Dua Operasi Caesar yang Mengubah Stigma

5 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan
Shafa (baju krem kiri) dan Athiya, dua anak dari Rika Muflihah yang selamat lahir berkat operasi caesar. (Sumber: Ayobandung.id)
Shafa (baju krem kiri) dan Athiya, dua anak dari Rika Muflihah yang selamat lahir berkat operasi caesar. (Sumber: Ayobandung.id)

AYOBANDUNG.ID Seperti kebanyakan orang, Rika Muflihah punya stigma tersendiri tentang Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Secara blak-blakan ia sempat cukup lama yakin jika JKN memang dikhususkan untuk mereka yang masuk kategori miskin. Bukan untuk semua kalangan.

Persepsinya sederhana, jika masih mampu berobat dengan biaya sendiri, lebih baik jangan JKN.

"Dulu itu mikirnya, JKN ya untuk yang tidak mampu berobat saja. Kalau kelas pekerja, ya baiknya bayar mandiri. Layanannya saya kira ala kadarnya, antre panjang, dan hal ribet lainnya," kenang perempuan 35 tahun itu sambil tersipu, mengingat cara pandangnya.

Stigma itu mengakar kuat di benaknya. JKN identik dengan kemiskinan, pelayanan buruk, dan kerumitan administrasi yang menjengkelkan. Ia bahkan sempat ragu memanfaatkan program ini meski sudah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Tahun 2016, di bulan-bulan terakhir kehamilan anak pertama, Rika dan suami masih berencana mengandalkan tabungan pribadi untuk biaya persalinan, sebagai antisipasi.

Ia dan suaminya khawatir akan kelancaran proses pengajuan jaminan kesehatan.

Cemasnya makin kentara saat dokter bilang jika anak pertama mereka harus dilahirkan caesar. Perkiraan biaya Rp 9 juta makin membuat kepalanya pusing.

"Waktu itu saya dan suami sadar, uang tabungan tidak cukup. Wah, panik itu," tutur Rika.

Namun, suasana berubah drastis, kala petugas administrasi mengingatkan manfaat kepesertaan JKN yang dimilikinya. Rasa cemas menguap jadi tenang, setelah petugas bilang operasi caesar itu gratis.

"Sebetulnya waktu itu, walau langsung merasa lega, masih ada sedikit skeptis. Masa sih gratis? Pasti ada biaya tambahan nanti?" ingatnya.

Operasi caesar pertama itu memecah stereotip yang selama ini ia yakini. Pelayanan dokter profesional, perawatan intensif. Semuanya berkualitas sama dengan yang berbayar.

"Saya dan suami jujur aja kaget. Ternyata kualitas pelayanan JKN aman-aman aja. Dan ya itu, biaya operasi caesar ditanggung bersih," lanjut wanita kelahiran 1990 itu.

Meski begitu, ada tersisa penyesalan. Ketika Athiya masih dalam kandungan, belum terdaftar sebagai peserta JKN. Alhasil biaya perawatan bayi Rp 2,6 juta tetap harus dibayar tunai.

"Ini akibat stigma saya sendiri. Kalau dari awal percaya JKN, pasti Athiya sudah didaftarkan sejak usia dalam kandungan 7-8 bulan," sesalnya.

Pengalaman pertama itu mengubah pandangan Rika secara radikal. Ia mulai mencari tahu lebih dalam tentang Program JKN yang dikelola BPJS Kesehatan.

Ia menyadari program ini tidak diskriminatif. Tersedia untuk semua kalangan, apa pun status ekonominya dan berapa pun usianya, layak diakses oleh seluruh Warga Negara Indonesia (WNI), dan boleh pula untuk Warga Negara Asing (WNA) yang tinggal di Indonesia.

"Saya baru paham itu setelah anak pertama lahir. Kadang kita banyak skeptisnya, abai antisipasi jadinya," tutur Rika.

Lahiran Kedua, Tak Ada Stigma

Kartu Indonesia Sehat (KIS) merupakan kartu peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. (Sumber: Ayobandung.id)
Kartu Indonesia Sehat (KIS) merupakan kartu peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. (Sumber: Ayobandung.id)

Empat tahun setelah kelahiran Athiya, saat hamil anak kedua, sikap Rika berubah 180 derajat.

Saat Hari Perkiraan Lahir (HPL) sudah mulai dekat, semua administrasi kepesertaan JKN sudah disiapkan rapi, termasuk untuk calon bayi.

"Ya, ada momen lucu. Suami sampai bilang, 'Kamu, mah, lebih semangat urus administrasi JKN daripada beli perlengkapan bayi.' Masih inget terus kata-katanya," ceritanya tertawa.

"Padahal dulu saya yang paling males dan curiga sama program jaminan kesehatan ini," tambahnya.

Operasi caesar kedua untuk kelahiran Shafa menjadi bukti nyata transformasi sudut pandangnya. Kali ini tidak ada kecemasan finansial, tidak ada keraguan tentang kualitas layanan. Semuanya berjalan mulus dan gratis total.

"Subhanallah, ya. Operasi caesar anak kedua gratis, perawatan Shafa juga gratis. Cuma tes COVID-19 saja Rp 150 ribu, karena memang belum masuk tanggungan waktu itu," kenangnya bersyukur.

Perbedaan psikologis antara dua persalinan itu sangat mencolok bagi Rika dan suaminya.

Pada kelahiran pertama mereka merasa stres memprediksi biaya. Pasca operasi pun beban pikiran ini masih ada tersisa. Di kelahiran kedua, pikirannya tenang, fokus sepenuhnya pada kesembuhan, dan merawat bayi.

"Yang pertama habis operasi, pikiran kemana-mana. Tagihan berapa, uang cukup tidak, mau pinjam siapa? Sedangkan yang kedua pikiran damai, cuma mikirin gimana caranya cepat sembuh dan bisa gendong bayi," bandingnya.

Stigma yang sudah luntur membuat Rika semakin aktif memanfaatkan layanan JKN. Cek laboratorium lengkap senilai Rp 1 juta, kontrol rutin anak-anak, bahkan periksa gigi, semuanya ia jalani tanpa beban finansial.

"Kalau masih punya stigma, mungkin saya masih ragu-ragu mau periksa. Takut mahal, takut pelayanannya jelek. Sekarang enggak mikir dua kali. Kesehatan nomor satu, sih, kalau sekarang" tegasnya.

Kendati begitu, tak dipungkiri, kini pun ia masih sering mendengar komentar negatif tentang JKN dari orang-orang di sekitarnya. Menurutnya, stigma tentang ini masih mengakar karena kurangnya pengalaman langsung.

"Orang cenderung percaya desas-desus tanpa mencoba sendiri. Padahal realitanya jauh berbeda," bebernya.

Kisah Rika sejalan dengan pencapaian Program JKN yang telah mengangkat beban biaya berobat masyarakat sekaligus memeratakan akses layanan kesehatan di seluruh Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin, menegaskan bahwa JKN merupakan bagian integral dari upaya pemerintah mengatasi kemiskinan dan menyejahterakan rakyat.

"BPJS Kesehatan telah bekerja keras mewujudkan pemerataan akses pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat. Kita patut bangga memiliki badan penyelenggara jaminan sosial yang melayani 98% rakyat Indonesia," kata Cak Imin dalam Sarasehan HUT ke-57 BPJS Kesehatan.

Pemerintah berkomitmen penuh mendukung program ini. Setiap tahun, pemerintah pusat mengalokasikan Rp 47 triliun untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan, sementara pemerintah daerah turut mendukung suksesnya program dalam melayani masyarakat.

"Masyarakat baru sadar betapa pentingnya BPJS Kesehatan aktif kalau sudah masuk rumah sakit," imbuh Cak Imin.

Masih dalam keterangan resmi yang sama, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menegaskan komitmen menghadirkan layanan JKN yang mudah, cepat, dan setara.

"Dahulu tidak semua orang bisa mengakses layanan kesehatan memadai. Sekarang semua lapisan masyarakat yang menjadi peserta JKN aktif bisa berobat tanpa terkendala biaya mahal," tuturnya dalam situs resmi BPJS Kesehatan.

Selain itu, Indonesia memasuki era aging population dengan risiko kesehatan yang terus meningkat, ditambah meningkatnya penyakit kronis yang membutuhkan biaya besar.

Karenanya, BPJS Kesehatan terus didorong pelayanan promotif dan preventif, khususnya deteksi dini sebagai upaya pencegahan.

Lebih cepat diantisipasi, lebih baik. Sememangnya kesadaran bahwa JKN berlaku guna untuk semua kalangan (terlepas status ekonomi, usia, bahkan untuk WNA sekalipun) harus ditularkan.

Rika berharap kisahnya bisa mengubah stigma serupa di masyarakat. Dua operasi caesar yang ia terima ialah bukti nyata dalam memastikan kepesertaan JKN aktif, baik untuk diri sendiri ataupun keluarga.

"Saya ingin orang-orang tidak mengulangi kesalahan saya di kelahiran anak pertama. Jangan biarkan stigma menghalangi akses ke layanan kesehatan. Tapi untungnya kelahiran anak kedua jauh lebih baik, karena kami tidak skeptis lagi," tutup Rika. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Sep 2026, 18:33

Jika Ada Lagi Taman Nasional atau Taman Hutan Raya Baru di Jawa Barat

Menelusuri peluang hadirnya taman nasional atau taman hutan raya (tahura) baru sebagai benteng keanekaragaman hayati, pelindung ekosistem (flora dan fauna) serta oasis hijau masa depan Bumi Pasundan.

Bagas Aji Prakoso saat menjajal Tahura Djuanda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 16:50

Ketika Idealisme Pengabdian Gen-Z Membentur Tembok Kaku Birokrasi

Artikel opini ini membahas paradoks antara idealisme pengabdian ASN Generasi Z dan budaya birokrasi yang masih dianggap kaku.

Tumpukan Berkas. (Sumber: Chat GPT | Foto: AI Chat GPT)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 15:05

Jalur FM: Ketika Suara dari Udara Menjadi Lebih Jernih

Sebelum gelombang FM semakin ramai di Bandung, perubahan serupa lebih dahulu terasa di Jakarta.

Studio Radio OZ Bandung di Jl. Setrasari II No. 14, Bandung. Radio OZ menjadi salah satu stasiun radio di Bandung yang termasuk awal bermigrasi dari jalur AM ke FM. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 14:42

216 Tahun Kota Bandung: Merawat Warisan dan Membangun Masa Depan Gastronomi Berkelanjutan

Lebih dari sekadar destinasi tempat orang mencari tempat makan yang estetis atau makanan lezat, Bandung pada hakikatnya adalah laboratorium budaya.

Kudapan tradisional khas Kota Kembang yang sangat populer antara lain cireng, cilok, seblak, dan telur gulung. (Sumber: Shutterstock | Foto: Hanifah Kurniati)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 12:21

Momentum Mahasiswa Meraih Prestasi

Mahasiswa sering menyalahkan diri dan keadaannya dalam situasi yang sulit. Menurut mahasiswa, bahwa keberadaannya belum tentu berprestasi. 

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat, 1 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 22 Sep 2026, 10:40

Media Lokal Cari Model Bisnis Baru di Local Media Summit 2026

Media lokal tidak lagi hanya dituntut menjadi penerbit berita, tetapi juga dapat berkembang menjadi agensi lokal, pengelola komunitas.

Local Media Summit (LMS) akan kembali hadir di pada 22-23 Oktober 2026 di Hotel Manhattan Jakarta.
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:15

Jika Benzema Datang, Persib Sebenarnya Membeli Apa?

Status bebas transfer Benzema saat ini membuat sebuah pintu terbuka untuk Persib.

Karim Benzema (Sumber: ayobandung.com | Foto: Wikimedia Commons (Lisensi CC) via ayobandung.com)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:00

Urap: Jejak Mahakarya Kuliner Tertua dan Filosofi Kehidupan dalam Sepiring Sayuran Nusantara

Dalam khazanah gastronomi Indonesia, urap bukan sekadar komposisi sayuran dan kelapa parut.

Urap merupakan sajian sayuran tertua di tanah Jawa yang tercatat secara formal dalam literatur sejarah. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:31

Demokrasi yang Berakar: Ketika Politik Bertemu  Budaya dan Kepercayaan

Sebelum seseorang menjatuhkan pilihan politiknya, ada proses komunikasi yang panjang. Sebelum sebuah kekuasaan dianggap sah, ada proses pembentukan makna.

Diah Fatma Sjoraida merupakan Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. (Sumber: Gemini | Foto: Ilustrasi oleh AI)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:01

Urgensi Kota Bandung: Persolan Sampah dan Kemacetan

Sampah dan kemacetan adalah dua persoalan besar yang dihadapi Bandung. Harus diatasi dengan membangun kesadaran bersama, yang akhirnya demi kenyamanan bagi warga Bandung, sebagai rumah bersama.

Pengendara melintas di dekat tumpukan sampah yang menggunung di TPS Jalan Makam Caringin, Kota Bandung, Kamis, 9 April 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 18:17

Imaji Papua Bersilaturahmi dengan Caraka Sundanologi Bandung

Imaji Papua membawa cerita tentang manusia, budaya, dan kehidupan Tanah Papua ke Bandung melalui film dan dialog lintas komunitas.

Caraka Sundanologi bersilaturahmi dengan komunitas Imaji Papua melalui pemutaran film dokumenter sebagai ruang berbagi cerita, budaya, dan pengalaman tentang Papua. (Sumber: Nonon Rachnaya)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 17:20

Bandung dan Terbentuknya Karyawan 'Flourish'

Ketika Pemkot Bandung berhasil memangkas hambatan birokrasi,sektor industri harus siapkan sistem rekrutmen yang presisi.

Bandung dan urgensi karyawan "Flourish" (Sumber: dokpri dengan kreasi chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 16:22

Tugu Proklamasi Cirebon: Jejak Pembacaan Proklamasi 15 Agustus 1945

Sebuah tugu berwarna putih di perempatan Jalan Siliwangi, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, itu menjadi saksi bahwa kemerdekaan Indonesia pernah diproklamirkan sebelum 17 Agustus 1945.

Tugu Proklamasi Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Wahyu)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 15:58

Menimbang Dampak Pajak Otomatis di Tengah Melejitnya Lokapasar Kota Bandung

Proses perpajakan digital menuntut UMKM agar merapikan pembukuan mereka

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan (Kanan). (Sumber: Humas Pemkot Bandung)
Ikon 21 Sep 2026, 15:33

Stasiun Cicalengka, dari Stasiun Bersejarah jadi Tinggal Sejarah

Stasiun Cicalengka berusia lebih dari seabad. Bangunan lamanya telah dibongkar, sementara tinggalan sejarahnya masih tersisa.

Stasiun Cicalengka, Bandung, antara tahun 1900-1920-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 13:41

Akar Historis dan Evolusi Gastronomi Sunda: Meneroka Budaya Pangan Tatar Parahyangan

Gastronomi bukan sekadar urusan pemuasan kebutuhan fisiologis manusia melalui asupan nutrisi, melainkan sebuah disiplin ilmu yang membedah korelasi intrinsik antara makanan dan kebudayaan.

Penjual makanan keliling di Jawa Barat sekitar tahun 1910. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 11:21

Bioskop sebagai Ruang Refleksi Diri

Bioskop di era modern tidak sekedar ajang hiburan tapi ruang refleksi yang membuat nyaman.

Ilustrasi bioskop. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 09:09

Ketika Fikom Harus Mengajarkan Cara Berkomunikasi dengan Mesin

Sekarang mulai terbentuk pola baru komunikasi, yakni manusia berbicara kepada mesin, mesin menghasilkan pesan, mesin memilih pesan, lalu manusia menerima dan menafsirkannya.

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. (Sumber: ayobandung.com | Foto: fikom.unpad.ac.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 17:07

930 Pecatur di Bandung Dapat Wejangan dari Legenda Utut Adianto

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru.

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 16:57

Istilah Bahasa Jawa untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Mengenal istilah lokal Bahasa Jawa untuk menggambarkan kekuatan guncangan gempa bumi, dari Lir hingga Lindhu Kiamat/Jagad Obah. Kaya makna dan kearifan lokal suu bangsa Jawa.

Ilustrasi bangunan yang rusak akibat gempa bumi. (Sumber: Pexels | Foto: Ahmed akacha)