Balai Kota Bandung sebagai Promotor Produk Kriya Unggulan Glassware dan Mesin Roaster Kopi

Sri Maryati
Ditulis oleh Sri Maryati diterbitkan Jumat 09 Jan 2026, 16:13 WIB
Halaman balai kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)

Halaman balai kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)

Eksistensi balai kota Bandung sebagai pusat pemerintahan dengan bangunan gedung yang unik dan mempesona juga dikelilingi oleh taman dan hutan kota yang asri nan rindang. Balai kota tetap mempesona sepanjang zaman.

Arsitekturnya tidak membosankan dalam pandangan lintas generasi. Lingkungan yang hijau kian menobatkan balai kota adalah ikon kota sepanjang zaman.

Sebagai ikon kota, semestinya Wali Kota Bandung M Farhan sering membuat acara santai dan menarik, seperti minum kopi bersama yang melibatkan industri produk kriya unggulan yang berasal dari Bandung. Seperti produk kriya glassware untuk acara minum kopi dan produk mesin roasting kopi yang selama ini produk tersebut telah mendapat penghargaan baik nasional maupun penghargaan global.

Resolusi 2026 untuk balai kota Bandung adalah memperbanyak acara yang mempromosikan produk-produk kriya unggulan hasil industri yang ada di Bandung Raya.

Mesin roaster  kopi bernuansa etnik produksi PT Pudak (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Mesin roaster kopi bernuansa etnik produksi PT Pudak (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)

Publik berharap Walikota Bandung betul-betul mengenal hingga detail kriya hasil karya daerahnya. Selama ini sudah banyak acara jamuan kenegaraan di Indonesia maupun di negara lain yang menggunakan produk kriya asal Bandung.  

Oleh sebab itu, Wali Kota Bandung perlu segera berkunjung ke perusahaan kriya unggulan antara lain Pudak Oriental Indonesia yang berlokasi di Kecamatan Gedebage. Juga perlu berkunjung ke industri lainnya. Walikota Farhan perlu memberi insentif kepada perusahaan yang telah menyerap banyak tenaga kerja dan menumbuhkan perekonomian. Salah satu insentif adalah memakai produk kriya tersebut dalam acara pemerintahan hingga tingkat satuan kerja pemerintah daerah.

Gedung Balai Kota saatnya menjadi promotor produk kriya unggulan glassware, mesin roasting kopi, dan produk lainnya. Acara semacam ini, jika sering diselenggarakan di lingkungan balai kota yang lingkungannya sangat memesona tentunya akan menarik wisatawan hingga investor.

Penulis berada di salah satu sudut taman balai kota Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Penulis berada di salah satu sudut taman balai kota Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)

Betapa eksotiknya suasana minum kopi di lingkungan balai kota saat matahari mulai tenggelam. Kurang afdol jika kita datang ke Bandung belum pernah memasuki Balai Kota Bandung sambal minum kopi, the atau minuman tradisional lainnya. Gedung dan taman yang ada di situ membawa panca indera kita rileks dan bahagia.

Memasuki taman balai kota Bandung sore menjelang senja seolah terlepas dari hiruk pikuk aktivitas kota yang padat dan bising. Melangkah memasuki taman luas yang dinaungi oleh pepohonan besar, membawa kita kepada jiwa dan karakter Kota Bandung yang sesungguhnya. Perpaduan antara gedung balai kota, lampu hias, tembok taman, dan aneka kembang yang terpilih mencitrakan ruang terbuka hijau yang lestari. “Inilah Bandung yang sejati”, bisik saya kepada alam semesta.

Balai kota Bandung terletak di Jalan Wastukancana, tidak sekadar gedung pemerintahan Kota Bandung. Lebih dari itu,  tempat ini adalah simbol sejarah, budaya, dan dinamika kehidupan warga Bandung yang terus berkembang dari masa ke masa. Taman Balai Kota juga melambangkan ekosistem kehidupan dan dan daya kreasi warga kota yang egaliter dan penuh estetika.
Sejarah melakonkan bangunan Balai Kota Bandung dulunya adalah sebuah gudang kopi pada masa penjajahan Belanda. Bangunan ini awalnya berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan pengepakan kopi milik Andries de Wilde. Dia tuan tanah berpengaruh di Priangan. Seiring berjalannya waktu, gedung ini berubah fungsi menjadi pusat pemerintahan kota yang tetap mempertahankan arsitektur khas kolonialnya yang megah dan elegan.

Alat dripper untuk minuman kopi buatan PT Pudak (Sumber: PT Pudak | Foto: media Pudak)
Alat dripper untuk minuman kopi buatan PT Pudak (Sumber: PT Pudak | Foto: media Pudak)

Lingkungan balai balai kota Bandung yang dipadu dengan premium handcrafted mempersembahkan produk-produk terbaiknya, sangat asyik bagi para penikmat dutch coffee. Seperti misalnya produk berlabel Suji buatan Bandung yang diciptakan dari tangan para ahli yang sudah berpengalaman bertahun-tahun dengan kontrol yang ketat, menjadikan produk dalam negeri ini terjamin kualitasnya.

Dunia mengenal Suji sebagai premium handcrafted yang sangat cocok untuk melengkapi ritual minum kopi. Terbayang betapa asyiknya menyiapkan kopi di dalam tabung cold drip, lalu menampung air atau es di tabung di atasnya. Terus putar keran hingga air menetes perlahan. Maka cairan kopi berwarna hitam akan mengalir menembus filter kaca dan berkumpul di dasar tabung.

Glassware untuk minum kopi diatas terbuat dari kaca Borosilikat berkualitas tinggi, dapat bertahan hingga suhu 180 derajat Celcius. Dirancang dalam bentuk yang secara estetika dapat menambah indah ruangan.

Pekerja sedang mengemas glassware berlabel SUJI produksi Pudak Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Pekerja sedang mengemas glassware berlabel SUJI produksi Pudak Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)

Gedung balai kota juga mesti bisa menjadi promotor mesin roaster kopi buatan Bandung. Mesin Roaster merupakan suatu alat yang berfungsi sebagai alat penggoreng tanpa minyak dan bertujuan untuk menurunkan kadar air bahan yang disangrai, dalam hal ini yaitu biji kopi.

Selain menurunkan kadar air pada biji kopi, roaster juga sebagai pembentuk aroma, cita rasa dan warna pada biji. Tujuan utama dari penyangraian biji kopi yaitu untuk membentuk aroma dan cita rasa yang khas dari biji serta untuk memudahkan mengeluarkan lemak dari dalam biji.

Memasuki senja suasana balai kota semakin syahdu, ada getaran jiwa yang kian teresonasi ketika lampu gedung dan taman mulai menyala. Saya melihat langit senja yang begitu romantis yang disertai dengan kicau suka ria aneka burung yang kembali ke habitatnya. Udara Bandung kian sejuk mengiringi perubahan cahaya langit yang terjadi dalam sehari. Senja di taman balai kota Bandung kian menyentuh jiwa jika disertai dengan menyeruput kopi. Disinilah kita bisa merasakan hakikat senja yang sejati. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sri Maryati
Tentang Sri Maryati
Pemerhati sosial, penikmat destinasi wisata

Berita Terkait

News Update

Beranda 11 Apr 2026, 08:51

JPO Berkarat dan Berlubang Membahayakan Pelajar di Batas Kota Bandung–Cimahi, Tanggung Jawab Siapa?

JPO di Jalan Amir Machmud rusak parah: lantai berlubang, berkarat, dan tanpa atap pelindung, membahayakan pejalan kaki terutama pelajar.

Pelejar berjalan di JPO di Jalan Amir Machmud, perbatasan Kota Bandung dan Cimahi, Jumat, 10 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 20:01

Antara Bandung yang Kubayangkan dan Kenyataan yang Kutemui

Bagi banyak orang, Bandung selalu punya tempat istimewa dalam imajinasi.

Jalan Asia-Afrika, depan Alun-Alun Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Suci Firda)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 18:23

WFH sebagai Cermin Budaya Kerja Aparatur

Hilangnya kehadiran fisik dalam WFH menantang organisasi untuk membangun sistem penilaian kerja yang berbasis output dan tanggung jawab.

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Diskominfo Depok)
Bandung 10 Apr 2026, 16:36

Mengenal Dongmoon Dimsum, Ikon Kuliner Baru di Pasar Cihapit yang Viral Lewat Varian Mentai

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum tetap kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung.

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ikon 10 Apr 2026, 15:17

Sejarah Istana Cipanas, Warisan Kolonial di Kaki Gunung Gede Pangrango

Istana Cipanas bermula dari rumah singgah abad ke-18, berkembang menjadi istana kepresidenan yang menyimpan jejak kolonial, perang, hingga keputusan penting negara

Lukisan Istana Cipanas, Cianjur, tahun 1880-1890-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:26

Jelajah Wisata Pangalengan dengan Pilihan Tempat Menginapnya

Pangalengan punya sejarah penginapan panjang, dari Berghotel hingga glamping modern di Rahong dan Situ Cileunca dengan nuansa alam yang menenangkan.

Muara Rahong Hills, salah satu glamping tempat menginap wisatawan di Pangalengan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:18

Panduan Wisata Gunung Guntur, "Semeru"-nya Jawa Barat dengan Panorama Spektakuler

Gunung Guntur menawarkan jalur berpasir terjal, panorama pegunungan luas, serta pengalaman mendaki unik di gunung berapi aktif dekat pusat Kota Garut.

Gunung Guntur dilihat dari kawasan pemandian Cipanas, Garut (Sumber: Wikimedia)
Beranda 10 Apr 2026, 09:29

Power of Ibu-ibu Cibogo Mengubah Sampah Jadi Gerakan Kolektif yang Berdampak Nyata

Power of Ibu-Ibu Cibogo mengubah pengelolaan sampah rumah tangga menjadi gerakan kolektif yang berdampak, menghadirkan solusi lingkungan sekaligus manfaat sosial dan ekonomi bagi warga.

Ibu-ibu di Cibogo, Kecamatan Sukajadi mengolah sampah rumah tangga yang memberikan perubahan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 08:30

Tren Rambut Lady Diana

Kehebohan para wanita Kota Bandung dari berbagai kalangan usia meniru gaya rambut Lady Diana saat tahun 1980-an

Lady Diana. (Sumber: Flickr | Foto: Joe Haupt)
Bandung 09 Apr 2026, 19:40

Urgensi Literasi Keuangan dan Akselerasi Sektor Riil demi Resiliensi Ekonomi Jawa Barat

Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar: bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi?

Ilustrasi. Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi. (Sumber: Ayobiz.id/Gemini Generated)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 18:18

Asyiknya Berburu Koran Era 2000-an

Berburu koran tidak hanya mencari informasi, berita, ilmu pengetahuan, melainkan momentum bersejarah saat menerima (menjemput), ikhtiar, harapan dan kenyataan untuk terus belajar sepanjang hayat.

Aa Akil, anak kedua tengah asyik baca koran, Sabtu (4/4/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Wisata & Kuliner 09 Apr 2026, 16:40

Wisata Pantai Patimban, Pesisir Subang Utara yang jadi Pelabuhan Logistik

Pantai Patimban tawarkan sunset, kuliner laut, dan suasana santai, namun kini berubah sejak hadirnya Pelabuhan Internasional.

Pantai Patimban Subang. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 09 Apr 2026, 16:39

Beralih ke Motor Listrik, Ojol Hadapi Dilema Antara Hemat Biaya dan Keterbatasan Jarak

Peralihan ojol ke motor listrik menghadirkan efisiensi biaya, namun dibayangi tantangan jarak tempuh dan infrastruktur, memaksa pengemudi lebih cermat mengatur strategi kerja.

Rizki Ahmad sedang melakukan pengisian baterai motor listrik di Kantor Pos Ujung Berung Kota Bandung, pada Kamis, 9 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 15:02

4 Ide Tulisan Hari Besar Terkait Tema Ayonetizen April 2026: Kartini, Asia-Afrika, sampai Hari Puisi

Bulan April penuh dengan momentum yang bisa diubah jadi cerita.

Warga berwisata di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu, 30 April 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 09 Apr 2026, 13:42

Menjembatani Kreativitas dan Regulasi: Menilik Tantangan Ekonomi Kreatif di Bandung

Pemerintah dan pelaku ekraf Bandung bedah regulasi & standar harga pengadaan dalam Ruang Dialog Ekraf guna dorong dampak ekonomi nyata.

Ilustrasi. Ekonomi kreatif (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 13:14

Dari Sampah Menjadi Penjernih Sungai

Mahasiswa Tel-U menggagas website edukasi Ecoenzyme untuk atasi banjir Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Ilustrasi banjir yang menggenang Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 12:03

Doktrin Pemikiran Manusia

Dalam konteks apapun, doktrin menjadikan sebuah pemikiran otak manusia menjadi lebih aktif dalam berbagai permasalahan.

Ilustrasi manusia. (Sumber: Pexels | Foto: beytlik)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 11:18

Acara Radio Legendaris Top Hits Pop Indonesia (THPI) dari Radio Ganesha Bandung

Di Bandung, salah satu acara yang paling ditunggu adalah Top Hits Pop Indonesia (THPI).

Daftar lagu Top Hits Pop Indonesia edisi Desember 1990 yang dimuat di surat kabar Suara Pembaruan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 09 Apr 2026, 09:55

Menjembatani Kesenjangan Internet: Antara Fiber, FWA, dan Harapan 5G

Kesenjangan akses internet di Indonesia masih tinggi, sehingga kombinasi fiber optik, 4G, 5G, dan FWA serta kolaborasi pemerintah dan operator jadi kunci pemerataan broadband.

Suasana Seminar Teknologi FTTH, FWA & Mobile Broadband di Aula Timur ITB Kampus Ganesa, yang membahas strategi pemerataan akses internet di tengah kesenjangan infrastruktur digital di Indonesia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 09:54

Rambu dan Marka yang Tidak Dipelihara: Ancaman Sunyi di Jalanan Bandung

Rambu pudar, tertutup, dan marka hilang meningkatkan risiko kecelakaan di Bandung. Masalah ini menegaskan pentingnya pemeliharaan infrastruktur jalan.

Salah satu titik yang sering mengalami kemacetan parah di Kota Bandung, persimpangan lampu merah di Jalan Djunjunan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)