80 Tahun Komunikasi Publik Indonesia Beserta Kontras-nya

3 menit baca
Muhammad Sufyan Abdurrahman
Ditulis oleh Muhammad Sufyan Abdurrahman diterbitkan
Sejumlah siswa SD Negeri 067 Nilem dengan didampingi guru dan orang tua mengikuti karnaval merah putih saat melintas di Jalan Nilem, Kota Bandung, Kamia 14 Aguatus 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejumlah siswa SD Negeri 067 Nilem dengan didampingi guru dan orang tua mengikuti karnaval merah putih saat melintas di Jalan Nilem, Kota Bandung, Kamia 14 Aguatus 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Delapan puluh tahun perjalanan komunikasi publik Indonesia menyimpan ironi yang tidak selalu disadari. Kita merayakan kebebasan berekspresi, namun di saat yang sama membiarkan ruang publik kita dipenuhi kebisingan.

Kita menikmati akses informasi tanpa batas, tetapi tak jarang terjebak dalam ruang gema yang sempit. Di balik setiap kemajuan teknologi komunikasi, selalu ada pertanyaan yang menggelitik: apakah kita benar-benar semakin dekat pada demokrasi yang sehat, atau justru semakin jauh terperangkap dalam ilusi kebebasan?

Sejak kemerdekaan, komunikasi publik Indonesia mengalami pergeseran besar dari pola siaran negara yang terpusat menuju arena digital yang terbuka dan partisipatif.

Empat dekade pertama, arus informasi berjalan satu arah di bawah kendali penuh negara. Lembaga humas pemerintah menjadi garda depan dengan dukungan media resmi seperti radio nasional dan surat kabar yang berada dalam ekosistem pengawasan ketat.

Pada masa Demokrasi Terpimpin hingga Orde Baru, komunikasi publik dipandang sebagai instrumen stabilitas, sementara perbedaan pandangan dipersempit melalui regulasi pers yang keras.

Penanda penting hadir pada 24 Agustus 1962 ketika TVRI mengudara untuk pertama kali. Selama hampir tiga dekade, TVRI menjadi satu-satunya stasiun televisi dengan seluruh konten disesuaikan kebijakan resmi. Pergeseran mulai terjadi pada 1989 saat RCTI lahir sebagai televisi swasta pertama, walau kendali pemerintah terhadap keragaman pandangan tetap kuat.

Era Reformasi 1998 membawa keterbukaan signifikan. Pembubaran Departemen Penerangan, liberalisasi izin penerbitan, dan kemunculan media baru memicu ledakan surat kabar, majalah, stasiun radio, dan televisi di berbagai daerah. Internet mulai dimanfaatkan walau akses masih terbatas, perlahan menjadi kanal penting distribusi informasi dan pembentuk opini publik.

Namun keterbukaan ini juga membawa dinamika baru seperti polarisasi isu dan tantangan menjaga integritas informasi.

Memasuki 2008 hingga 2018, ponsel pintar dan media sosial mengubah wajah komunikasi publik. Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram memberikan panggung setara bagi pemerintah, politisi, aktivis, dan warga.

Algoritma menentukan visibilitas pesan, kecepatan viral mengalahkan akurasi, dan hoaks mulai bertebaran. Ruang publik digital pun kerap berubah menjadi arena persekusi, dengan serangan pribadi menenggelamkan argumen substantif. Politik personalistik menguat, dengan citra pemimpin dibentuk melalui konten emosional yang dirancang untuk memantik simpati warganet.

Kerangka hukum pasca Reformasi mencoba mengatur komunikasi publik yang lebih sehat. UU Penyiaran 2002, UU Keterbukaan Informasi Publik 2008, dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik 2008 menjadi tonggak penting, walau praktik di lapangan kerap menunjukkan ketegangan antara kebebasan berekspresi dan kontrol berlebihan.

UU Perlindungan Data Pribadi 2022 hadir untuk melindungi warga di ruang digital, namun lambannya pembentukan lembaga pengawas membuat regulasi ini belum maksimal.

Paradoksnya, akses informasi dan kebebasan berekspresi kini berada pada puncak sejarah, namun dibayangi polarisasi, manipulasi algoritma, dan kelelahan partisipasi. Keterbukaan sering dimanfaatkan untuk mempertebal sekat perbedaan. Teknologi yang memungkinkan percakapan lintas batas justru sering mengurung warga dalam ruang gema.

Demokrasi digital membutuhkan ekosistem komunikasi sehat, tetapi yang terjadi justru ruang publik ramai dengan minim perjumpaan gagasan.

Empat Langkah

Paskibra yang terdiri dari pelajar terpilih dari sejumlah sekolah se-Kota Bandung itu berlatih untuk persiapan upacara HUT ke-79 RI pada 17 Agustus 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Paskibra yang terdiri dari pelajar terpilih dari sejumlah sekolah se-Kota Bandung itu berlatih untuk persiapan upacara HUT ke-79 RI pada 17 Agustus 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Untuk keluar dari paradoks ini, empat langkah perlu diperkuat.

Pertama, literasi digital yang konsisten agar masyarakat mampu menilai akurasi informasi sebelum membagikannya. Guess et al. (2020) menunjukkan literasi media berskala besar dapat meningkatkan kemampuan membedakan berita arus utama dan berita palsu.

Kedua, desain sistem rekomendasi media sosial harus mendorong keberagaman perspektif melalui audit algoritmik sebagaimana disarankan Helberger (2011).

Ketiga, pendidikan perspektif yang menumbuhkan empati lintas kelompok, dengan framing tujuan pembelajaran sosial sebagaimana diperingatkan Bail et al. (2018).

Keempat, memperluas arena partisipasi publik deliberatif yang inklusif, selaras dengan temuan Perez (2018) tentang demokrasi elektronik kolaboratif.

Masa depan komunikasi publik Indonesia akan ditentukan oleh kemauan kolektif negara, media, platform digital, dan masyarakat untuk membangun ruang dialog beradab dan aman.

Delapan puluh tahun perjalanan ini mengajarkan bahwa komunikasi publik yang sehat bukan hanya soal teknologi, tetapi komitmen moral untuk menjaga keberagaman suara sebagai napas demokrasi itu sendiri. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhammad Sufyan Abdurrahman
Peminat komunikasi publik & digital religion (Comm&Researcher di CDICS). Berkhidmat di Digital PR Telkom University serta MUI/IPHI/Pemuda ICMI Jawa Barat

Berita Terkait

News Update

Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 18:08

Menerapkan Pompa Submersible Tenaga Surya untuk Atasi Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) di berbagai wilayah dihadang masalah klasik yakni titik api jauh dari sumber air dan listrik.

Ilustrasi penggunaan sistem pompa untuk atasi karhutla (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 17:38

Alibasah Sentot Abdullah Mustafa Prawirodirdjo Menumpas Kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832

Kisah heroik Alibasah Sentot Prawirodirdjo saat memimpin pasukan menumpas kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832. Analisis sejarah mendalam tentang strategi dan dampaknya bagi kolonial.

Alibasah Sentot Prawirodirdjo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: G.L. Kepper: Wapenfeiten van het Nederlandsch-Indisch leger)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 16:29

Romantisme Membaca Majalah Mangle Edisi Agustus 1962: Jejak Mojang Bandung Doeloe dan Kiwari

Ada romantisme tersendiri ketika membuka kembali sebuah majalah tua yang telah berusia puluhan tahun.

Majalah Mangle edisi Agustus 1962, menampilkan mojang Bandung, Tatty Kartika, sebagai wajah sampul. (Sumber: Dokumentasi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 15:52

Riwayat Cikao dan Cikaobandung Sejak Dahulu Hingga Sekarang

Riwayat Cikaobandung dari masa lalu hingga masa kini. Menelusuri jejak perkembangan wilayah, peran strategis, transformasi sosial dan budaya yang kaya nilai historis dalam narasi yang mendalam.

Tjikao Koffiepakhuis – Gudang Kopi Cikao, 1880. (Sumber: Koleksi Leiden University Libraries)
Linimasa 28 Agu 2026, 15:09

Riwayat Hitam Kebakaran Hutan di Kalimantan, 4 Dekade Kabut di Lahan Gambut

Kebakaran hutan berulang di Kalimantan sejak 1982. Ketahui riwayat karhutla besar, El Niño, lahan gambut, hingga peristiwa 2026.

Ilustrasi kebakaran hutan.
Sejarah 28 Agu 2026, 14:30

Sejarah Gempa NTT, Tercatat Sejak 1898

Sejarah gempa besar NTT berlangsung lebih dari satu abad, dengan sejumlah peristiwa disertai tsunami dan korban jiwa besar.

Dampak tsunami Lunyuk 1977. (Sumber: Pulau Sumba News)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 14:01

Peran Unpad Membantu Gen Z Raih LoA Universitas Top Dunia

Saat ini adalah momentum untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) agar setara dengan negara maju.

Ilustrasi peran Unpad membantu siswa memperoleh LoA dari universitas top dunia (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 12:42

Jangan Menjadikan ‘Pitbull’ sebagai Tersangka Tunggal

Dalam kasus pitbull di Arjasari, Anjing itu memang yang menyerang anak. Itu terlihat jelas dalam rekaman video yang sempat viral di media sosial. 

Ilustrasi anjing sebagai hewan peliharaan. (Sumber: Magnific)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 10:25

Motivasi dan Peluang Mahasiswa Wirausaha

Sebab di era digital dan era yang penuh ketidakpastian ini, mahasiswa sangat ditekankan untuk mengelola setiap keputusannya.

Ilustrasi mahasiswa (Sumber: Pexels | Foto: hartono subagio)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 20:20

Ayyuhal Walad: Kumpulan Nasihat Imam Al-Ghazali untuk Orang yang Sedang Mencari

Ayyuhal Walad merupakan kumpulan nasihat yang ditulis ketika Al-Ghazali mendapatkan surat dari salah satu murid kinasihnya.

Buku "Ayyuhal Walad". (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 18:34

Sudahkah Hukum Berpihak pada Korban Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur?

Mengangkat isu mengenai kekerasan seksual pada anak sebagai persoalan yang sensitif dan penting, memaparkan berbagai kekerasan seksual, dan membahas mengenai sulitnya bagi korban untuk bersuara.

Ilustrasi anak yang mengalami trauma kekerasan. (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 17:25

Istilah Sunda untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Masyarakat Sunda memiliki lima istilah untuk menggambarkan tingkat guncangan gempabumi, dari riyeg hingga pralaya, yang berkaitan dengan skala MMI dan dampak kerusakannya.

Gambar tafsir baru mitologi gempabumi. Bola bumi berada di ujung tanduk sapi yang berdiri di atas paus. Bila paus dan sapi bergerak, terjadilah gempabumi. (Sumber: Dok. T Bachtiar)
Beranda 27 Agu 2026, 16:55

Kemenkes Temukan Jutaan Kasus PTM lewat Cek Kesehatan Gratis, Prioritaskan Tata Laksana demi Indonesia Emas 2045

Skrining Cek Kesehatan Gratis terhadap 73,8 juta peserta hingga Juli 2026 mengungkap jutaan kasus penyakit tidak menular yang selama ini tidak terdeteksi.

Pelaksanaan program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 27 Agu 2026, 16:20

73,8 Juta Peserta Jangkau Cek Kesehatan Gratis, Kemenkes Ubah Paradigma Menuju Indonesia Emas 2045

Generasi yang sakit akan sulit menjadi generasi unggul, sementara generasi yang sehat menjadi modal utama menuju Indonesia Emas 2045.

Program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 15:17

Selawatan, Muludan, dan Perdamaian 

Dari buku yang semula hanya tergeletak di rak sederhana tiba-tiba menjadi pintu masuk untuk membicarakan Islam tidak hanya mengajarkan bagaimana mencintai Nabi, tetapi harus menjadi landasan bersama

Anak-anak tengah asyik diskusi sebelum belajar ngaji bersama. (Sumber: instagram @jaro_numoto)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 13:53

Nasib CFD Bandung yang Terjerat Audit Rp2,7 Miliar

BPK menemukan penggunaan anggaran sekitar Rp 2,7 miliar terkait CFD untuk membayar personel non-ASN tanpa dasar hukum yang memadai.

CFD di kawasan Dago. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ikon 27 Agu 2026, 13:40

Gedung Sate Cikajang Garut, Bangunan Unik di Tengah Perkebunan Teh

Di pelosok Cikajang, Garut, berdiri Gedung Sate Cikajang yang dibuat mirip ikon Jawa Barat dan digunakan untuk kegiatan warga.

Bangunan miniatur Gedung Sate di Cikajang, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)