Ilusi Hijau di Jalan Raya: Sisi Gelap Mobil Listrik di Indonesia

4 menit baca
Geraldine Eileen Alexandra
Ditulis oleh Geraldine Eileen Alexandra diterbitkan
sisi gelap mobil listrik di Indonesia yang masih bergantung batu bara, menimbulkan kerusakan hutan, serta limbah baterai beracun. (Ilustrasi oleh AI)
sisi gelap mobil listrik di Indonesia yang masih bergantung batu bara, menimbulkan kerusakan hutan, serta limbah baterai beracun. (Ilustrasi oleh AI)

Pemanasan global bukan sekedar isu berita, melainkan sebuah kenyataan yang dampaknya semakin kita rasakan. Kesadaran akan hal ini mendorong orang untuk mencari solusi yang lebih ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya dengan beralih ke mobil listrik.

Sementara itu, pemerintah juga berusaha mendorong perubahaan kendaraan listrik melalui insentif seperti pembebasan pajak, subsidi pembelian, hingga pembangunan stasiun pengisian daya di berbagai lokasi.

Peningkatan penjualan mobil listrik di Indonesia yang mencapai 40 ribu unit pada 2024 memiliki korelasi kuat dengan motivasi utama para pembelinya. Sebuah survei berjudul “Electric Vehicles in Indonesia: Consumer Insights and Market Dynamics” mengonfirmasi bahwa pendorong utama pembelian mobil listrik adalah faktor lingkungan.

Sebanyak 67% responden menyatakan alasan mereka beralih ke kendaraan listrik adalah karena bebas polusi udara, yang merupakan cerminan langsung dari kesadaran masyarakat terhadap isu kesehatan dan kualitas udara.

Namun, memfasilitasi banyak orang untuk memakai mobil listrik adalah langkah yang keliru, karena ini hanya memindahkan permasalahan lain yaitu polusi udara ke pencemaran lingkungan. 

Ketergantungan pada Sumber Energi yang Belum Bersih

Di tengah popularitasnya, ada sebuah kebenaran pahit yang tersembunyi di balik mobil listrik Indonesia. Masalah mendasar mobil tersebut berakar pada sumber energi yang digunakan untuk mengisi dayanya. Menurut Badan Keahlian Setjen DPR RI, kendaraan listrik di Indonesia masih bergantung pada listrik yang 40,46% berasal dari pembakaran batu bara kotor.

Angka tersebut jauh melampaui kontribusi Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia yang hanya sebesar 13,09%. Kesenjangan yang sangat besar menunjukkan bahwa dasar energi untuk kendaraan listrik di Indonesia pada kenyataannya masih ditenagai sumber yang paling mencemari.

Sumber energi listrik yang masih kotor menimbulkan fakta bahwa Indonesia tidak benar-benar menghilangkan polusi, melainkan hanya memindahkan sumber polusi dari jalan raya ke area pembangkit listrik. Menurut Institute for Essential Services Reform (IESR), 81% dari total pembangkit listrik di Indonesia masih ditenagai oleh bahan bakar fosil.

Artinya, setiap kilometer yang ditempuh oleh sebuah mobil listrik turut menyumbang emisi karbon dioksida dan polutan berbahaya lainnya. Emisi tersebut memang tidak keluar dari knalpot mobil di tengah kota, tetapi dilepaskan ke atmosfer dari cerobong-cerobong asap pembangkit listrik.

Produksi Baterai Nikel yang Berlebihan

Kemacetan di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Rabu 31 Juli 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Kemacetan di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Rabu 31 Juli 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)

Kerusakan lingkungan masif disebabkan oleh bahan baku utama baterai mobil listrik, yaitu nikel di mana Indonesia merupakan salah satu produsen besar di dunia. Ambisi untuk menjadi produsen baterai global harus dibayar dengan biaya lingkungan yang sangat mahal.

Proses penambangan dan pengolahan nikel, terutama di wilayah seperti Sulawesi dan Maluku Utara, telah menyebabkan deforestasi atau penggundulan hutan skala besar dan mencemari ekosistem laut.

Laporan Mighty Earth yang berjudul “The Nickel Pickle” menyatakan bahwa para pemasok nikel untuk perusahaan mobil listrik telah menyebabkan deforestasi lebih dari 75.000 hektar di Indonesia sampai tahun 2024.

Ini menunjukkan bahwa untuk membersihkan udara di kota, kita mengorbankan hutan dan laut yang merupakan paru-paru dunia dan sumber kehidupan masyarakat pesisir.

Tingkat Daur Ulang Baterai Lithium-ion yang Rendah 

Selain itu, baterai mobil listrik akan menjadi limbah setelah digunakan selama 10 hingga 15 tahun. Limbah elektronik tersebut dikategorikan sebagai Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang sangat sulit ditangani. Proses daur ulangnya sangat kompleks, mahal, dan belum ada prosedur yang memadai di Indonesia.

Data dari lembaga riset internasional seperti World Economic Forum menunjukkan bahwa secara global, tingkat daur ulang baterai lithium-ion saat ini masih di bawah 5%.

Target jutaan mobil listrik di Indonesia berisiko menciptakan krisis limbah baterai beracun dalam satu dekade mendatang. Tanpa solusi daur ulang, pencemaran logam berat mengancam tanah dan air secara permanen.

Pada akhirnya, klaim mobil listrik sebagai teknologi ramah lingkungan di Indonesia harus ditinjau kembali dengan kacamata yang lebih kritis. Seperti yang telah diuraikan, jejak karbon kendaraan listrik bukan lenyap, melainkan hanya berpindah dari knalpot ke cerobong asap pembangkit listrik.

Di saat yang sama, ambisi besar Indonesia untuk menjadi produsen baterai global ternyata dibayar dengan pengorbanan hutan melalui praktik penambangan nikel yang destruktif. Untuk mengubah ilusi hijau menjadi solusi sejati, fokus kebijakan tidak boleh hanya berhenti pada insentif pembelian.

Pemerintah dan pelaku industri harus segera menyusun strategi pengelolaan limbah dan pelestarian lingkungan yang bertanggung jawab sebelum terlambat. (*)

DAFTAR PUSTAKA

  • Jannah, M. A. (2025). Kesadaran Lingkungan Dorong Minat Mobil Listrik di Indonesia. [Daring] Tersedia di: https://denpasar.navigasi.co.id/detail/834510/kesadaran-lingkungan- dorong-minat-mobil-listrik-di-indonesia. [Diakses 28 Juli 2025]
  • Pusat Kajian Anggaran, Badan Keahlian, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. (2022). Buletin APBN: Kebijakan Subsidi dan Kompensasi Energi di Tengah Guncangan Harga Minyak Dunia (Edisi XXII/Juli/2022). [Daring] Tersedia di: https://berkas.dpr.go.id/pa3kn/buletin-apbn/ public-file/buletin-apbn-public-195.pdf. [Diakses 28 Juli 2025]
  • Institute for Essential Services Reform. (2024). Indonesia Energy Transition Outlook 2025. [Daring] Tersedia di: https://iesr.or.id/wp-content/uploads/2024/12/Indonesia-Energy-Transition- Outlook-2025-Digital-Version.pdf. [Diakses 30 Juli 2025]
  • Mighty Earth. (2024). From Forests to EVs: The Hidden Environmental Cost of Nickel for Electric Vehicles. [Daring] Tersedia di: https://mightyearth.org/wp-content/uploads/2024/05/ FromForeststoEVs.pdf. [Diakses 4 Agustus 2025]
  • Marchant, N. (2021). 5 Innovators Making the Electric Vehicle Battery More Sustainable. [Daring] Tersedia di: https://www.weforum.org/stories/2021/05/electric-vehicle-battery- recycling-circular-economy/. [Diakses 7 Agustus 2025]
Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)