5 Hidden Gem Makanan Manis di Pasar Cihapit, Wajib Dicoba Saat Main ke Bandung!

3 menit baca
Zahwa Rizkiana Maulida
Ditulis oleh Zahwa Rizkiana Maulida diterbitkan
Salah satu tempat dessert di Pasar Cihapit, yang menjadi tujuan berburu makanan manis bagi pengunjung. (Dokumentasi Penulis)
Salah satu tempat dessert di Pasar Cihapit, yang menjadi tujuan berburu makanan manis bagi pengunjung. (Dokumentasi Penulis)

Pasar Cihapit selama ini dikenal sebagai pasar tradisional yang selalu ramai sejak pagi. Namun, di balik kios-kios sayur dan pedagang harian, kawasan ini menyimpan banyak hidden gem makanan manis yang cocok bagi para pecinta dessert.

Mulai dari jajanan tradisional hingga kudapan kekinian seperti pastry dan cookies, semuanya bisa ditemukan dalam satu area sambil menikmati suasana Pasar Cihapit.

Berikut lima rekomendasi makanan manis di Pasar Cihapit yang wajib dicoba saat berkunjung ke Bandung.

  1. Cerita Manis

    Kalau kamu sedang berkunjung ke Pasar Cihapit, jangan lewatkan untuk mampir ke Cerita Manis yang terkenal dengan kolak campurnya. Pengunjung bisa memilih hingga lima topping sesuai selera. Variannya cukup lengkap, mulai dari candil oren atau hijau, pisang, singkong, bubur jali, ketan hitam, bubur sumsum, kacang hijau, sagu rangi, mutiara, hingga lemu pandan.

    Kolak di Cerita Manis disajikan dalam dua ukuran, yaitu ukuran R seharga Rp18.000 dan ukuran L seharga Rp25.000. Selain kolak, kedai ini juga menyediakan menu khusus akhir pekan seperti Es Campur Medan dan Es Taiwan yang terasa lebih segar. Dengan pilihan menu yang beragam dan suasana kedai yang nyaman, Cerita Manis cocok jadi persinggahan sebelum melanjutkan eksplor Pasar Cihapit.

  2. Kedai Cung Ming

    Kedai Cung Ming menjadi salah satu tempat yang patut dicoba di Pasar Cihapit, terutama bagi kamu yang ingin mencicipi jajanan ala Asia Timur. Kedai ini menawarkan beragam pilihan bun dengan harga yang relatif ramah di kantong.

    Untuk pencinta manis, tersedia varian Bolo Bun seperti Chocolate Bolo Bun, Butter Bolo Bun, dan Kaya Butter Bolo Bun dengan kisaran harga Rp13.000–Rp18.000. Ada juga Chocolate Floss Bun yang memadukan rasa gurih dan manis, serta Milk Bun dengan tekstur lembut dan isian creamy.

    Sementara itu, bagi yang kurang menyukai rasa manis, Cung Ming menyediakan pilihan asin seperti Curry Bolo Bun dan Baso Ayam Bolo Bun. Menunya simpel, harganya terjangkau, dan pas dijadikan camilan saat berkeliling Pasar Cihapit.

  3. Butterday

    Butterday jadi salah satu tempat dessert yang bisa ditemui saat menyusuri Pasar Cihapit. Tempatnya kecil dan sederhana, dengan etalase yang menampilkan berbagai pilihan roti dan dessert. Di sini tersedia aneka roti, donat, cheesecake, hingga menu seperti ggoguma pang dan banana pudding.

    Pilihan dessert di Butterday cukup beragam dan bisa dinikmati sebagai camilan ringan atau dibawa pulang. Soal harga, Butterday tergolong terjangkau karena menu-menu yang ditawarkan dibanderol mulai dari Rp5.000, sehingga tetap aman di kantong saat jajan di pasar.

  4. Florentine

    Bagi pecinta cookies, Florentine di Pasar Cihapit bisa jadi spot yang patut didatangi. Kedai ini dikenal sebagai spesialis cookies dengan dua tipe andalan, yaitu chewy dan soft.

    Harga cookies di Florentine mulai dari Rp12.000 per buah, cukup terjangkau untuk camilan singkat saat berkeliling area pasar. Selain cookies, tersedia juga opsi add on es krim yang bisa dinikmati langsung di tempat sebelum melanjutkan eksplor ke sudut lain Pasar Cihapit.

  5. Bien Patisserie

    Bien menjadi salah satu hidden gem di kawasan Cihapit yang cukup ramah untuk dijadikan oleh-oleh. Kedai pastry ini dikenal sering cepat habis, sehingga datang lebih pagi disarankan agar tidak kehabisan.

    Harga pastry di Bien mulai dari Rp10.000. Pilihan menunya beragam, mulai dari croissant, cromboloni, madeleine, hingga danish dengan berbagai varian. Dengan harga yang terjangkau dan pilihan pastry yang lengkap, Bien cocok dijadikan oleh-oleh maupun camilan saat berkeliling Pasar Cihapit.

Pasar Cihapit bukan sekadar tempat berbelanja kebutuhan harian, tetapi juga menjadi surga kuliner lokal dan modern. Lima rekomendasi di atas bisa menjadi panduan bagi kamu yang ingin mengeksplor makanan manis di Bandung dari kedai-kedai kecil yang kerap luput dari perhatian. Cocok untuk food hunting santai di pagi atau siang hari. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Zahwa Rizkiana Maulida
Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)