Identitas Persib

4 menit baca
Encep Dulwahab
Ditulis oleh Encep Dulwahab diterbitkan
Cinta para penggemar Persib tidak didasarkan pada hasil. Meskipun Persib tidak juara, tetap ada dukungan yang mengalir. Ini membuktikan kalau cintanya tidak terbatas. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Arif Rahman)
Cinta para penggemar Persib tidak didasarkan pada hasil. Meskipun Persib tidak juara, tetap ada dukungan yang mengalir. Ini membuktikan kalau cintanya tidak terbatas. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Arif Rahman)

Pelé, legenda sepakbola Brasil, pernah mengatakan bahwa sepak bola bukan sekadar permainan bagi orang Brasil, tetapi merupakan gaya hidup dan identitas masyarakat Brasil. 

Sepakbola bagi penduduk Brasil adalah cara untuk mengekspresikan semangat kebangsaan, rasa bangga karena sepakbola adalah bagian dari budaya, juga sebagai alat untuk mengekspresikan jiwa masyarakatnya.

Tidak jauh berbeda dengan masyarakat Jawa Barat, yang memiliki klub sepakbola yang dikenal dengan Persib Bandung. Persib Bandung pun bukan hanya sebuah tim sepak bola, tetapi juga merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat Jawa Barat. 

Ada kerinduan yang mendalam ketika Persib lama tidak bertanding. Ada semangat membara ketika Persib akan berhadapan dengan tim manapun. Apalagi sampai Persib berhasil memenangi pertandingan, serasa mendapatkan suntikan tenaga untuk mengarungi aktivitas sehari hari. 

Persib Bandung yang berdiri pada masa penjajahan Belanda, tahun 1933, dianggap sebagai salah satu klub tertua dan memiliki sejarah panjang tentang persepakbolaan di Indonesia, dan menjadi bagian dari perjuangan dalam melepaskan penjajahan. 

Pada waktu itu, olahraga seperti sepak bola dianggap sebagai salah satu strategi dalam rangka membangun spirit nasionalisme. Persib pun memiliki peran yang besar dalam membangun harga diri bangsa.

Sejak awal berdiri sampai sekarang, Persib selalu memiliki banyak pendukung, baik saat menang maupun kalah. Sejak di era perserikatan sampai era liga 1, di mana pun Persib bermain selalu ada bobotoh yang menyambut atau hadir ke stadion. Terlebih lagi, Persib yang kini sudah memenangkan gelar Liga Indonesia dengan empat bintang, maka akan semakin memperkuat rasa memiliki dan dukungan dari para pendukungnya.

Persib bukan hanya sebuah klub, tetapi juga merupakan representasi budaya Sunda di bidang sepakbola, dan memiliki simbol-simbol yang kuat dengan karakter Sunda. Seperti para pendukung yang kebanyakan dari darah Sunda, baik yang tinggal di Bandung dan sekitarnya, maupun orang Sunda yang tinggal di beberapa kota dan luar negeri. 

Baca Juga: Persib Juara Divisi Utama 1986, Tiga Pemain Diberi Beasiswa

Banyak penduduk Jawa Barat yang merasa bahwa Persib adalah simbol dari harga diri mereka, kalau ada yang menjelekkan Persib tanpa di komando pun akan membelanya. Ada pribahasa yang populer di kalangan masyarakat Jawa Barat, "Kalau kitu urang Sunda, kudu sayang Persib!"

Betapa kuatnya identitas Persib, sampai-sampai para politisi pun pernah berebut meraih simpati dari para pendukung Persib. Ketika juara banyak yang mengucapkan selamat dengan menggunakan berbagai atribut Persib. Persib memiliki jumlah pendukung yang sangat banyak, maka ketika berhasil meraih simpatisan dari pendukung Persib, maka dianggap bisa dengan mudah meraih kursi kekuasaan. 

Identitas ini benar-benar dijaga oleh Persib, sambil terus melakukan metamorfosis ke arah yang lebih maju, sesuai dengan perkembangan zaman dalam pengelolaan tim sepakbola. Tidak banyak klub di Indonesia yang bisa seperti Persib Bandung, yang seringkali menjadi barometer untuk klub-klub lain di dalam negeri. 

Dari dulu sampai sekarang Persib dikelola dengan profesional, dan banyak para pemain yang melamar agar bisa menjadi bagian dari skuad Persib Bandung. 

Bukan sekedar hobi namun Persib sebagai kuatnya identitas diri, jati diri yang begitu kuat mengakar sehingga sulit untuk diubah oleh apa pun. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Arif Rahman)

Persib Bandung juga sebagai simbol identitas yang terkait erat dengan nilai-nilai kesetiaan. Para pendukung Persib yang tergabung dengan bobotoh, viking, begitu setia terus mendukung Persib Bandung, dan berbagai prestasi yang diraih Persib pun tidak jauh dari peran peran besar komunitas bobotoh.

Klub pun setia memenuhi keinginan dan semangat para penggemar dengan mengadakan acara seperti pertemuan penggemar, nobar resmi, dan kegiatan amal antara manajemen, pemain dan masyarakat. Sempat beberapa hadir klub lain di Jawa Barat, namun tidak sekuat kesetiaannya pada Persib. 

Persib memiliki daya magis yang luar biasa untuk menarik rasa cinta terhadap Persib. Tidak tanggung-tanggung, rasa cinta ini diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi, dari orang tua ke anak, dari kakek ke cucu, dari lingkungan tempat tinggal ke komunitas, dan beberapa di lingkungan tempat kerja. 

Tidak aneh kalau pendukung Persib ini merupakan salah satu fanbase yang paling setia, dan fanatik di Asia Tenggara. Dikenal juga karena kreatifivitasnya, kekompakannya, dan sangat berdedikasi, yang selalu meramaikan suasana pertandingan Persib agar terasa "hidup". 

Cinta para penggemar Persib tidak didasarkan pada hasil. Meskipun Persib tidak juara, tetap ada dukungan yang mengalir. Ini membuktikan kalau cintanya tidak terbatas.

Baca Juga: Buruh dalam Bahasa Sunda

Identitas Persib juga didukung oleh para seniman yang asli dan berkembang dari Jawa Barat. Banyak seniman, musisi, dan tokoh budaya asal Bandung, termasuk Kang Ibing (almarhum), Ariel NOAH, Doel Sumbang, dan bahkan band metal, ikut memasukkan Persib ke dalam karya-karya mereka dalam lirik lagunya. 

Persib persis apa yang dikatakan Eric Cantona, legenda Prancis dan Manchester United, yang berkata bahwa you can change your politics, your religion, but not your football club. That’s identity

Cantona secara tegas menunjukkan bahwa kecintaan terhadap sepakbola lebih dari sekadar hobi, karena itu merupakan identitas pribadi yang melekat. Begitu pun dengan para pendukung setia Persib, bukan sekedar hobi namun Persib sebagai kuatnya identitas diri, jati diri yang begitu kuat mengakar sehingga sulit untuk diubah oleh apa pun. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Encep Dulwahab
Tentang Encep Dulwahab
Dosen Ilmu Komunikasi UIN Bandung

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Sep 2026, 20:26

Warisan Gunung Sunda Purba, dari Purwakarta, Subang, sampai Bandung Barat

Menjelajah warisan Gunung Sunda Purba melalui kemegahan Gunung Burangrang. Sisi Utara membentang di Purwakarta dan Subang, sementara sisi Selatan megah berdiri di Bandung Barat.

Keadaan ronabumi seperti inilah yang dilihat oleh masyarakat, bukan Gunung Sunda yang menjulang  tinggi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 18:26

Transformasi Perpustakaan Meningkatkan Kunjungan Masyarakat

Setiap perpustakaan memang mengidentifikasi problematika yang sama, salah satunya berkaitan dengan kunjungan masyarakat yang minim.

Ilustrasi perpustakaan. (Sumber: Pexels | Foto: Tima Miroshnichenko)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 18:00

ASN Gen Z dan Tantangan Mengubah Kepastian Menjadi Kinerja

Artikel ini mengkaji persepsi ASN Gen Z terhadap kecocokan karier, kompetensi, dan kebutuhan pengembangan dalam birokrasi.

Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 17:01

Polemik Desil dalam Indikator Kesejahteraan Ekonomi

Apakah desil bisa dijadikan indikator dalam menentukan strata kesejahteraan masyarakat kini? Desil hanya sebuah istilah dalam algoritma statistik. Jangan memaksa manusia menjadi angka dalam database.

Bantuan pangan cadangan beras pemerintah alokasi Juni dan Juli wilayah Kota Bandung di Kantor Kelurahan Cihapit, Jalan Sabang, Kota Bandung, Jumat 18 Juli 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 16:37

Remy Sylado: Jejak Sang Maestro di Bandung

Jejak Remy Sylado di Bandung kembali ditelusuri melalui buku, arsip, dan kesaksian orang-orang terdekat yang menghidupkan kembali sosok maestro multidisipliner tersebut.

Silaturahmi menyambut terbitnya buku Remy Sylado dan Dua Brouwer yang dihadiri budayawan, pegiat seni, serta sahabat dekat Remy Sylado, di Perpustakaan Ajip Rosidi, Jalan Garut No. 2, Kota Bandung. (Sumber: Agus Wahyudi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 15:11

KDM, Jawa Barat, dan Temtasi 2029

KDM membutuhkan policy dashboard, bukan sekadar social-media dashboard.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sebuah acara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 10 Sep 2026, 10:57

Kampung Sate, Ketika Bambu Bisa Diubah Menjadi Rupiah Oleh Warga Satu Kampung

Kampung Randukurung Kutawaringin dikenal sebagai sentra tusuk sate. Warga mengolah bambu secara tradisional menjadi sumber penghasilan.

Di Kampung Randukurung, bambu gombong diolah menjadi ribuan tusuk sate dengan tangan dan peralatan tradisional. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 10:44

Stok Masker mulai Langka dan Harganya Melambung Kembali

Permintaan pasar yang tinggi seringkali membuat harga pun ikut naik begitu juga dengan kondisi yang terjadi pada masker.

Maskter kesehatan. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 08:58

Strategi Kuliah Luar Negeri Tembus Ivy League dan Program Pre-College

Sejak didirikan pada tahun 2003, Euro Management Indonesia mengembangkan pola pendampingan studi ke luar negeri secara terpadu dan terintegrasi.

Suasana belajar di Euro Management Indonesia, Menteng Jakarta. (Foto: Humas Euro MI)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 21:13

Rekam Jejak Euro Management Indonesia Siapkan SDM Indonesia Go Global

Program Academic Writing diarahkan untuk memperkuat kemampuan pegawai dalam menyusun tulisan akademik secara sistematis dan sesuai dengan standar internasional.

Keberangkatan siswa Euro Management Indonesia kuliah di  Jerman (Foto: Humas Euro Manajemen Indonesia)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 19:25

Art Zine SMPN 1 Kasokandel

Setiap karya harus diapresiasi karena kita percaya bahwa setiap anak memiliki kodratnya yang unik

 (Foto: Penulis)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 13:27

Sekolah, Gerbang Perlindungan Anak di Ruang Digital

Perlindungan anak di ruang digital tidak cukup berhenti pada literasi digital. Sekolah harus memiliki kapasitas dan mekanisme nyata untuk mendeteksi, merespons, dan merujuk.

Ancaman terhadap anak di ruang digital terus berkembang. Karena itu, sekolah harus memiliki sistem untuk mendeteksi, merespons, dan menangani risiko keamanan digital. (Sumber: unsplash.com | Foto: Javas rabni)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 11:00

Siapa yang ‘Membunuh’ Radio Bandung?

Angkasa Bandung makin tiiseun. Perlahan, satu demi satu, stasiun radio mulai pamit dari udara Bandung.

Taman Radio mengukuhkan Bandung sebagai Kota Radio. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rahmat Herman Simabur)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 08:22

Belajar dari Viralitas Produk: Memotret Pentingnya Pelayanan bagi Konsumen

Terdapat beberapa peristiwa yang mengusik perhatian masyarakat, viralnya antara konsumen dan produk tertentu, maraknya kejadian viral ini mesti jadi perhatian bersama.

Pedagang melayani pembeli yang mencari buku pelajaran di Pasar Buku Palasari, Jalan Palasari, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 20:59

Eksplorasi Bandrek: Simbol Kehangatan dan Diplomasi Rempah Tatar Sunda

Dalam khazanah kuliner Nusantara, bandrek bukan sekadar minuman penghangat raga, melainkan manifestasi filosofis dari nilai kanyaah.

Bandrek, minuman penghangat tubuh khas Tatar Sunda yang cocok diseruput di tengah sejuknya dataran tinggi Priangan. (Sumber: IG: daoendjati.smg)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 17:52

Hari Aksara Internasional dan Darurat Membaca Indonesia

Hari Aksara Internasional seyogianya bukan hanya sekadar slogan tentang huruf tapi juga manusia.

Ilustrasi huruf. (Sumber: Pexels/Brett Jordan)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 13:11

Jangan Bangun Teras Cihampelas untuk Instagram

Yang perlu dibangun pemerintah di Cihampelas bukan latar belakang foto, melainkan alasan-alasan bagi orang-orang untuk datang, tinggal, dan kembali.

Teras Cihampelas (Sumber: ayobandung.com | Foto: Dok. Pemkot Bandung via ayobandung.com)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 11:25

Abu Vulkanik, Polusi Udara dan Potensi Bandung sebagai Produsen Full Face Respirator

Perlu mitigasi agar tidak terjebak dalam situasi buruk terkait kesehatan mata dan organ

Ilustrasi APD antidebu sekaligus masker dalam satu kesatuan sistem yang disebut Full Face Respirator. (Sumber: dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 10:55

Abu Vulkanik, Masker, dan MBG

Bila masker mengajarkan kewaspadaan. Sekolah belajar arti pentingnya adaptasi. MBG menegaskan pemenuhan gizi anak harus tetap berjalan dan abu vulkanik mengingatkan kita segala kebijakan yang baik

Sejumlah siswa mengenakan masker saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 132 Cihaurgeulis, Jalan Surapati, Kota Bandung, Senin 7 September 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 18:21

Markas Divisi Siliwangi di Purwakarta

Menelusuri jejak perjuangan militer di Purwakarta melalui sejarah Markas Divisi Siliwangi. Temukan kisah heroik, arsitektur bersejarah, dan peran pentingnya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Komandan Divisi Siliwangi Abdul Haris Nasution dalam parade TNI di Purwakarta, 17 Januari 1947. (Sumber: Perpustakaan Nasional)