‘Tikus-Tikus Kantor’ oleh Iwan Fals, Representasi Kritik Korupsi dari Dulu hingga Kini

3 menit baca
Netizen
Ditulis oleh Netizen diterbitkan
Rilis tahun 1990 yang di produseri Iwan Fals sendiri, lagu Tikus-Tikus Kantor tercipta sebagai kritikan terhadap para koruptor yang banyak berada di lingkungan Kantor Pemerintahan atau Perusahaan. (Sumber: Pexels/Savvas Stavrinos)
Rilis tahun 1990 yang di produseri Iwan Fals sendiri, lagu Tikus-Tikus Kantor tercipta sebagai kritikan terhadap para koruptor yang banyak berada di lingkungan Kantor Pemerintahan atau Perusahaan. (Sumber: Pexels/Savvas Stavrinos)

Ditulis oleh Feri Kurniawan

AYOBANDUNG.ID – Iwan mulai merilis lagu pertamanya pada tahun 1979 yaitu “Perjalanan”, dan lagu-lagunya kebanyakan menggambarkan suasana sosial kehidupan Indonesia pada akhir tahun 1970-an hingga sekarang, seperti lagu Tikus-Tikus Kantor.

Rilis tahun 1990 yang diproduseri Iwan Fals sendiri, lagu Tikus-Tikus Kantor tercipta sebagai kritikan terhadap para koruptor yang banyak berada di lingkungan Kantor Pemerintahan atau Perusahaan. Dan metafora yang digunakan adalah binatang yaitu “tikus” dan “kucing”. 

Tikus menggambarkan para koruptor. Kucing menggambarkan para penegak hukum yang bisa diberi suap, supaya para koruptor bisa melakukan korupsi tidak ada hambatan dan berjalan lancar. 

Iwan Fals sering menggunakan lagunya untuk menyuarakan apa yang terjadi di Masyarakat. Termasuk kritik kepada para Pejabat atau wakil rakyat dan empati terhadap kelompok marginal. 

Adapun lagu Tikus-Tikus Kantor menggambarkan kasus korupsi yang sudah menjadi turun-temurun sejak zaman Belanda. Ini merupakan bukti nyata kritikan tentang KKN (korupsi, kolusi, nepotisme) yang membuat rakyat menjadi sengsara dan para penegak hukum yang menerima suap secara sukarela yang membuat para koruptor bisa berbuat bebas.

Baca Juga: Sudahkah Dedi Mulyadi Layak Disebut Role Model?

Dalam lagu ini kasus korupsi sangat merugikan sekali apabila jika penegak hukumnya juga ikut berkontribusi dalam membantu menutupi kasus tersebut, seperti negara Indonesia banyak sekali kasus tersebut yang bahkan sudah menjadi turun temurun sejak zaman Belanda.

Misalnya dulu Belanda sudah memberi upah melalui Herman Willem Daendels, tetapi tidak diberikan langsung kepada para pekerja malah diberikan kepada para pejabat dalam negeri seperti bupati dan residen. Pun hal tersebut disalahgunakan, bahkan gaji tersebut tidak sampai kepada para pekerja. Maka dari itu dahulu banyak pekerja banyak yang sengsara dan hidup yang kekurangan. 

KPK memang harus mulai mengungkap kasus korupsi yang sudah lama bersembunyi, korupsi juga sudah turun temurun. Maka dari itu kita harus memutus adat seperti itu juga membangun Indonesia menjadi generasi emas. (Sumber: Unsplash/Mufid Majnun)

Tak jauh seperti zaman sekarang kasus korupsi masih terjadi dan para koruptor melakukan korupsi tidak hanya sedikit bahkan sampai triliun, seperti korupsi BBM yang merugikan negara Rp968,5 triliun, korupsi Tata Niaga Timah Rp300 triliun, dan masih banyak lagi.

Mirisnya para koruptor juga dibantu oleh penegak hukum supaya berjalan lancar meskipun mereka tertangkap. Hukuman yang diberikan tidak terlalu berat dan bahkan hartanya tidak sepenuhnya disita.

Bahkan sekarang UU terbaru yang isinya KPK dilarang tangkap Direksi dan Komisaris BUMN yang korupsi. Hal tersebut juga menjadi tantangan bagi KPK dalam memberantas korupsi. 

Dalam UU tersebut disebut bahwa anggota direksi, dewan komisaris, dan dewan pengawas BUMN bukan merupakan penyelenggara negara. Dengan demikian, membuat KPK tidak lagi memiliki dasar hukum untuk menangani kasus-kasus dugaan korupsi yang melibatkan direksi dan komisaris BUMN.

Hal tersebut membuat potensi korupsi semakin semena-mena jika UU-nya seperti itu dan semakin menguntungkan bagi pelaku korupsi, karena KPK tidak lagi menangani kasus dugaan korupsi yang menyeret bos BUMN –seperti selama ini mereka lakukan. Jika hal itu terjadi maka korupsi akan semakin banyak dan kerugian negara juga akan semakin banyak juga, hal tersebut juga berdampak pada masyarakat.

Meskipun begitu KPK tetap melakukan pengkajian mendalam terhadap UU BUMN. Sejauh mana UU berdampak pada penangan kasus korupsi terhadap bos BUMN, dan juga DANANTARA yang dibentuk Presiden Prabowo.

Baca Juga: World Keffiyeh Day 2025, Kebenaran yang Ditutupi melalui Film Zahra Blue Eyes

KPK memang harus mulai mengungkap kasus korupsi yang sudah lama bersembunyi, korupsi juga sudah turun temurun. Maka dari itu kita harus memutus adat seperti itu juga membangun Indonesia menjadi generasi emas.

Dan lagu Iwan Fals ini bertujuan untuk menyuarakan suara dari masyarakat terutama dari kelompok marginal, lagu ini juga dibuat pada saat dahulu Indonesia banyak sekali masalah apalagi kasus korupsi.

Lagu tersebut juga masih banyak di sukai dari kalangan muda atau tua, meskipun begitu lagu ini dibuat untuk mengkritik para pejabat dan para penegak hukum. Dari penulisan ini semoga dapat mengevaluasi, juga menjadi pembelajaran bagi kita semua supaya kasus korupsi ini semakin berkurang. (*)

Feri Kurniawan, mahasiswa Ekonomi Pembangunan Universitas Sebelas Maret.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)