Strategi Bersaing Membangun Bisnis Dessert di Tengah Tren yang Beragam

3 menit baca
Haniya  Azkiya
Ditulis oleh Haniya Azkiya diterbitkan
Dubai Truffle Mochi dan Pistabite Cookies. Menu favorite yang merupakan kreasi dari owner Bonsy Bites. (Dokumentasi Penulis)
Dubai Truffle Mochi dan Pistabite Cookies. Menu favorite yang merupakan kreasi dari owner Bonsy Bites. (Dokumentasi Penulis)

Di tengah hiruk-pikuk aroma manis dari cokelat leleh, vanila dan keju yang memenuhi udara, seorang perempuan muda dengan apron sibuk mengemas kue-kue dengan sepenuh hati kedalam packaging. Tangannya cekatan, tapi matanya penuh ketelitian. Di balik dapur sebuah usaha dessert, tersimpan dunia yang penuh semangat dan kreativitas yang terletak di Buah Batu, Kota Bandung.

Bandung dikenal sebagai kota yang kulinernya serba ada, mulai dari tradisional hingga kuliner luar negeri semua bisa dicari di bandung. Ditengah banyaknya tren kuliner yang muncul, semakin banyak juga kuliner di bandung, tidak hanya yang sedang tren ada juga yang membuat inovasi baru dari tren kuliner yang ada.

Contohnya adalah bisnis dessert Bonsy Bites di Bandung. Siapa sangka, dari sekedar hobi mencoba resep kue di rumah saat pandemi, kini Bonsy Bites menjadi salah satu brand dessert rumahan yang cukup dikenal di Bandung. Sosok dibalik Bonsy Bites yang juga tak menyangka perjalanan hobi nya menjadi bisnis yang serius.

Seseorang dibalik usaha ini adalah, Salsa sebagai owner Bonsy Bites yang juga mengurus semua operasional bisnis Bonsy Bites.

“Aku mulai baking ketika baru lulus kuliah di tahun 2021, pada saat itu masih masa pandemi dan tidak bisa kemana-mana juga (karena kebijakan pemerintah pada saat itu). Sambil mengisi waktu luang dan menungggu panggilan kerja, Aku pertama kali coba baking choux, dan kasih hasil baking nya ke orang-orang sekitar, ternyata mereka sangat suka, dan dari situlah Aku mulai coba jualan kecil-kecilan.”

Meski bukan dari sekolah kuliner, Salsa memiliki hobi masak sejak lama. Bonsy Bites pun lahir dari kombinasi kecintaannya pada baking dan semangatnya mencoba hal baru.

Setelah sempat vakum karena kesibukan kerja di sebuah kantor konsultan, pada 2023 ia memutuskan untuk kembali menekuni Bonsy Bites bersama temannya yang kini menjadi partner bisnis. Sejak itu, bisnis ini kembali aktif dan berkembang dengan empat menu andalan yaitu Mochi, Cheesecake, Tiramisu, dan Cookies.

Dari keempatnya, Dubai Mochi menjadi primadona para pelanggan. Salsa sebagai owner yang juga mengurus operasional secara keseluruhan.

“Mungkin karena unik ya, dan juga ini menu terbaru. Sampai sekarang Dubai Mochi masih jadi best seller kami,” ujar Salsa.

Produk-produk Bonsy Bites seluruhnya masih dibuat secara homemade oleh Salsa sendiri di rumah. Produksi dilakukan dalam jumlah yang masih bisa ia tangani, sehingga menjaga kualitas dan cita rasa tetap konsisten. Produk Bonsy Bites dijual dengan harga mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 128.000 tergantung menu dan paket yang dibeli.

Baca Juga: Dari Keikhlasan Bu Mun, Nasi Pecel 10 Ribu Hasilkan Omzet 5 Juta Sehari

Untuk menjangkau pelanggan lebih luas, Bonsy Bites aktif berpartisipasi di berbagai event dan bazar kuliner.

“Karena bisnis kita berbasis online, event itu jadi cara kita berinteraksi langsung sama konsumen,” jelasnya. Biasanya, Salsa mengikuti event setiap sebulan sekali, terutama di akhir pekan.

Sistem pembelian Bonsy Bites dilakukan secara pre-order (PO) melalui akun media sosial Instagram @bonsybites atau WhatsApp, dengan pengiriman same-day untuk area tertentu untuk menjaga produk dalam kondisi baik. Menjelang momen-momen spesial seperti Lebaran dan Natal, Bonsy Bites juga selalu menyiapkan hampers edisi khusus, yang selalu ramai peminat.

Bonsy Bites berpartisipasi dalam event dan membuka pop-up store.
Bonsy Bites berpartisipasi dalam event dan membuka pop-up store.

Namun perjalanan bisnis ini tentu tak lepas dari tantangan.

“Yang paling sulit itu adaptasi sama tren dessert yang cepat banget berubah. Kita harus bisa ikut tren tapi tetap punya ciri khas sendiri,” kata Salsa.

Contohnya, menu Dubai Mochi tercipta ketika tren Dubai chocolate sedang viral, tapi dibuat dengan inovasi khas Bonsy Bites agar tetap berbeda dari kompetitor.

Ke depan, Salsa berharap bisa membawa Bonsy Bites naik ke level berikutnya.

“Kalau lancar, akhir tahun ini atau tahun depan kami pengen banget buka toko fisik, masih di Bandung dulu. Sekarang juga lagi RnD untuk menu baru, tapi belum bisa di-spill,” ungkapnya sambil tertawa.

Dari hobi yang berawal di dapur rumah, Bonsy Bites kini menjadi bukti bahwa kesuksesan bisa datang dari hal yang sederhana — asal dijalani dengan hati, kreativitas, dan konsistensi. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Haniya  Azkiya
Tentang Haniya Azkiya
Mahasiswi Digital Public Relation 2024, Telkom University

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 13 Agu 2026, 12:45

Touring Tidak Selalu tentang Healing, tetapi Juga Ruang Sosial dan Psikologis

Touring bukan sekadar hobi berkendara atau perjalanan untuk healing. Di balik perjalanan dan biaya yang dikeluarkan, touring menjadi ruang untuk menjaga kesehatan sosial dan psikologis.

Touring bukanlah sekadar hobi berkendara yang menguras materi, melainkan ruang sosial dan psikologis. (Sumber: magnific.com | Foto: bublikhaus)
Ayo Netizen 13 Agu 2026, 12:21

Melawan Greenwashing untuk Mendorong Sikap Kritis terhadap Klaim Ramah Lingkungan

Greenwashing mengancam kepercayaan konsumen dan investor serta mengganggu alokasi modal. Transparansi, audit ESG, dan sikap kritis pasar menjadi kunci membangun bisnis berkelanjutan di masa depan.

Fenomena greenwashing didefinisikan sebagai persilangan antara kinerja lingkungan yang buruk dengan komunikasi positif yang menyesatkan. (Sumber: magnific.com)
Ayo Netizen 13 Agu 2026, 10:43

Mengenang Majalah Hai, Ikon Remaja di Era 80–90an

Mengenang Majalah Hai, teman generasi 1980-an dan 1990-an yang tak hanya menghadirkan musik, komik, dan cerita, tetapi juga memperluas wawasan serta membentuk selera dan imajinasi anak muda Indonesia.

Majalah Remaja Hai era 1980–1990-an Majalah Hai era 1980–1990-an, bacaan populer yang lekat dengan kehidupan remaja dan menjadi bagian dari kenangan sebuah generasi.
Beranda 13 Agu 2026, 10:32

Pohon di Kota Bandung Ditebang Ilegal, Tapi Anggaran Beli Lahan RTH 2026 Malah Tak Ada

Puluhan pohon di Kota Bandung ditebang liar, giliran anggaran beli lahan RTH 2026 malah nihil. Kini janji ruang hijau kota terancam cuma angan-angan di atas kertas.

Sisa pohon yang ditebang di Jalan LLRE Martadinata (Jalan Riau), Kota Bandung, Selasa 4 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 13 Agu 2026, 10:03

Pohon, Bisnis, dan Kehidupan

Saat pohon tumbang, yang jatuh bukan hanya batang, dahan, daun, justru yang ikut runtuh sederetan cerita, petuah, pamali, ingatan, hingga khazanah lokal.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) melakukan pemangkasan sejumlah pohon di ruas jalan Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 19:54

Mengapa Bahasa Merek Berubah Saat Pindah ke Instagram?

Membahas bagaimana satu merek menyesuaikan gaya bahasa di website dan Instagram saat menyampaikan pesan Ramadhan, tanpa kehilangan pesan utama kepada publik.

Ilustrasi masakan. (Sumber: Pexels | Foto: Airlangga Jati)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 17:20

Aku, ‘Preman Pensiun’, dan Terminal Cicaheum

Mengajak pembaca menyusuri kenangan personal di Terminal Cicaheum, dari masa kecil hingga era Preman Pensiun.

Suasana Terminal Cicaheum pada pagi hari, Kota Bandung, Rabu 24 Juli 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Rahmat Kurniawan)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 15:24

Merawat Hutan, Menjaga Warisan Peradaban di Jawa Barat

Kondisi hutan di Jawa Barat saat ini berada dalam status darurat atau sinyal lampu merah yang berakibat dari kerusakan dan penyusutan tutupan hutan yang masif.

Sejumlah pengunjung berfoto di Jembatan Gantung Curug Koleang, Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Djuanda, Bandung, Sabtu (9/2/2019). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 13:38

Cuaca Ekstrem Kota Bandung Akan Menimbulkan Kerawanan Bahaya Kebakaran

Cuaca ekstrem acapkali menjadi peringatan alam, bukan hanya sekadar perubahan musim tetapi peningkatan suhu mengakibatkan kekeringan yang memiliki potensi besar untuk terjadinya kerawanan kebakaran

Sawah mengalami kekeringan di musim Kemarau. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 11:24

Defisit Rp300 Miliar, Siapa yang Gagal Mengelola Bandung?

Defisit Rp300 miliar itu tentu saja merupakan cerita yang jauh lebih kompleks dari sekadar kekurangan duit kas.

Balai Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Humas Setda Kota Bandung  via ayobandung.com)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 08:18

Merdeka dalam Berpikir, Merdeka dalam Bertindak

Makna kemerdekaan di era digital tercermin dari kemampuan masyarakat dalam berpikir kritis, menyaring informasi, dan bertindak secara bertanggung jawab.

Ilustrasi orang Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Heru Dharma)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 20:01

Membaca Gaya Komunikasi di Balik Publikasi Koleksi Jam Tangan Edisi Khusus

Analisis ini berfokus pada cara perusahaan menyampaikan produknya kepada publik, bukan membahas spesifikasi produk secara rinci.

Ilustrasi iklan.
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 18:10

Menulis sebagai Cara Membangun Pengetahuan

Sebuah refleksi tentang menulis yang tidak berhenti pada keterampilan menyusun kata dan kalimat, tetapi melihat menulis sebagai bagian dari proses membangun pengetahuan dan membentuk cara berpikir.

Ilustrasi mengetik artikel dengan laptop. (Sumber: Unsplash | Foto: Sergey Zolkin)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 17:02

Indonesia Raya Tercipta di Bandung

Gagasan menciptakan lagu kebangsaan muncul setelah W.R. Soepratman membaca tantangan di majalah Timboel pada 1924.

Ilustrasi Wage Rudolf Soepratman. (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 11 Agu 2026, 16:53

Bandung Makin Panas di Siang dan Makin Dingin di Malam, Ada Apa dengan Suhu Kota?

Suhu Kota Bandung menunjukkan perubahan menarik. Siang makin panas dan malam tetap dingin. Pohon serta ruang hijau punya peran pent

Kota Bandung tampak seperti cekungan dengan dominasi kawasan pemukiman serta industri. Sementara bagian hijau sudah sangat kurang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 16:08

Penyiaran Proklamasi Kemerdekaan di Bandung

Berita mengenai proklamasi kemerdekaan dengan cepat menyebar dan meluas dalam masyarakat Kota Bandung.

Jawa hokokai pada 1944. (Sumber: Polri.go.id)
Wisata & Kuliner 11 Agu 2026, 15:39

Panduan Wisata Telaga Biru Cicerem, Danau Jernih di Kaki Gunung Ciremai

Jelajahi Telaga Biru Cicerem, telaga alami dengan air biru kehijauan yang jernih, ikan warna-warni, dan panorama kaki Gunung Ciremai.

Telaga Biru Cicerem. (Sumber: Instagram @telagabiruciceremofficial)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 15:17

Dilema PKL: Tertib atau Mati Pelan-pelan

Data menunjukkan bahwa sektor informal, seperti PKL, masih menjadi tulang punggung tenaga kerja di Indonesia.

Petugas Satpol PP Kota Bandung menggunakan alat berat merobohkan bangunan liar dan lapak PKL di Jalan Ibrahim Adjie, Kiaracondong, Kota Bandung, Senin 10 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 13:48

Berjumpa dengan Bari Lukman, Pengibar Merah Putih Pertama di Bandung

Yang menarik, perjumpaan dengan Bari Lukman tidak diawali oleh pencarian seorang tokoh sejarah.

Bari Lukman (memegang bolpoin) bersama rekan-rekan wartawan di Bandung. (Sumber: Dokumentasi  Kin Sanubary)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 12:27

Jejak Memori Rijsttafel: Simfoni Akulturasi dan Potret Budaya Kolonial di Nusantara

Sebagai warisan budaya, Rijsttafel mengajak kita untuk melakukan penelusuran terhadap sebuah tradisi adiboga yang tumbuh di tengah ketegangan kolonialisme.

Momen rijsttafel pada tahun 1880-an. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Jhr. Josias Cornelis Rappard)