Dua Operasi Caesar yang Mengubah Stigma

Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan Kamis 31 Jul 2025, 17:30 WIB
Shafa (baju krem kiri) dan Athiya, dua anak dari Rika Muflihah yang selamat lahir berkat operasi caesar. (Sumber: Ayobandung.id)

Shafa (baju krem kiri) dan Athiya, dua anak dari Rika Muflihah yang selamat lahir berkat operasi caesar. (Sumber: Ayobandung.id)

AYOBANDUNG.ID Seperti kebanyakan orang, Rika Muflihah punya stigma tersendiri tentang Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Secara blak-blakan ia sempat cukup lama yakin jika JKN memang dikhususkan untuk mereka yang masuk kategori miskin. Bukan untuk semua kalangan.

Persepsinya sederhana, jika masih mampu berobat dengan biaya sendiri, lebih baik jangan JKN.

"Dulu itu mikirnya, JKN ya untuk yang tidak mampu berobat saja. Kalau kelas pekerja, ya baiknya bayar mandiri. Layanannya saya kira ala kadarnya, antre panjang, dan hal ribet lainnya," kenang perempuan 35 tahun itu sambil tersipu, mengingat cara pandangnya.

Stigma itu mengakar kuat di benaknya. JKN identik dengan kemiskinan, pelayanan buruk, dan kerumitan administrasi yang menjengkelkan. Ia bahkan sempat ragu memanfaatkan program ini meski sudah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Tahun 2016, di bulan-bulan terakhir kehamilan anak pertama, Rika dan suami masih berencana mengandalkan tabungan pribadi untuk biaya persalinan, sebagai antisipasi.

Ia dan suaminya khawatir akan kelancaran proses pengajuan jaminan kesehatan.

Cemasnya makin kentara saat dokter bilang jika anak pertama mereka harus dilahirkan caesar. Perkiraan biaya Rp 9 juta makin membuat kepalanya pusing.

"Waktu itu saya dan suami sadar, uang tabungan tidak cukup. Wah, panik itu," tutur Rika.

Namun, suasana berubah drastis, kala petugas administrasi mengingatkan manfaat kepesertaan JKN yang dimilikinya. Rasa cemas menguap jadi tenang, setelah petugas bilang operasi caesar itu gratis.

"Sebetulnya waktu itu, walau langsung merasa lega, masih ada sedikit skeptis. Masa sih gratis? Pasti ada biaya tambahan nanti?" ingatnya.

Operasi caesar pertama itu memecah stereotip yang selama ini ia yakini. Pelayanan dokter profesional, perawatan intensif. Semuanya berkualitas sama dengan yang berbayar.

"Saya dan suami jujur aja kaget. Ternyata kualitas pelayanan JKN aman-aman aja. Dan ya itu, biaya operasi caesar ditanggung bersih," lanjut wanita kelahiran 1990 itu.

Meski begitu, ada tersisa penyesalan. Ketika Athiya masih dalam kandungan, belum terdaftar sebagai peserta JKN. Alhasil biaya perawatan bayi Rp 2,6 juta tetap harus dibayar tunai.

"Ini akibat stigma saya sendiri. Kalau dari awal percaya JKN, pasti Athiya sudah didaftarkan sejak usia dalam kandungan 7-8 bulan," sesalnya.

Pengalaman pertama itu mengubah pandangan Rika secara radikal. Ia mulai mencari tahu lebih dalam tentang Program JKN yang dikelola BPJS Kesehatan.

Ia menyadari program ini tidak diskriminatif. Tersedia untuk semua kalangan, apa pun status ekonominya dan berapa pun usianya, layak diakses oleh seluruh Warga Negara Indonesia (WNI), dan boleh pula untuk Warga Negara Asing (WNA) yang tinggal di Indonesia.

"Saya baru paham itu setelah anak pertama lahir. Kadang kita banyak skeptisnya, abai antisipasi jadinya," tutur Rika.

Lahiran Kedua, Tak Ada Stigma

Kartu Indonesia Sehat (KIS) merupakan kartu peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. (Sumber: Ayobandung.id)
Kartu Indonesia Sehat (KIS) merupakan kartu peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. (Sumber: Ayobandung.id)

Empat tahun setelah kelahiran Athiya, saat hamil anak kedua, sikap Rika berubah 180 derajat.

Saat Hari Perkiraan Lahir (HPL) sudah mulai dekat, semua administrasi kepesertaan JKN sudah disiapkan rapi, termasuk untuk calon bayi.

"Ya, ada momen lucu. Suami sampai bilang, 'Kamu, mah, lebih semangat urus administrasi JKN daripada beli perlengkapan bayi.' Masih inget terus kata-katanya," ceritanya tertawa.

"Padahal dulu saya yang paling males dan curiga sama program jaminan kesehatan ini," tambahnya.

Operasi caesar kedua untuk kelahiran Shafa menjadi bukti nyata transformasi sudut pandangnya. Kali ini tidak ada kecemasan finansial, tidak ada keraguan tentang kualitas layanan. Semuanya berjalan mulus dan gratis total.

"Subhanallah, ya. Operasi caesar anak kedua gratis, perawatan Shafa juga gratis. Cuma tes COVID-19 saja Rp 150 ribu, karena memang belum masuk tanggungan waktu itu," kenangnya bersyukur.

Perbedaan psikologis antara dua persalinan itu sangat mencolok bagi Rika dan suaminya.

Pada kelahiran pertama mereka merasa stres memprediksi biaya. Pasca operasi pun beban pikiran ini masih ada tersisa. Di kelahiran kedua, pikirannya tenang, fokus sepenuhnya pada kesembuhan, dan merawat bayi.

"Yang pertama habis operasi, pikiran kemana-mana. Tagihan berapa, uang cukup tidak, mau pinjam siapa? Sedangkan yang kedua pikiran damai, cuma mikirin gimana caranya cepat sembuh dan bisa gendong bayi," bandingnya.

Stigma yang sudah luntur membuat Rika semakin aktif memanfaatkan layanan JKN. Cek laboratorium lengkap senilai Rp 1 juta, kontrol rutin anak-anak, bahkan periksa gigi, semuanya ia jalani tanpa beban finansial.

"Kalau masih punya stigma, mungkin saya masih ragu-ragu mau periksa. Takut mahal, takut pelayanannya jelek. Sekarang enggak mikir dua kali. Kesehatan nomor satu, sih, kalau sekarang" tegasnya.

Kendati begitu, tak dipungkiri, kini pun ia masih sering mendengar komentar negatif tentang JKN dari orang-orang di sekitarnya. Menurutnya, stigma tentang ini masih mengakar karena kurangnya pengalaman langsung.

"Orang cenderung percaya desas-desus tanpa mencoba sendiri. Padahal realitanya jauh berbeda," bebernya.

Kisah Rika sejalan dengan pencapaian Program JKN yang telah mengangkat beban biaya berobat masyarakat sekaligus memeratakan akses layanan kesehatan di seluruh Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin, menegaskan bahwa JKN merupakan bagian integral dari upaya pemerintah mengatasi kemiskinan dan menyejahterakan rakyat.

"BPJS Kesehatan telah bekerja keras mewujudkan pemerataan akses pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat. Kita patut bangga memiliki badan penyelenggara jaminan sosial yang melayani 98% rakyat Indonesia," kata Cak Imin dalam Sarasehan HUT ke-57 BPJS Kesehatan.

Pemerintah berkomitmen penuh mendukung program ini. Setiap tahun, pemerintah pusat mengalokasikan Rp 47 triliun untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan, sementara pemerintah daerah turut mendukung suksesnya program dalam melayani masyarakat.

"Masyarakat baru sadar betapa pentingnya BPJS Kesehatan aktif kalau sudah masuk rumah sakit," imbuh Cak Imin.

Masih dalam keterangan resmi yang sama, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menegaskan komitmen menghadirkan layanan JKN yang mudah, cepat, dan setara.

"Dahulu tidak semua orang bisa mengakses layanan kesehatan memadai. Sekarang semua lapisan masyarakat yang menjadi peserta JKN aktif bisa berobat tanpa terkendala biaya mahal," tuturnya dalam situs resmi BPJS Kesehatan.

Selain itu, Indonesia memasuki era aging population dengan risiko kesehatan yang terus meningkat, ditambah meningkatnya penyakit kronis yang membutuhkan biaya besar.

Karenanya, BPJS Kesehatan terus didorong pelayanan promotif dan preventif, khususnya deteksi dini sebagai upaya pencegahan.

Lebih cepat diantisipasi, lebih baik. Sememangnya kesadaran bahwa JKN berlaku guna untuk semua kalangan (terlepas status ekonomi, usia, bahkan untuk WNA sekalipun) harus ditularkan.

Rika berharap kisahnya bisa mengubah stigma serupa di masyarakat. Dua operasi caesar yang ia terima ialah bukti nyata dalam memastikan kepesertaan JKN aktif, baik untuk diri sendiri ataupun keluarga.

"Saya ingin orang-orang tidak mengulangi kesalahan saya di kelahiran anak pertama. Jangan biarkan stigma menghalangi akses ke layanan kesehatan. Tapi untungnya kelahiran anak kedua jauh lebih baik, karena kami tidak skeptis lagi," tutup Rika. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Bandung 06 Mei 2026, 20:20

Mulai Rp10 Ribu, Aksesori Batu Rimba Buktikan Produk Lokal Bisa Tampil Berkelas dan Bernilai Estetika Tinggi

Di tengah geliat keragaman aspek budaya nasional yang dipadu-padankan dengan ranah bisnis, kini pelaku UMKM aksesori turut menjadi sasaran atensi.

Batu Rimba asal Kalimantan, produk ini menampilkan gelang jenis batu alam hingga mutiara Lombok. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 18:29

Separuh Kehidupan untuk Kemacetan di Kota Bandung

Bagi pengguna fasilitas transportasi umum, kemacetan adalah pergumulan yang melelahkan tapi harus dilewati setiap hari.

Kemacetan Cibaduyut Saat Ramadhan 2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 17:21

Bandung Kini, Mereka yang Bertahan di Antara Deru Zaman

Di tengah impitan kondisi sosial yang terasa begitu tajam, warga Bandung harus bisa tetap bertahan hidup dengan cara pengorbanan dan kesabaran. Yang akhirnya akan menemukan solusi terbaik.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 16:38

Panduan Wisata ke Little Venice Kota Bunga, Wisata Kanal ala Italia di Kaki Gunung Gede

Destinasi tematik di Kota Bunga ini menghadirkan kanal buatan, bangunan Eropa, dan wahana keluarga dengan latar pegunungan.

Little Venice Kota Bunga Puncak.
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 14:59

Menuju Pelestarian Cagar Budaya Kota Bandung yang Progresif dan Berkeadilan: Kebijakan Insentif Pajak Bumi dan Bangunan

Strategi pelestarian cagar budaya yang progresif dan berkelanjutan untuk menciptakan simbiosis mutualisme antara pelestarian Cagar Budaya dan kepastian hak ekonomi pemilik Cagar Budaya.

Pengendara melintas di Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Selasa 21 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 06 Mei 2026, 13:51

Panjat Dinding, Prestasi dan Profesi yang Langka

Prestasi panjat dinding Indonesia didominasi nomor speed, sementara kekurangan route setter jadi kendala perkembangan atlet.

Panjat dinding. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 11:25

5 Tempat Kuliner dan Restoran Pilihan dengan View Ikonik di Ciwidey Bandung

Panduan tempat makan di Ciwidey dengan view paling menarik. Dari warung sederhana hingga restoran unik di tepi danau.

Warung Kabut, Ciwidey.
Ayo Biz 06 Mei 2026, 11:23

Kita Butuh Isinya, Bukan Wadahnya

Jaga Bumi Ecomart mengajak belanja tanpa kemasan sekali pakai lewat konsep *refill* dan *reuse*. Pesannya sederhana: yang dibutuhkan adalah isi, bukan wadah, demi mengurangi sampah.

Beragam produk hasil recycle di Jaga Bumi Ecomart, menunjukkan limbah dapat diolah menjadi barang bernilai guna. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 09:45

Tujuan Kawula Muda Nonton Film di Tahun 1980-an

Kawula muda Kota Bandung sangat beruntung karena kota tempat mereka beraktifitas di sekolah punya seribu buat menghilangkan kepenatan sebagai pelajar di tahun 1980-an.

Bioskop Majestic, Kota Bandung. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Chainwit)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 07:39

Dari Loyalitas ke Konsumsi, Ketika Bobotoh dan Merchandise Jadi Satu Cerita

Dukungan klub kini bukan hanya emosi, tapi juga konsumsi. Artikel ini mengulas perubahan loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender.

Loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender. (Sumber: TikTok @terracedistric)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 20:28

Panduan Wisata Taman Safari Bogor, Tiket, Wahana, dan Safari Journey

Panduan lengkap Taman Safari Bogor mencakup harga tiket, Safari Journey, wahana, pertunjukan satwa, serta tips berkunjung agar pengalaman lebih maksimal.

Wisata Taman Safari Indonesia di kawasan Puncak, Bogor. (Sumber: Taman Safari Indonesia)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 18:05

Mobilitas Tinggi, Perlindungan Rendah: Catatan Hari Buruh dari Sektor Transportasi Darat

Mobilitas transportasi darat meningkat, tetapi perlindungan pengemudi tertinggal. Hari Buruh menyoroti risiko tinggi, jam kerja panjang, dan lemahnya pengawasan di sektor logistik dan bus.

Ilustrasi sejumlah pengemudi truk logistik dan bus sedang memperingati hari buruh 1 Mei. (Sumber: Google Gemini, 2026)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 17:22

Meng(hardik)nas, Peringatan, dan Kesadaran

Kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Ikhtiar memperbaiki pendidikan dimulai dari ruang kelas, tempat manusia tidak hanya diajarkan pengetahuan, sebagai manusia seutuhnya.

Sejumlah siswa berjualan aneka produk makanan saat acara Market Day di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (5/12/2023) (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 16:28

Lembangku Sayang, Lembangku Malang (Prolog)

Keheningan dan kesederhanaan Lembang mampu menjadi dirinya sendiri, mampu menorehkan kesan yang tiada duanya.

Kartu pos yang bergambarkan gunung Tangkuban Parahu pada masa kolonial Belanda. Lokasi tepat dari gambar ini adalah kawasan jalan Setiabudi atas/Terminal Ledeng, dan foto diambil dari loteng Villa Isola). (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 13:37

10 Netizen Terpilih April 2026: Bandung di Mata Pendatang, antara Bayangan dan Kenyataan

Berikut adalah nama-nama penulis yang meraih apresiasi dengan total hadiah senilai Rp1,5 juta.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 13:14

Tamasya ke Pulau Biawak, Wisata Pulau Konservasi di Laut Jawa

Wisata Pulau Biawak Indramayu mencakup akses dari Karangsong, mercusuar Belanda, habitat biawak liar, kondisi terumbu karang, serta tips kunjungan ke pulau.

Pulau Biawak, Indramayu. (Sumber: Pemprov Jabar)
Beranda 05 Mei 2026, 10:46

Mal BTM yang Tergerus Perubahan Cara Orang Berbelanja

Mal BTM di Bandung perlahan sepi seiring perubahan cara orang berbelanja ke digital, memangkas peran toko fisik dan menggeser rantai distribusi tradisional.

Suasana mal BTM terasa sunyi, pengunjung tak lagi seramai dulu. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 09:25

Setiap Kata adalah Arsip Sejarah

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama.

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama. (Sumber: Pexels | Foto: BOOM 💥 Photography)
Beranda 05 Mei 2026, 09:15

Nasib Pekerja Informal yang Setiap Hari Dikejar Setoran, Tapi Masa Depan Tak Pernah Ikut Dijamin

Kisah dua saudara yang berjuang di tengah keterbatasan peluang kerja dan ketidakpastian upah sebagai petugas parkir demi menyambung hidup hari demi hari.

Sudah hampir 20 tahun Ade bekerja sebagai petugas parkir untuk menyambung hidup. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 04 Mei 2026, 21:56

Belajar dari Tragedi KA Argo: Sudah Saatnya Ubah Cara Awasi Perlintasan Biar Mobil Mogok Tak Lagi Jadi Maut

Tragedi KA Argo 2026 mendesak PT KAI untuk memodernisasi keamanan perlintasan sebidang guna mencegah mobil mogok akibat gangguan elektromagnetik dan rel yang tidak rata.

(Sumber: Pixels | Foto: Irsyad Rifqi)