Membaca Bendera One Piece 'Jolly Roger' sebagai Simbol Komunikasi Publik

3 menit baca
Muhammad Sufyan Abdurrahman
Ditulis oleh Muhammad Sufyan Abdurrahman diterbitkan
Bendera One Piece yang belakangan jadi kontroversi di Indonesia. (Sumber: Deviantart/Vlarg)
Bendera One Piece yang belakangan jadi kontroversi di Indonesia. (Sumber: Deviantart/Vlarg)

Belakangan ini kita menyaksikan fenomena unik namun sarat makna. Jelang perayaan kemerdekaan, sejumlah sopir truk memilih tidak mengibarkan bendera merah putih di kendaraan mereka.

Padahal biasanya, tiap bulan Agustus, bendera itu berkibar megah di spion atau di tiang-tiang truk yang melintasi ribuan kilometer jalanan Indonesia. Sebagai gantinya, mereka mengibarkan bendera bajak laut "Jolly Roger" dari serial One Piece.

Tindakan itu mengundang kontroversi, tetapi juga membuka ruang bagi tafsir yang lebih mendalam, terutama jika dilihat dari perspektif ilmu komunikasi.

Dalam studi komunikasi politik, simbol visual seperti bendera tergolong sebagai komunikasi nonverbal. Ia menyampaikan pesan tanpa perlu diucapkan. Dumitrescu dalam ulasan akademiknya, Nonverbal Communication in Politics: A Review of Research Developments (2016) menyebutkan, komunikasi nonverbal memiliki kekuatan besar dalam membentuk sikap dan perilaku politik, terlebih dalam kondisi informasi yang minim.

Kanal visual seperti simbol bajak laut ternyata tidak hanya menggerakkan emosi, tetapi juga membuka ruang refleksi tentang ketimpangan, ketidakadilan, dan relasi kuasa.

Maka ketika para sopir menyampaikan kalimat "Maaf Jenderal, tahun ini tidak ada bendera merah putih di truk kami", yang terdengar bukan sekadar keluhan, tapi sinyal keresahan kolektif yang ditampung dalam lambang sederhana.

Bendera bajak laut dari dunia fiksi One Piece tidak lahir di ruang hampa. Ia terhubung dengan keresahan sosial yang nyata. Para sopir truk memprotes penerapan aturan ODOL yang dirasa timpang.

Mereka dihukum karena membawa muatan berlebih, padahal yang menyuruh adalah perusahaan ekspedisi. Bendera itu kemudian menyebar, bukan hanya di jalanan, tapi juga di ruang digital. Masyarakat dari berbagai latar ikut mengibarkannya.

Sebab dalam cerita One Piece, kita menemukan kisah perlawanan terhadap ketidakadilan yang terasa sangat dekat dengan pengalaman hidup masyarakat Indonesia.

Pemerintah dunia dalam cerita itu digambarkan melindungi elit yang semena-mena, menutup sejarah, memungut upeti tanpa timbal balik, dan memberdayakan aparat dengan kekuasaan mutlak. Semua ini, bagi banyak warga Indonesia, bukan sekadar fiksi, tetapi refleksi dari situasi riil yang mereka hadapi.

Respon Penguasa

Komik One Piece karya Eiichiro Oda. (Sumber: Unsplash/CAIO DELAROLLE)
Komik One Piece karya Eiichiro Oda. (Sumber: Unsplash/CAIO DELAROLLE)

Respon penguasa sayangnya tidak semua bijak. Menko Polhukam menyebut pengibaran bendera One Piece sebagai bentuk provokasi. Ia mengingatkan bahwa simbol negara tidak boleh dikalahkan oleh lambang lain.

Anggota MPR RI Firman Soebagyo bahkan menyebut gerakan ini berpotensi makar dan meminta aparat segera memeriksa para pelakunya. Padahal tidak semua pejabat melihatnya dengan cara yang sama.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta agar masyarakat tidak dibenturkan dengan simbol negara. Menurutnya ini hanyalah bentuk ekspresi dari rasa frustrasi yang seharusnya disikapi dengan kebijaksanaan.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani pun menyampaikan hal serupa. Baginya, fenomena ini adalah bentuk kreativitas yang tidak perlu ditanggapi secara berlebihan. Kecintaan masyarakat terhadap merah putih tidak akan luntur hanya karena simbol budaya populer.

Pemerintah seharusnya tidak takut terhadap simbol yang lahir dari rakyat. Justru dari sana negara bisa belajar mendengar kembali.

Kita bisa mulai dengan bertanya: mengapa simbol bajak laut lebih menggugah bagi sebagian warga? Mengapa mereka lebih memilih itu ketimbang jargon resmi?

Mungkin karena simbol itu terasa lebih jujur, lebih menyuarakan perasaan, dan lebih terhubung dengan pengalaman sehari-hari.

Para sopir truk itu tetap bekerja, tetap membayar pajak, tetap menghadapi jalanan rusak dan pungutan liar.

Mereka bukan musuh negara. Mereka adalah bagian dari rakyat yang ingin suaranya didengar. Maka sebelum tergesa menyebutnya subversif atau menghina, mari dengar dulu maksudnya.

Bisa jadi, lewat bendera itu, mereka hanya ingin bertanya: apakah negara masih mau mendengarkan? (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 07 Okt 2026, 09:42

Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

Pembangunan halte BRT di tengah Jalan Ahmad Yani picu kekhawatiran macet. Warga dan pengamat mengkritik desain, Pemkot pilih percepat proyek, sementara perencana ungkap manfaat BRT.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)