Baik Buruknya AI dari Pernyataan Gibran Rakabuming, Daya Kritis Dipertaruhkan

5 menit baca
Netizen
Ditulis oleh Netizen diterbitkan
Gibran Rakabuming. (Sumber: Youtube/Gibran Rakabuming)
Gibran Rakabuming. (Sumber: Youtube/Gibran Rakabuming)

Ditulis oleh Kezia Christine Maharani

AYOBANDUNG.ID Akhir-akhir ini, media sosial maupun masyarakat dihebohkan dengan berbagai pernyataan dari Wakil Presiden Indonesia saat ini, Gibran Rakabuming, mengenai penggunaan AI atau Artificial Intelligence

Awalnya, pada Kamis (20/3/2025) di sebuah talkshow di Universitas Pelita Harapan, Gibran menyatakan bahwa AI dapat digunakan untuk mengurai kemacetan saat mudik lebaran hingga menangani banjir.

Menurut Wakil Presiden tersebut, penerapan penggunaan AI seharusnya dapat lebih luas tidak hanya di bidang kreatif, namun juga digunakan dan dimanfaatkan di sektor publik seperti untuk administrasi pemerintahan, pembayaran pajak, mitigasi bencana. 

Kemudian baru-baru ini, Gibran Rakabuming menyatakan bahwa manusia yang tidak memakai AI akan kalah dengan manusia yang memakai AI; dan juga Gibran akan memasukan AI dalam kurikulum SD-SMA di tahun ajaran baru.

Apa itu AI?

Kecerdasan Buatan, yang saat ini dikenal dengan AI, merupakan cabang dari bidang ilmu komputer yang bertujuan menciptakan sistem dan mesin yang dapat melakukan tugas-tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia

AI melibatkan kemampuan untuk belajar, bernalar, dan bertindak seperti manusia, termasuk kemampuan untuk melihat, memahami, dan menerjemahkan bahasa, menganalisis data, serta membuat rekomendasi. 

Tentunya, AI memiliki tujuan utama yaitu untuk menciptakan mesin yang dapat belajar dari data, menemukan pola, dan membuat keputusan dengan sedikit atau tanpa campur tangan manusia atau dengan kata lain dapat menggantikan manusia. 

Baca Juga: Bicara tentang Disrupsi AI, Ayobandung.id Rangkul Mahasiswa Unpad Menulis Otentik

Dampak baik dan buruknya AI

Tentunya, AI memiliki dampak positif maupun dampak negatif dalam penggunaannya terkhususnya pada mahasiswa. Dampak positif dari AI itu sendiri dalam aspek kehidupan sehari-hari sebagai berikut:

  1. Kemudahan dalam bertanya

    Sebelum adanya AI, banyak orang khususnya mahasiswa yang kesulitan memahami materi karena keterbatasan waktu dan sumber daya namun sejak ada AI, dapat mengakses jawaban dan referensi dari mana saja dan kapan saja tanpa harus bergantung pada metode tradisional seperti harus mendatangi perpustakaan terlebih dahulu untuk mencari buku referensi tugas.

  2. Akses informasi yang lebih luas

    Kini akses terhadap informasi dapat diakses lebih luas yang memungkinkan mendapatkan perspektif yang beragam, sehingga dapat memperdalam pemahaman terhadap suatu topik secara lebih komprehensif

  3. Dapat digunakan kapan saja

    Tentunya AI tidak memiliki batasan waktu dalam penggunaannya karena AI berbasis teknologi, pasti dapat memanfaatkannya kapan saja dan di mana saja

  4. Peningkatan produktivitas

    AI dapat meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas dengan melakukan tugas atau pekerjaan repetitif secara otomatis. Dengan otomatisasi yang dihadirkan AI itu, pekerjaan dapat selesai dengan lebih cepat.

Selain dampak positif, AI memiliki dampak negatif, antara lain:

  1. Ketergantungan pada AI

    Saat ini banyak mahasiswa yang ketergantungan pada AI untuk menyelesaikan tugas agar lebih cepat selesai bisa menjadi terlalu bergantung pada teknologi tersebut yang memungkinkan menghambat kemampuan untuk berpikir kritis menyelesaikan masalah secara mandiri

  2. Penurunan kreativitas dan inovasi

    Penggunaan AI yang berlebihan dalam proses pembelajaran bisa mengurangi peran mahasiswa dalam aspek kreativitas, karena cenderung mengikuti metode yang telah ditetapkan oleh AI. 

  3. Penurunan literasi

    Mahasiswa mungkin mengalami penurunan dalam literasi karena mereka tidak lagi perlu membaca jurnal atau buku. AI menarik perhatian mereka dengan cara yang lebih mudah daripada membaca referensi.

  4. Meningkatnya kemalasan

    Fitur-fitur AI yang memudahkan penyelesaian tugas kuliah maupun tugas lainnya dapat membuat mahasiswa menjadi lebih malas dan cenderung mengabaikan pekerjaan yang diberikan.

  5. Lemahnya akurasi Informasi

    Keakuratan informasi yang diberikan oleh AI saat penggunaannya tidak cukup benar sesuai dengan fakta maupun data. Hasil penelitian oleh Truthful QA menyatakan bahwa kebenaran informasi yang diberikan hanya 58%,. Terkadang AI memberikan sumber yang tercantum sebagai dasar acuan informasi namun kenyataannya sumber tersebut hanyalah sumber asal-asalan.

Diperlukan pendekatan seimbang antara penggunaan teknologi dan pengembangan kapasitas manusia sehingga AI tidak menjadi alat penumpul daya pikir manusia. (Sumber: Pexels/Christina Morillo)

Lalu, bagaimana tanggapan massa terhadap AI dan juga terhadap pernyataan-pernyataan dari Wakil Presiden? Masyarakat pasti memiliki perspektif pro dan kontra. Banyak masyarakat yang mendukung pernyataan Gibran dengan memanfaatkan AI sebagai alat bantu dalam mengembangkan kreativitas dan produktivitas, bukan sebagai ancaman menggantikan peran manusia. 

Namun, tanggapan masyarakat cenderung lebih menonjol pada respons negatif atau kontra serta kritik. 

Kenapa ya, kaga diajarin berlogika dan mikir yang bener. AI itu hanya alat buat mempermudah. kalo semuanya pakai AI otak kita jadi tumpul, karena males cari tahu sesuatu yang kompleks atau jangan-jangan beliau suruh pakai AI supaya orang males mikir ya?" kata @sebenarnyakarim di Twitter atau X (03/05/2025) pada cuitan @IndoPopBase mengenai pernyataan GIbran yang akan memasukkan AI ke dalam kurikulum ajaran sekolah tingkat SD-SMA di tahun ajaran baru. 

Terdapat pula tanggapan lain di cuitan oleh @kompascom tentang hal yang sama oleh akun @valfidz “Beliau ini tau ga sih di belakangnya AI tuh kayak gimana? Isinya algoritma, matematika, sama statistik. Kalo emg serius mau ngejar AI ya yg harus diperkuat tuh kemampuan matematika sama computational thinking. Kurikulum masih ga jelas dah mau loncat AI aja,” pada Kamis (06/05/2025). 

Baca Juga: Ayobandung.id Berikan Total Hadiah Rp1,5 Juta Setiap Bulan, Kirim Tulisan Orisinal Tanpa AI

Pernyataan Wakil Presiden Gibran Rakabuming mengenai penggunaan AI memang cukup menarik banyak perhatian masyarakat yang dapat mengundang berbagai reaksi serta tanggapan positif maupun negatif dari masyarakat. 

Di satu sisi, gagasan Gibran menunjukkan visi masa depan yang mencoba merangkul teknologi demi efisiensi serta inovasi baik di sektor publik maupun di sektor pendidikan. 

Namun, di sisi lain, tanggapan masyarakat terutama di kalangan generasi muda atau Gen Z, menunjukkan adanya kekhawatiran mengenai penggunaan AI terhadap kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan ketergantungan pada teknologi tidak dapat diabaikan. 

Maka dari itu, implementasi pada AI dalam kehidupan masyarakat terutama dalam sektor pendidikan, perlu diperlakukan secara bijak dan teratur.

Diperlukan pendekatan seimbang antara penggunaan teknologi dan pengembangan kapasitas manusia sehingga AI tidak menjadi alat penumpul daya pikir manusia, tetapi hanya sebagai sekadar alat bantu yang memperkuat potensi intelektual dan inovatif generasi muda. (*)

Kezia Christine Maharani,Mahasiswi aktif Program Studi Ekonomi Pembangunan di Universitas Sebelas Maret.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Agu 2026, 13:45

Uswah: Ketika Orang Tua Ingin Melahirkan Keturunan yang Saleh

Jika ingin anak menjadi saleh, jangan hanya sibuk menasihatinya. Jadilah teladan yang baik. Sebab anak mungkin lupa kata-kata kita, tetapi ia akan mengingat siapa kita di hadapannya.

Ringkasan tulisan. (Sumber: chtgpt | Foto: chtgpt)
Mayantara 25 Agu 2026, 10:04

Ketika Visual Menjadi Mata Uang di Ruang Digital

Di media sosial, perhatian telah berubah menjadi semacam mata uang baru.

Pengguna media sosial. (Sumber: Pexels | Foto: Ivan S)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 08:57

Cerita Pedagang Asongan di Bus MGI Bandung-Sukabumi

Banyak cerita kehidupan rakyat yang terdengar dari percakapan sederhana di transportasi umum. Untuk mengerti orang lain kadang kita perlu melihatnya sendiri.

Setiap orang yang kita temui pasti memiliki cerita dan tantangan hidupnya sendiri. Begitu juga dengan mereka yang berjuang menawarkan dagangannya di dalam bus (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 20:00

Kaukus Indonesia dalam Potret Merdeka

Bagaimanakah kita melihat potret Indonesia merdeka kini? Pertanyaan yang muncul, karena proses historis panjang seakan dilupakan. Barangkali, kaukus Indonesia telah kehilangan sosok tokoh.

Panjat pinang, salah satu lomba yang sering digelar saat Hari Kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus. (Sumber: Pexels | Foto: a Ayyeee Ayyeee)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 18:13

Nasib Kuyang dalam Kebakaran Hutan Kalimantan

Ketika hutan kalimantan terbakar mungkin kuyang bisa protes kepada manusia dengan menyebar teror tapi bagaimana dengan pohon, hewan atau penghuni hutan lainnya?

Ilustrasi orang utan di tengah kebakaran hutan. (Sumber: Gemini AI)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 17:07

Jejak Rasa dari Negeri Tirai Bambu: Menelusuri Warisan Kuliner Tionghoa yang Mengakar di Bandung

Kedatangan bangsa Tionghoa membawa teknik pengolahan pangan yang secara organik berfusi dengan bahan lokal, menciptakan identitas kuliner baru yang diterima secara luas.

Cakwe Lie Tjay Tat di Gor Pajajaran, Jl. Pajajaran No.37, Pasir Kaliki, Kec. Cicendo, Kota Bandung. (Sumber: Google Review | Foto: Buyung)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 16:19

Pengalaman Berburu Buku Tua di Toko Buku Tua di Kota Bandung

Seratus persen buku-buku kuliahku aku beli di Pasar Buku Palasari. Aku sering sempatkan untuk berburu membeli buku-buku tua dan buku-buku baru, bahkan termasuk ke pasar-pasar loak di Kota Bandung.

Toko Buku di bagian depan Pasar Buku Palasari. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ridwan K)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:50

Dari Josepha Alexandra Kita Belajar untuk Berani dan Kritis Terhadap Kesewenang-wenangan

LCC 4 Pilar MPR RI yang seharusnya memperkenalkan nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai pancasila, dan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda, bukan malah mempertontonkan arogansi orang dewasa.

Potret Josepha Alexandra saat mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat. (Sumber: YouTube | Foto: @MPRRIOfficial)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:28

Mitigasi Kebakaran: Kota Bandung Butuh Drone dan Bambi Bucket 

Diperlukan drone dengan kemampuan Based Fire Monitoring and Suppression System yang dilengkapi kemampuan deteksi yang menggunakan AI driven hotspot.

Mitigasi kebakaran hebat di kota Bandung dengan teknologi drone dan bambi bucket (Sumber: digambar dengan bantuan AI | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 11:39

Mamah Bule dan Kang Ian, Kisah Menarik Nenek dan Cucu yang Mewarnai Media Sosial

Akun media sosial Bridgia Adhella kini telah memiliki sekitar 71 ribu pengikut, dengan ratusan unggahan yang memperlihatkan berbagai sisi kehidupan Mamah Bule dan Kang Ian.

Nenek Bule, Adellina Ganda Prawira, bersama cucu tercinta, Kang Iyan. (Sumber: Kang Iyan)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 09:14

Urgensi Program Bandung Peduli Lansia

Perlu dicari jalan tengah terkait dengan pro kontra perawatan lansia dengan cara ageing in place versus perawatan institusi

Ilustrasi program peduli lansia di Kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 08:58

Kala Ponsel para ASN Jadi Arena Judi

Perang melawan judi online tidak cukup dilakukan dengan slogan moral. Ia membutuhkan kombinasi antara teknologi, penegakan hukum, literasi digital.

ASN sedang mengikuti apel. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Linimasa 22 Agu 2026, 13:32

Menengok Pabrik Bata Merah Manual di Nagreg Saat Musim Kemarau

Pabrik bata merah di Nagreg meningkatkan produksi saat kemarau karena proses pengeringannya masih mengandalkan panas matahari.

Menengok pabrik bata merah manual di Nagreg saat musim kemarau. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 13:25

Menelusuri Jejak Rasa: Potret Autentik Masakan Jawa Era 1960-an

Buku "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" hadir sebagai kompas bagi mereka yang ingin mendalami seni memasak Jawa pada masanya.

Buku berjudul "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" karya Ida S. yang diterbitkan Toko Buku Amin Madiun. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 11:36

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan. Satu hal yang saya rindukan dari Bandung adalah keragaman kulinernya.

Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 09:19

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Mengulas sejarah penamaan hari, asal-usul tujuh hari dalam sepekan, serta perkembangan penanggalan dan tradisi hari libur dari berbagai peradaban.

Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 08:18

Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

Hari ini mungkin perempuan memiliki banyak kesempatan seperti kaum pria tapi ada yang diam-diam membuat perempuan ragu ketika penilaian sosial merenggut kepercayaan dirinya

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 17:29

Dari Serial Drama Korea 'Teach You a Lesson' dan Realitas Pendidikan Bangsa Kita

Drama yang menyajikan tentang bobroknya pendidikan di negara yang sudah dikatakan maju, serta keberpihakan pada sifat politisasi dibidang pendidikan.

Serial drama Korea "Teach You a Lesson" (Sumber: Netflix)