Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

80 Tahun Komunikasi Publik Indonesia Beserta Kontras-nya

3 menit baca
Muhammad Sufyan Abdurrahman
Ditulis oleh Muhammad Sufyan Abdurrahman diterbitkan Minggu 17 Agu 2025, 14:13 WIB
Sejumlah siswa SD Negeri 067 Nilem dengan didampingi guru dan orang tua mengikuti karnaval merah putih saat melintas di Jalan Nilem, Kota Bandung, Kamia 14 Aguatus 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Sejumlah siswa SD Negeri 067 Nilem dengan didampingi guru dan orang tua mengikuti karnaval merah putih saat melintas di Jalan Nilem, Kota Bandung, Kamia 14 Aguatus 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Delapan puluh tahun perjalanan komunikasi publik Indonesia menyimpan ironi yang tidak selalu disadari. Kita merayakan kebebasan berekspresi, namun di saat yang sama membiarkan ruang publik kita dipenuhi kebisingan.

Kita menikmati akses informasi tanpa batas, tetapi tak jarang terjebak dalam ruang gema yang sempit. Di balik setiap kemajuan teknologi komunikasi, selalu ada pertanyaan yang menggelitik: apakah kita benar-benar semakin dekat pada demokrasi yang sehat, atau justru semakin jauh terperangkap dalam ilusi kebebasan?

Sejak kemerdekaan, komunikasi publik Indonesia mengalami pergeseran besar dari pola siaran negara yang terpusat menuju arena digital yang terbuka dan partisipatif.

Empat dekade pertama, arus informasi berjalan satu arah di bawah kendali penuh negara. Lembaga humas pemerintah menjadi garda depan dengan dukungan media resmi seperti radio nasional dan surat kabar yang berada dalam ekosistem pengawasan ketat.

Pada masa Demokrasi Terpimpin hingga Orde Baru, komunikasi publik dipandang sebagai instrumen stabilitas, sementara perbedaan pandangan dipersempit melalui regulasi pers yang keras.

Penanda penting hadir pada 24 Agustus 1962 ketika TVRI mengudara untuk pertama kali. Selama hampir tiga dekade, TVRI menjadi satu-satunya stasiun televisi dengan seluruh konten disesuaikan kebijakan resmi. Pergeseran mulai terjadi pada 1989 saat RCTI lahir sebagai televisi swasta pertama, walau kendali pemerintah terhadap keragaman pandangan tetap kuat.

Era Reformasi 1998 membawa keterbukaan signifikan. Pembubaran Departemen Penerangan, liberalisasi izin penerbitan, dan kemunculan media baru memicu ledakan surat kabar, majalah, stasiun radio, dan televisi di berbagai daerah. Internet mulai dimanfaatkan walau akses masih terbatas, perlahan menjadi kanal penting distribusi informasi dan pembentuk opini publik.

Namun keterbukaan ini juga membawa dinamika baru seperti polarisasi isu dan tantangan menjaga integritas informasi.

Memasuki 2008 hingga 2018, ponsel pintar dan media sosial mengubah wajah komunikasi publik. Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram memberikan panggung setara bagi pemerintah, politisi, aktivis, dan warga.

Algoritma menentukan visibilitas pesan, kecepatan viral mengalahkan akurasi, dan hoaks mulai bertebaran. Ruang publik digital pun kerap berubah menjadi arena persekusi, dengan serangan pribadi menenggelamkan argumen substantif. Politik personalistik menguat, dengan citra pemimpin dibentuk melalui konten emosional yang dirancang untuk memantik simpati warganet.

Kerangka hukum pasca Reformasi mencoba mengatur komunikasi publik yang lebih sehat. UU Penyiaran 2002, UU Keterbukaan Informasi Publik 2008, dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik 2008 menjadi tonggak penting, walau praktik di lapangan kerap menunjukkan ketegangan antara kebebasan berekspresi dan kontrol berlebihan.

UU Perlindungan Data Pribadi 2022 hadir untuk melindungi warga di ruang digital, namun lambannya pembentukan lembaga pengawas membuat regulasi ini belum maksimal.

Paradoksnya, akses informasi dan kebebasan berekspresi kini berada pada puncak sejarah, namun dibayangi polarisasi, manipulasi algoritma, dan kelelahan partisipasi. Keterbukaan sering dimanfaatkan untuk mempertebal sekat perbedaan. Teknologi yang memungkinkan percakapan lintas batas justru sering mengurung warga dalam ruang gema.

Demokrasi digital membutuhkan ekosistem komunikasi sehat, tetapi yang terjadi justru ruang publik ramai dengan minim perjumpaan gagasan.

Empat Langkah

Paskibra yang terdiri dari pelajar terpilih dari sejumlah sekolah se-Kota Bandung itu berlatih untuk persiapan upacara HUT ke-79 RI pada 17 Agustus 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Paskibra yang terdiri dari pelajar terpilih dari sejumlah sekolah se-Kota Bandung itu berlatih untuk persiapan upacara HUT ke-79 RI pada 17 Agustus 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Untuk keluar dari paradoks ini, empat langkah perlu diperkuat.

Pertama, literasi digital yang konsisten agar masyarakat mampu menilai akurasi informasi sebelum membagikannya. Guess et al. (2020) menunjukkan literasi media berskala besar dapat meningkatkan kemampuan membedakan berita arus utama dan berita palsu.

Kedua, desain sistem rekomendasi media sosial harus mendorong keberagaman perspektif melalui audit algoritmik sebagaimana disarankan Helberger (2011).

Ketiga, pendidikan perspektif yang menumbuhkan empati lintas kelompok, dengan framing tujuan pembelajaran sosial sebagaimana diperingatkan Bail et al. (2018).

Keempat, memperluas arena partisipasi publik deliberatif yang inklusif, selaras dengan temuan Perez (2018) tentang demokrasi elektronik kolaboratif.

Masa depan komunikasi publik Indonesia akan ditentukan oleh kemauan kolektif negara, media, platform digital, dan masyarakat untuk membangun ruang dialog beradab dan aman.

Delapan puluh tahun perjalanan ini mengajarkan bahwa komunikasi publik yang sehat bukan hanya soal teknologi, tetapi komitmen moral untuk menjaga keberagaman suara sebagai napas demokrasi itu sendiri. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhammad Sufyan Abdurrahman
Peminat komunikasi publik & digital religion (Comm&Researcher di CDICS). Berkhidmat di Digital PR Telkom University serta MUI/IPHI/Pemuda ICMI Jawa Barat

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 28 Mei 2026, 12:20

Laksa Bogor, Kuliner Peranakan Legendaris di Kota Hujan

Laksa Bogor dikenal dengan teknik penyajian unik “dikocok” yang membuat bihun dan tauge menyatu sempurna dengan kuah santan kuning berbumbu.

Laksa Bogor. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 12:03

Mengapa Nabi Mengajarkan 'Baarakallahu Laka' dan 'Baaraka Alaika' dalam Doa Pernikahan?

Mengapa Nabi menggunakan lafazh “laka” dan “‘alaika” dalam doa pernikahan? Ternyata tersimpan pesan mendalam tentang sakinah, cinta, ujian hidup, syukur, dan kesabaran rumah tangga.

Pasangan suami istri. (Sumber: Istimewa | Foto: Muhammad Mufti SN)
Beranda 28 Mei 2026, 09:45

Idul Adha 1447 H, PLN NP UP Cirata Tebar Kepedulian lewat Bantuan Hewan Kurban

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan 5 sapi dan 21 kambing kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 09:34

Harga Mahal Sebuah Piala: Saat Euforia Juara Persib Bandung Harus Dibayar dengan Nyawa

Merayakan Persib boleh menggila, tetapi logika dan kemanusiaan jangan sampai ikut mati.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 28 Mei 2026, 00:27

Kelola Belanja Keluarga lewat HP, Ibu Rumah Tangga Perlu Paham Ancaman Digital Perbankan

Era digital yang sudah serba canggih telah memberikan kemudahan untuk pelbagai sektor, termasuk perbankan.

Aplikasi BRImo dari Bank BRI. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 18:04

Wajah Ganda Kota Kembang: Ramah Wisatawan, Menantang bagi Pekerja

Bandung memikat jutaan wisatawan, tetapi pekerjanya menghadapi tekanan biaya hidup.

Kawasan legendaris Braga bukan sekadar jalan, melainkan lembaran sejarah yang hidup, menyatu dengan denyut nadi modernitas kota. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 27 Mei 2026, 15:17

Ketika BUMDes dan BRILink Jadi Duet Andalan untuk Tingkatkan Ekonomi Desa Margamukti

BRILink di Margamukti adalah cermin dari cara berpikir BUMDes Marga Makmur secara keseluruhan.

Agen BRILink BUMDes Marga Makmur, di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 13:19

Ibadah Qurban atau Ibadah Udhiyyah? Yuk Kenali Istilah yang benar dalam Islam

Seringkali terdengar ibadah qurban pada momentum Idul Adha, apa arti sebenarnya?

Hewan udhiyyah di Indonesia adalah sapi, kambing, domba, kerbau (Sumber: Pixeabay | Foto: Paskvi)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 12:31

Menolak Lupa: Surat Samantha untuk Perdamaian Dunia

Kisah seorang anak yang memberi pesan bahwa perdamaian dunia adalah hak mutlak setiap umat manusia

Samantha Smith (Sumber: Kennebec Journal)
Beranda 27 Mei 2026, 10:59

Sambut Idul Adha, PLN Nusantara Power Pastikan PLTA Cirata Beroperasi Prima

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.
Beranda 27 Mei 2026, 10:38

Kalau Tidak Ada Ketupat, Rasanya Bukan Lebaran

Lapak-lapak kecil di Jalan Gurame memperlihatkan satu hal sederhana beberapa tradisi ternyata masih bertahan.

Rio penjual ketupat musiman di Jalan Gurame, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 10:06

Cicaheum Purna, Mampukah Leuwipanjang Menanggung Bebannya?

Pemusatan terminal ke Leuwipanjang patut diapresiasi karena membawa janji modernisasi.

Suasana Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 18:26

Makna Berkurban di Tengah Hidup yang Serba Sulit

Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga refleksi atas berbagai pengorbanan masyarakat yang sering kali tidak terlihat di tengah hidup yang semakin sulit.

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 17:05

Melon Premium Margamukti, dari Desa ‘Tanpa Keunikan’ sampai Berhasil Ciptakan Ekosistem Mandiri

BUMDes Marga Makmur menciptakan ‘pasar’. Menciptakan jaringan petani sampai menghubungkan mereka kepada para pembeli.

Hasil budidaya melon premium di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 15:15

Demokratisasi Rasa: Potret Arsitektur Sosial dan Spiritual di Atas Meja Makan Idul Adha

Pesta kuliner yang terjadi selama Idul Adha merupakan manifestasi dari rasa syukur yang mendalam.

Ilustrasi olahan rendang dari daging kurban Idul Adha. (Sumber: Unsplash | Foto: prananta haroun)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 14:04

Duel Klasik Persib vs PSMS di Final Divisi Utama Perserikatan 1985

Final Divisi Utama Perserikatan 1985 antara Persib Bandung melawan PSMS Medan di Stadion Utama Senayan, Jakarta, pada 23 Februari 1985.

Berdiri dari kiri: Iwan Sunarya, Dede Iskandar, Sobur, Kosasih, Wawan Karnawan,  Ajat Sudrajat. Jongkok: Jafar Sidik, Suryamin, Sukowiyono, Adeng Hudaya dan Robby Darwis. (Sumber: tabloid BOLA edisi Februari 1983 | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 13:00

Wededed ... Ikoniknya para Bobotoh Encib

Selebrasi para bobotoh Persib saat ini yang paling ikonik adalah sepeda motor yang digeber-geber sehingga menghasilkan suara wededed.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 12:12

Di Balik Konvoi Juara Persib 2026, Netizen Heran Banyak Kejadian 'Aneh' Tahun Ini

Keresahan sebagaian publik yang terjadi pada momentum konvoi juara tim Persib Bandung tahun 2026.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 26 Mei 2026, 11:24

3 Catatan untuk Konvoi Persib di Masa Depan: Sterilisasi Jalur, Keselamatan Bobotoh, dan Masalah Sampah

Konvoi juara Persib menyisakan sejumlah evaluasi, mulai dari sterilisasi jalur, keselamatan Bobotoh saat berdesakan, hingga 112 ton sampah di Kota Bandung.

Pemain dan official Persib Bandung bersama Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 26 Mei 2026, 09:58

Pemandian Air Panas Cimanggu kini hadir dengan wajah baru sebagai Jiwanta Hot Spring di kawasan Ciwidey.

Jiwanta Hot Spring menghadirkan konsep baru pemandian air panas alami dengan fasilitas lebih modern di Ciwidey.

Pemandian Air Panas Cimanggu. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)