‘Dilan ITB 1997’: Kisah Cinta Anak ITB-Unpad

3 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Isi Buku 'Dilan: ITB 1997'. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Isi Buku 'Dilan: ITB 1997'. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

NOVEL Dilan ITB 1997, yang terbit bulan Desember 2025, tidak bercerita tentang saat Dilan remaja—saat ia menikmati masa-masa indah SMA-nya di Bandung; saat ia berpacaran dengan Milea (Lia) serta akrab dengan geng motor dan segala problemanya. Ini kisah tentang Dilan yang baru memulai menapaki kematangannya dan sudah menjadi mahasiswa semester akhir FSRD ITB. 

Enam bulan di Kuba—setelah mengikuti program pertukaran mahasiswa--Dilan rindu Bunda dan keluarganya serta Cika, pacarnya. Dilan juga rindu tanah air, Indonesia yang saat itu sedang tidak baik-baik saja. Suhu politik memanas. Di mana-mana terjadi demonstrasi, menjelang masa Reformasi. 

Cara berkisah Pidi Baiq, penulisnya, dalam novel terbarunya ini tetap “ringan” seperti novel-novel Dilan sebelumnya: Dilan 1983: Wo Ai Ni; Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990; Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1991; Milea: Suara dari Dilan; Ancika: Dia yang Bersamaku Tahun 1995.  Ayah, sapaan akrab Pidi Baiq, tetap menonjolkan humor khasnya, serta cara bertutur dalam dialog penuh canda yang merupakan kekuatan dalam bertuturnya.

Meski ada pertanyaan, kok, Dilan anak geng motor bisa masuk ITB? Bukankah masuk ITB susah? Tentang tuduhan anak geng motor, dulu iya, tapi kini, maaf, sudah mantan. Dilan kini lebih sibuk dengan kuliah dan kerja freelance-nya sebagai desainer di beberapa perusahaan. 

Motor Dilan masih CB 100 Gelatik. Motor kesayangannya yang dulu sering dipakai Dilan mengantar jemput Milea dan saat sibuk menjadi anggota geng motor. Hubungan dengan Milea putus. Kini, pacar Dilan adalah Ancika, seorang mahasiswa Unpad semester tiga.

Padahal, ketahuilah, di masa itu mahasiswa ITB dan mahasiswa Unpad suka saling lempar lelucon untuk saling ledek-ledekan. Terlebih ketika sebagian fakultas Unpad masih berada di kawasan Jalan Dipati Ukur, belum pindah ke Jatinangor dan jaraknya hanya sekitar satu kilometer dari kampus ITB.

Mahasiswa dari kedua kampus itu sering saling membanggakan institusinya masing-masing dan tidak jarang menyisipkan sindiran jenaka. Bahkan sampai muncul anekdot untuk saling meremehkan, kadang lucu, kadang sarkastik, tapi tidak pernah benar-benar menjadi masalah.

Buku 'Dilan: ITB 1997'. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Buku 'Dilan: ITB 1997'. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Dilan sering menjemput Ancika di kampusnya di Jatinangor dengan motor CB-100 Gelatiknya. Simaklah percakapannya:

“Kalau Rektor Unpad tau, pasti dia terharu,” kata Dilan kepada Ancika saat dibonceng.

“Tau apa?” tanya Ancika.

“Ya, kalau tahu ada mahasiswa ITB menjemput mahasiswa Unpad, pasti dia terharu,” kata Dilan, “Baik banget ITB.”

“Jangan menyia-nyiakan kebaikan Unpad, jangan menyia-nyiakan kebaikan ITB. In harmonia progresio lah pokoknya.”

“Kalau ITB menikah sama Unpad, anaknya apa?”

“UI.”

“Kok, UI?”

“Kan singkatan Unpad-ITB.”

Tiba-tiba Dilan menerima telepon dari Lia, masa lalunya Dilan. Lia mengajak ketemuan di sebuah kafe. Meski berat, Ancika memberi izin Dilan untuk menemui Lia. Dilan menemui Lia dengan memakai motor CB 100 Gelatiknya. Di sepanjang jalan menuju kafe, pikiran Dilan bolak balik memutar pertanyaan yang sama untuk apa sebenarnya ia menemui Lia?

“Jika mantanmu memang orang yang tepat untukmu tentu dia masih bersamamu sampai sekarang. Dan kenyataan Lia sudah menjadi mantan itu menandakan bahwa kita ditakdirkan untuk bersama,” kata Ancika.

Baca Juga: Dilan 1997: Kisah tentang Kuba, ITB-Unpad, Cika-Lia, dan Reformasi

Pulang menemui Lia, Dilan dapat masalah. Motor CB 100 Gelatiknya diinjak orang tak dikenal dari belakang hingga terjatuh. Dan Dilan dipukuli oleh empat orang. Rupanya persoalan ketika Dilan malam-malam mengantar Hanna, teman main band-nya, berbuntut panjang. Pacar Hanna cemburu dan mengenali motor CB 100 Gelatik yang dipakai Dilan. Permasalahan ini berujung di kantor polisi. Sebab, Bona, juniornya Dilan di geng motor, membalaskan perlakuan empat orang pengeroyok Dilan setelah dia mendapat kabar bahwa Dilan diserang oleh empat orang tak dikenal itu.

Motor CB 100 Gelatik yang penuh sejarah itu akhirnya dijual Dilan. Berat memang. Sebab, bagi Dilan, motor itu merupakan saksi perjalanan panjang dari cinta remajanya dengan Lia yang berakhir di SMA, hingga cinta yang ia perjuangkan di bangku kuliah bersama Cika. Jika bersama Lia motor CB 100 itu menjadi saksi masa remajanya yang penuh gejolak,  maka bersama Cika motor itu menjadi saksi mata masa muda Dilan yang lebih matang penuh harapan dan mengarah ke masa depan.

Akhirnya Unpad dan ITB bersatu dalam satu kamar. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dudung Ridwan
Tentang Dudung Ridwan
Jurnalis dan Pengamat Bulutangkis

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:25

Satu Peluncuran, Tiga Cara Bercerita: Menganalisis Penyampaian Pesan Produsen Ponsel Pintar Ternama

Memahami bagaimana cara jenama besar menyebarkan informasi tentang produk terbaru.

Ilustrasi ponsel pintar. (Sumber: Pexels | Foto: Efrem Efre)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 15:18

Revolusi Perancis dan Bandung Nol Kilometer

Revolusi Prancis berawal dari penjara Bastille tahun 1789 telah membuat perubahan besar hak asasi manusia juga mempengaruhi perkembangan Bandung.

Monumen titik nol kilometer Kota Bandung diresmikan Gubernur H. Danny Setiawan pada 18 Mei 2004 dan didedikasikan untuk masyarakat Priangan korban kerja paksa. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Anya Dellanita)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 14:50

Islam di Kerajaan Demak: Warisan Peradaban dan Hukum Islam

Kemunculan Demak tidak terlepas dari melemahnya Majapahit yang memberi kesempatan bagi para penguasa Islam di pesisir Jawa untuk membangun kekuasaan.

Masjid Agung Demak, yang terletak di Kauman, Demak, Jawa Tengah, dibangun pada abad ke-15 M oleh Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, bersama para Wali Songo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hastosuprayogo)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 13:56

Panduan Wisata ke Pantai Legon Pari Sawarna, Laguna Tersembunyi di Ujung Jalan Setapak

Panduan lengkap Pantai Legon Pari Sawarna, mulai dari harga tiket, rute menuju lokasi, aktivitas, camping, hingga rekomendasi penginapan terbaru.

Pantai Legon Pari Sawarna. (Sumber: wisatasawarna.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 13:42

Soedirman dalam Tulisan Tempo

Review buku Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir karya Tempo.

Buku "Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir" (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nahla Lisana, 2026)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 12:33

Persib dan Mimpi Menjadi Kekuatan Indonesia

Persib memiliki peluang menjadi salah satu lokomotif perubahan sepak bola di Tanah Air.

Pemain Persib Bandung melakukan selebarasi saar mengalahkan tamunya Selangor FC dengan skor 2-0. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Jul 2026, 10:59

Soekarno-Hatta: Jalur Maut di Kota Bandung yang Terbelenggu Sekat Birokrasi

Selama birokrasi belum mampu di-bypass demi keselamatan, aspal Soekarno-Hatta akan tetap menjadi "jalur tengkorak" yang menanti nyawa lainnya.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:03

Jejak Tersembunyi di Balik Gereja Sidang Kristus Sukabumi

Gereja Sidang Kristus merupakan salah satu bangunan bersejarah yang ada di pusat kota Sukabumi.

Tampak depan Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kepadalisna)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 18:44

Inspirasi Pajajaran sebagai Warisan yang Menunggu Diingat Kembali

Kerajaan Pajajaran banyak meninggalkan sejarah di masa Nusantara, tapi sayangnya ingatan kolektif tentang inspirasi Pajajaran bagi masa kini mulai terlupakan.

Kirab budaya di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa 19 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 17:05

Menikmati Matahari Terbit di Lawang Angin

Lawang Angin Garut menawarkan panorama matahari terbit, Gunung Cikuray, kabut pegunungan, dan potensi wisata yang belum tergarap.

Sunset di Lawang Angin, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 16:33

Mandala Koran Legendaris yang Mewarnai Sejarah Pers Jawa Barat

Pada masanya, Harian Mandala merupakan salah satu surat kabar paling berpengaruh di Jawa Barat.

Sampul depan Harian Umum MANDALA edisi 13 Juli 1976, terbitan 50 tahun silam yang menjadi salah satu saksi perjalanan pers di Jawa Barat. (Sumber: Foto dan koleksi koran lawas milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 15:12

Teruslah Membaca meskipun Dianggap Tidak Berguna

Membaca saja tidak cukup, kita harus memahami isi, konteks, dan pesan yang ingin disampaikan dalam buku atau tulisan tersebut.

Seseorang sedang membaca buku. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 14:43

Di Balik MPLS Masih Adakah Pendidikan untuk Semua?

MPLS sudah dilaksanakan namun yang menjadi sorotan adalah masih ada sekolah yang menerima murid kurang dari kebutuhan

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 12:56

Bagaimana Teknologi Pengenal Plat Nomor Mengubah Wajah Transportasi Modern?

Teknologi License Plate Recognition (LPR) memungkinkan kamera dan AI mengenali plat nomor kendaraan secara otomatis untuk mendukung transportasi yang lebih aman, efisien, dan cerdas.

LPR (License Plate Recognition) atau disebut juga dengan ANPR (Automatic Number Plate Recognition) adalah salah satu aplikasi cctv untuk mengenali plat nomor kendaraan. (Sumber: ilmiteknik.co.id)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 11:48

Panduan Berkunjung ke Pulau Komodo: Cara ke Labuan Bajo, Pink Beach, dan Pulau Padar

Panduan lengkap Taman Nasional Komodo mulai dari harga tiket, aplikasi SiOra, Pulau Padar, Pink Beach, Manta Point, hingga pilihan tour terbaik.

Pulau Komodo. (Sumber: Flickr)