Bukan Seleksi, Tapi Simulasi Ketidakadilan: Mengupas Bobroknya Rekrutmen Petugas Haji 2026

5 menit baca
Redaksi
Ditulis oleh Redaksi diterbitkan
Ilustrasi Petugas Haji Indonesia. (Sumber: Kemenag DKI Jakarta)
Ilustrasi Petugas Haji Indonesia. (Sumber: Kemenag DKI Jakarta)

AYOBANDUNG.ID -- Kementerian Haji (Kemenhaj) saat ini menjadi sorotan usai Chiki Fawzi, yang tiba-tiba dicopot dari Petugas Haji 2026. Kegaduhan ternyata sudah ada sejak seleksi tes Computer Assisted Test (CAT).

Salah seorang calon petugas haji 2026 yang tidak ingin disebutkan namanya, menceritakan pengalamannya ketika mengikuti seleksi CAT. Ia telah melalui tahapan seleksi administrasi, CAT, hingga wawancara.

Kala itu, seleksi dilaksanakan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, 18 Desember 2026, bersama ribuan pendaftar lainnya, Menurut data Kemenhaj, jumlah pendaftar PPIH via web tahun ini mencapai rekor tertinggi, yakni 11.349 pendaftar. Dari jumlah itu, yang lolos verifikasi aplikasi sebanyak 6.803 orang.

Kemenhaj mencatat, ada 6.227 pendaftar yang submit persyaratan administrasi di aplikasi, yang 5.201 di antaranya berhasil lolos verifikasi untuk mengikuti seleksi CAT.

Dari banyaknya minat pendaftar, ia menyayangkan bahwa pelaksanaan tes tidak dibarengi dengan sistem yang memadai, hingga menimbulkan sejumlah kendala dalam proses seleksi.

“Sayangnya, tingginya minat pendaftar ini tidak dibarengi dengan sistem yang memadai sehingga menimbulkan sejumlah kendala dalam proses pelaksanaan seleksi,” ungkapnya kepada Ayobandung Rabu, 28 Januari 2026.

Selain itu, dirinya menceritakan beberapa pengalamannya ketika mengikuti seleksi dari mulai sesi 1 hingga akhir. Menurutnya, seleksi tersebut adalah yang terburuk yang pernah dialaminya.

“Seleksi CAT PPIH 2026 menjadi seleksi terburuk yang pernah saya alami. Seleksi sesi 1 dijadwalkan dilakukan pada pukul 09.00 WIB, selama dua jam, kami harus mengisi 100 soal tentang kejurnalistikan, kehajian, juga beberapa tentang ayat dan hadits, di dalam aplikasi khusus. Dalam aplikasi ini, kami bisa langsung melihat skor hasil CAT di akhir,” katanya.

Setelahnya, peserta yang sudah selesai mengerjakan tidak langsung keluar ruangan, dan masih menunggu di dalam saling mengobrol dengan peserta lain, hingga suasana ruangan menjadi gaduh. Ternyata, semua hasil CAT peserta yang sudah tertera di aplikasi tercatat dengan nilai nol, alias salah semua.

“Ruangan menjadi gaduh, sangat gaduh. Ternyata, semua hasil CAT peserta di aplikasi tercatat nol alias salah semua. Usaha kami sia-sia selama dua jam,” ungkapnya lagi.

Tes Ulang CAT hingga Tiga Kali

Karena adanya kesalahan sistem, panitia dari Kemenhaj mengumumkan adanya tes ulang pada pukul 12.30 WIB dengan mendadak, bahkan beberapa peserta belum sempat makan siang. Para peserta pun melaksanakan tes kedua dengan soal yang sama namun urutan yang berbeda.

Belum selesai urusan sistem, ternyata hasil ujian kedua masih error, dan ruangan kembali gaduh sama seperti tes sebelumnya. Tak hanya itu, beberapa peserta kedapatan menggunakan dua ponsel hingga membuat aplikasi AI.

“Gongnya adalah, ternyata hasil ujian kedua pun error. Satu jam setelah tes kedua dimulai, ruangan kembali gaduh, semua bersuara, mengobrol, kursi yang bersusun rapi sudah berbentuk tak karuan. Tidak seperti tes pada umumnya, yang ketat. Bahkan ada pula yang menggunakan dua ponsel, juga membuka aplikasi AI seperti ChatGPT,” ungkapnya lagi.

Dirinya merasa tenaga yang pikiran yang telah dikerahkan untuk menjadi sia-sia, hingga pada akhirnya peserta melakukan tes ketiga kalinya pada pukul 15.30 WIB dengan soal yang sama.

Pada tes ketiga ini, hasil skor muncul dengan benar di aplikasi. Seleksi pun dilanjutkan dengan tes wawancara pukul 19.00 WIB yang seharusnya dijadwalkan pukul 11.00 WIB.

“Beruntungnya skor akhir kali ini (mungkin) muncul dengan benar di aplikasi. Seleksi wawancara baru dilakukan pukul 19.00 WIB, padahal sebelumnya dijadwalkan pukul 11.00 WIB, yang artinya molor hingga 8 jam,” jelasnya.

Seleksi Dinilai Tidak Adil dan Transparan

Menurutnya, seleksi Petugas Haji 2026 ini dinilai tidak adil dan transparan karena adanya kendala sistem hingga harus melakukan tes sebanyak tiga kali dengan soal yang sama.

“Sangat tidak transparan dan tidak adil karena peserta harus melakukan tiga kali tes imbas aplikasi eror dengan soal yang sama. Peserta kemungkinan besar sudah mencari jawaban akan soal yang mereka tidak mengerti. Lalu bagaimana dengan peserta yang jujur?” keluhnya.

Selain itu, seleksi dirasa tidak disiplin dan ketat hingga para peserta terlihat dengan bebas bertanya hingga membuka dua ponsel dan menggunakan AI.

“Seleksi juga tidak dibuat disiplin dan ketat sehingga semua orang bisa bebas bertanya, bebas membuka dua ponsel, dan membuka chatbot AI. Padahal kami diawasi juga oleh aparat,” ujarnya lagi.

Evaluasi untuk Seleksi Petugas Haji 2026

Akan kejadian tersebut, sebagai calon petugas haji yang mengikuti seleksi CAT, ia berkata bahwa tahapan seleksi CAT wajib dievaluasi.

“Seluruh tahapan seleksi CAT wajib dievaluasi karena sangat buruk. Bahkan peserta sesi 2 harus menunggu hingga dini hari untuk mengikuti seleksi ini, padahal beberapa dari mereka ada yang berasal dari luar pulau. Aplikasi wajib diperbaharui, termasuk untuk soal-soal cadangan,” katanya.

Selain itu, diharapkan ada kompensasi yang memadai bagi peserta karena energinya telah terkuras selama tes yang hampir seharian tersebut.

“Tidak ada kompensasi yang memadai untuk peserta yang terkuras habis energinya selama pelaksanaan tes. Hanya satu kotak nasi dengan satu telur rebus dan sesendok sayur oseng ala kadarnya, tanpa sendok,” tandasnya.

Sebelumnya, Chiki Fawzi mengumumkan kabar kurang menyenangkan tentang dirinya terkait sebagai petugas haji. Anak Ikang Fawzi ini mengungkapkan dirinya mendadak dicopot sebagai petugas haji tahun ini.

Padahal dia sudah menjalakan serangkaian tes bahkan terakhir mengikuti pelatihan. Namun dia mendadak ditelpon oleh pihak Kementerian Haji kalau dirinya harus gagal menjadi petugas haji.

"Semalam aku dicopot dari petugas haji. Tiba-tiba pemberitahuannya, ada arahan dari atasan kalau nggak salah," bebernya dalam video yang diunggahnya di akun pribadinya pada Selasa, 27 Januari 2026.

Chiki menerima apapun keputusan itu, meski bertanya-tanya apa alasan dia dicopot secara mendadak, namun dia tak mempertanyakan lebih lanjut saat dihubungi.

"Aku nggak nanya-nanya lebih lanjut," tambahnya.

Sampai dia mengunggah video tersebut, dia mengaku masih mencerna pencopotan dirinya secara mendadak dari petugas haji. Dia mengaku sangat sedih karena keinginannya menjadi petugas haji adalah hal yang sudah lama diimpikan.

"Ini tuh aku masih nyerna juga. Jujur sedih banget karena one of my bigget dream itu jadi petugas haji. Haji sambil melayani tamu-tamu Allah," ungkapnya sambil menahan tangis.

Meski gagal jadi petugas haji tahun ini tanpa alasan jelas, Chiki tetap mengucapkan terima kasih pada kementerian haji yang sudah sempat menerimanya bahkan berproses bersama.

"Terimakasih @kemenhaj.ri udah sempat memberiku kesempatan berharga ini. I really apprecate it with my whole heart. Bismillah smg suatu saat ada jalannya," tulisnya. (Reporter/Dina Miladina Dewimulyani)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)