Persib: Kami di Asia, Kamu di Mana?

4 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Persib Bandung saat berhasil menang 2-0 atas Selangor FC. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Persib Bandung saat berhasil menang 2-0 atas Selangor FC. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

HARI INI, Senin, 6 November 2225 klub kesayangan dan kebanggaan Kota Bandung--lebih luas  lagi--tanah Pasundan, Persib Bandung, dijadwalkan bertanding melawan Selangor FC Malaysia di ajang AFC Champions League Two (ACL Two). Laga Selangor FC vs Persib Bandung malam nanti akan digelar di Stadion MBPJ, Petaling Jaya, Malaysia, pukul 19.15 WIB.

Laga Selangor FC vs Persib Bandung merupakan pertemuan yang kedua kali. Sebelumnya, Selangor FC kalah dari Persib Bandung 2 gol tanpa balas saat berlaga di Stadion Gelora Bandung Lautan Api Oktober 2025 lalu.

Persib Bandung sebagai pemuncak klasemen Grup G ACL Two telah mengantongi 7 poin. Hasil itu merupakan dari 2 kemenangan dan 1 kali imbang. Kini, klub berjuluk Maung Bandung itu hanya membutuhkan 2 kali kemenangan untuk masuk ke babak 16 besar.

Jika menang atas Selangor FC, Persib Bandung tak perlu bergantung pada laga lainnya. Peluang Persib Bandung lolos berdasarkan footy ranking mencapai 71 persen ke babak selanjutnya. 

Jika kalah, Persib Bandung masih memiliki 3 laga di fase grup ini termasuk lawan Selangor FC. Jika melawat ke Selangor FC diakhiri dengan kekalahan, Persib Bandung masih menyisakan 2 laga lagi termasuk jadi tuan rumah. Selangor FC saat ini berada di klasemen terbawah dengan 3 kali kekalahan. Jika menang atas Persib Bandung, poinnya pun juga tak beranjak dari dasar klasemen.

Untuk mendukung laga penting itu, para bobotoh dari dalam negeri ditambah dengan bobotoh yang tinggal di Malaysia menyambut kedatangan para pemain Persib sejak dari bandara. Yel yel Persib Bandung dari Bobotoh menggema. Kuala lumpur serasa Bandung. Di media sosial, Bobotoh, the jakmania, aremania, dan Bonek bersatu mendukung dan berharap Persib menang dan menatap Asia. Yang mencengangkan, sebanyak 800 tiket yang disediakan panitia khusus untuk bobotoh, ludes dalam sekejap. 

Yang menarik, jauh-jauh hari menjelang laga krusial ini, ada yang tak biasa. Di papan reklame di sebuah sudut kota Kuala Lumpur--di tempat strategis--terpampang  sebuah videotron atau billboard yang berisi tentang iklan Persib, sebuah klub kebanggaan tanah Pasundan. Padahal, Ini Kuala Lumpur, Malaysia, Bung, bukan di Bandung.

Di Iklan itu di antaranya tertulis:

We are Persib

Persib melangkah lebih jauh di Asia

Kami di Asia, kamu di mana?

Persib Bandung saat bermain di ACL 2. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Persib Bandung saat bermain di ACL 2. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Dengan latar belakang para pemain Persib dan keelokan kota Bandung.

Video iklan Persib jelas banget target pasarnya bukan fans lokal lagi, tapi targetnya adalah pasar regional ASEAN yang cakupannya lebih luas, bahkan Asia. Sasarannya orang di Asia mesti tahu bahwa di dunia ini ada klub hebat bernama Persib Bandung. Inilah Persib asal Kota Bandung yang punya empat gelar juara Liga Indonesia yang kini mewakili Indonesia di kancah Asia. 

Pertanyaannya kemudian adalah layakkah Persib Bandung tampil di pentas Asia bahkan dunia? 

Mengapa tidak? Karena bukankah setiap negara yang sepak bolanya maju pasti punya satu atau dua klub raksasa yang jadi wajah sepak bola kebanggaan negara mereka?

Jerman punya Bayern Munich, Spanyol punya Real Madrid dan Barcelona. Mereka bukan cuma klub, tapi sudah jadi identitas nasional. Lalu Indonesia? Dan Persib adalah pilihan yang masuk akal. 

Konon, menurut sejumlah pengamat ternyata Persib merupakan proyek strategis PSSI. Benarkah klaim ini atau ini hanya harapan? 

Sepakbola tanah air kita cukup bergairah. Kita punya liga seru. Kita punya El Clasico yang mendebarkan. Kita juga punya suporter kreatif yang tak tertandingi di dunia. Tapi kenapa kita belum punya klub yang bisa secara konsisten menjadi brand yang dihormati?

Sejumlah pengamat mengatakan, masalah yang sangat klasik yaitu konsistensi. Klub kita ini musim ini jago, musim depan hilang. Belum lagi manajemen sering berganti dan paling sering terjadi adalah masalah finansial di mana banyak sekali kasus keterlambatan gaji pemain. Akibatnya liga kita terasa jalan di tempat.

PSSI sebagai federasi punya tugas berat. Mereka harus menciptakan klub percontohan yang bisa beroperasi 100% profesional dan mandiri. Juga memiliki fasilitas terbaik dan menjadi role model bagi klub lain.

Mengapa Persib yang paling logis dan masuk akal untuk disebut sebagai proyek strategis? Menurut pengamat, jawabannya ada di tiga hal. Sejarah, massa, dan industri. 

Pertama, sejarah Persib atau cikal bakalnya BIVB, yaitu Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond adalah salah satu pendiri PSSI. Nilai historis ini tak terbantahkan. Persib bukan sekadar klub, tapi bagian dari DNA sepak bola nasional. 

Kedua, massa atau dukungan. Bobotoh adalah kekuatan industri yang luar biasa. Loyalitas mereka adalah jaminan stabilitas finansial dan atmosfer pertandingan. Jumlah dan fanatisme mereka adalah aset tak ternilai yang bisa menjamin keberlangsungan klub profesional jangka panjang. 

Ketiga, potensi industri. Persib kini di bawah naungan PT Persib Bandung bermartabat atau PTPB. Dengan basis suporter yang masif, potensi merchandise, tiket, dan sponsor mereka adalah yang terbesar di Indonesia. Jika dikelola dengan standar global, Persib punya kapasitas finansial untuk bersaing di level Asia. 

Jadi, ketika PSSI ingin memajukan liga secara logis, mereka membutuhkan Persib untuk berada di puncak standar. Bukan dalam arti dibantu di lapangan, tapi dijadikan standar pengelolaan klub yang sesungguhnya. Semoga. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 07 Okt 2026, 09:42

Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

Pembangunan halte BRT di tengah Jalan Ahmad Yani picu kekhawatiran macet. Warga dan pengamat mengkritik desain, Pemkot pilih percepat proyek, sementara perencana ungkap manfaat BRT.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)