Balai Kota Bandung sebagai Promotor Produk Kriya Unggulan Glassware dan Mesin Roaster Kopi

4 menit baca
Sri Maryati
Ditulis oleh Sri Maryati diterbitkan
Halaman balai kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Halaman balai kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)

Eksistensi balai kota Bandung sebagai pusat pemerintahan dengan bangunan gedung yang unik dan mempesona juga dikelilingi oleh taman dan hutan kota yang asri nan rindang. Balai kota tetap mempesona sepanjang zaman.

Arsitekturnya tidak membosankan dalam pandangan lintas generasi. Lingkungan yang hijau kian menobatkan balai kota adalah ikon kota sepanjang zaman.

Sebagai ikon kota, semestinya Wali Kota Bandung M Farhan sering membuat acara santai dan menarik, seperti minum kopi bersama yang melibatkan industri produk kriya unggulan yang berasal dari Bandung. Seperti produk kriya glassware untuk acara minum kopi dan produk mesin roasting kopi yang selama ini produk tersebut telah mendapat penghargaan baik nasional maupun penghargaan global.

Resolusi 2026 untuk balai kota Bandung adalah memperbanyak acara yang mempromosikan produk-produk kriya unggulan hasil industri yang ada di Bandung Raya.

Mesin roaster  kopi bernuansa etnik produksi PT Pudak (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Mesin roaster kopi bernuansa etnik produksi PT Pudak (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)

Publik berharap Walikota Bandung betul-betul mengenal hingga detail kriya hasil karya daerahnya. Selama ini sudah banyak acara jamuan kenegaraan di Indonesia maupun di negara lain yang menggunakan produk kriya asal Bandung.  

Oleh sebab itu, Wali Kota Bandung perlu segera berkunjung ke perusahaan kriya unggulan antara lain Pudak Oriental Indonesia yang berlokasi di Kecamatan Gedebage. Juga perlu berkunjung ke industri lainnya. Walikota Farhan perlu memberi insentif kepada perusahaan yang telah menyerap banyak tenaga kerja dan menumbuhkan perekonomian. Salah satu insentif adalah memakai produk kriya tersebut dalam acara pemerintahan hingga tingkat satuan kerja pemerintah daerah.

Gedung Balai Kota saatnya menjadi promotor produk kriya unggulan glassware, mesin roasting kopi, dan produk lainnya. Acara semacam ini, jika sering diselenggarakan di lingkungan balai kota yang lingkungannya sangat memesona tentunya akan menarik wisatawan hingga investor.

Penulis berada di salah satu sudut taman balai kota Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Penulis berada di salah satu sudut taman balai kota Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)

Betapa eksotiknya suasana minum kopi di lingkungan balai kota saat matahari mulai tenggelam. Kurang afdol jika kita datang ke Bandung belum pernah memasuki Balai Kota Bandung sambal minum kopi, the atau minuman tradisional lainnya. Gedung dan taman yang ada di situ membawa panca indera kita rileks dan bahagia.

Memasuki taman balai kota Bandung sore menjelang senja seolah terlepas dari hiruk pikuk aktivitas kota yang padat dan bising. Melangkah memasuki taman luas yang dinaungi oleh pepohonan besar, membawa kita kepada jiwa dan karakter Kota Bandung yang sesungguhnya. Perpaduan antara gedung balai kota, lampu hias, tembok taman, dan aneka kembang yang terpilih mencitrakan ruang terbuka hijau yang lestari. “Inilah Bandung yang sejati”, bisik saya kepada alam semesta.

Balai kota Bandung terletak di Jalan Wastukancana, tidak sekadar gedung pemerintahan Kota Bandung. Lebih dari itu,  tempat ini adalah simbol sejarah, budaya, dan dinamika kehidupan warga Bandung yang terus berkembang dari masa ke masa. Taman Balai Kota juga melambangkan ekosistem kehidupan dan dan daya kreasi warga kota yang egaliter dan penuh estetika.
Sejarah melakonkan bangunan Balai Kota Bandung dulunya adalah sebuah gudang kopi pada masa penjajahan Belanda. Bangunan ini awalnya berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan pengepakan kopi milik Andries de Wilde. Dia tuan tanah berpengaruh di Priangan. Seiring berjalannya waktu, gedung ini berubah fungsi menjadi pusat pemerintahan kota yang tetap mempertahankan arsitektur khas kolonialnya yang megah dan elegan.

Alat dripper untuk minuman kopi buatan PT Pudak (Sumber: PT Pudak | Foto: media Pudak)
Alat dripper untuk minuman kopi buatan PT Pudak (Sumber: PT Pudak | Foto: media Pudak)

Lingkungan balai balai kota Bandung yang dipadu dengan premium handcrafted mempersembahkan produk-produk terbaiknya, sangat asyik bagi para penikmat dutch coffee. Seperti misalnya produk berlabel Suji buatan Bandung yang diciptakan dari tangan para ahli yang sudah berpengalaman bertahun-tahun dengan kontrol yang ketat, menjadikan produk dalam negeri ini terjamin kualitasnya.

Dunia mengenal Suji sebagai premium handcrafted yang sangat cocok untuk melengkapi ritual minum kopi. Terbayang betapa asyiknya menyiapkan kopi di dalam tabung cold drip, lalu menampung air atau es di tabung di atasnya. Terus putar keran hingga air menetes perlahan. Maka cairan kopi berwarna hitam akan mengalir menembus filter kaca dan berkumpul di dasar tabung.

Glassware untuk minum kopi diatas terbuat dari kaca Borosilikat berkualitas tinggi, dapat bertahan hingga suhu 180 derajat Celcius. Dirancang dalam bentuk yang secara estetika dapat menambah indah ruangan.

Pekerja sedang mengemas glassware berlabel SUJI produksi Pudak Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Pekerja sedang mengemas glassware berlabel SUJI produksi Pudak Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)

Gedung balai kota juga mesti bisa menjadi promotor mesin roaster kopi buatan Bandung. Mesin Roaster merupakan suatu alat yang berfungsi sebagai alat penggoreng tanpa minyak dan bertujuan untuk menurunkan kadar air bahan yang disangrai, dalam hal ini yaitu biji kopi.

Selain menurunkan kadar air pada biji kopi, roaster juga sebagai pembentuk aroma, cita rasa dan warna pada biji. Tujuan utama dari penyangraian biji kopi yaitu untuk membentuk aroma dan cita rasa yang khas dari biji serta untuk memudahkan mengeluarkan lemak dari dalam biji.

Memasuki senja suasana balai kota semakin syahdu, ada getaran jiwa yang kian teresonasi ketika lampu gedung dan taman mulai menyala. Saya melihat langit senja yang begitu romantis yang disertai dengan kicau suka ria aneka burung yang kembali ke habitatnya. Udara Bandung kian sejuk mengiringi perubahan cahaya langit yang terjadi dalam sehari. Senja di taman balai kota Bandung kian menyentuh jiwa jika disertai dengan menyeruput kopi. Disinilah kita bisa merasakan hakikat senja yang sejati. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 06 Okt 2026, 19:22

Ruang Kreatif Revitalisasi Bahasa Ibu

Sering kali orang tua jarang menggunakan bahasa daerah di rumah karena memilih membiasakan anak berbahasa Indonesia. Terkait ini ketika orang tua berlatar beda suku dan beda bahasa.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 18:23

Mengenang Peristiwa G30S Melalui Lembaran Berita Yudha

Membuka kembali Berita Yudha edisi 30 Oktober 1965, berarti membuka sebuah jendela menuju Indonesia beberapa pekan setelah G30S.

Halaman Muka surat kabar Berita Yudha edisi Oktober 1965, yang merekam pemberitaan mengenai situasi dan peristiwa penting di Indonesia pasca-G30S. (Foto: Kin Sanubary)
Bandung 06 Okt 2026, 17:53

Mengintip Potensi Ekonomi Kreatif Kota Bandung Lewat Layar Perfilman dan Kolaborasi Komunitas

Tren pemutaran film independen, festival sinema alternatif, hingga pertumbuhan ruang pemutaran komunitas di Kota Kembang membuktikan tingginya dahaga publik terhadap ragam narasi visual.

Bandung World Cinema (BWC) 2026 dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem perfilman sekaligus mendorong pertumbuhan subsektor ekonomi kreatif di Kota Bandung.
Sejarah 06 Okt 2026, 17:16

Sejarah Naturalisasi Pemain Timnas Indonesia

Jejak naturalisasi Timnas Indonesia bukan fenomena baru. Perjalanan dari Van der Vin pada era 1950-an hingga gelombang diaspora saat ini.

Pemain Timnas Indonesia dalam laga kontra Thailand dalam Asean Cup 2026. (Sumber: Vidio)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 17:03

Bandung, Banjir, dan Rutinitas Tahunan yang Tak Pernah Ada Solusi

Banjir di Bandung kerap kali menjadi event tahunan yang tidak pernah menemukan solusi yang pasti.

Banjir Tahunan di Kab. Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 16:29

Pesona Garut: 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Lanskap alam Kabupaten Garut menyajikan kekayaan vegetasi dan topografi yang memikat.

Situ Cangkuang, Leles, Garut. (Sumber: Wikimedia Commons/Lisensi CC | Foto: Mssetiadi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 15:33

Cagar Budaya dan Ragam Gaya Bangunannya di Kota Bandung

Jelajahi pesona sejarah Kota Bandung melalui jejak Cagar Budaya. Temukan kisah unik di balik arsitektur ikonis Art Deco, situs kolonial dan warisan legendaris yang tetap lestari hingga kini.

Gedung Sate, Bandung, 2024 (Sumber: Wikipedia | Foto: Rahmat Denas)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 13:08

RT/RW di Bandung Tidak Perlu Jadi Densus 88 Kecil-kecilan

Teror adalah peristiwa langka. Pergantian penghuni kontrakan adalah peristiwa sehari-hari.

Tim Densus 88. (Sumber: ayobandung.com | Foto: suara.com via ayobandung.com)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 10:49

Membincangkan Hujan di Musim Kemarau

Membicarakan hujan dalam kacamata kesadaran lingkungan dan seni.

Ilustrasi musim hujan. (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 06:30

PHBS Sebagai Modalitas Kesehatan Warga Kota Bandung

Tahun 2026 ini, influenza tipe A ini menjadi gambaran yang sama, meski oleh pemerintah tidak lagi di-covidkan. Namun kekhawatiran masyarakat tetap trauma dan ketakutan berlebihan.

Ilustrasi penderita influenza.
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 20:09

Ruang Terbuka Hijau di 30 Kecamatan di Kota Bandung

Artikel ini mengulas kondisi Ruang Terbuka Hijau di 30 kecamatan Kota Bandung. Temukan sebaran, fasilitas publik, keasrian lingkungan dan upaya pelestarian taman kota demi Bandung yang lebih asri.

Aktivitas warga di taman Alun-Alun Cicendo, Kota Bandung, Sabtu, 9 Juli 2022. (Sumber: Ayobandung | Foto: Magang Foto/Algifari Tohaga Abdillah)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 19:22

Ketika Wajah-Wajah Populer Mengisi Halaman Majalah Selecta Edisi Oktober 1970

Membuka kembali majalah lawas selalu menghadirkan sensasi tersendiri. Begitu pula ketika kembali membaca Majalah Selecta edisi Oktober 1970.

Hastarita Abdullah, fotomodel 17 tahun, tampil di sampul depan Majalah Selecta edisi Oktober 1970. Sementara Trio Nindya Sisters, tiga bersaudari asal Solo, tampil di sampul belakang, 56 tahun silam. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 17:03

10 Netizen Terpilih September 2026, Menangkap Ragam Isu Bandung dan Jawa Barat

Redaksi Ayobandung.id mengumumkan 10 penulis terbaik kanal "Ayo Netizen" untuk periode September 2026, dengan total hadiah tetap Rp1,5 juta.

Simulasi penanganan bencana gempa bumi akibat Sesar Lembang. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 16:16

Ronda Malam: Mereka yang Berjaga saat Warga Terlelap

Ketika warga terlelap, petugas ronda tetap terjaga. Di RW 10 Kelurahan Karang Mekar, Kota Cimahi, ronda malam menjadi ikhtiar keamanan sekaligus bukti bahwa semangat gotong royong masih menyala.

Ilustrasi warga Indonesia sedang ronda. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan Gemini AI)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 15:02

Ruang Terbuka Hijau di Kota Bandung

Kota Bandung kini terus berbenah menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH). Selain berfungsi menjaga keseimbangan alam dan menekan polusi, kehadiran taman kota ini juga menjadi sarana rekreasi warga.

Taman di Jl. Tongkeng No.46, Merdeka, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 13:41

Mencegah KBGO di Kampus: Bukan Lagi Soal Perempuan Menjaga Diri

Seruan agar perempuan "pandai menjaga diri" di ruang digital tak lagi cukup. Kampus harus hadir secara sistemik menjamin ekosistem belajar yang aman bagi mahasiswi.

Pembukaan Latsar CPNS Tahun 2022 (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SkTAN)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 11:04

Kesehatan Mental Kita di Hari Sumpah Pemuda

Refleksi peringatas Sumpah Pemuda dengan isu keshatan mental.

Sumpah Pemuda & Kesehatan Mental. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 10:14

Amit-Amit, Jangan sampai Keranda Jadi Alat Ukur Tata Kota

Keranda seharusnya hanya mengantar manusia ke tempat peristirahatan terakhir. Ia jangan sampai berubah menjadi alat ukur apakah sebuah kota bekerja dengan baik atau tidak.

Lahan pekuburan di salah satu sudut Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 19:10

Batik dari Warisan Budaya Tradisional Menuju Fashion Internasional

Tahun 2009, UNESCO telah telah memasukkan batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. Batik perlu bergerak dari craft based economy menuju creative fashion industry. Dan dari produk menjadi nilai.

Koleksi batik Retno Mulyo. (Sumber: Batik Retno Mulyo)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 16:38

Memikirkan Kembali Sumber Daya Energi Baru: Terbarukan Berbiaya Murah dan Ramah Lingkungan

Mengulas solusi energi baru dan terbarukan yang murah serta ramah lingkungan.

Pengelola Waduk Jatiluhur menyebutkan kemarau panjang pada Juli 2023 menyebabkan tinggi muka air waduk mengalami penyusutan hingga 10 meter atau 2 meter diambang batas kritis. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)