Ciwidey dengan view paling menarik. Dari warung sederhana hingga restoran unik di tepi danau.

Warung Kabut, Ciwidey.
Ayo Biz 06 Mei 2026, 11:23

Kita Butuh Isinya, Bukan Wadahnya

Jaga Bumi Ecomart mengajak belanja tanpa kemasan sekali pakai lewat konsep *refill* dan *reuse*. Pesannya sederhana: yang dibutuhkan adalah isi, bukan wadah, demi mengurangi sampah.

Beragam produk hasil recycle di Jaga Bumi Ecomart, menunjukkan limbah dapat diolah menjadi barang bernilai guna. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 09:45

Tujuan Kawula Muda Nonton Film di Tahun 1980-an

Kawula muda Kota Bandung sangat beruntung karena kota tempat mereka beraktifitas di sekolah punya seribu buat menghilangkan kepenatan sebagai pelajar di tahun 1980-an.

Bioskop Majestic, Kota Bandung. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Chainwit)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 07:39

Dari Loyalitas ke Konsumsi, Ketika Bobotoh dan Merchandise Jadi Satu Cerita

Dukungan klub kini bukan hanya emosi, tapi juga konsumsi. Artikel ini mengulas perubahan loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender.

Loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender. (Sumber: TikTok @terracedistric)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 20:28

Panduan Wisata Taman Safari Bogor, Tiket, Wahana, dan Safari Journey

Panduan lengkap Taman Safari Bogor mencakup harga tiket, Safari Journey, wahana, pertunjukan satwa, serta tips berkunjung agar pengalaman lebih maksimal.

Wisata Taman Safari Indonesia di kawasan Puncak, Bogor. (Sumber: Taman Safari Indonesia)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 18:05

Mobilitas Tinggi, Perlindungan Rendah: Catatan Hari Buruh dari Sektor Transportasi Darat

Mobilitas transportasi darat meningkat, tetapi perlindungan pengemudi tertinggal. Hari Buruh menyoroti risiko tinggi, jam kerja panjang, dan lemahnya pengawasan di sektor logistik dan bus.

Ilustrasi sejumlah pengemudi truk logistik dan bus sedang memperingati hari buruh 1 Mei. (Sumber: Google Gemini, 2026)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 17:22

Meng(hardik)nas, Peringatan, dan Kesadaran

Kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Ikhtiar memperbaiki pendidikan dimulai dari ruang kelas, tempat manusia tidak hanya diajarkan pengetahuan, sebagai manusia seutuhnya.

Sejumlah siswa berjualan aneka produk makanan saat acara Market Day di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (5/12/2023) (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 16:28

Lembangku Sayang, Lembangku Malang (Prolog)

Keheningan dan kesederhanaan Lembang mampu menjadi dirinya sendiri, mampu menorehkan kesan yang tiada duanya.

Kartu pos yang bergambarkan gunung Tangkuban Parahu pada masa kolonial Belanda. Lokasi tepat dari gambar ini adalah kawasan jalan Setiabudi atas/Terminal Ledeng, dan foto diambil dari loteng Villa Isola). (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 13:37

10 Netizen Terpilih April 2026: Bandung di Mata Pendatang, antara Bayangan dan Kenyataan

Berikut adalah nama-nama penulis yang meraih apresiasi dengan total hadiah senilai Rp1,5 juta.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 13:14

Tamasya ke Pulau Biawak, Wisata Pulau Konservasi di Laut Jawa

Wisata Pulau Biawak Indramayu mencakup akses dari Karangsong, mercusuar Belanda, habitat biawak liar, kondisi terumbu karang, serta tips kunjungan ke pulau.

Pulau Biawak, Indramayu. (Sumber: Pemprov Jabar)
Beranda 05 Mei 2026, 10:46

Mal BTM yang Tergerus Perubahan Cara Orang Berbelanja

Mal BTM di Bandung perlahan sepi seiring perubahan cara orang berbelanja ke digital, memangkas peran toko fisik dan menggeser rantai distribusi tradisional.

Suasana mal BTM terasa sunyi, pengunjung tak lagi seramai dulu. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 09:25

Setiap Kata adalah Arsip Sejarah

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama.

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama. (Sumber: Pexels | Foto: BOOM 💥 Photography)
Beranda 05 Mei 2026, 09:15

Nasib Pekerja Informal yang Setiap Hari Dikejar Setoran, Tapi Masa Depan Tak Pernah Ikut Dijamin

Kisah dua saudara yang berjuang di tengah keterbatasan peluang kerja dan ketidakpastian upah sebagai petugas parkir demi menyambung hidup hari demi hari.

Sudah hampir 20 tahun Ade bekerja sebagai petugas parkir untuk menyambung hidup. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 04 Mei 2026, 21:56

Belajar dari Tragedi KA Argo: Sudah Saatnya Ubah Cara Awasi Perlintasan Biar Mobil Mogok Tak Lagi Jadi Maut

Tragedi KA Argo 2026 mendesak PT KAI untuk memodernisasi keamanan perlintasan sebidang guna mencegah mobil mogok akibat gangguan elektromagnetik dan rel yang tidak rata.

(Sumber: Pixels | Foto: Irsyad Rifqi)