Teja Paku Alam Bermain Gemilang, ’Sudahlah Persib Tak Butuh Kiper Asing’

5 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Penjaga gawang Persib Teja Paku Alam (kanan), dan Adam Przybek (tengah) pemain asing berkebangsaan Polandia. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Penjaga gawang Persib Teja Paku Alam (kanan), dan Adam Przybek (tengah) pemain asing berkebangsaan Polandia. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

SIAPA PUN tahu penjaga gawang nomor satu Persib bukanlah Teja Paku Alam, tapi Adam Przybek, pemain asing berkebangsaan Polandia. Adam Przybek adalah pemain profesional berpengalaman di beberapa klub luar negeri, terutama liga Inggris. Tapi, kiper asing itu hingga kini belum dimainkan di Persib. Konon, ia tidak dimainkan karena berbagai masalah dari cedera hingga kurang fit.

Problema itulah yang membuat pelatih Persib, Bojan Hodak, tak ragu memutuskan untuk memasang penjaga gawang nomor duanya, yaitu Teja Paku Alam. Rupanya kesempatan ini tidak disia-siakan Teja Paku Alam dan ia tampil gemilang dalam 9 laga Persib hingga Bojan Hodak mengatakan, musim ini kiper asal Sumatera Barat itu mampu menunjukkan kualitasnya di bawah mistar gawang Persib.

Dalam sepakbola--berbeda dengan kasus di posisi lain yang bisa dengan gampang memberlakukan rotasi pemain--posisi penjaga gawang, kalau ia sudah memberi aman dan nyaman pemain belakang, apalagi aman menurut pelatih, posisinya akan aman dan sulit tergantikan kecuali ia mengalami cedera.

Teori ternyata diterima oleh Bojan Hodak. Pelatih berkepala plontos itu pun menjelaskan, kepercayaan diri Teja kini sudah kembali. “Kepercayaan yang sudah didapatkan Teja, akhirnya membuat pemain bisa tampil maksimal. Seorang kiper ketika sudah mendapatkan kepercayaan diri, maka dia sulit dihentikan," tutur Bojan Hodak. 

Musim ini, terhitung Teja Paku Alam sudah tampil di sembilan pertandingan BRI Super League dan tiga di AFC Champions League Two (ACL 2).

Di laga terakhir Persib di liga 1 BRI, Teja Paku Alam tampil begitu cemerlang hingga Persib Bandung mengalahkan Bali United dengan skor tipis 1 - 0. Jala gawang yang dijaga Teja bersih dari gol lawan alias clean sheet. Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu 1 November 2025, beberapa kali Teja membuat penyelamatan gemilan. 

Penampilan gemilang pemain berusia 31 tahun ini pun menjadi sorotan para Bobotoh. Mereka bahkan mempertanyakan kualitas  kiper asing Adam Przybek yang sampai hari ini masih belum debut. Maka ada pemeo “Sudahlah, Persib tak butuh kiper asing”.

Tak hanya Bojan Hodak, pelatih kiper Persib, Mario Jozic, pun memberikan pernyataan terkait penampilan gemilang Teja di beberapa pertandingan terakhir. Menurutnya, Teja Paku Alam memberikan andil yang luar biasa dalam membawa Persib Bandung memetik kemenangan dalam lima pertandingan terakhir yang menjaga gawangnya tidak kebobolan. 

Adapun lima laga terakhir yang dijalani Teja adalah saat Persib mengalahkan Bangkok United Thailand 2-0, 1 Oktober 2025 di ajang AFC Champions League Two. Kemudian menumbangkan PSBS Biak 3-0, 17 Oktober 2025 di Indonesia Super League, berikutnya menekuk Selangor FC Malaysia 2-0 pada 23 Oktober 2025 di ajang AFC Champions League Two. 

Berikutnya menghempaskan Persis Solo 2-0 pada laga pekan kesepuluh Super League di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Senin 27 Oktober 2025 malam. Kemudian saat mengalahkan Bali United 1-0 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu 1 November 2025. 

Mario Jozic mengatakan, pemain asal Sumatera Barat ini mampu membuktikan kepercayaannya untuk membawa Pangeran Biru menang dalam setiap laga. "Teja menunjukkan kinerja yang luar biasa selama ini. Dia pribadi yang rendah hati dan mampu menampilkan performa yang konsisten. Itu membuat saya sangat mudah untuk bekerja sama dan berkolaborasi dengannya," ujarnya ke salah satu media.

Jozic pun sangat mengapresiasi Teja karena kiper asuhannya itu tak pernah merasa jumawa dan berpuas diri. Jozic berharap, Teja bisa terus konsisten dalam penampilannya bersama Pangeran Biru musim ini. 

"Ia (Teja Paku Alam) tak pernah berhenti untuk meningkatkan kemampuan diri, selalu ingin terus belajar dan belajar lagi agar lebih baik. Saya sangat bangga dan puas dengan Teja," kata pelatih asal Kroasia itu. 

Teja sendiri tak mau dikatakan jumawa atas penampilannya selama in. Ia mengaku akan terus bekerja keras untuk menjaga konsistensi penampilannya bersama Maung Bandung pada musim ini, baik saat berlaga di ajang AFC Champions League Two maupun di Indonesia Super League. 

"Alhamdulillah, ini semua  berkat dukungan dan doa yang tak pernah berhenti dari keluarga. Ini pun berkat kerja keras semua pemain, staf pelatih dan orang-orang di tim. Yang penting sekarang saya harus tetap fokus untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya," kata kiper bernomor punggung 14 tersebut.

Teja pun sangat merasakan peran besar Bobotoh dalam meningkatnya performa Persib di lima laga terakhir ini. Teja pun berharap tuah Bobotoh bisa menjadi penyemangat dirinya untuk kembali meraih gelar juara bersama Persib.

"Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk semua Bobotoh yang selalu setia dukung kami. Tetap solid, jaga kekompakkan demi misi kita untuk kembali meraih prestasi," ucap kiper yang sudah 6 musim membela Maung Bandung ini.

Atas prestasinya itu, kini, kiper Persib Bandung Teja Paku Alam masuk ke dalam jajaran Top 10 penjaga gawang dengan penyelamatan terbanyak hingga matchday ketiga AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026. Teja Paku Alam tampil dalam tiga pertandingan Persib Bandung di ACL 2 2025/2026. Dari tiga pertandingan tersebut, Teja Paku Alam baru satu kali kebobolan, yakni pada matchday pertama menghadapi Lion City Sailors.

Sekilas tentang Teja Paku Alam

Teja Paku Alam. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Teja Paku Alam. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Teja Paku Alam adalah seorang kiper sepak bola yang berasal dari Painan, Sumatera Barat. Teja Paku Alam lahir pada 14 September 1994. Ia mengawali kariernya ketika bergabung bersama Deportivo Indonesia pada 2011 hingga 2012. Di tahun 2012, Teja Paku Alam bergabung bersama tim junior Sriwijaya FC. 

Setahun berselang, Teja Paku Alam dipromosikan masuk ke skuad utama Sriwijaya FC. Enam tahun di Sriwijaya, Teja Paku Alam berlabuh ke klub provinsi kelahirannya, Semen Padang, di Sumatera Barat.

Setahun berselang, ia bergabung bersama Persib Bandung. Dan hingga kini, Teja Paku Alam masih menjadi skuad Maung Bandung. 

Teja Paku Alam diketahui sudah menikah dengan Putri Umepal dan sudah dikaruniai seorang anak perempuan yang diberi nama Shaletta Ainsley Pakualam. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)