Dari Keikhlasan Bu Mun, Nasi Pecel 10 Ribu Hasilkan Omzet 5 Juta Sehari

2 menit baca
Annisa Fitri Ramadhani
Ditulis oleh Annisa Fitri Ramadhani diterbitkan
Bu Mun tengah menyiapkan menu nasi pecel dengan penuh cinta. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Annisa Fitri Ramadhani)
Bu Mun tengah menyiapkan menu nasi pecel dengan penuh cinta. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Annisa Fitri Ramadhani)

Aroma kacang dan sayur rebus di Jalan Desa Cipadung, Kota Bandung, menandakan Warung Nasi Pecel Ibu Mun kembali buka. Di balik kesederhanaan dapur itu, Munjayanah (49) melangkahkan kaki dari dapur dengan satu tujuan, yaitu menyajikan makanan dengan hati yang ikhlas, sekaligus mendatangkan rezeki.

Seporsi nasi pecel dijual seharga Rp10.000, harga yang ia sebut sebagai bentuk sedekah bagi mahasiswa perantau. Ia mengaku setiap ada mahasiswa yang membeli selalu mengingatkannya pada sang anak.

"Saya jual dengan harga murah biar meringankan mahasiswa. Karena anak saya juga mahasiswa, kuliah di Unjani," ujarnya penuh haru saat diwawancarai di halaman rumahnya pada Rabu (10/12/2025).

Omzet hingga Rp5 juta per hari bukan datang begitu saja. Sebelumnya, Munjayanah pernah membuka usaha pecel lele dengan empat cabang, namun kondisi karyawan yang tidak memungkinkan membuat sebagian besar cabang harus ditutup. Hanya tersisa satu cabang.

Dengan tekad bulat, ia memutuskan membuka warung nasi pecel di halaman rumahnya. Dari langkah kecil itulah, ia perlahan bangkit kembali. Ia mengaku sangat bersyukur kepada Allah meskipun dengan harga yang murah, tapi ia selalu merasakan keuntungan yang melimpah.

“Saya bersyukur sama Allah, terharu ternyata banyak orang yang suka sama masakan saya, ini juga dari jam 6 pagi ga berhenti, rame terus neng, alhamdulillah,” ujarnya sambil mengusap air mata.

Kerja Sama Keluarga yang Menguatkan

Suami Bu Mun sigap membungkus pesanan, memastikan sampai di tangan pelanggan. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Annisa Fitri Ramadhani)
Suami Bu Mun sigap membungkus pesanan, memastikan sampai di tangan pelanggan. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Annisa Fitri Ramadhani)

Kesuksesan warung ini tak lepas dari dukungan keluarga. Didampingi sang suami, Munjayanah menjalankan usaha ini bersama-sama.

“Semua keluarga mendukung. Bapak, anak. Masak juga bareng sama bapak, jadi usaha ini benar-benar bareng-bareng,” ujarnya sambil melirik sang suami yang tengah menyiapkan pesanan saat wawancara berlangsung.

Setiap sore, pasangan ini pergi ke pasar untuk membeli bahan. Saat sebagian besar orang masih terlelap, tepatnya pukul 02.30 pagi, mereka sudah memulai memasak.

“Kita sore belanja ke pasar, terus menyiapkan bahan buat besok. Jam setengah 3 subuh bangun tinggal masak,” ujarnya.

Seporsi Nasi Pecel yang Penuh Keikhlasan

Nasi pecel ala Bu Mun yang sederhana, tapi rasanya selalu menggugah selera. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Annisa Fitri Ramadhani)
Nasi pecel ala Bu Mun yang sederhana, tapi rasanya selalu menggugah selera. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Annisa Fitri Ramadhani)

Sepiring nasi pecel bukan sekadar makanan. Dengan Rp10.000, pembeli mendapatkan nasi, sayur dengan bumbu pecel, peyek yang renyah, tahu, tumis kentang, mie goreng, serta lauk utama yang bisa dipilih, yaitu babat, paru, ayam, dan lainnya.

“Omzet besar itu bonus. Yang penting keikhlasan saat menghidangkan,” ujarnya dengan senyuman kecil dan tatapan haru.

Keikhlasan itulah yang menjadi modal utama. Sedekah lewat sepiring pecel menjadi tujuan yang mulia, didukung oleh semangat kerja sama keluarga.

Pesan untuk Pejuang Usaha

Di akhir obrolan, Munjayanah memberi pesan bagi siapa pun yang ingin memulai usaha tapi takut gagal.

“Optimis aja, jangan menyerah. Terus berjuang, karena Allah pasti kasih jalan,” ujarnya.

Di halaman rumahnya, Munjayanah menatap sepiring pecel yang telah habis disantap pembeli, tersenyum pada keikhlasan yang ia tanamkan setiap hari. Baginya kesuksesan bukan hanya soal omzet Rp5 juta per hari, tetapi tentang memberi, berbagi, dan mewujudkan harapan. Agar setiap orang yang datang merasakan hangatnya masakan dan ketulusan hati yang ia tuangkan dalam setiap porsi. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Annisa Fitri Ramadhani
Mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 20:01

Ketika Gelombang Radio Menyatukan Ribuan Fans Iwan Fals

Ganesha Iwan Fals (GIF), program legendaris Radio Ganesha Bandung yang diasuh penyiar karismatik Kang Denny GIF.

Tim pengisi acara Ganesha Iwan Fals berkunjung ke kediaman Iwan Fals di Cipanas, Puncak. Dari kiri ke kanan: Arif (GIF), Denny GIF (penyiar Radio Ganesha Bandung), Iwan Fals, dan Bram (sahabat karib Iwan Fals dari Bandung). (Foto: Kemal Ferdiansyah)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 18:29

Kemerdekaan bagi Sastra

Sastra adalah salah satu ruang terakhir bagi tempat kejujuran yang masih berani bicara. Tapi apakah kehidupan bagi pelakunya sudah layak atau tenggelam dalam lautan merdeka itu sendiri?

Ilustrasi buku sastra. (Sumber: Pexels | Foto: Alexandra Krainyukhova)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 17:10

10 Netizen Terpilih Juli 2026, Menangkap Isu Begal hingga Jalur Maut

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Juli 2026.

Pengguna jalan melintas di dekat satu tombol darurat (panic button) yang dipasang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 26 November 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!