Merelakan Keinginan Duniawi agar Bisa Berhaji

4 menit baca
Netizen
Ditulis oleh Netizen diterbitkan
Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)

Ditulis oleh Untung Wahyudi

AYOBANDUNG.ID – Haji adalah rukun Islam kelima yang wajib ditunaikan oleh setiap Muslim, terutama mereka yang mampu dan diberikan kecukupan rezeki oleh Allah Swt. Karena itu, setiap Muslim senantiasa berharap agar bisa melaksanakan rukun Islam kelima ini sebagai penyempurna keimanan pada Sang Pencipta. Dengan berhaji, seseorang bisa meningkatkan ketakwaan dan lebih mendekatkan diri pada Sang Mahakuasa.

Niat untuk melaksanakan haji seharusnya sudah mulai terpatri dalam hati setiap Muslim yang menyadari bahwa haji merupakan bagian dari rukun Islam yang wajib ditunaikan. Riza Perdana Kusuma (2021), salah seorang traveler yang melanglang buana ke berbagai negara menyatakan, niat haji haruslah tulus untuk mendekat, mengabdi, menyembah, bertaubat, dan meminta pengampunan. Dengan itu, ibadah haji akan terasa lebih khusyuk karena tidak ditumpangi bermacam-macam agenda.

Haji, sebagaimana umrah, adalah perburuan esensi ibadah yang sejati. Maka, menyegerakan niat kembali merupakan kunci penyempurna ibadah, sebab Allah mengajarkan di dalam Al-Quran, sebagaimana termaktub dalam surat Al-Baqarah ayat 196, agar kita meluruskan niat dalam menjalani ibadah ini, “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah(mu) karena Allah semata….” 

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut.

Seperti yang dikisahkan dalam buku Romantisme Berhaji yang ditulis Riza Perdana Kusuma ini. Lewat buku ini, pembaca bisa menyelami makna ibadah haji sekaligus mentadaburi berbagai ritual haji seperti tawaf, sai, wukuf di Arafah, melempar jumrah, dan ritual haji lainnya, yang cukup berat dan memerlukan kekhusyukan dalam menjalaninya.

Baca Juga: Membaca Kemana Konflik China-AS, Setelah Keseimbangan Tercapai

Untuk bisa melaksanakan ibadah haji, tak sedikit orang yang melaluinya dengan berbagai perjuangan. Misal, untuk bisa berangkat haji, seseorang harus mengikhlaskan dan merelakan keinginan-keinginan yang sifatnya duniawi. Mereka harus benar-benar menyegerakan niat sebagai bukti kerinduan untuk melaksanakan haji.

Haji adalah proses pembelajaran, suatu tahapan ibadah yang mesti memiliki misi lain, selain dari memenuhi kewajiban rukun Islam kelima. Ustadz Dr. H. Mohammad Miftachul Choiri, M.A (2024), sebagaimana dikutip dari laman rri.co.id, mengatakan bahwa esensi haji adalah bagaimana membangun kesadaran untuk taat kepada Allah. Dengan berhaji seseorang juga diharapkan tidak hanya menghadirkan kesadaran spiritualitas yang tinggi pada diri sendiri, tetapi juga menghadirkan kesalihan sosial. 

Tawaf adalah perputaran yang berujung pada pengagungan dan pengakuan akan keesaan Tuhan. Dikutip dari Wikipedia.org, tawaf adalah kegiatan mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali. Tawaf adalah salah satu amal ibadah yang dilakukan oleh Muslim pada saat melaksanakan haji dan umrah. Tawaf hanya dilakukan di Masjidil Haram.

Ada banyak amalan sunah yang bisa dilakukan saat melakukan tawaf seperti istilam pada Hajar Aswad saat awal tawaf sambil mengucapkan “Allahu Akbar”, mencium hajar aswad dan meletakkan dahi ke atasnya, salat sunah dua rakaat setelah tawaf di belakang Maqam Ibrahim, dan lainnya.

Lebih lanjut Riza menjelaskan bahwa pada hakikatnya manusia hanyalah makhluk yang tak memiliki daya di hadapan Tuhannya. Tawaf akan membantu kita untuk melepas kepentingan fisik dan jiwa dari urusan dunia. Arus putaran yang berulang akan meng-nol-kan kita sebagai manusia. Sebab, begitu kaki mengikuti arusnya, kita tak akan mampu melawan arah, mengadang banjir manusia yang sama-sama didudukkan rata di hadapan-Nya.

Jangan pernah lelah berdoa dan berharap agar pada suatu saat nanti, yang belum mampu melaksanakan ibadah haji bisa segera diberi rezeki agar bisa menyempurnakan rukun Islam. (Sumber: Pexels/Mido Makasardi)

Dalam buku Makna Haji karya Ali Syariati, Siti Hajar digambarkan sebagai sosok yang menuntun sai memiliki arti mendalam. Pada prosesi sai, manusia diajarkan untuk menikmati kehidupan yang bukan saja dikejar oleh pemenuhan kebutuhan pribadi, tapi diarahkan untuk memberi manfaat bagi sebanyak mungkin umat manusia.

Sai merupakan pergerakan lurus dan tidak berbelok, yang membawa pesan kepada manusia untuk hijrah dalam rangka memberi manfaat bagi kepentingan hidup manusia di dunia. Dan, sai akan dikombinasikan dengan tawaf sebagai penyeimbang kehidupan manusia dalam mengejar kepentingan dunia dan akhirat (hlm. 33).

Dalam kisah Arafah Momen Termahal, Riza menceritakan pengalamannya saat melakukan wukuf. Menurutnya, tanggal 9 Dzulhijjah di Padang Arafah antara waktu Dzuhur dan Maghrib, menjadi momen yang tak terlupakan. Menurut Riza, wukuf bagaikan hari raya, euphoria pun muncul dalam dadanya dan jemaah lainnya. Beragam kesulitan dan upaya yang dilalui dalam menunaikan ibadah haji akan terlupakan ketika hari Arafah tiba. Arafah tidak ada di belahan dunia lainnya, namun di 9 Dzulhijjah tanah tandus itu seolah menjelma bagai permata yang memesona, yang daya magisnya menarik perhatian semua manusia untuk berada di dalamnya.

Baca Juga: Jangan Biarkan Sungai di Bandung Jadi Noda Peradaban

Ada banyak kisah yang bisa kita petik dari perjalanan ibadah haji seseorang. Semoga pelaksanaan ibadah haji yang dilaksanakan oleh saudara Muslim dari seluruh penjuru dunia menjadi jalan keimanan dan ketakwaan kepada Sang Maha Pencipta.

Jangan pernah lelah berdoa dan berharap agar pada suatu saat nanti, yang belum mampu melaksanakan ibadah haji bisa segera diberi rezeki agar bisa menyempurnakan rukun Islam. Amiiin…. (*) 

Untung Wahyudi, penulis freelance, tinggal di Sumenep.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)