Bobotoh Cek! Cara Beli Single Ticket Pertandingan PERSIB di Aplikasi Resmi

2 menit baca
Anisa Maulani
Ditulis oleh Anisa Maulani diterbitkan Jumat 09 Jan 2026, 14:39 WIB
Pemain Persib Bandung, Adam Alis. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Arif Rahman)

Pemain Persib Bandung, Adam Alis. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Arif Rahman)

Kali ini kita akan membahas panduan lengkap cara membelisingle ticket pertandingan kandang PERSIB Bandung melaluiaplikasi resmi PERSIB (PERSIBapp). Mulai dari membukaaplikasi, memilih jadwal pertandingan, menentukan tribun, hingga proses pembayaran dan penerimaan e-voucher.

Selain itu, mari juga ulas tips penting agar Bobotoh dapatmembeli tiket secara aman, tertib, dan terhindar dari calo demi pengalaman menonton yang nyaman di stadion.

Bagi Bobotoh yang ingin menonton langsung pertandingankandang PERSIB Bandung, pembelian tiket kini wajib dilakukan melalui aplikasi resmi PERSIB (PERSIBapp). Sistem ini dibuat agar proses pembelian tiket lebih aman, tertib, dan terhindar dari calo.

Berikut panduan lengkap cara membeli single ticket PERSIB sesuai prosedur resmi di aplikasi PERSIB.

Langkah-Langkah Cara Beli Single Ticket di PERSIB App

1. Buka Aplikasi PERSIB App

Unduh dan buka PERSIBapp melalui perangkat Android atauiOS. Pastikan kamu menggunakan aplikasi resmi PERSIB Bandung.

2. Pilih Jadwal Pertandingan

Pada halaman Jadwal Mendatang, klik banner pertandinganyang ingin kamu tonton, lalu pilih opsi Beli Tiket.

3. Pilih Menu Single Ticket

Setelah masuk ke halaman pembelian, klik opsi Single Ticket untuk pembelian tiket satuan.

4. Pilih Tribun

Tentukan tribun yang tersedia sesuai keinginan (misalnya TribunUtara, Selatan, Timur, atau VIP), lalu klik Lanjut.

5. Isi Informasi Tiket

Kamu akan diarahkan ke halaman Informasi Tiket., Isi nomorWhatsApp aktif, kemudian klik Lanjut ke Pembayaran.

6. Periksa Rincian Pembelian

Pastikan seluruh detail tiket (pertandingan, tribun, harga) sudahsesuai. Jika sudah benar, klik Bayar.

7. Pilih Metode Pembayaran

Pilih metode pembayaran yang tersedia, antara lain:

- Kartu Kredit/Debit

- Virtual Account (BCA, Mandiri, BNI, BRI, Permata)

- GOPAY

8. Lakukan Pembayaran

Selesaikan pembayaran sesuai metode yang dipilih, Perludiperhatikan, Batas waktu pembayaran adalah 15 menit. Jika melewati batas waktu dan belum dibayar, maka pesanan tiketakan otomatis dibatalkan, namun kamu masih bisa memesanulang selama tiket masih tersedia.

9. Terima E-Voucher

Setelah pembayaran berhasil, E-Voucher akan dikirim melalui, Email terdaftar, atau PERSIBapp, E-Voucher ini merupakanbukti transaksi pembelian.

Suasana saat bobotoh Persib Bandung memenuhi Stadion Si Jalak Harupat. (Sumber: Ayobandung)
Suasana saat bobotoh Persib Bandung memenuhi Stadion Si Jalak Harupat. (Sumber: Ayobandung)

Tips Mudah & Aman Membeli Tiket Pertandingan PERSIB

1. Siapkan akun PERSIBapp yang sudah terverifikasi sebelumpenjualan tiket dibuka.

2. Cek informasi penjualan tiket secara berkala melaluiPERSIBapp dan akun media sosial resmi PERSIB.

3. Lakukan transaksi hanya melalui PERSIBapp, hindarimembeli tiket dari pihak tidak resmi atau calo.

4. Pastikan saldo pembayaran mencukupi agar proses pembayaran tidak gagal.

5. Setiap pembayaran yang terlewat batas waktu 15 menitharus menunggu sebelum bisa bertransaksi kembali (jikatiket masih tersedia).

6. Simpan dan jaga barcode tiket dengan baik. Janganmembagikan barcode ke media sosial karena rawandisalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Baca Juga: Persib: Kami di Asia, Kamu di Mana?

Dengan mengikuti langkah-langkah resmi di atas, Bobotohbisa membeli tiket pertandingan kandang PERSIB denganmudah, aman, dan nyaman. PERSIBapp hadir sebagai solusipembelian tiket yang transparan dan bebas calo, demi menciptakan pengalaman menonton yang tertib dan menyenangkan di stadion, Yuk, dukung langsung Maung Bandung dari tribun dengan cara yang resmi dan bertanggungjawab. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Anisa Maulani
Tentang Anisa Maulani
Mahasiswi Komunikasi dan Penyiaran Islam yang sedang belajar menata kata dan makna. Menulis jadi ruang kecil saya untuk bercerita, berbagi, dan tumbuh.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Jun 2026, 15:07

Gor Saparua sebagai Ruang Ekspresi Anak Muda dan Panggung Musik Kota Bandung

Satu tempat yang sekarang banyak dipakai orang untuk mencurahkan keringat selama 1990-an-2000-an.

Gor Saparua Bandung. (Sumber: Magang Ayobandung | Foto: Miftahul Zikri)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 12:00

Perempuan yang Menjerit-Membuncah Keheningan Malam Kota Bandung

Bahkan di keheningan malam pun perempuan selalu ramai dengan isi kepalanya.

Suasana alam di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: KOSONGDANSATU)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 10:41

Ibu Kota di Bawah Hujan Plastik: Bagaimana Peran Pemerintah dalam Mengatasinya?

Hujan mikroplastik di Ibu Kota dan pernah menjadi berita hangat pada 2025 akhir tahun.

Banjir akibat hujan deras di Jakarta. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 09:43

Fenomena Geologi Mata Air Asin dalam Memori Kolektif dan Toponimi Desa Ciuyah

Fenomena mata air asin di Desa Ciuyah, Kab. Sumedang, berasal dari air laut purba (connate water).

Kondisi terkini situs mata air asin purba (connate water) di Desa Ciuyah, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, saat didokumentasikan pada 28 Maret 2026 pukul 10.50 WIB. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Fatia Siti Biladi)
Wisata & Kuliner 08 Jun 2026, 09:42

Panduan Wisata Sea World: Dunia Bawah Laut yang Bisa Dijelajahi dalam 3 Jam

Panduan lengkap Sea World Ancol mulai dari harga tiket, Antasena Tunnel, feeding shark, Jellyfish Sphere, hingga tips berkunjung agar pengalaman lebih maksimal.

Sea World Indonesia. (Sumber: KCIC)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 09:02

Rompi "Psikolog Klinis" di Puskesmas: Niat Baik yang Menabrak Aturan

Pemasangan rompi bertuliskan "Psikolog Klinis" di puskesmas menuai sorotan. Di balik niat baik meningkatkan layanan, ada aturan profesi yang dipertanyakan.

Seorang warga berkonsultasi dengan psikolog di Puskesmas Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Rabu 13 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 08:26

Wujudkan Optimasi Pajak Bumi dan Bangunan dengan Drone  

Mengelola Pajak Bumi dan Bangunan dengan drone sangat efektif untuk melakukan pemetaan udara, pemutakhiran data blok, dan penilaian properti secara presisi.

Demo drone produksi Iter Aero di Kabupaten Subang terkait dengan bidang perkebunan (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 07 Jun 2026, 19:05

Bangsa Penghafal: Ketika Pancasila Dipisahkan dari Tradisi Berpikir yang Melahirkannya

Pancasila tidak lahir dari hafalan. Ia lahir dari pergulatan pemikiran yang panjang. Ironisnya, bangsa yang mewarisinya justru semakin terbiasa menghafal daripada memahami.

Bung Karno (Foto: Dokumen Historia.ID)
Bandung 07 Jun 2026, 18:19

Dari K-Pop hingga Kuliner, Mengintip Cara Bandung dan Korea Selatan Ubah Hubungan Kultural Jadi Peluang Bisnis Kreatif

Dari kegemaran menikmati musik hingga tren produk kecantikan, adaptasi kultural ini perlahan tapi pasti membuka ruang-ruang usaha baru yang melibatkan para pelaku industri kreatif lokal.

“Oullim Korea: Rhythm & Recipes” yang memadati 23 Paskal Shopping Center, Bandung, pada 5–7 Juni 2026.
Bandung 07 Jun 2026, 15:04

Dari Tren Jadi Cuan, Kisah Mawaru Matcha Ekspansi Ratusan Gerai Lewat Minuman Kalcer

Gelombang hype yang mengakar dari tren makanan hingga minuman kalcer masa kini seperti dessert, kopi, sampai matcha greentea, kian menarik respons positif masyarakat.

Mawaru Matcha. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Sejarah 07 Jun 2026, 09:41

Riwayat Cibiru, Pusat Kesenian Hingga Kemacetan

Cibiru dikenal karena kemacetannya, tetapi kawasan ini juga menjadi rumah bagi benjang dan wayang golek.

Kondisi kemacetan di Cibiru, Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 07 Jun 2026, 08:33

Jelajah Yogyakarta untuk Pemula: Destinasi, Kuliner, dan Itinerary Pilihan

Panduan lengkap untuk pertama kali ke Yogyakarta, mulai dari transportasi, tempat menginap, wisata budaya, hingga kuliner khas yang wajib dicoba.

Tugu Jogja. (Sumber: Kemenparekraf)
Ayo Netizen 07 Jun 2026, 07:09

Menelusuri Jejak Bioskop Capitol di Sukabumi

mengenai bioskop capitol di sukabumi, yang pernah menjadi pusat hiburan masyarakat ditahun 90-an

Bioskop Capitol sudah ada sejak masa kolonial Belanda. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 06 Jun 2026, 12:29

Sasapedahan

Saatnya memberi kesempatan kepada sepeda untuk menunjukkan kemampuannya.

Asyiknya bermain sepeda. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Jun 2026, 20:28

Tanara Berarti Tanah Merah

Toponim Tanara merujuk pada keadaan kawasan tersebut, yaitu tanah yang berwarna merah.

SD Negeri Tanara di Kampung Cibolang, Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 05 Jun 2026, 19:09

Antara Batik dan Jas: Gaya Berpakaian Pribumi di Batavia

Evolusi berpakaian pribumi di Batavia pada tahun 1900-1942.

Kumpulan pribumi menggenakan jas dan sarung batik. (Sumber: Koleksi Digital Universitas Leiden)
Ayo Netizen 05 Jun 2026, 18:32

Obsesi Nasi: Hilangnya Diversitas Pangan Pokok Indonesia & Lingkaran Setan Food Estate

Membedah kebijakan penguasa membuat rakyat Indonesia ketergantungan beras dan kehilangan keragaman pangan lokal.

Presiden Soeharto panen padi perdana di Desa Jatimulya, Kec. Pusakanegara, Kabupaten Subang, Jawa Barat (8/7/1987). (Sumber: Perpusnas | Foto: Perpusnas)
Ayo Netizen 05 Jun 2026, 18:05

10 Netizen Terpilih Mei 2026 dan Format Baru untuk Bulan Berikutnya

Berikut adalah nama-nama penulis yang meraih apresiasi dengan total hadiah senilai Rp1,5 juta.

Warga beraktivitas di trotoar kawasan Jalan Ahmad Yani, Cicadas, Kota Bandung, Kamis 4 Juni 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Jun 2026, 17:04

Bahan Bakar Plastik Menyisakan Risiko Lingkungan

Sampah dapat berkurang, tapi pencemarannya belum tentu hilang. Inilah sisi lain dari pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif yang jarang dibahas.

Tumpukan sampah plastik di Indonesia. (Sumber: pexels | Foto: Tom Fisk)