Membaca Makna Kemerdekaan Indonesia Timur dari Buku Karya Dian Purnomo

6 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Buku Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Buku Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Sebelum sampai di Sahinge, aku sering berpikir bahwa negeri ini sudah merdeka. Setiap tahun kami merayakannya dengan berbagai pawai. Setiap Senin, lagu yang memekikkan kata merdeka berkali-kali dikumandangkan di sekolah dan kantor-kantor. Tapi nyatanya, dalam perjalananku ke sisi Utara negeri ini membukakan mataku bahwa penjajahan belum berakhir.

Kita masih dalam suasana dirgahayu Indonesia yang ke-80.

Setiap tahun menjelang 17 Agustus masyarakat Indonesia dengan antusias selalu merayakan kemerdekaan Indonesia yang telah diperjuangkan oleh nenek moyang. Jalanan hingga gang-gang kecil tak luput dari berbagai dekorasi yang menguras kreativitas. Berbagai macam lomba dihadirkan untuk memeriahkan semarak semangat kemerdekaan.

Meski demikian nyatanya kemerdekaan masih berbentuk sebuah kata yang justru memiliki makna sebaliknya. Betul secara hukum Indonesia sudah merdeka tapi apakah kata tersebut sudah terejawantahkan dari realita sosial yang ada.

Pada realitasnya keadilan masih bisa dibeli dengan uang, hukum masih sangat tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Akses kesehatan dan pendidikan belum sepenuhnya merata. Kota-kota besar dengan berbagai macam problematiknya. Lautan pengangguran, tingginya angka krimininalitas, maraknya judol dan pinjol, kemacetan yang tiap tahun terus bertambah, hingga banjir sudah meluas kemana-mana.

Sementara di ujung Indonesia Timur yang justru sering kali tak terlihat dan terabaikan, memiliki keresahan yang sama tentang makna kemerdekaan. Sebetulnya secara perekonomian masyarakat di sana sangat terbantu dengan segala fasilitas yang sudah Tuhan ciptakan.

Laut menghasilkan ikan yang bisa di makan atau di jual, tanah yang subur menumbuhkan berbagai jenis tanaman yang berkhasiat. Ladang yang besar bisa menjadi pertanian dan perkebunan. Tanpa pemerintah harus susah payah menganggarkan dana bansos, Indonesia Timur sudah bisa menghidupi dirinya dengan pemberian alam. Tapi nampaknya para penguasaha masih tak puas dan selalu berusaha merampas yang ada di depan mata.

Meski demikian akses pendidikan, kesehatan dan infrastruktur belum sepenuhnya bisa mereka dapatkan.

Namun lewat liputan media, buku-buku karya fiksi atau non fiksi yang ditulis untuk menggambarkan masyarakat Timur selalu membuat saya terkagum. Mereka benar-benar berterimakasih kepada alam yang sudah memberikan kehidupan dengan cara menjaga dan melestarikannya.

Mereka selalu konsisten dengan janji dan rasa cinta terhadap bumi dan tanah yang dipijaknya. Mereka masyarakat revolusioner yang tidak hanya berpikir hidup untuk saat ini tapi jauh untuk kehidupan para anak dan cucu di masa depan.

Seringkali terdengar beberapa Indonesia bagian Timur diruksak oleh kegiatan pemerintah atau perusahaan yang berorientasi pada keuntungan semata. Mengatasnamakan pembangunan dan kesejahteraan rakyat, bumi digagahi dengan pengerukan emas, nikel dan berbagai hasil bumi yang menghasilkan pundi-pundi kekayaan.

Begitu juga dengan tanah Sangihe, sebuah pulau yang terletak di provinsi Sulawesi Utara pernah menjadi hura-hara akan pengrusakan yang dibuat oleh salah satu perusahaan tambang sejak 2021.

Sebuah buku yang berjudul "Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut" terinspirasi oleh perjuangan Save Sangihe Island ini bagi saya bukan sekedar cerita. Beberapa karya fiksi selalu berangkat dari realitas sosial yang ada. Fiksi menjadi bentuk nyata untuk menyampaikan aspirasi perihal ketidakadilan dan kebebasan yang seringkali dibungkam dalam kehidupan nyata.

Bahkan Dian Purnomo dalam menulis novel ke-10 tersebut tidak lepas dari sosok inspiratif masyarakat Sangir yang tinggal di pulau Sangihe. Penulis mengaku menjadi orang yang paling beruntung karena berkesempatan tinggal dan menjalankan tugas dari perusahaannya di pulau tersebut. Penulis diperkenalkan pada jiwa-jiwa yang jujur, sederhana, memahami makna "cukup", ramah, suka menolong, tidak menginginkan yang bukan miliknya dan mencintai seni.

Seperti beberapa novel yang pernah saya baca perihal isu yang berhubungan dengan kerusakan lingkungan oleh aktivitas tambang, misalnya saja karya Tere Liye " Teruslah Bodoh Jangan Pintar, karya Okky Madasari dalam rangkaian novel berjudul "Mata" dan beberapa karya Dian Purnomo memiliki benang merah yang sama. Betapa masyarakat Timur masih bergulat dengan makna kemerdekaan yang bisa kapan saja dirampas haknya oleh segelintir orang yang berkepentingan.

Untuk mencapai sebuah kemerdekaan tentu dibutuhkan sosok pemberani, memiliki strategi yang cerdas, semangat dan daya juang yang tinggi serta memiliki rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Sikap di atas tercermin pada sebuah karakter perempuan bernama Shalom.

Shalom Mawira seorang anak perempuan pertama dari ayahnya. Perempuan yang selalu menunggu kepulangan ayahnya yang hilang ditelan ganasnya laut. Shalom selalu berusaha menjaga Sangihe dan merawat lorong-lorong menuju laut agar ayahnya bisa menemukan jalan pulang.

Sahinge pulau subur yang sudah banyak memberikan kehidupan bagi masyarakatnya, terancam akan rusak oleh besi-besi excavator. Jauh sebelum kekayaan emas di perut bumi Sahinge terendus oleh pemerintahan, beberapa oknum masyarakat yang terbuai akan kekayaan tersebut sempat melakukan penambangan ilegal secara mandiri. Hasil tambang tersebut memang menghasilkan rumah-rumah megah dan gaya hidup hedon yang berjalan hanya sesaat.

Keseimbangan alam yang terganggu tentu bisa saja mengundang bencana datang tanpa aba-aba. Begitu juga dengan tanah bekas galian mengundang banjir bandang yang tidak hanya meluluhlantahkan rumah yang ada tapi jiwa-jiwa dalam setiap keluarga yang menempati rumah tersebut.

Pada akhirnya kekayaan menghilang dalam sekejap dan orang-orang tercinta menjadi tumbal dari keserakahan manusia yang ada. Dibutuhkan puluhan hingga ratusan tahun bagi alam untuk kembali pulih. Sangat tidak setimpal dengan kerusakan yang sudah diperbuat manusia dengan kepuasan sesaat.

Shalom adalah gambaran pejuang yang berani mempertahankan tanah airnya dengan segala kemampuannya. Shalom seperti bait puisi Widji Thukul yang mengatakan untuk tidak menghamba pada ketakutan dan memperpanjang barisan perbudakan.

Perjuangan Shalom dan masyarakat Sangir sangat tidak mudah. Demi memperjuangkan tanah kelahirannya dia harus mendekam dibalik teralis besi untuk alasan yang tidak jelas. Memperjuangkan keadilan yang menyangut hajat hidup orang banyak berubah menjadi sebuah penghakiman akan pemberontakan terhadap pemerintahan.

Bahkan para aparat negara yang seharusnya menjadi pengayom bagi masyarakat. Dalam novel ini tergambar bahwa merekalah yang justru menjadi pengabdi yang paling setia bagi penguasa. Di atas sebuah kertas peraturan konon digunakan untuk menegakkan hukum demi melindungi mereka yang lemah, menertibkan bangsa, menjaga kelestarian alam dan berjuta tujuan mulia lainnya.

Baca Juga: Benjang Masih Jadi Primadona di Pesta HUT RI ke-80

Tapi sayangnya di lapangan justru beberapa para pembuat peraturan itu bekerja sama dengan para pelaku kejahatan untuk melanggar peraturan yang mereka buat sendiri.

Realitas menunjukkan kerusakan tidak hanya terjadi di negeri ini tapi diseluruh titik yang memiliki tambang di muka bumi.

Pencemaran teluk Pt. Newmont di Minahasa Raya menyebabkan kasus keracunan logam berat seperti arsenik dan merkuri. Keracunan ini menyebabkan masyarakat sekitar terdampak gangguan kulit, masalah syaraf dan munculnya benjolan pada tubuh. Kemudian pencemaran sungai oleh Pt. Freepot di Papua sudah menghasilkan paradoks yang besar, di satu sisi sebagai penyumbang devisa bagi negara tapi taruhannya kerusakan ekologi yang luar biasa.

Pencemaran Teluk Weda di Maluku Utara juga telah mengganggu aktivitas masyarakat setempat yang menggantungkan kebutuhan air sungai sebagai air minum. Selanjutnya pencemaran laut di Bangka Belitung, pulau yang keindahannya bisa mengundang berbagai macam pelancong dari lokal maupun internasional. Kini sudah menjadi padang yang rusak akibat penambangan timah baik yang dilakukan secara legal atau ilegal.

Berita terbaru muncul dari aktivitas tambang yang hampir mengancam kehidupan biota laut di kawasan raja ampat. Greenpeace sebagai salah satu aktivis lingkungan berperan cukup besar untuk memberitahu kepada dunia akan potensi kerusakan jika aktivitas tambang tidak segera diberhentikan.

Aksi tersebut membuat beberapa izin operasional tambang berhasil dicabut, meski demikian kekhawatiran tetap tampak nyata karena perusahaan terbesar disinyalir masih diperbolehkan beroperasi dengan dalih pengawasan dari pihak pemerintahan.

Melalui buku ini makna kemerdekaan bagi Indonesia Timur adalah "Negeri kita belum merdeka". Penjajahan sesungguhnya belum berakhir, ia hanya terus-menerus berganti topeng. Jika dahulu pahlawan berperang untuk memperjuangkan kemerdekaan dari penjajah yang merampas kekayaan Indonesia.

Maka pahlawan-pahlawan di Indonesia bagian Timur sedang berjuang melawan penjajah yang sengaja diundang masuk ke tanah mereka. Penjajah yang datang kali ini bukan membawa senjata yang akan melukai kulit tapi berniat melubangi dan merampas perut bumi.

Ironisnya negara ini justru menggelar karpet merah dan menyambut para penjajah yang datang penuh arogan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 18:29

Kemerdekaan bagi Sastra

Sastra adalah salah satu ruang terakhir bagi tempat kejujuran yang masih berani bicara. Tapi apakah kehidupan bagi pelakunya sudah layak atau tenggelam dalam lautan merdeka itu sendiri?

Ilustrasi buku sastra. (Sumber: Pexels | Foto: Alexandra Krainyukhova)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 17:10

10 Netizen Terpilih Juli 2026, Menangkap Isu Begal hingga Jalur Maut

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Juli 2026.

Pengguna jalan melintas di dekat satu tombol darurat (panic button) yang dipasang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 26 November 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!
Wisata & Kuliner 03 Agu 2026, 18:19

Situ Lengkong Panjalu, Tempat Wisata Estetik dan Bersejarah di Ciamis

Panduan wisata Situ Lengkong Panjalu Ciamis lengkap: sejarah Kerajaan Panjalu, Nusa Gede, Museum Bumi Alit, tradisi Nyangku, tiket masuk, dan rute.

Situ Lengkong Panjalu, Ciamis.