Persib Juara Divisi Utama 1986, Tiga Pemain Diberi Beasiswa

4 menit baca
Dimas Wahyu Indrajaya
Ditulis oleh Dimas Wahyu Indrajaya diterbitkan
Pemain dan ofisial Persib Bandung berfoto seusai mengalahkan Perseman Manokwari dalam final Kejuaraan Nasional Divisi Utama PSSI 1986. (Sumber: Berita Yudha | Foto: Mardi)
Pemain dan ofisial Persib Bandung berfoto seusai mengalahkan Perseman Manokwari dalam final Kejuaraan Nasional Divisi Utama PSSI 1986. (Sumber: Berita Yudha | Foto: Mardi)

AYOBANDUNG.ID -- Putaran final Kejuaraan Nasional Divisi Utama 1986 digelar di Stadion Utama Senayan (kini disebut Stadion Utama Gelora Bung Karno), Jakarta pada 28 Januari sampai 11 Maret tahun tersebut. Ada 12 kesebelasan bersaing di mana PSSI memberlakukan format grup setengah round robin yang dilanjutkan babak knock out di final.

Ke-12 tim itu dibagi dua grup, satunya grup Wilayah Barat dan lainnya Wilayah Timur. Persib Bandung, Persija, PSMS Medan, Persiraja Banda Aceh, PS Bengkulu, dan PSP Padang masuk ke Wilayah Barat. Sementara, di grup Timur diisi PSIS Semarang, PSM Makassar (dulu PSM Ujungpandang), Perseman Manokwari, Persebaya Surabaya, Persiba Balikpapan, dan Persipura Jayapura.

Rangkaian pertandingan penting dan diprediksi seru itu membuat Jakarta menjadi magnet penggila bola nasional. Pendukung dari berbagai daerah menyerbu ibu kota agar bisa hadir di stadion utama demi menyaksikan langsung jago-jago bola kebanggaan masing-masing.

Tak terkecuali para pendukung Persib. Dari berbagai penjuru Jawa Barat, mereka hadir dengan berbagai macam cara entah itu dengan kendaraan pribadi sampai naik transportasi umum.

Gelombang kedatangan pun membesar ketika Persib memastikan diri ke final yang digelar pada 11 Maret. Mobil berplat D semakin banyak, ditambah stasiun sibuk bukan main menerima pendatang. Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) memang memberi keistimewaan dalam agenda itu di mana mereka menyediakan empat kereta tambahan untuk mengangkut barudak Bandung ke Jakarta.

Baca Juga: Munaip Saleh, Raja Balap Sepeda Raksasa Pertama Tour de Java

Penantian 25 Tahun Berakhir

Persib melawan Perseman di final. Sebelum saling sikut dalam laga penentu, kedua tim sudah bersua pada babak enam besar di mana Persib menang telak 6-0.

Kekalahan besar itu dirasa pihak Perseman wajar karena pemain inti disimpan di bangku cadangan. Keputusan tersebut dilakukan setelah melihat tempat di final sudah dipastikan menjadi milik mereka.

Dalam menatap final, Perseman tak mau tersandung untuk kedua kalinya. Mereka pun berjanji pemain inti akan dimainkan agar memperbesar kans menang dan merebut gelar juara.

“Di sinilah nanti akan kami buktikan siapa yang terbaik. Yang jelas pihak Perseman pasti akan memboyong piala itu ke Puncak Umsini,” ucap Samuel Krey, manajer tim Perseman, dikutip dari artikel Berita Yudha berjudul “Persib dan Perseman Sama-Sama Ngotot Jadi Juara” terbitan 11 Maret 1986.

Sesuai janji, Perseman bermain dengan pemain inti dan tampil tak seperti saat bertemu Persib di babak enam besar. Kiper mereka, Markus Woff tidak lagi memungut bola di paruh awal pertandingan.

Namun, petaka hadir untuk Perseman pada paruh kedua, tepatnya pada menit 77’. Jajang Nurjaman berhasil membuat Stadion Utama Senayan heboh setelah golnya membuat kedudukan berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Persib.

Apa yang dinanti pendukung Persib kejadian 13 menit kemudian. Wasit John Charles meniup peluit tanda akhir pertandingan yang menghasilkan Persib menang 1-0 atas Perseman. Penantian 25 tahun tanpa gelar juara pun berakhir pada hari itu.

Baca Juga: Buruh dalam Bahasa Sunda

Puja-puji Sepanjang Jalan Pulang

Pendukung anak-anak menyambut kedatangan pemain Persib di Bandung. (Sumber: Majalah Jakarta Jakarta)

Pemain dan ofisial Persib kembali ke Bandung dua hari kemudian. Setelah check out dari hotel pada pagi hari, dua bus yang ditumpangi mereka berangkat pulang via tol Jagorawi.

Tentu belum ada tol Cipularang saat itu yang bisa memakan waktu hitungan jam saja untuk sampai. Kala itu, bus mesti melewati jalur Puncak, Cipanas, dan Cianjur, demi mengakhiri perjalanan di Kota Bandung. Tempo perjalanan kurang lebih setengah hari, yang tentu akan menyiksa batin dan raga. Lelah sudah pasti, tapi perasaan itu bisa terobati karena sepanjang jalan pulang warga Jawa Barat memberi penghiburan lewat sambutan hangat.

Tua, muda, anak-anak hingga orang tua turun ke jalan demi merayakan kesuksesan Persib. Berbagai cara dilakukan mereka untuk menyambut jago-jago bola dari tanah Pasundan itu, salah satunya dengan membentangkan poster yang berisikan kalimat-kalimat penyemangat, seperti “Persib Panutan Sarea”, “Persib Mujur Kulantara”, sampai “Untung Ada Jajang”.

“Poster kreatif muncul lagi selepas Cianjur; ‘Untung Ada Jajang’. Dan gambar Jajang dipajang di tepi Jalan Ciranjang, Cianjur,” lapor majalah Jakarta Jakarta dalam artikel “Halo Halo Persib Tea” terbitan Maret 1986.

Baca Juga: Ayobandung.id Berikan Total Hadiah Rp1,5 Juta Setiap Bulan, Kirim Tulisan Orisinal Tanpa AI

Tiga Pemain Diberi Beasiswa

Pemain andalan Persib, Ajat Sudrajat (kanan) saat berhadapan dengan pilar PSM Makassar, Mustafa Umarella dalam laga Kejurnas Divisi Utama 1986. (Sumber: Berita Yudha | Foto: Mardi)

Nasib baik diterima pemain Persib seusai meraih gelar juara nasional. Di antara banyak nama, ada tiga orang yang mujur diberi beasiswa dari kampusnya.

Ajat Sudrajat, Suryamin, dan Jajang Nurjaman, itulah ketiga pemain Persib yang ketiban untung tersebut. Sama-sama mengenyam pendidikan tinggi di Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung, ketiganya menerima beasiswa dan piagam penghargaan yang diserahkan langsung oleh rektor Drs. H. Nawawi pada 17 Maret 1986.

“Ajat Sudrajat, Suryamin, dan Jajang Nurjaman, tiga pemain Persib yang menjadi mahasiwa Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Bandung menerima beasiswa dari universitas swasta itu,” tulis surat kabar Harian Fajar dalam artikel “Tiga Andalan Persib Terima Beasiswa Uninus” terbitan 20 Maret 1986. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 06 Okt 2026, 19:22

Ruang Kreatif Revitalisasi Bahasa Ibu

Sering kali orang tua jarang menggunakan bahasa daerah di rumah karena memilih membiasakan anak berbahasa Indonesia. Terkait ini ketika orang tua berlatar beda suku dan beda bahasa.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 18:23

Mengenang Peristiwa G30S Melalui Lembaran Berita Yudha

Membuka kembali Berita Yudha edisi 30 Oktober 1965, berarti membuka sebuah jendela menuju Indonesia beberapa pekan setelah G30S.

Halaman Muka surat kabar Berita Yudha edisi Oktober 1965, yang merekam pemberitaan mengenai situasi dan peristiwa penting di Indonesia pasca-G30S. (Foto: Kin Sanubary)
Bandung 06 Okt 2026, 17:53

Mengintip Potensi Ekonomi Kreatif Kota Bandung Lewat Layar Perfilman dan Kolaborasi Komunitas

Tren pemutaran film independen, festival sinema alternatif, hingga pertumbuhan ruang pemutaran komunitas di Kota Kembang membuktikan tingginya dahaga publik terhadap ragam narasi visual.

Bandung World Cinema (BWC) 2026 dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem perfilman sekaligus mendorong pertumbuhan subsektor ekonomi kreatif di Kota Bandung.
Sejarah 06 Okt 2026, 17:16

Sejarah Naturalisasi Pemain Timnas Indonesia

Jejak naturalisasi Timnas Indonesia bukan fenomena baru. Perjalanan dari Van der Vin pada era 1950-an hingga gelombang diaspora saat ini.

Pemain Timnas Indonesia dalam laga kontra Thailand dalam Asean Cup 2026. (Sumber: Vidio)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 17:03

Bandung, Banjir, dan Rutinitas Tahunan yang Tak Pernah Ada Solusi

Banjir di Bandung kerap kali menjadi event tahunan yang tidak pernah menemukan solusi yang pasti.

Banjir Tahunan di Kab. Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 16:29

Pesona Garut: 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Lanskap alam Kabupaten Garut menyajikan kekayaan vegetasi dan topografi yang memikat.

Situ Cangkuang, Leles, Garut. (Sumber: Wikimedia Commons/Lisensi CC | Foto: Mssetiadi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 15:33

Cagar Budaya dan Ragam Gaya Bangunannya di Kota Bandung

Jelajahi pesona sejarah Kota Bandung melalui jejak Cagar Budaya. Temukan kisah unik di balik arsitektur ikonis Art Deco, situs kolonial dan warisan legendaris yang tetap lestari hingga kini.

Gedung Sate, Bandung, 2024 (Sumber: Wikipedia | Foto: Rahmat Denas)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 13:08

RT/RW di Bandung Tidak Perlu Jadi Densus 88 Kecil-kecilan

Teror adalah peristiwa langka. Pergantian penghuni kontrakan adalah peristiwa sehari-hari.

Tim Densus 88. (Sumber: ayobandung.com | Foto: suara.com via ayobandung.com)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 10:49

Membincangkan Hujan di Musim Kemarau

Membicarakan hujan dalam kacamata kesadaran lingkungan dan seni.

Ilustrasi musim hujan. (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 06:30

PHBS Sebagai Modalitas Kesehatan Warga Kota Bandung

Tahun 2026 ini, influenza tipe A ini menjadi gambaran yang sama, meski oleh pemerintah tidak lagi di-covidkan. Namun kekhawatiran masyarakat tetap trauma dan ketakutan berlebihan.

Ilustrasi penderita influenza.
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 20:09

Ruang Terbuka Hijau di 30 Kecamatan di Kota Bandung

Artikel ini mengulas kondisi Ruang Terbuka Hijau di 30 kecamatan Kota Bandung. Temukan sebaran, fasilitas publik, keasrian lingkungan dan upaya pelestarian taman kota demi Bandung yang lebih asri.

Aktivitas warga di taman Alun-Alun Cicendo, Kota Bandung, Sabtu, 9 Juli 2022. (Sumber: Ayobandung | Foto: Magang Foto/Algifari Tohaga Abdillah)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 19:22

Ketika Wajah-Wajah Populer Mengisi Halaman Majalah Selecta Edisi Oktober 1970

Membuka kembali majalah lawas selalu menghadirkan sensasi tersendiri. Begitu pula ketika kembali membaca Majalah Selecta edisi Oktober 1970.

Hastarita Abdullah, fotomodel 17 tahun, tampil di sampul depan Majalah Selecta edisi Oktober 1970. Sementara Trio Nindya Sisters, tiga bersaudari asal Solo, tampil di sampul belakang, 56 tahun silam. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 17:03

10 Netizen Terpilih September 2026, Menangkap Ragam Isu Bandung dan Jawa Barat

Redaksi Ayobandung.id mengumumkan 10 penulis terbaik kanal "Ayo Netizen" untuk periode September 2026, dengan total hadiah tetap Rp1,5 juta.

Simulasi penanganan bencana gempa bumi akibat Sesar Lembang. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 16:16

Ronda Malam: Mereka yang Berjaga saat Warga Terlelap

Ketika warga terlelap, petugas ronda tetap terjaga. Di RW 10 Kelurahan Karang Mekar, Kota Cimahi, ronda malam menjadi ikhtiar keamanan sekaligus bukti bahwa semangat gotong royong masih menyala.

Ilustrasi warga Indonesia sedang ronda. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan Gemini AI)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 15:02

Ruang Terbuka Hijau di Kota Bandung

Kota Bandung kini terus berbenah menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH). Selain berfungsi menjaga keseimbangan alam dan menekan polusi, kehadiran taman kota ini juga menjadi sarana rekreasi warga.

Taman di Jl. Tongkeng No.46, Merdeka, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 13:41

Mencegah KBGO di Kampus: Bukan Lagi Soal Perempuan Menjaga Diri

Seruan agar perempuan "pandai menjaga diri" di ruang digital tak lagi cukup. Kampus harus hadir secara sistemik menjamin ekosistem belajar yang aman bagi mahasiswi.

Pembukaan Latsar CPNS Tahun 2022 (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SkTAN)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 11:04

Kesehatan Mental Kita di Hari Sumpah Pemuda

Refleksi peringatas Sumpah Pemuda dengan isu keshatan mental.

Sumpah Pemuda & Kesehatan Mental. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 10:14

Amit-Amit, Jangan sampai Keranda Jadi Alat Ukur Tata Kota

Keranda seharusnya hanya mengantar manusia ke tempat peristirahatan terakhir. Ia jangan sampai berubah menjadi alat ukur apakah sebuah kota bekerja dengan baik atau tidak.

Lahan pekuburan di salah satu sudut Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 19:10

Batik dari Warisan Budaya Tradisional Menuju Fashion Internasional

Tahun 2009, UNESCO telah telah memasukkan batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. Batik perlu bergerak dari craft based economy menuju creative fashion industry. Dan dari produk menjadi nilai.

Koleksi batik Retno Mulyo. (Sumber: Batik Retno Mulyo)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 16:38

Memikirkan Kembali Sumber Daya Energi Baru: Terbarukan Berbiaya Murah dan Ramah Lingkungan

Mengulas solusi energi baru dan terbarukan yang murah serta ramah lingkungan.

Pengelola Waduk Jatiluhur menyebutkan kemarau panjang pada Juli 2023 menyebabkan tinggi muka air waduk mengalami penyusutan hingga 10 meter atau 2 meter diambang batas kritis. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)