Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Bukan Seleksi, Tapi Simulasi Ketidakadilan: Mengupas Bobroknya Rekrutmen Petugas Haji 2026

Redaksi
Ditulis oleh Redaksi diterbitkan Rabu 28 Jan 2026, 16:00 WIB
Ilustrasi Petugas Haji Indonesia. (Sumber: Kemenag DKI Jakarta)

Ilustrasi Petugas Haji Indonesia. (Sumber: Kemenag DKI Jakarta)

AYOBANDUNG.ID -- Kementerian Haji (Kemenhaj) saat ini menjadi sorotan usai Chiki Fawzi, yang tiba-tiba dicopot dari Petugas Haji 2026. Kegaduhan ternyata sudah ada sejak seleksi tes Computer Assisted Test (CAT).

Salah seorang calon petugas haji 2026 yang tidak ingin disebutkan namanya, menceritakan pengalamannya ketika mengikuti seleksi CAT. Ia telah melalui tahapan seleksi administrasi, CAT, hingga wawancara.

Kala itu, seleksi dilaksanakan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, 18 Desember 2026, bersama ribuan pendaftar lainnya, Menurut data Kemenhaj, jumlah pendaftar PPIH via web tahun ini mencapai rekor tertinggi, yakni 11.349 pendaftar. Dari jumlah itu, yang lolos verifikasi aplikasi sebanyak 6.803 orang.

Kemenhaj mencatat, ada 6.227 pendaftar yang submit persyaratan administrasi di aplikasi, yang 5.201 di antaranya berhasil lolos verifikasi untuk mengikuti seleksi CAT.

Dari banyaknya minat pendaftar, ia menyayangkan bahwa pelaksanaan tes tidak dibarengi dengan sistem yang memadai, hingga menimbulkan sejumlah kendala dalam proses seleksi.

“Sayangnya, tingginya minat pendaftar ini tidak dibarengi dengan sistem yang memadai sehingga menimbulkan sejumlah kendala dalam proses pelaksanaan seleksi,” ungkapnya kepada Ayobandung Rabu, 28 Januari 2026.

Selain itu, dirinya menceritakan beberapa pengalamannya ketika mengikuti seleksi dari mulai sesi 1 hingga akhir. Menurutnya, seleksi tersebut adalah yang terburuk yang pernah dialaminya.

“Seleksi CAT PPIH 2026 menjadi seleksi terburuk yang pernah saya alami. Seleksi sesi 1 dijadwalkan dilakukan pada pukul 09.00 WIB, selama dua jam, kami harus mengisi 100 soal tentang kejurnalistikan, kehajian, juga beberapa tentang ayat dan hadits, di dalam aplikasi khusus. Dalam aplikasi ini, kami bisa langsung melihat skor hasil CAT di akhir,” katanya.

Setelahnya, peserta yang sudah selesai mengerjakan tidak langsung keluar ruangan, dan masih menunggu di dalam saling mengobrol dengan peserta lain, hingga suasana ruangan menjadi gaduh. Ternyata, semua hasil CAT peserta yang sudah tertera di aplikasi tercatat dengan nilai nol, alias salah semua.

“Ruangan menjadi gaduh, sangat gaduh. Ternyata, semua hasil CAT peserta di aplikasi tercatat nol alias salah semua. Usaha kami sia-sia selama dua jam,” ungkapnya lagi.

Tes Ulang CAT hingga Tiga Kali

Karena adanya kesalahan sistem, panitia dari Kemenhaj mengumumkan adanya tes ulang pada pukul 12.30 WIB dengan mendadak, bahkan beberapa peserta belum sempat makan siang. Para peserta pun melaksanakan tes kedua dengan soal yang sama namun urutan yang berbeda.

Belum selesai urusan sistem, ternyata hasil ujian kedua masih error, dan ruangan kembali gaduh sama seperti tes sebelumnya. Tak hanya itu, beberapa peserta kedapatan menggunakan dua ponsel hingga membuat aplikasi AI.

“Gongnya adalah, ternyata hasil ujian kedua pun error. Satu jam setelah tes kedua dimulai, ruangan kembali gaduh, semua bersuara, mengobrol, kursi yang bersusun rapi sudah berbentuk tak karuan. Tidak seperti tes pada umumnya, yang ketat. Bahkan ada pula yang menggunakan dua ponsel, juga membuka aplikasi AI seperti ChatGPT,” ungkapnya lagi.

Dirinya merasa tenaga yang pikiran yang telah dikerahkan untuk menjadi sia-sia, hingga pada akhirnya peserta melakukan tes ketiga kalinya pada pukul 15.30 WIB dengan soal yang sama.

Pada tes ketiga ini, hasil skor muncul dengan benar di aplikasi. Seleksi pun dilanjutkan dengan tes wawancara pukul 19.00 WIB yang seharusnya dijadwalkan pukul 11.00 WIB.

“Beruntungnya skor akhir kali ini (mungkin) muncul dengan benar di aplikasi. Seleksi wawancara baru dilakukan pukul 19.00 WIB, padahal sebelumnya dijadwalkan pukul 11.00 WIB, yang artinya molor hingga 8 jam,” jelasnya.

Seleksi Dinilai Tidak Adil dan Transparan

Menurutnya, seleksi Petugas Haji 2026 ini dinilai tidak adil dan transparan karena adanya kendala sistem hingga harus melakukan tes sebanyak tiga kali dengan soal yang sama.

“Sangat tidak transparan dan tidak adil karena peserta harus melakukan tiga kali tes imbas aplikasi eror dengan soal yang sama. Peserta kemungkinan besar sudah mencari jawaban akan soal yang mereka tidak mengerti. Lalu bagaimana dengan peserta yang jujur?” keluhnya.

Selain itu, seleksi dirasa tidak disiplin dan ketat hingga para peserta terlihat dengan bebas bertanya hingga membuka dua ponsel dan menggunakan AI.

“Seleksi juga tidak dibuat disiplin dan ketat sehingga semua orang bisa bebas bertanya, bebas membuka dua ponsel, dan membuka chatbot AI. Padahal kami diawasi juga oleh aparat,” ujarnya lagi.

Evaluasi untuk Seleksi Petugas Haji 2026

Akan kejadian tersebut, sebagai calon petugas haji yang mengikuti seleksi CAT, ia berkata bahwa tahapan seleksi CAT wajib dievaluasi.

“Seluruh tahapan seleksi CAT wajib dievaluasi karena sangat buruk. Bahkan peserta sesi 2 harus menunggu hingga dini hari untuk mengikuti seleksi ini, padahal beberapa dari mereka ada yang berasal dari luar pulau. Aplikasi wajib diperbaharui, termasuk untuk soal-soal cadangan,” katanya.

Selain itu, diharapkan ada kompensasi yang memadai bagi peserta karena energinya telah terkuras selama tes yang hampir seharian tersebut.

“Tidak ada kompensasi yang memadai untuk peserta yang terkuras habis energinya selama pelaksanaan tes. Hanya satu kotak nasi dengan satu telur rebus dan sesendok sayur oseng ala kadarnya, tanpa sendok,” tandasnya.

Sebelumnya, Chiki Fawzi mengumumkan kabar kurang menyenangkan tentang dirinya terkait sebagai petugas haji. Anak Ikang Fawzi ini mengungkapkan dirinya mendadak dicopot sebagai petugas haji tahun ini.

Padahal dia sudah menjalakan serangkaian tes bahkan terakhir mengikuti pelatihan. Namun dia mendadak ditelpon oleh pihak Kementerian Haji kalau dirinya harus gagal menjadi petugas haji.

"Semalam aku dicopot dari petugas haji. Tiba-tiba pemberitahuannya, ada arahan dari atasan kalau nggak salah," bebernya dalam video yang diunggahnya di akun pribadinya pada Selasa, 27 Januari 2026.

Chiki menerima apapun keputusan itu, meski bertanya-tanya apa alasan dia dicopot secara mendadak, namun dia tak mempertanyakan lebih lanjut saat dihubungi.

"Aku nggak nanya-nanya lebih lanjut," tambahnya.

Sampai dia mengunggah video tersebut, dia mengaku masih mencerna pencopotan dirinya secara mendadak dari petugas haji. Dia mengaku sangat sedih karena keinginannya menjadi petugas haji adalah hal yang sudah lama diimpikan.

"Ini tuh aku masih nyerna juga. Jujur sedih banget karena one of my bigget dream itu jadi petugas haji. Haji sambil melayani tamu-tamu Allah," ungkapnya sambil menahan tangis.

Meski gagal jadi petugas haji tahun ini tanpa alasan jelas, Chiki tetap mengucapkan terima kasih pada kementerian haji yang sudah sempat menerimanya bahkan berproses bersama.

"Terimakasih @kemenhaj.ri udah sempat memberiku kesempatan berharga ini. I really apprecate it with my whole heart. Bismillah smg suatu saat ada jalannya," tulisnya. (Reporter/Dina Miladina Dewimulyani)

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 17:21

Menata Arah Pendidikan Tinggi Keagamaan di Era Serba Cepat

Pepen Supendi, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)